Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

UPACARA BENDERA BOLEHKAH?

Posted by Farid Ma'ruf pada 5 Februari 2007

SOAL :

Ustadz, apa hukumnya ikut upacara bendera dan menjadi pembina upacara? (081559565935)

JAWAB :

Untuk menjawab pertanyaan di atas, ada sebuah kaidah fikih yang mesti dipahami. Kaidah itu ialah “al-wasilah ila al-haram haram” (segala perantaraan yang membawa pada yang haram, hukumnya haram juga) (An-Nabhani, Asy-Syakhshiyyah Al-Islamiyah, III/440).

Kaidah fikih ini berarti, tatkala syariah mengharamkan sesuatu, maka syariah juga mengharamkan segala wasilah (perantaraan/jalan/sarana) yang kemungkinan besar (ghalabathuzh zhann) akan mengakibatkan munculnya sesuatu yang haram itu. Segala perantaraan itu hukumnya jadi haram, baik ia berupa perbuatan (al-af’aal) maupun benda (al-asy-yaa`), meskipun tidak terdapat nash syar’i khusus yang mengharamkannya.

Contohnya, syariah telah mengharamkan zina (QS 17:32). Maka haram pula segala macam perantaraan yang diduga kuat akan menimbulkan zina, seperti menyewakan kamar atau rumah kepada bukan suami-isteri. Contoh lainnya, syariah telah mengharamkan khamr (QS 5:90). Maka haram pula segala macam perantaraan yang kemungkinan besar akan mengakibatkan konsumsi khamr, seperti menjual buah-buahan atau biji-bijian tertentu kepada pihak yang diketahui akan mengolahnya menjadi khamr.

Seperti diketahui, Islam telah mengharamkan perbuatan menyeru kepada ashabiyah. Ashabiyah adalah segala fanatisme golongan/kelompok, seperti fanatisme kesukuan, fanatisme mazhab, fanatisme kebangsaan (nasionalisme), dan sebagainya. Rasulullah SAW bersabda,”Bukan termasuk golongan kami, siapa saja yang menyeru kepada ashabiyah.” (HR Abu Dawud, hadits hasan) (Imam Suyuthi, Al-Jami’ush Shaghir, II/138).

Maka dari itu, haram juga hukumnya segala macam jalan atau sarana yang mengantarkan pada perbuatan menyeru kepada ‘ashabiyah, seperti upacara bendera atau menjadi pembina upacara. Sebab upacara bendera yang dilaksanakan di Dunia Islam saat ini, tiada lain adalah sarana atau jalan untuk menyeru dan menanamkan paham nasionalisme. Padahal Islam tidak pernah mengajarkan dan membenarkan paham nasionalisme. Paham nasionalisme sebenarnya berasal dari negara-negara kafir penjajah. Paham ini sengaja dihembuskan kepada Dunia Islam untuk memecah belah kaum muslimin yang sebelumnya bersatu dalam satu kekhilafahan (Taqiyuddin an-Nabhani, Piagam Umat Islam, hal. 20-22).

Akan tetapi jika terdapat paksaan (ikrah), syara’ memberikan rukhshah (keringanan). Tidak apa-apa melaksanakan upacara bendera jika terdapat paksaan selama hati kita tetap tidak setuju.

Rasulullah SAW pada saat masih di Makkah (sebelum hijrah) seringkali terpaksa menerima kondisi yang ada, walau pun kondisi itu bertentangan dengan Islam. Saat itu, di sekitar Ka’bah terdapat banyak sekali berhala-berhala sesembahan kafir Quraisy. Rasulullah SAW tidak melakukan tindakan apa-apa, lantaran beliau dalam kondisi tertindas dan dipaksa oleh sistem jahiliyah.

Rasulullah SAW bersabda,”Sesungguhnya Allah telah memaafkan dari umatku tindakan yang tersalah (tidak sengaja), lupa, dan yang mereka dipaksa melakukannya.” (HR Ibnu Majah & al-Baihaqi). Wallahu a’lam [ ]

Yogyakarta, 24 Agustus 2006

Muhammad Shiddiq al-Jawi

About these ads

8 Tanggapan to “UPACARA BENDERA BOLEHKAH?”

  1. arjip berkata

    kalau anak sekolah yang beragama islam mungkin masih ikut acara kaya upacara bendera, dan kebanyakan mereka mungkin belum tahu hukumnya.
    maklumlah pendidikan agama islam yang diajarkan di sekolah sejak bangku SD sampai perguruan tinggi tak ada yang menyentuh perihal tsb.

  2. anang berkata

    saya tidak membenarkan atau menolak upacara bendera, tapi kalau menganggapnya sampai sebagai sebuah perbuatan syirik atau menyekutukan ALLAH SWT saya pikir itu terlalu berlebihan.Karena itu hanyalah merupakan simbol kebersamaan sebagai bangsa Indonesia,tapi tetap sebagai satu agama (islam).Dan kalau tidak salah, Allah pernah menyuruh iblis untuk bersujud kepada makhluk baru, nabi Adam as (pada saat awal penciptaan), tapi tidak mungkin kan Allah memaksudkan agar iblis menyembah nabi Adam kan? jadi itu hanya agar Iblis menghormati nabi Adam sebagai makhluk yang lebih mulia..

    • dzurwaMuna berkata

      setuju broo..!! bagi saya, upacara merupakan bentuk ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan bangsa ini serta bentuk rasa hormat dan menghargai terhadap jasa para pejuang. dan juga sebagai wujud rasa cinta terhadap tanah air.

      hubbul wathon minal iman.

      • Al Hasyisy berkata

        tapi setahu sy Rasulullah membenci penghormatan orang2 rum yakni ketika dtg di ke tengah2 mereka orang yg ‘dihormati’ mereka akan berdiri menyambutnya (dan saya mendapati atsar dari sahabat Anas ra yang berhubungan dg yg seperti ini, riwayat At Tirmidzi)

        selain itu di upacara bendera dibacakan ikrar setia pada kekafiran

        Gimana tuh?

      • Al Hasyisy berkata

        “TIDAK ADA SEORANG PUN YANG LEBIH MEREKA (PARA SAHABAT) CINTAI DARIPADA RASULULLAH -SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM-. (SEKALIPUN DEMIKIAN) MEREKA JIKA MELIHAT BELIAU, MAKA MEREKA TIDAK BERDIRI KARENA MEREKA TAHU AKAN KEBENCIAN BELIAU TERHADAP HAL TERSEBUT.” (HR. TIRMIDZI)

    • rahman berkata

      Bukankah itu disuruh oleh Allah? kalau upacara kan disuruh oleh manusia

      Coba direnungkan lagi deh, seep.

  3. dzurwaMuna berkata

    fanatisme yang dilarang adalah fanatisme yang membabi buta dan selalu menyalahkan orang atau kelompok lain.
    al qur’an pun menyebutkan larangan untuk menghina org atau kaum lain.

    apa salahnya memberikan apresiasi terhadap jasa para pendahulu dan memberikan wujud syukur atas kemerdekaan dan cinta terhadap tanah air.

    • aziz berkata

      Menghormati bendera, berdiri di depan bendera, berdiri saat menyanyikan lagu kebangsaan adalah masalah duniawi dan bukan ibadah. Karena itu, melakukannya bukanlah bid’ah karena bid’ah itu kaitannya dengan ibadah. Ia juga bukan syirik karena syirik itu kaitannya dengan penuhanan bukan penghormatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 929 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: