Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Hukum Mengonsumsi Tape

Posted by Farid Ma'ruf pada 13 Januari 2007

Soal :

Bagaimana hukum makan tape? Apakah haram ? 

JawabTape adalah ketela yang telah mengalami proses fermentasi (peragian). Dalam proses peragian ketela akan terjadi proses pengubahan karbohidrat menjadi glukosa, sekaligus pengubahan glokasa menjadi etanol. Berdasarkan penelitian ilmiah menunjukkan bahwa tape yang telah terfermentasi (secara sempurna atau tidak sempurna) mengandung glukosa dan etanol. Di sisi lain, kita telah paham bahwa etanol adalah substansi dari khamer. Walhasil, mengkonsumsi tape yang telah terjadi fermentasi sehingga menghasilkan etanol, hukumnya haram. Sebab, anda sedang mengkonsumsi etanol (khamer).Reaksi utuhnya adalah sebagai berikut:Karbohidrat ——–peragia atau hidrolisis —–glokusa————peragian——-etanol (khamer). Adapun pendapat yang menyatakan bahwa mengkonsumsi tape dibolehkan, karena proses pembuatannya alami, dan sudah dianggap sebagai makanan tradisional dan tidak memabukkan; merupakan pendapat yang tidak tepat. Pengharaman benda tidak didasarkan pada proses pembuatannya alami atau tidak, dan juga tidak boleh didasarkan pada fakta bahwa tape sudah dianggap sebagai makanan tradisional. Dalil untuk menetapkan halal atau haramnya suatu benda haruslah al-Qur’an dan Sunnah. Selama benda itu tidak diharamkan berdasarkan nash al-Qur’an dan Sunnah, maka benda itu mubah untuk dikonsumsi.Pada penjelasan di atas telah jelas bahwa tape mengandung unsur etanol. Walhasil ia haram dimakan.Ada yang menyatakan, buah-buahan yang telah masak juga mengandung etanol. Tentunya mengkonsumsi buah-buah yang telah masak diharamkan, karena ia mengandung etanol. Untuk menjawab keraguan ini, kami perlu menyatakan bahwa dalam buah-buahan yang telah masak tidak mengandung etanol sama sekali. Gugus atom yang terdapat di dalam buah-buahan yang masak sangatlah komplek (senyawa komplek). Kalaupun ada gugus OH, tidak secara otomatis gugus OH yang ada di dalam buah-buahan masak itu adalah etanol. Akan tetapi struktur kimia pada buah-buahan masak, kebanyakan komplek dan tidak mungkin mengandung etanol. Bukti lain menunjukkan bahwa Rasulullah Saw dan para shahabat dalam banyak riwayat biasa mengkonsumsi buah-buahan yang telah masak. Ini merupakan dalil bahwa buah-buahan yang telah masak boleh-boleh saja untuk dikonsumsi.  Selain itu berdasarkan keumuman nash-nash al-Qur’an kita bisa menyimpulkan bahwa hukum asal dari benda adalah mubah selama tidak ada dalil yang mengharamkannya. Akan tetapi Rasulullah Saw telah melarang kaum muslim mengkonsumsi buah anggur yang telah berbusa. Pelarangan ini ini bisa kita mengerti, karena anggur yang telah berbusa ini telah mengalami proses fermentasi sehingga menghasilkan etanol. Hal ini juga berlaku untuk buah-buahan yang lain. Jika bisa dibuktikan bahwa buah-buahan tersebut —setelah terfermentasi— menghasilkan etanol, maka ia haram untuk dikonsumsi. 

 

About these ads

11 Tanggapan to “Hukum Mengonsumsi Tape”

  1. IslamNeverDie said

    Bismillah,

    tapi LP-POM menggolongkan tape bukan sebagai khamr,
    ini link-nya,

    http://www.halalmui.or.id/?module=static&act=view&id=5&page_id=26

  2. wawan said

    Allah Akbar,
    kalo singkong pasti hallal, kalo tape kenapa haram???????????????????
    berarti bio ethanol juga haram digunakan/dimanfaatkan dunk!!!!!!!!!!!!!!!
    khan dia juga dari tape!

    di masa lalu bahkan MUI pernah mengharamkan salah satu bumbu masak karena dalam proses produksinya memakai media yang diharamkan.

    makin banyak tahu, makin membingungkan.

    • makanya harus banyak belajar bukan? masa tah kita mau amal kita tak terhitung karena makanan yg tidak dihalalkan masuk dalam.tubuh kita

      zaman yg demikian mmang arus ati hati…. cintai Allah maka Allah akn memudahkan seluruh kehidupan kita :-)

  3. Habib said

    Mengapa babi haram? sebenarnya babi itu apa? itu adalah kumpulan karbohidrat, protein, lemak, air, sel2. Ternyata kumpulan tersebut juga terdapat di ayam, kerbau, sapi yang halal kita makan. jadi apa yg menyebabkan haram? apakah krn ada cacing kremi yg ada di ususnya?
    Analogi yg sama kita tanyakan juga utk khamar.
    Di sebut khamar adalah satu kesatuan utuh yg digunakan oleh orang menyebabkan mabuk. Bila di uraikan, khamar itu bisa terdiri dari etanol, karbohidrat, unsur2 organik, dll yg menjadi unsur penyusunnya. Tetapi apakah bisa menyatakan uraian tersebut sebagai haram??..Krn ternyata ia adalah bahan kimia organik yg banyak terdapat di alam ini yg banyak di manfaatkan oleh makhluk, dan manusia terutama di dunia kedokteran. Etanol bisa utk pembersih/ steril, pengawet, dlsb.
    Menggunakan etanol sbg pembersih bukan berarti membersihkan dengan khamar toch..

    Wassalam,

  4. fauzi said

    Perkara halal haram dlm islam adalah perkara yg sdh jelas,adapun apabila trdpt keraguan didlmnya yg baru dijumpai diperlukan ijtihad brdasarkan fakta makanan/barang tsb disertai ilmu pengetahuan.adapun makanan/barang yg sudah jelas2 haram scr qoth’i misalnya babi,khamr,dll,tak perlu dipertanyakan lagi mengapa diharamkan.Adalah salah klo mencari2 ilat diharamknnya babi krn ad cacing,binatang jorok,dll.Logikanya klo krn ad cacing tp bila dagingnya diolah dimasak sampai cacingnya mati shg mnjadikan tidak haram lagi dan boleh dimakan.Tapi kan tidaklah demikian.Artinya kita tdk boleh mencari cari ilat/alasan diharamkn suatu benda.Yg jelas dari setiap zat atau perbuatan yg diharamkan Allah disitu trdapat mudharat.Apa2 yg dihalalkan Allah maka ambillah,apa2 yg diharamkn Allah maka tinggalkan,tanpa dicari2 alasan/alasannya.Itulah realisasi keimanan dan taat kita kpd Allah & rosulNya.wallahu a’lam

    • joni said

      Memeng d satu sisi kita harus menerima semua ketentuan Allah SWT, tetapi bukan berarti tdk boleh mencari tau apa alasan d balik itu semua.. klo semua muslim berpikirn ky ente kpn mau maju?? Jadi yg benar itu trima dulu hukum Allah apapun itu dengan iman, setelah itu br cari tau alasannya.. jgn dibalik!!!.. dan klo memang belum ktemu brarti ilmu kt blm sampai. Percuma d kasih akal pikiran donk! Payah ente…

  5. andara said

    Ass wr Wb

    Tape tidak Haram
    karena jikalau kita memakan tape sebanyak apapun pastinya tdk akan memabukan
    ambil contoh acar, acar pun mengandung alkohol dgn kadar sedikit, tapi toh tdk haram krn tdk memabukan begitu juga dgn Kecap kedelai…
    ini sesuai dgn hadist nabi
    “Hadis Nabi SAW yang yang diriwayatkan Abu Dawud. Bahwa minuman yang jika
    diminum dalam jumlah banyak akan memabukkan, maka sedikitnya pun hukumannya
    haram”

    konteksnya adalah Wujud minumanya, apabila wujud minuman/makanannya tsb jika kita makan banyak memabukan itu wajib disebut Haram, tapi jika tidak ya tdk Haram

    tp ini berbeda dgn makanan yg mengandung Babi, sedikit atau banyak Haram hukumnya, seperti roti2 yg menggunakan Lemak Babi sbg pengembangnya

    wassalam

  6. ilmu milik ulama, tanyakan suatu hal ttg agama kepada ulama mudah2an pd mrk ada jawabannya

  7. Mustaqim said

    Aduh, jadi tambah bingung nich.
    Kalau tape haram,tahu haram juga tidak ya?

  8. iwan said

    TAPE TIDAK PUNYA NASH SHARIH TENTANG HUKUMNYA, BERLAKU PADANYA HUKUM QIAS, APA TAPI BISA DI QIASKAN DENGAN KHOMAR ? YANG PALING MENENTUKAN ADALAH ILLAHNYA. DAN TERNYATA TAPE TIDAK MEMBIKIN MABUK BERARTI HARAM. WALLAHU A’LAM

  9. Vik said

    Tape Deh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 955 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: