Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Hukum Qadha Puasa Bagi Orang Yang Membatalkan Puasa Tanpa Udzur Syar’i

Posted by Farid Ma'ruf pada 30 Juli 2014

Tanya :

Ustadz, jika orang membatalkan puasa secara sengaja tanpa udzur syar’i, apakah ada kewajiban qadha atas orang itu? Bagaimana dengan hadits yang menyebutkan “lam yaqdhi shiyamud dahri wa in shaamahu” (dia tak akan dapat meng-qadha`nya dengan puasa satu tahun, meskipun dia melakukan puasa satu tahun)?

Baca entri selengkapnya »

Posted in Ibadah | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Seputar Fiqih Lebaran

Posted by Farid Ma'ruf pada 27 Juli 2014

Pertanyaan : 

Tak lama lagi kaum Muslim akan meninggalkan Ramadhan dan memasuki bulan Syawal. Setelah sebulan lamanya berpuasa, tibalah mereka merayakan Idul Fitri—Lebaran. Apa saja hukum-hukum di seputar Idul Fitri dan bagaimana kaum Muslim menjalani bulan-bulan berikutnya pasca Ramadhan?

”Sunnah Idul Fitri ada tiga; yaitu berjalan menuju lapangan tempat shalat (mushala), makan sebelum keluar rumah, dan mandi.”

Baca entri selengkapnya »

Posted in Ibadah | Dengan kaitkata: | 1 Comment »

Bagaimana Sikap HT Terhadap ‘Khilafah’ yang Diproklamirkan ISIS?

Posted by Farid Ma'ruf pada 27 Juli 2014

Soal:

Bagaimana pandangan Hizbut Tahrir terhadap “Khilafah” yang diproklamirkan oleh ISIS? Jika “Khilafah” ini tidak memenuhi syarat, bagaimana masa depan perjuangan menegakkan Khilafah pasca proklamasi ISIS ini? Baca entri selengkapnya »

Posted in Politik | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Thariqah Syar’iy untuk Menegakkan al-Khilafah dan as-Sulthân al-Mutaghallib

Posted by Farid Ma'ruf pada 15 Juli 2014

Pertanyaan:

Ada beberapa komentar di beberapa situs yang isinya “bahwa Hizbut Tahrir menentukan thariqah “thalab an-Nushrah” untuk menegakkan al-Khilafah dan berpegang teguh dengannya, dan Hizbut Tahrir tidak mengetahui thariqah syar’iy lainnya… padahal ada thariqah lainnya, yaitu “thariqah as-sulthân al-mutaghallib” yakni orang yang menegakkan negara menggunakan kekuatan dan perang…” Mereka juga mengatakan bahwa Hizbut Tahrir menolak proklamasi al-Baghdadi karena dorongan ‘ashabiyah hizbiyah, dimana Hizbut Tahrir tidak menilainya sebagai khilafah yang syar’iy kecuali jika Hizb yang mendirikannya…” Apakah ada jawaban yang memadai seputar ucapan-ucapan ini? Semoga Allah memberi Anda balasan yang lebih baik.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Politik | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Mengulurkan Jilbab, Sebatas Apa?

Posted by Farid Ma'ruf pada 7 Juli 2014

Soal:

Dalam buku An-Nizham al-Ijtima’i halaman 51 baris sebelum terakhir dinyatakan, “dan tidak perlu menutup kedua kaki karena keduanya telah tertutupi.” Bisakah itu diartikan, tidak perlu mengenakan kaos kaki? Di sisi lain, jika wanita tersebut telah memakai kaos kaki hingga kedua tumit dan telapak kakinya tertupi, apakah kewajiban irkha’-nya tidak harus menyentuh tanah?

Baca entri selengkapnya »

Posted in Pakaian-Penampilan | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Doa Berbuka “allahuma laka shumtu” Tidak Shahih dan Tak Ada Dalam Kitab Hadits Manapun, Benarkah?

Posted by Farid Ma'ruf pada 3 Juli 2014

Tanya :

Ustadz, saya mendapat wacana bahwa doa berbuka “allahuma laka shumtu dst” adalah tidak shahih dan tidak ada di kitab hadits manapun. Katanya yang shahih hanya doa “dzahaba azh zhama`u wab-tallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.” Mohon penjelasan Ustadz. (Putri Munawwaroh, Bantul)

Baca entri selengkapnya »

Posted in Doa, Ibadah | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

“Politik” Proklamasi Tegaknya al-Khilafah oleh ISIS

Posted by Farid Ma'ruf pada 3 Juli 2014

Kepada semua saudara yang mengirimkan permintaan penjelasan tentang proklamasi tegaknya al-Khilafah oleh ISIS… dan mohon maaf tidak dituliskan nama-nama Anda karena sangat banyak…

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.

Kami telah kirimkan sebelumnya jawaban pada waktu itu dan saya ingin ulangi kepada Anda:

Saudara-saudara yang dimuliakan, Baca entri selengkapnya »

Posted in Politik | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Hukum Seputar Puasa Wanita

Posted by Farid Ma'ruf pada 27 Juni 2014

Pendapat yang paling kuat adalah pendapat yang menyatakan, bahwa wanita hamil dan menyusui sama-sama boleh membatalkan puasanya, dengan kewajiban mengganti puasanya, tanpa harus membayar fidyah.

Allah SWT telah menetapkan kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan kepada kaum Muslim, baik pria maupun wanita (QS al-Baqarah [2]: 183). Selain ketentuan umum tentang kewajiban tersebut, Islam juga mengatur dan menyelesaikan secara spesifik masalah wanita, khususnya terkait dengan kewajibannya berpuasa di bulan Ramadhan. Baca entri selengkapnya »

Posted in Ibadah | Dengan kaitkata: | 1 Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 953 pengikut lainnya.