Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Hukum KB

Posted by Farid Ma'ruf pada 13 Maret 2007

Tanya : Ustadz mohon diterangkan apa hukumnya KB (Keluarga Berencana)?

Jawab :

Sebelum dijawab, perlu dipahami lebih dulu fakta (manath) yang dimaksudkan dengan KB. KB dapat dipahami dalam dua pengertian :

Pertama, KB dapat dipahami sebagai suatu program nasional yang dijalankan pemerintah untuk mengurangi populasi penduduk, karena diasumsikan pertumbuhan populasi penduduk tidak seimbang dengan ketersediaan barang dan jasa. Dalam pengertian ini, KB didasarkan pada teori populasi menurut Thomas Robert Malthus. KB dalam pengertian pertama ini diistilahkan dengan tahdid an-nasl (pembatasan kelahiran).

Kedua, KB dapat dipahami sebagai aktivitas individual untuk mencegah kehamilan (man’u al-hamli) dengan berbagai cara dan sarana (alat). Misalnya dengan kondom, IUD, pil KB, dan sebagainya. KB dalam pengertian kedua diberi istilah tanzhim an-nasl (pengaturan kelahiran).

Hukum Tahdid An-Nasl

KB dalam arti sebuah program nasional untuk membatasi jumlah populasi penduduk (tahdid anl-nasl), hukumnya haram. Tidak boleh ada sama sekali ada suatu undang-undang atau peraturan pemerintah yang membatasi jumlah anak dalam sebuah keluarga. (Lihat Prof. Ali Ahmad As-Salus, Mausu’ah Al-Qadhaya Al-Fiqhiyah Al-Mu’ashirah, [Mesir : Daruts Tsaqafah – Maktabah Darul Qur`an], 2002, hal. 53).

KB sebagai program nasional tidak dibenarkan secara syara’ karena bertentangan dengan Aqidah Islam, yakni ayat-ayat yang menjelaskan jaminan rezeqi dari Allah untuk seluruh makhluknya. Allah SWT berfirman :

“Dan tidak ada satu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya.” (QS Huud [11] : 6)

Selain itu, dari segi tinjauan fakta, teori Malthus batil karena tidak sesuai dengan kenyataan. Produksi pangan dunia bukan kurang, melainkan cukup, bahkan lebih dari cukup untuk memberi makan seluruh populasi manusia di dunia. Pada bulan Mei tahun 1990, FAO (Food and Agricultural Organization) mengumumkan hasil studinya, bahwa produksi pangan dunia ternyata mengalami surplus 10 % untuk dapat mencukupi seluruh populasi penduduk dunia (Prof. Ali Ahmad As-Salus, ibid., hal. 31).

Teori Malthus juga harus ditolak dari segi politik dan ekonomi global. Karena ketidakcukupan barang dan jasa bukan disebabkan jumlah populasi yang terlalu banyak, atau kurangnya produksi pangan, melainkan lebih disebabkan adanya ketidakadilan dalam distribusi barang dan jasa. Ini terjadi karena pemaksaan ideologi kapitalisme oleh Barat (negara-negara penjajah) atas Dunia Ketiga, termasuk Dunia Islam. Sebanyak 80 % barang dan jasa dunia, dinikmati oleh negara-negara kapitalis yang jumlah penduduknya hanya sekitar 25 % penduduk dunia (Rudolf H. Strahm, Kemiskinan Dunia Ketiga : Menelaah Kegagalan Pembangunan di Negara Berkembang (Jakarta : Pustaka Cidesindo, 1999).

Hukum Tanzhim an-Nasl

KB dalam arti pengaturan kelahiran, yang dijalankan oleh individu (bukan dijalankan karena program negara) untuk mencegah kelahiran (man’u al-hamli) dengan berbagai cara dan sarana, hukumnya mubah, bagaimana pun juga motifnya (Taqiyuddin An-Nabhani, An-Nizham al-Ijtima’i fi Al-Islam, hal. 148).

Dalil kebolehannya antara lain hadits dari sahabat Jabir RA yang berkata,”Dahulu kami melakukan azl [senggama terputus] pada masa Rasulullah SAW sedangkan al-Qur`an masih turun.” (HR Bukhari).

Namun kebolehannya disyaratkan tidak adanya bahaya (dharar). Kaidah fiqih menyebutkan : Adh-dhararu yuzaal (Segala bentuk bahaya haruslah dihilangkan) (Imam Suyuthi, Al-Asybah wa An-Nazha`ir fi Al-Furu`, [Semarang : Maktabah Usaha Keluarga], hal. 59).

Kebolehan pengaturan kelahiran juga terbatas pada pencegahan kehamilan yang temporal (sementara), misalnya dengan pil KB dan kondom. Adapun pencegahan kehamilan yang permanen (sterilisasi), seperti vasektomi atau tubektomi, hukumnya haram. Sebab Nabi SAW telah melarang pengebirian (al-ikhtisha`), sebagai teknik mencegah kehamilan secara permanen yang ada saat itu (Muttafaq ‘alaih, dari Sa’ad bin Abi Waqash RA). Wallahu a’lam.

Yogyakarta, 12 Maret 2007

Muhammad Shiddiq Al-Jawi

http://www.khilafah1924.org/index.php?option=com_content&task=view&id=355&Itemid=33

About these ads

41 Tanggapan to “Hukum KB”

  1. Sastro said

    Salam kenal dari kami salafyindonesia.wordpress.com

  2. DEWI said

    Menurut saya,KB tidak haram sebab dengan ber KB kita bisa memperhatikan anak kita dengan sebaik-baiknya,mulai dari pertumbuhan,pendidikan dsbnya. Jika semua kewajiban sebagai orang tua sudah tercukupi maka kita bisa menambah anak lagi dengan melepas alat kontrasepsi yang kita gunakan.

  3. iqbal said

    menurut saya bahwa KB itu adalah makruh karena rasulullah telah menjelaskan dalam hadisnya bahwa “nikahilah wanita yang memiliki banyak keturunan” olehnya itu KB merupakan perbuatan yang sama halnya melanggar as-sunnah.

  4. DEDE said

    BAGUSSSSSSSSSSSSSSS

  5. Yuli said

    Menurut hemat saya berbicara tentang fiqh haruslah mempunyai prasyarat keluasan ilmu, sehingga tidak memandang suatu masalah secara sempit dengan kacamata kuda, seseorang harus mampu untuk mengupas secara komprehensif dengan menggunakan seluruh dalil dari Al-Qur’an dan hadits yang ada, dan yang paling penting tidak meresa benar sendiri, termasuk dalam masalah KB ini…..

  6. uvwxyz said

    sepakat……

  7. kank-di said

    saya setuju tulisan ini, kita memang harus fleksibel, jangan terlalu kolot, menganggap dirinya paling benar sendiri…!

  8. Nur Laila said

    Menurut saya KB boleh saja asalkan kita tidak berniat memberhentikan untuk memiliki anak kalau niat kita agar si ibu bisa mengembalikan kondisinya agar bisa siap kembali saat kehamilan selanjutnya baik secara fisik atau mental dan juga bisa merawat dan mencurahkan kasih sayang pada buah hatinya. Kuantitas memang perlu tetapi kualitas juga diperlukan bagaimana bila umat Islam banyak tetapi kualitasnya jauh tertinggal dengan non muslim memang benar hewan saja dibiarkan dibumi mendapatkan rezeki dari Allah tetapi kita sebagai manusia menanggung amanah menjadi khalifah di muka bumi ini yang bukan hanya lahir dan makan tanpa harus diberi pendidikan untuk bekal sebagai pemimpin walaupun hanya menjadi pemimpin untuk diri sendiri.

  9. Rianto said

    Bagusssssss

  10. putri said

    makasih buat artikelnya.. bermanfaat sekali..

  11. Ima maftuhah said

    that’s right

  12. dadi said

    bigitu indah adanya perbedaan…
    dan tidak harus menjadi permusuhan …

  13. Abu Afifah said

    Wahai saudaraku seiman, janganlah menetapkan hukum halal haram dengan kata-kata pasaran “Menurut Saya”. hati-hatilah menetapkan hukum halal haram, kembalilah kepada Al Qur’an dan Hadis serta penjelasan para ulama-ahli ilmu tentang suatu masalah. Kita ini siapa, dengan enteng mengatakan ; menurut saya..menurut saya…untuk ilmu keduniaan saja harus diserahkan kepada ahlinya, apalagi dalam menentukan hukum agama harus diserahkan kepada ahlinya-ulama.
    Kalau di saudi ada lembaga fatwa yang beranggotakan para ulama-ulama besar (guru besar/profesor-profesor syariah) , di indonesia ada MUI, dsb
    Al ilmu qabla qaul wal amal (ilmu sebelum berbicara dan beramal). Sekali lagi, siapa kita

  14. bunefey said

    jadi intinya KB HARAM dong..trus bagaimana solusinya/jalan keluarnya soalnya kalo g KB tiap tahun pasti hamil dan punya anak?? smp usia tidak produktif(monopouse). tolong jawabannya. wass

    • muhamad al-hayati said

      …knp anda tkt akn hal itu?bukankh allah swt telah menjanjikan dalam al-qur’an bahwa setiap mahkluk yang da di muka bumi ini telah diberikan rizkinya….

      • Mido said

        Rizki kalo gak dicari gak bakal turun begitu saja dari langit gan…….,
        memang Allah SWT telah menjanjikan, tapi jangan lupa juga bahwasannya nasib suatu kaum tidak akan berubah kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya….,
        dengan itu pula bahwasannya keputusan tentang apa dan bagaimana sesuatu hal kita jalani sepenuhnya oleh Allah SWT telah dikuasakan kepada kita….,tinggal kita sendiri bagaimana mengolahnya…, dan satu hal juga yang perlu diingat…, segala sesuatu memiliki waktu dan tempatnya sendiri sendiri dalam tatanan cosmosnya, jika penempatan kita benar, tepat dan baik, Insya Allah kita kan mendapatkan konsekuensi yang baik pula, dan jika keliru…, yo salah kaprah kabeh gan…!!!!!

  15. martha said

    wallahu a’lam.

  16. Ali said

    Bleh tidaknya KB tinggak lihat alasan.

  17. Ali said

    KB haram,bisa juga diperbolehkan dengan alasan2 tertentu,

  18. masjonk banten said

    sesuai dgn rambu2 Islam:
    Tanzhim al-nasl (pengaturan kelahiran) brrti dibolehkan…
    tapi klw Tahdid al-nasl (pembatasan kelahiran) itu tdk dibolehkan..
    …jd program KB yg mencanangkan 2 anak cukup, laki2/perempuan sama saja, adlh Tahdid al-nasl dunkz…

  19. muhamad al-hayati said

    ……..cm mo tanya?klo emang KB haram knp dindonesia sangat digalakan…..ko para ulama nya diem ja….klo emang ga haram knp msh jd kontroversi di antara kita…..

  20. tika said

    waLLahU”alam

  21. ella said

    pengen tahu tentang kb yang benar

    • satori said

      Menurut UU nomor 10 tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera menyebutkan bahwa Keluarga Berencana (KB) adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta mesyarakat melalui 1)pendewasaan usia perkawinan 2)pengaturan kelahiran 3)pembinaan ketahanan keluarga serta 4)peningkatan kesejahteraan keluarga.Jadi program KB di Indonesia tidak bertentangan dengan hukum agama dan mempunyai tujuan sangat mulia yaitu membentuk keluarga yang sakinah mawaddah warohmah.

  22. windy said

    makasih dah………

  23. aenniah said

    menurut saya KB itu tergantung tujuannya, kalo tujuannya agar tidak punya anak lagi ya haram, tapi kalo tujuannya untuk membatasi waktu hamil, misalnya kalo hamil tiap tahun yang kasiankan wanita saya rasa kalo tujuannya seperti itu boleh. iya kan !

  24. asep k.u said

    saya tanpa dalil yang kuat, tidak bisa komentar.,

  25. hoho said

    pak ustadznya kok malah ga komen???

    • Mido said

      Ustadz.nya dah kehabisan dalil, soal.e baru baca sekilas saja…. :P

      • iyo said

        jangan begitu boss…
        dalil pasti ada… tapi setiap orang punya pendapat berbeda-beda… dengan banyak pendapat kita bisa ambil mana yang terbaik dan kita yakini itu benar..
        kita tunggu aja gimana pendapat pak ustadz..

  26. kiki meylani said

    muhun abdi mah kumaha baelah…sing penting tada masalah !!!!
    eukzzz

  27. aljetkhair said

    Bismillahirrahmanirrahim.
    Makasi buat akh Farid Ma’ruf atas tulisan ini, semoga dapat menjadai bahan analisa bagi para pasutri (pasangan suami istri)dari kalangan kaum muslimin.
    Akh/ukt(y)… Saya pikir kita semua sepakat bahwa hakkuttasyri’ sepenuhx adalah milik Allah swt. sedang apa yg dilakukan oleh para ulama hanyalah sekedar (mudzhiran biddhalail) mengistinbatkan hukum berdasarkan dalil2 syari’ yg ada tentux dgn memperhatikan dhilalatun nash dan manat yg ada pd dalil tersebut, tidak berdasarkan pada asumsi semata… ingat ini lapangan ijtihat bukan arena politik yg siapa sj bisa mengeluarkan pendapat.

    Dan bagi saya tulisan Akh Farid Ma’ruf diatas tdk terdapat iskal didalamx. Harap ikwa sekalian mencerna dgn baik apa yg ingin disampaikan oleh penulis dlm tulisan diatas… terkait dgn Tahdid anNasl dan Tanzhim anNasl.

  28. vasthi said

    makasih ya…
    berguna banget artikelnya wat tugasQ,,,

  29. Piss said

    Klo gitu penyebab utama dari kenapa negara mengurangi jumlah penduduk karena tidak meratanya barang & jasa di dunia ini…. (BERARTI MASALAHNYA GLOBAL)… negara maju tidak mau berbagi dengan negara miskin… masak 80% barang & jasa di dunia ditilep oleh 25% manusia didunia yang tinggal di negara maju…. di negara berkembang & miskin dengan penduduk 75% penduduk dunia cuma dapat 20%nya… kalo gitu kenapa kita mesti repot-repot ekspor terus… mending kita kelola kekayaan alam kita sendiri aja… ORANG ORANG PINTER DARI INDONESIA MARI PULANG BANGUN NEGERI INI!!! JANGAN BANGUN NEGARA LAIN KARENA DEMI PERUT SENDIRI!!

  30. muhlis muhtar said

    klo KB haram,,,,,jangan KB downk….
    klo KB makruh,,,,,hindari downk……
    klo KB Sunnah,,,,,tingkatkan downk…
    klo KB mubah,,,,,,up to u !!!!
    Klo KB wajib,,,,,,kerjakan lah…..!!!
    masalahnya adalah blum adanya aturan hukum yang jelas tentang KB yg d keluarkan langsung oleh MUI,,,,tpi yg jelas setiap yg mengandung aspek mudharat yg lebih besar ketimbang manfaat adalah haram…..
    thank’s artikelnya menggigit….. hehehhe

  31. Muhammad Firdaus said

    Bismillahirrohmanirrohim

    Di dalam islam seperti sudah dijelaskan diatas tadi bahwasannya membatasi anak itu haram,tetapi mengaturnya boleh. jadi kesimpulanya akhi/akhwat MENGATUR WAKTU KELAHIRAN ANAK ITU DIPERBOLEHKAN, tetapi jika MEMBATASI KELAHIRAN ANAK SANGAT DI HARAMKAN OLEH ALLAH Subhanahu wata’ala. Di zaman nabi mengaturnya itu dengan melakukan azal, tapi di zaman kita ini bisa dengan KB

    Jadi kesimpulannya MENGATUR WAKTU KELAHIRAN ANAK DENGAN PIL KB ITU DIPERBOLEHKAN, tetapi JIKA MEMBATASI
    KELAHIRAN DENGAN PIL KB ATAU SEMACAMNYA APALAGI SAMPAI PERMANEN HUKUMNYA HARAM DALAM ISALAM.

    Wallahu’alam

  32. didi said

    kb itu boleh2 saja,asalkan bukan tujuan untuk membatasi jumlah keturunan anak,tapi tujuan untuk mengatur jarak dan jumlah keturunan

  33. nidarwati said

    yang jelas kalau kt kb,itu sdh menentang allah,allah yg menentukan knp hrs dicegah,apapun alasannya,wahai umat islam mengertilah…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 987 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: