Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Apakah Hizbut Tahrir Gerakan Sesat ?

Ditulis oleh Farid Ma'ruf di/pada 19 Januari 2007

Soal :

Dalam buku terbitan WAMY dikesankan bahwa Hizbut Tahrir adalah gerakan yang sesat (ditunjukkan dengan berbagai bukti penyimpangan).

Koreksi Atas Buku WAMY, Beserta Buku-Buku Derivatnya

Oleh: Fahmi Amhar

Publikasi 25/03/2005

hayatulislam.net – Allah SWT berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa

suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan

suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang

menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Qs. al-Hujurât [49]: 6).

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum

yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari

mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok)

wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang

diperolok-olokkan) lebih baik daripada wanita (yang mengolok-olok) dan

janganlah kamu mencela dirimu sendiri, dan janganlah kamu panggil

memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah

(panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka

mereka itulah orang-orang yang dzalim.” (Qs. al-Hujurât [49]: 11).

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka,

sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu

mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu

menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging

saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.

Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi

Maha Penyayang.” (Qs. al-Hujurât [49]: 12).

Sengaja kami mengutip firman Allah SWT di atas untuk mengingatkan, agar

kita tidak terjatuh ke dalam kesimpulan-kesimpulan prematur setelah membaca

buku terbitan WAMY. Sungguh, setelah kami melakukan kajian mendalam dan

jernih terhadap buku WAMY, dan menafikan aspek-aspek emosional dan kepentingan

kelompok, buku ini (termasuk derivatnya, misalnya ath-Thariq ila

Jamâ’at al-Muslimin) adalah buku yang syarat dengan fitnah dan akan menjatuhkan

siapapun yang terlibat dalam “pembuatan, penerbitan dan juga penyebarluasan

buku tersebut” ke dalam dosa yang sangat besar. Rasulullah Saw

bersabda, “Barang siapa membuat sunnah yang jelek, dia akan mendapat dosanya, dan

dosa dari orang yang mengerjakan sunnah yang jelek tersebut hingga hari

kiamat (lihat dalam Riyadhus Shalihin, Imam an-Nawawi). Namun demikian, kami

sebagai seorang muslim yang selalu ingin memupuk ukhuwah Islamiyyah,

sekaligus sebagai refleksi dari amar ma’ruf nahi ‘anil mungkar, tidak

akan pernah lelah untuk mengingatkan kaum muslimin terhadap berita-berita

sepihak, fitnah, dan syarat dengan kepentingan busuk dan keji itu.

Semoga Allah SWT meluluhlantakkan musuh-musuhnya, dan memberikan kesadaran

kepada kaum muslim yang selama ini terbelenggu dengan informasi sepihak dan

beracun itu. Kami menyerukan agar anda melakukan tabayyun. Terutama pihak-pihak

yang tidak mengetahui duduk persoalan sebenarnya, dan tidak mengetahui latar

belakang lahirnya buku itu, dan sekaligus kesalahan-kesalahan yang

terkandung dalam buku tersebut. Tentu, sikap hanya mau menerima

informasi sepihak, kemudian memberikan justifikasi secara serampangan terhadap

pihak lain —tanpa ada proses tabayyun terlebih dahulu-merupakan sikap gegabah

yang tidak sejalan dengan kaedah-kaedah dasar Islam. Alangkah baiknya, jika

kita tidak tergesa-gesa memberi justifikasi sebelum kita mendengar

keseluruhan informasi dari kedua belah pihak, sikap tabayyun juga akan

menghindarkan kita dari berbagai macam fitnah yang justru akan memperlemah kekuatan

kaum muslimin itu sendiri.

Kami takut, buku WAMY ini (termasuk pula, buku ath-Thariq ila Jamâ’at

al-Muslimin, dan juga buku ad-Da’wah al-Islamiyyah Faridhah Syar’iyyah

wa Dharurah Basyriyyah), justru akan menimbulkan masalah serius bagi

hubungan antar gerakan Islam sendiri. Bahkan, kami menyaksikan dan melihat

dengan mata kepala sendiri, buku ini telah disebarluaskan, dan dijadikan buku

rujukan di beberapa kuliah di Timur Tengah, dan juga menjadi salah satu

rujukan yang disarankan untuk dibaca oleh sebagian kelompok Islam, di

negeri ini. Sedihnya, buku ini tidak pernah menyebutkan argumentasi balik dari

pihak yang dinilai dalam buku itu. Lepas dari apa tendensi pihak yang

menyebarkan buku-buku semacam ini, kami hanya mengingatakan kepada

siapa saja yang membaca buku tersebut, termasuk pihak yang sengaja

menyebarkan, dan mencetak buku ini, untuk bisa berfikir jernih dan mau melakukan

tabayyun dari pihak-pihak yang dinilai negatif di dalam buku itu. Kami juga

menyeru kepada kaum muslimin yang sudah terlanjur menganggap benar

informasi-informasi mengenai gerakan-gerakan Islam (selain Ikhwanul

Muslimin) yang termuat di dalam buku WAMY itu, untuk menyadari

kesalahannya dan mau melakukan tabayyun kepada Hizbut Tahrir, atau kepada

gerakan-gerakan yang dinilai buruk oleh tokoh Ikhwanul Muslimin itu (Jama’ah Tabligh,

dan lain-lain).

Kami ingatkan kepada pihak-pihak yang getol menyebarluaskan buku ini,

bila kalian melakukan upaya-upaya pencitraan buruk terhadap gerakan Islam

lain (termasuk di dalamnya Hizbut Tahrir) dengan cara-cara murahan seperti

itu —bukan dengan mengkritik dan mengkritisi ide-idenya—, maka ingat, jika

umat sudah mengetahui duduk persoalan sebenarnya, pasti mereka berbondong-bondong

akan meninggalkan anda, dan akan melecehkan cara-cara anda itu.

Muslim sejati bukanlah orang bodoh yang mudah di provokasi oleh

berita-berita sepihak. Kaum muslim juga tidak akan mudah percaya begitu

saja kepada ucapan-ucapan orang yang menganggap dirinya tokoh, tapi lemah

dalam argumentasi dan berdalil. Kami sangat yakin bahwa siapapun yang

membaca, dan mengkaji buku ini dengan pembacaan yang jernih, intelektual, tidak

tendensius, dan non emosional, akan bersikap bijak, dan tidak gegabah

membuat kesimpulan atau malah ikut-ikutan menyebarkan berita fitnah

yang sepihak itu! Seharusnya, siapapun yang mendapatkan buku itu, mau

melakukan proses tabayyun agar mereka mengetahui kebenaran hakikinya, sehingga

tidak mendzalimi pihak yang lain.

Kami juga ingatkan kepada siapapun, lebih baik anda mengkritisi pemikiran-pemikiran Hizbut Tahrir, ketengahkan dalil-dalil anda, dan insya Allah, Hizbut Tahrir sebagai partai politik —yang hanya menjadikan Islam sebagai satu-satunya mabda’nya, dan selalu berjuang di jalan Allah tanpa kenal menyerah— akan sangat terbuka dan senang hati menerima dan mengkajinya. Jika ada pendapat yang lebih kuat dan jernih, pasti Hizbut

Tahrir akan mengadopsi pendapat itu, dan akan meninggalkan pendapatnya yang lemah. Hizbut Tahrir bukanlah partai yang Dogmatis. Hizbut Tahrir juga bukan Partai Politik yang pendapatnya sering mencla-mencle. Hizbut Tahrir bukanlah Partai Politik yang gemar mengutuk dan mendiskriditkan kelompok-kelompok Islam lain.

Di salah satu forum yang diadakan di Jakarta, kami pernah membahas buku ath-Thariq ila Jamâ’at al-Muslimin, dan kami telah menjelaskan kesalahan metodologis buku itu. Bahkan kami juga telah mengingatkan agar buku itu tidak disebarluaskan. Sebab, buku itu telah menimbulkan fitnah dan penuh dengan kebohongan. Kami hanya ingin agar ikhwan-ikhwan kami tidak terjatuh kepada dosa dan terjatuh dari tindakan menghalalkan segala cara. Namun, ghafarallahu lana! Buku itu tetap saja masih disebarkan!

Namun demikian, kami tidak akan memusuhi kelompok Islam lain. Sekiranya kritik HT kepada kelompok lain itu sangat keras, bukan berarti HT memusuhi kelompok itu. Akan tetapi, kritik itu dilakukan agar mereka kembali ke jalan yang benar. Oleh karena itu, Hizbut Tahrir bukanlah Partai Politik dogmatis yang hanya mau menerima berita sepihak. Sungguh, apa yang dinyatakan dalam buku WAMY itu sangat jauh dari kenyataan, dan merupakan FITNAH yang membahayakan bagi pembuat dan penyebar bukunya, dan orang-orang yang termakan provokasinya. Buku itu sama sekali tidak membahayakan Hizbut Tahrir. Bagi Hizbut Tahrir, buku WAMY tidak lebih sekedar ujian dan cobaan yang menimpa HT. Hizbut Tahrir akan selalu bersabar atas celaan dan penghinaan.

Hizbut Tahrir hanya mengharapkan keridloan Allah SWT. Hizbut Tahrir —sebagai sebuah partai politik-tidak akan menyibukkan dirinya untuk menanggapi fitnah-fitnah murahan dan picik itu. Betapa Hizbut Tahrir —semoga Allah memberkahi anda dan kaum muslim-telah distigma dengan berbagai tulisan, semisal, tulisan yang dikeluarkan oleh WAMY, buku ath-Thariq ila Jamâ’at al-Muslimin, dan lain-lain. Namun, apa pernah Hizb sebagai sebuah partai, mengeluarkan bantahan atas fitnah-fitnah dan stigma-stigma itu? Hizb akan menjelaskan bagi mereka yang ingin tabayyun! Sebab, Hizbut Tahrir

tidak ingin disibukkan dengan persoalan-persoalan yang sebenarnya malah akan

menyelewengkan kaum muslimin dari perjuangannya menegakkan hukum-hukum Allah.

Wahai kum muslimin! Umat sudah terlalu lama menderita akibat

diterapkannya aturan-aturan kufur. Lalu, mengapa kita masih saja disibukkan dengan

persoalan-persoalan semacam ini? Mengapa kita tidak segera bersatu

menegakkan aturan-aturan Allah dengan jalan menegakkan Khilafah

Islamiyyah ‘ala Minhaj al-Nubuwwah?

Demikianlah, buku itu tidak membahayakan Hizbut Tahrir, akan tetapi

justru akan membahayakan orang yang menulis dan pihak yang mau terprovokasi

dengan tulisan-tulisan yang termuat dalam buku itu! Sungguh “Fitnah itu lebih

kejam dari pembunuhan”. Siapapun yang melakukan hal itu, kelak wajahnya akan

dibakar oleh api neraka!

Koreksi Metodologis Aatas Buku WAMY

Buku WAMY itu banyak merujuk pada karangan Shadiq Amin, yang berjudul ad-Da’wah al-Islamiyyah Faridhah Syar’iyyah wa Dharurah Basyariyyah. Penyusun buku WAMY itu sangat jarang merujuk kepada buku-buku primer yang dileluarkan oleh HT. Jikalau ada, kutipan-kutipan tersebut cenderung dipreteli, tidak lengkap, dikutip sebagian-sebagian, dan di stigma sehingga makna utuhnya menjadi kabur bahkan menyimpang dari makna sebenarnya (makna yang dipahami HT).

Sungguh, buku yang dijadikan rujukan oleh penyusun buku WAMY itu —yakni buku ad-Da’wah al-Islamiyyah Faridhah Syar’iyyah wa Dharurah Basyariyyah, karangan Shadiq Amin— adalah buku yang secara ilmiah diragukan, bahkan terjadi kekacuan metodologis yang sangat parah. Mulai dari kesalahan pengutipan, pendustaan yang di sandarkan kepada Hizbut Tahrir, dan pengutipan kalimat yang tidak sempurna sehingga makna yang terkandung menjadi kacau dan salah. Bahkan kutipan-kutipan itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan makna yang dikehendaki oleh HIZB. Layaknya orang membaca “Celakalah orang-orang yang mengerjakan Sholat”, namun kalimatnya tidak diteruskan, sehingga maknanya menyimpang sangat jauh. Walhasil kami menyimpulkan bahwa buku WAMY beserta derivat-derivatnya telah gugur secara ilmiah. Sebab sumber rujukannya, yakni buku ad-Da’wah al-Islamiyyah Faridhah Syar’iyyah wa Dharurah Basyariyyah, telah hancur secara akademis.

Agar kaum muslim mengetahui duduk persoalan sebenarnya, sekaligus

memahami kesalahan metodologis buku WAMY itu, maka kami akan mengetengahkan

fakta-fakta kesalahan, pendustaan serta pemelintiran yang terdapat

dalam buku ad-Da’wah al-Islamiyyah Faridhah Syar’iyyah wa Dharurah

Basyariyyah, karya Shadiq Amin. Kami ingatkan kembali, bahwa buku karya Shadiq Amin adalah sumber rujukan utama bagi buku WAMY, dan juga ath-Thariq ila

Jamâ’at al-Muslimin. Anda bisa membayangkan sendiri, bila rujukannya saja

ngacau, lantas betapa lebih ngacaunya buku yang menginduk kepadanya, yakni buku

WAMY dan ath-Thariq ila Jamâ’at al-Muslimin itu. Fakta kesalahan metodologis

itu tampak pada kenyataan-kenyataan berikut ini:

1. Pendustaan atas nama pendapat Hizb Tahrir. Dr. Shadiq Amin dalam

bukunya ad-Da’wah al-Islamiyyah Faridhah Syar’iyyah wa Dharurah Basyariyyah,

hal.101 menyatakan, “Anda akan dapatkan diantara pengemban dakwah mereka (HT

red.), orang-orang yang suka meninggalkan dan mengentengkan urusan Sholat.” Ia

juga menyatakan, “HT telah mengabaikan ibadah nawafil dan dzikir… Oleh

karena itu. Kita akan dapatkan betapa lemah dan rendahnya ruhiyyah para

anggota HT, lemahnya hubungan mereka dengan al-Qur’an dan as-Sunnah, dan

ketidakterikatan mereka dengan hukum-hukum Syara’.”

Jelas, statement ini sangat bertentangan dengan ide-ide, dan pemikiran-pemikiran HT yang selalu menekankan untuk selalu terikat dengan hukum syara’. Ini juga sangat bertentang dengan instruksi HT kepada para anggotanya untuk selalu meningkatkan aspek ruhiyyah, dan juga giat dengan ibadah nawafil. Statement ini juga bertolak belakang dengan fakta keanggotaan Hizb Tahrir. Hizb telah menetapkan, muslim yang tidak Sholat tidak boleh menjadi anggota HT, wanita yang tidak mengenakan Jilbab

tidak boleh menjadi anggota Hizb. Berdasarkan kenyataan ini, lalu apa mungkin

ada anggota Hizb yang tidak mengerjakan Sholat, sementara HT telah menetapkan bahwa orang yang tidak sholat tidak boleh menjadi anggota HT. Silahkan renungkan sendiri. (Untuk itu anda bisa membaca buku-buku HT, semisal Mafâhim Hizb at-Tahrir, Nidzâm al-Islâm, dan lain-lain). Dan juga banyak pendustaan-pendustaan lain yang tidak perlu kami ketengahkan semuanya dalam tulisan ini. (Jika anda ingin membaca bantahan dari syabab Hizb, agar anda tidak dibohongi dan disesatkan oleh buku penuh tipuan ini, bacalah risalah karya Dr. Abdurrahman al-Baghdadi, Radd ‘ala Kitâb, ad-Da’wah

al-Islamiyyah Faridhah Syar’iyyah wa Dharurah Basyariyyah karangan Dr. Shadiq Amin,

“Bantahan atas buku ad-Da’wah al-Islamiyyah Faridhah Syar’iyyah wa Dharurah

Basyariyyah” karangan Dr. Shadiq Amin).

Ini saja sudah cukup untuk membuktikan betapa Dr. Shadiq Amin telah melakukan pendustaan. Anehnya, buku ini malah dijadikan rujukan oleh buku WAMY. lalu, layakkah secara ilmiah buku yang penuh dengan pendustaan ini dijadikan rujukan? Bila rujukannya lemah, maka betapa lemahnya buku yang merujuknya.

2. Pendustaan pengutipan. Pada halaman 105 buku karangan Shadiq Amin itu

disebutkan, dalam kitab Nidzâm al-‘Uqubât, karangan Dr. ‘Abdurrahman al-Maliki disebutkan, “Siapapun yang berzina (man zanay) dengan salah seorang mahram yang abadi, seperti ibu, dan saudara perempuan dipenjara 10 tahun.” Bahkan tidak cukup dengan itu, Shadiq Amin juga menyatakan beberapa statement yang ia klaim berasal dari kitab Nidzâm al-‘Uqubât edisi akhir karya Dr. ‘Abdurrahman al-Maliki semoga dirahmati Allah. Perlu anda ketahui, kitab Nidzâm al-‘Uqubât adalah buku karya salah seorang anggota Hizb yang terkenal fakih, dan cerdas, bernama Dr. ‘Abdurrahman al-Maliki. Buku ini membahas tentang sistem persanksian di dalam Islam. Statement Shadiq

Amin dalam bukunya yang berjudul ad-Da’wah al-Islamiyyah Faridhah Syar’iyyah

wa Dharurah Basyariyyah, “Siapapun yang berzina (man zanay) dengan salah

seorang mahram yang abadi, seperti ibu, dan saudara perempuan dipenjara 10

tahun”, ia (Shadiq Amin) klaim, dikutip dari edisi awal kitab Nidzâm

al-’Uqubât. Padahal, kitab Nidzâm al-‘Uqubât hanya diterbitkan sekali,

sejak tahun 1965, dan tidak ada cetak ulang. Lalu, dari mana ia bisa

menyatakan ada edisi awal dan akhir kitab Nidzâm al-‘Uqubât? Jelas ini hanya

pendustaan saja. Selain itu, bila anda melihat dalam buku asli karangan Dr.

‘Abdurrahman al-Maliki, anda akan dapatkan bahwa teks aslinya berbunyi,

“(Man tazawwaja) Siapapun yang menikah dengan salah seorang mahram yang

abadi, seperti ibu dan saudara perempuan, dipenjara 10 tahun” bukan,

“man zanay” sebagaimana klaim Shadiq Amin. Lalu, pernyataan yang salah kutip

ini ia jadikan senjata untuk menikam Hizbut Tahrir. Shadiq Amin (yang juga

dikutip oleh WAMY) menyatakan, bahwa hukuman orang berzina sudah sangat

jelas, yakni dirajam, atau dijilid. Oleh karena itu, kasus zina harus dimasukkan dalam bab hudud, bukan ta’zir. Selanjutnya ia berkomentar, apa yang dilakukan oleh HT dengan cukup memenjara 10 tahun bagi orang yang melakukan perzinaan dengan mahram abadi termasuk penyimpangan terhadap hukum

syara’.

Sebelumnya perlu kami sampaikan, bahwa kitab Nidzâm al-‘Uqubât meskipun

merupakan kitab yang dikeluarkan oleh HT, namun kitab tersebut bukanlah

kitab mutabannat (kitab yang diadopsi oleh HT). Sehingga tidak bisa mewakili pemikiran HT dalam masalah ‘uqubat (persanksian).

Statement yang benar terdapat dalam kitab Nidzâm al-‘Uqubât adalah, “Siapapun yang menikah (bukan berzina) dengan salah seorang mahram yang abadi, seperti ibu dan saudara perempuan, dipenjara 10 tahun.” Ada perbedaan mendasar antara “siapa yang berzina” dengan “siapa yang menikahi”. Siapapun yang melakukan perzinaan dengan mahram yang abadi akan dikenai had zina.

Oleh karena itu, perzinaan termasuk dalam bab hudud, bukan ta’zir. Akan

tetapi untuk kasus orang yang melakukan pernikahan dengan mahramnya

yang abadi, berbeda dengan fakta orang yang melakukan perzinaan dengan

mahramnya yang abadi. Kasus orang yang melakukan pernikahan dengan mahramnya yang abadi, termasuk dalam akad nikah yang fasid. Al-Mukarram Dr.

‘Abdurrahman al-Maliki berpendapat bahwa orang yang menikahi mahramnya yang abadi tidak boleh dikenai had zina, sebab masih ada syubhat akad yang menghalalkan

farji seseorang, meskipun akad itu fasid. Pendapat yang dipegang oleh Dr.

‘Abdurrahman al-Maliki ini senada dengan pendapat ulama Hanafiyyah.

Syaikh ‘Abdul Qadir al-Audah dalam kitabnya (al-Tasyrî’ al-Janâiy, juz II,

hal. 363), menyatakan, “Akan tetapi Abu Hanifah sendiri berpendapat, orang

yang menikahi ibunya, anak perempuannya, bibi, (mahram abadi), kemudian

menyetubuhinya, maka untuk kasus ini tidak dikenai had zina, meskipun

mereka mengaku, bahwa mereka mengetahui hal itu adalah tindakan haram. Untuk

kasus semacam ini cukup dikenai hukuman ta’zir.” Ia melanjutkan. “Imam Abu

Hanifah tidak menjatuhkan had untuk kasus semacam ini karena ada syubhat.”

Tampaknya, pendapat Abu Hanifah ini diadopsi oleh Dr. ‘Abdurrahman

al-Maliki dalam kitab Nidzâm al-‘Uqubât. Oleh karena itu, apa yang dinyatakan

oleh Dr. ‘Abdurrahman al-Maliki dalam kitab Nidzâm al-‘Uqubât itu, bukanlah

pendapat yang menyimpang. Bahkan penadapat ini merupakan pendapat tangguh yang

dipegang oleh Imam Hanifah. Walhasil, pendapat Dr. ‘Abdurrahman

al-Maliki tersebut merupakan pendapat yang Islamiy, dan tidak perlu dijadikan

bahan untuk menikam saudaranya sendiri.

Juga tentang ciuman. Hizb dikatakan membolehkan mencium wanita asing.

Jelas ini merupakan fitnah keji yag ditikamkan kepada HT. Sungguh jika anda

membaca buku primer HT yang berjudul an-Nidzâm al-Ijtimâ’i fi al-Islâm,

edisi III, hal.58, anda akan segera sadar, bahwa isi yang terdapat

dalam buku WAMY sekaligus buku rujukannya itu (karya Shadiq Amin di atas),

penuh dengan kedustaan dan fitnah. Di dalam kitab an-Nidzâm al-Ijtimâ’i fi

al-Islâm yang dikeluarkan oleh Hizbut Tahrir disebutkan, “Ini berbeda

dengan ciuman, ciuman seorang laki-laki terhadap wanita asing yang

diinginkannya, atau sebaliknya, adalah ciuman yang diharamkan. Sebab ciuman semacam

ini termasuk pembukaan dari zina. Sebab ciuman pada umumnya adalah pembukaan menuju aktivitas zina, meskipun dilakukan tanpa syahwat.” Walhasil, jelaslah, bahwa Hizb sendiri telah mengharamkan seorang laki-laki mencium wanita asing yang bukan mahramnya. Kami bertanya, anda lebih percaya kepada rujukan asli dari Hizbut Tahrir atau buku yang penuh dengan kedustaan itu?

Walhasil, tidak ada keraguan sedikitpun, buku yang dijadikan rujukan oleh buku terbitan WAMY itu, adalah buku yang penuh dengan tipuan dan pendustaan. Jika rujukannya saja sudah gugur secara metodologis, tentu gugur juga semua buku yang menginduk kepadanya. Walhasil, buku terbitan WAMY tidak ilmiah dan tidak layak dijadikan acuan dan sumber rujukan, dikarenakan rujukannya telah batal secara akademis.

Kami tegaskan kembali, jika buku Shadiq Amin, yang berjudul ad-Da’wah al-Islamiyyah Faridhah Syar’iyyah wa Dharurah Basyariyyah itu dipertanggungjawabkan di depan kajian ilmiah, maka buku itu tidak bernilai ilmiah sama sekali, bahkan batal demi kebenaran ilmiah. Oleh karena itu, untuk menilai apakah buku WAMY bisa dijadikan sebagai rujukan atau tidak, maka tolok ukurnya adalah apakah buku yang dijadikan rujukan dasar buku WAMY itu (buku ad-Da’wah al-Islamiyyah Faridhah Syar’iyyah wa Dharurah Basyariyyah, karya Shadiq Amin) ilmiah atau tidak. Jika tidak, maka

gugugrlah keilmiahan buku WAMY tersebut.

Kami mengingatkan dan mengajak kepada pihak-pihak yang selama ini terlanjur

mempercayai kebenaran isi buku WAMY itu dan sudah terlanjur menjadikannya

sebagai rujukan untuk menilai Hizbut Tahrir, agar mau bersikap obyektif dan

mau menerima koreksi dan pembenaran. Sungguh penerimaan anda dengan penuh

keikhlasan akan menuntun anda kejalan kebenaran. Kami juga menyarankan kembalilah kepada Islam yang benar, kepada yang sudah terlanjur menyebarkan buku itu, maka tarik dan bekukan buku itu. Jika tidak sungguh adzab Allah sangatlah pedih! Ingatlah sabda Rasulullah Saw, tatkala beliau mengingatkan tentang kedustaan, “Barangsiapa yang berdusta maka mereka bukanlah golongan kami. Pembuat makar dan pengkhianat akan dimasukkan ke dalam neraka.” [HR. at-Tirmidzi dan Abu Na’im dalam al-Haliyah dari Ibnu Mas’ud].

Kami perlu memberitahukan juga bahwa pengarang ad-Da’wah al-Islamiyyah

Faridhah Syar’iyyah wa Dharurah Basyariyyah (yang dijadikan sumber rujukan oleh WAMY). Dr. Shadiq Amin, mengarang buku ini dibawah tekanan bangsa Yordania saat itu. Bahkan, penguasa Yordania telah menetapkan buku ini sebagai buku yang harus dipelajari oleh mahasiswa dan dosen pada kuliah Syari’ah di Universitas Yordania. Hal yang perlu dikritisi adalah, (1) Mengapa Pemerintah Yordania sampai menetapkan agar buku ini dipelajari di perguruan tinggi di sana? Sedangkan pada saat yang sama, pengarangnya mengaku sebagai anggota dari gerakan Islam yang meruntuhkan rejim kufur ala pemerintahan Yordan? Betapa kontradiksinya! Kita semua memaklumi bahwa

pemerintahan Yordan sangat benci terhadap gerakan Islam yang ingin menerapkan aturan-aturan Allah SWT dengan cara menegakkan Khilafah Islamiyyah. Bahkan, setelah Hiizbut Tahrir sering mendapatkan dukungan untuk meraih kekuasaan, pemerintahan Yordania tidak tinggal diam. Lalu, dibuatlah makar untuk menyerang dan menjelek-jelekkan Hizbut Tahrir di hadapan rakyat. Mereka menyuruh orang untuk mengarang buku yang menjelek-jelekkan dan mendiskriditkan HT. Kita mengerti, pemerintahan Yordan sangat anti dengan penerapan Islam yang utuh. Bila pemerintahan Yordan berbaik hati menjadikan buku karangan Shadiq Amin itu sebagai bahan kuliah di Universitas Yordania, tentu maksudnya bukan untuk menyadarkan kaum muslim dari kelompok dan perjuangan yang benar.

Kita bisa menyimpulkan, pemerintah Yordan menetapkan buku ini sebagai bahan ajar di perguruan tinggi Yordan bukan untuk menyebarkan Islam yang benar, tetapi untuk menikam gerakan-gerakan Islam yang ingin meruntuhkan rejim kufur di sana-yakni HT? Mana mungkin pemerintahan Yordan yang kufur itu mau bersekongkol dengan gerakan yang ingin menghancurkan eksistensi mereka? Bahkan, menjadikan “buku itu” sebagai bahan ajar? Semoga Allah melindungi dan menyadarkan kelompok itu, (2) Setelah ditelusuri dengan jernih dan mendalam, Dr. Shadiq Amin, bukanlah nama sebenarnya. Ia adalah nama samaran dari Dr. ‘Abdullah ‘Azzam, salah seorang pengajar di kuliah Syari’ah di Universitas Yordania, sekaligus seorang mursyid Ikhwan al-Muslimin di Yordania. Pertanyaan selanjutnya adalah, “Kalau buku ini memang ditujukan untuk mengajak kaum muslim menghancurkan rejim kufur, lalu mengapa pada saat yang sama rejim kufur (Yordan) malah menetapkan buku ini sebagai buku rujukan pada kuliah syari’ah di Universitas Yordania?” Dan juga kenapa teman-teman Ikhwan di sini juga getol menyebarkan buku yang di absahkan oleh penguasa Yordan yang fasiq dan dzalim itu? Apakah mereka benar-benar bertujuan untuk menyelamatkan umat? Ataukah mereka ingin mengelabui umat agar umat tidak bergabung dengan jama’ah yang benar-benar ikhlas berjuang di jalan Allah, dan ingin meruntuhkan sistem setan? Wahai renungkanlah?

Selesai dengan pertolongan Allah

31 Tanggapan ke “Apakah Hizbut Tahrir Gerakan Sesat ?”

  1. ridwan berkata

    insya ALLAH gerakan hizb diridhai ALLAH SWT .

    slmt berjuang para penegak Syariah dan Khilafah!!!

  2. aristofan berkata

    saya rasa kalau HTI memperjuangkan agar umat Islam selalu ingat Allah, beribadah dan menjalankan iabdah mahdloh dengan baik serta berakhlak dengan akhlak yang bai, tanpa membuat rumit urusan politik akan lebih bermanfaat. politik pasti membuat umat menjadi berpecah belah.

    Komentar :
    Silakan sampaikan komentar antum kpd pengurus HTI terdekat.

  3. rahman berkata

    Lho, WAMY kan organisasi Islam internasional. ia punya ghirah keislaman, tentu saja seharusnya bisa dipercaya. kita kan harus khusnudzdzan kepada sesama muslim. lagi pula kritik dari sesama muslim itu kan baik, lagi pula kan tidak menjelk-jelekkan nama pribadi.HTI sendiri kan juga biasa mendikreditkan kelompok lain, seperti JIL dsb. jadi. apa masalahnya kalau sekali-kali juga dikoreksi orang lain.

    Komentar redaksi :
    Coba antum diskusi dengan syabab HTI dan baca tulisan di buku WAMY. Apakah tuduhan di buku tsb benar atau justru fitnah?

  4. Aris berkata

    HTI trus maju,Allahuakbar

  5. syafi'i berkata

    takbir!!
    semoga khilafah segera tegak

  6. ukhti li berkata

    hizbut tahrir maju terus……ALLAH bersama kita..
    mereka yang memfitnah adalah orang yang tidak rela jika islam bangkit…
    JANJI ALLAH PASTI AKAN TERTEPATI BAHWA KHILAFAH AKAN HADIR KEMBALI…ALLAHU AKBAR ””

  7. w1w1n_risma berkata

    yg saya fahami…sebenarnya perjuangan HTI untuk menegakkan daulah khilafah bukan untuk kepentingan kelompok/anggota HTI saja tetapi ketika daulah ada/berdiri itu untuk kepentingan umat Islam khususnya dan umat-umat yang lain pada umumnya….hizbut tahrir terus berjuang …..khilafah sudah didepan mata…

  8. Syahid berkata

    KEBANYAKAN KELOMPOK TAMBAH BINGUNG AKU, SEMUA MERASA PALING BENAR, ISLAM MALAH TAMBAH HANCUR, BISAKAH KELOMPOK KELOMPOK ITU BUBAR SAJA, TERUS JADI 1 ISLAM GITU…..

    • Dani berkata

      ya ,,,,,,,,,,,memamg tujuan dari pergerakan itu semuaingin menjadikan semuanya menjadi satu tapi dari masing-masing mempunyai cara dan gerak yang erbeda. paling saran dari abang mah biarkanmereka bergerak sesuai dengan pergerakannya karena ALLAH berjanji bahwa kemungkaran itutidak akan pernahmenang”mereka cape tepuguh” dan yang pasti bener ISLAMakan jaya n tegak. wassalam…………..

  9. entong berkata

    buat abang-abang dan mpok’2 yang ada di HT, numpang nanya dong,…. siapakah orang yang paling pantas menurut HT menjadi khilafah (harus ada nama ya, jangan ciri2, karena kalau nyari ciri2, ane yakin banget dah, pasti banyak), yang kedua, gimana sih, cara paling efektif buat negakin khilafah? trus, untuk negakin syariah di Indonesia, gimana caranya???khan susah banget tuh buat negakin hukum syariah, kan banyak diantara orang Indonesia, bahkan muslim sekalipun ‘alergi’ kalo’ denger yang namanya khilafah dan syariah?
    mohon dijawab ya, butuh ilmu nih….

    • arashi berkata

      g kenal maka g sayang… supaya sayang ya kenalan…
      tapi kenalan dulu ama islamnya,,,, waduh panjang lebar nih klo mau jelasin… coba aja ngobrol ma syabab hti yg da di sekitar km, pasti dijelasin… oke??

  10. wati berkata

    Kita memang sering bingung bila kita tidak berusaha memahami adanya kelompok kelompok tersebut, mari kita fahami mereka dengan pemikiran yang jernih dan mendalam, ikhlas…….. insyaAllah Allah akan menunjukan yang benar…….

  11. kathong berkata

    woi redaksi komentarnya kok cuma dikit

  12. Ibnu berkata

    Al-Jama’ah,Demi Allah, Tempat berkumpulnya Ahli Haq walaupun sedikit(Atsar Ali Bin Abi Thalib).

    Tetaplah engkau pada Jama’atul Muslimin dan Imam Mereka (H.R.Bukhari Muslim)

  13. abu haura berkata

    Bismillahirrohmannirrohim.
    Buku WAMY itu hanya fitnah dan memang disebarkan dimana2, ini disengaja untuk membendung gerak dakwah HT, dan Alhamdulillah smape sekarang HTI trus bergerak dan tetap mendapat dukungan dari berbagai elemen. Semoga ALLAH SWT melindungi kita semua dari fitnah dan diberi kekuatan trus berjuang sampai Syariah Islam diterapkan segeran dalam naungan Khilafah, dan kita terlebas dari Sistem aturan kafir yang sdg dijalankan yang telah terbukti membawa kesengsaraan dan kemurkaan ALLAH SWT.

  14. JAcky berkata

    Ya mudah2an HT dpt mewujudkan apa yang dicita2kannya, Hidup mulia sebagai Mujahid penegak Al-Quran dan Sunnah atau Hidup Mulia ditempat yang sunyi untuk mencapai syahid…… adalah harus dicita2kan setiap muslim, mari kita saling mendoakan sesama kita untuk dapat mencapainya, amin

  15. Molikul berkata

    Mari kita sama-sama bersatu dan berjuang menegakan Hukum ALLAH dimuka bumi.
    Mari saling menguatkan bukan saling melemahkan.
    Dan setahu saya HT selalu menjalin hubungan baik dengan sesama muslim…
    MAJU TERUS HIZBUT TAHRIR, SEMOGA ALLAH SEGERA MENURUNKAN PERTOLONGANNYA
    DAN KHILAFAH AKAN SEGERA TEGAK SEHINGGA SEMUA URUSAN AKAN MEMBAWA KEBAIKAN.
    ALLAHU AKBAR.!!!

  16. Pengikut Yesus berkata

    SHALOM…
    saya hanya ingin berkata : “sia-sia kalian memperdebatkan perkara yang sia-sia.”
    Tuhan memberkati.

    • Zulkhalid berkata

      Bgaimana mungkin orang yang menyia-nyiakan kehidupan dunia akan memberikan solusi, yang ada hanyalah kembalinya mereka hanya kepada kesia-siaan pula

  17. MarHam berkata

    mudah-mudahan apa yang telah dilontarkan oleh pihak2
    tersebut menjadi cambuk agar HTI trus maju untuk menegakkan KHILAFAH ISLAMIAH
    InsYaALLAH kebenaran pasti akan terungkap………..
    ALLAHU AKBAR……………….!!!!!!!!!1

  18. abdillah berkata

    ayo hti jangan retorika saja, angkat khalifah dari hti sekarang juga
    ana akan berbaiat pada khalifah dari golonganmu.
    ayo kamu pasti bisa,,ok

  19. anak smk "ageng" berkata

    solat sunat istikoroh ajah kalo pengen minta kebenaran Allah swt kan maha tau???????jangan bingung semua ada solusinya..

  20. Fanny Sagita berkata

    Syabab HTI teruslah Istiqomah!!! Perjuangan kita memang seperti melawan arus air, jika penuh liku, itulah dakwah & sebuah perjuangan… Keep Spirit,,,!!

  21. Akhwat berkata

    Mdh2an qt tetep istiqomah menjalankan dan mengamalkan Al Quran dan As Sunah. .manusia itU bnyk alfanya. .ilmunya terbatas. . . .amar ma’ruf nahi mungkar. .sekarang jg!

  22. amin berkata

    Allahu Akbar.
    SYABAB HTI TERUSKAN PERJUANGAN. INSYA ALLAH PERTOLONGAN ALLAH AKAN SEGERA DATANG.

  23. ainussyifa berkata

    sip

  24. abualya berkata

    Hanya Allah yang mengetahui gerak hati mahluknya , mudah2an kebenaran segera terbukti dan dapat dirasakan oleh makhluk Nya

  25. Qendy Wa'i berkata

    Insya Allah HTI sudah baik dan bagus. jangan terhasut oleh hal kecil . masih ada hal yg besar yaitu menyadarkan umat agar yg ga tau syariah dan khilafah
    jadi tahu.melaksanakan syariah dan khilafah adalah wajib bagi umat,karena sudah pasti itulah solusi bagi umat agar selamat didunia dan diakhirat

  26. arashi berkata

    ALLAHU AKBAR!!!
    KHILAFAH…DIDADAKU!!!
    SYARI’AH…URAT NADIKU!!!
    KU YAKIN!!! BENTAR LAGI!!! ISLAM TEGAK!!!

    IBADAH!!! TUJUANKU!!!
    BERDA’WAH!!! JALAN HIDUPKU!!!
    YAKINLAH!!! KHILAFAH PASTI AKAN TEGAK!!!!
    ALLAHU AKBAR!!!

    WAHAI SYABAB SYABAH HIZBUT TAHRIR!!! KEMENANGAN ADALAH JANJI ALLAH!!! JANGANLAH KAU LENA DAN SANTAI!!!
    SAUDARA2 KITA SEDANG MENUNGGU PERJUANGAN KITA!!!!
    ALLAHU AKBAR!!!!!!!!!!!!!1

  27. Hamba Allah.... berkata

    Jika itu demi kemajuan Islam saya mendukung,,,,tapi kami sebagai masyarakat awam dengan gerakan gerakan islam yang membumbung tinggi semakin bingung, gerakan mana yang harus kami telusuri, kami hanya ingin Islam bersatu (Allah tujuan kami, Rasulullah tauladan kami, Al-qur’an pedoman hidup kami) tanpa memperolok-olokan gerakan Islam yang lain. Mudah-mudahan HTI ini bisa mewujudkan harapan kami sebagai masyarakat awam. Syukron jazilan. Wassalam

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>