|
Wassalaamu’alaikum Wr.Wb.
Adik Uci di Bandung,
Alhamdulillah, kini Adik sudah di kelas III SMU. Tidak lama lagi Insya Allah akan menjadi mahasiswi. Begitu Adik naik ke kelas III, di banyak sekolah biasanya memang mulai dilakukan pembelajaran secara lebih intensif. Bahkan ada yang memulainya jauh lebih awal. Tujuannya jelas, karena di kelas tiga inilah nasib Adik dipertaruhkan. Artinya mau tetap terus bertahan di sekolah atau keluar dengan hasil kelulusan yang memuaskan. Persiapan EBTA atau EBTANAS dan juga tes-tes masuk perguruan tinggi memang memerlukan persiapan yang matang. Di kelas III inilah biasanya digembleng habis-habisan. Untuk menghadapi itu semua, diperlukan bekal kecepatan dan kecermatan dalam mengerjakan soal-soal dan sekaligus kesiapan mental. Tak jarang beberapa sekolah menyelenggarakan pelatihan-pelatihan atau pembekalan-pembekalan untuk persiapan mental ini. Maka dari itu sangatlah wajar jika sering dilakukan evaluasi, ulangan atau ujian. Dengan banyak latihan siswa akan terbiasa dan terampil mengerjakan soal-soal.
Adik Uci,
Menyontek ketika ulangan atau ujian merupakan kebiasaan buruk yang hampir sebagian besar dilakukan oleh siswa. Tak terkecuali teman-teman Adik. Banyak hal kenapa siswa menyontek. Tapi sebab utama biasanya karena dia tidak belajar sehingga tidak siap menghadapi ulangan atau ujian. Selain itu banyak siswa yang maunya enak saja, tanpa usaha keras tapi ingin mendapat hasil yang bagus. Mbak rasa model siswa yang kedua inilah yang lebih banyak. Sikap semacam ini tentu saja bukan sikap seorang pelajar yang baik. Menyontek jelas akan merugikan diri sendiri. Mungkin saja saat ini mereka akan mendapatkan nilai yang bagus, tapi kerugian besar akan mereka dapatkan kelak. Apalagi jelas menyontek adalah perbuatan yang tidak terpuji, yang tidak diperbolehkan dalam Islam. Bukankah menyontek sama dengan berbohong? Berbohong pada diri sendiri, guru, teman bahkan orang tua. Karena nilai ujian dari hasil menyontek adalah bukan hasil kerja kerasnya sendiri. Ada satu hal lagi yang mesti Adik Uci ingat, walaupun ketika menyontek tidak ada yang tahu, tapi Allah Yang Maha Mengetahui akan melihat setiap apa yang kita perbuat, apapun perbuatan kita, yang baik maupun yang buruk. Dan semuanya itu akan dicatat oleh dua malaikat yang senantiasa mengikuti kita untuk nantinya dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
“Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi, Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (Q.S. Al-Hujuraat:18).
Nah, kalau sudah tahu keburukan-keburukan menyontek, Mbak rasa Adik tidak perlu merasa minder. Justru sebaliknya, Adik Uci harus merasa bangga karena nilai yang Adik dapat adalah benar-benar murni dari usaha adik sendiri. Disamping itu Adik juga terlepas dari perbuatan yang dilarang dalam Islam. Gunakan situasi yang seperti ini untuk lebih memotivasi Adik belajar lebih giat. Tanamkan pada diri Dik Uci, bahwa tanpa menyontek pun akan mendapatkan hasil yang bagus. Insya Allah Adik akan lebih berhasil dari pada mereka. Bukankah di saat EBTA, EBTANAS atau tes masuk Perguruan Tinggi pengawasannya sangat ketat. Sekali ketahuan ada yang berbuat curang, akan langsung dikeluarkan dari ruangan dan dianggap gugur mengikuti ujian. Buat mereka yang biasa menyontek, pasti bakal menyesal kelak.q
Dra. (Psi) Zulia Ilmawati
sumber : Majalah Permata |
Hello world! « Sman4kdr’s Weblog berkata
[...] Hello world! HUKUM MENCONTEK [...]
iphip berkata
G mencontek? Waduh, berat juga ya?
Zaman sekarang, siapa sih, yang nggak pernah mencontek?
Tapi alhamdulillah saya memperoleh penerangan…
misbahul munir berkata
ass,
mbak/mas, bagaimana sebenarnya hukum mencontek dalam Islam dan tolong sebutkan hadis-hadisnya serta sumber dari Al-Qur’an yang mendukung akan hukum mencontek tersebut?
terimakasih,!!!!!!!!!
Was.
satria berkata
ass,
maaf sebelumnya, tapi hal ini sedikit mengganjal buat saya.
benarkah mencontek itu tidak diperbolehkan, lalu apa bedanya mencotek dan bertaqlid kepada seorang ulama, bukankah ketika kita bertaqlid/mengikuti pendapat seorang ulama, itu menunjukan bahwa kita itu “mecontek” pemikiran dan hasil ijtihad ulama tersebut? contohnya seperti kita mengikuti pendapat salah satu imam madzhab.
qkee berkata
Nyontek?? Ngapain juga? G da manfaatnya, lagian itu kan termasuk dosa. Emang sih, dosa kecil. Tapi kalo berkali-kali dilakuin….sama aja numpuk dosa yang lama-lama jadi gede juga. Semua manusia diberi kelebihan ma kekurangan. Yang perlu dilakuin adalah memaksimalkan kelebihan kita dan meminimalkan kekurangan kita. Believe in ur ability!!! Belum tentu yang dikerjain teman kita saat ujian tu benar. Believe in ur heart, cuz heart says the truth one…
muh budi r widodo berkata
assalamu’alaikum…
klo menurut saya sebenarnya masalah yang dihadapi dek uci ini da solusinya…yang pertama kita harus tahu kalau saat kita ujian itu,sebenarnya kita tidak hanya ujian sekolah saja,tetapi kita juga mendapatkan ujian iman dari ALLAH,jadi mungkin teman2 dek uci inimemang lulus ujian dengan nilai bagus tapi ingat mereka tidak lulus ujiannya allah,jadi tenang ya…,,asal dek uci belajar lagi yang lebih serius pati nanti akan berhasil jadi lebih baik. dan ingat saat SPMB akan membuktikab siapa yang belajar atau tidak.jadi calm down,,oke??
rikariza berkata
Assalamualaikum.. (wah diskusi lama ya ini)
Aku nggak pernah nyontek.
Nilai bagus karena nyontek artinya kita menzalimi orang lain.
Apalagi nyontek waktu ujian, suatu mekanisme untuk menentukan apakah kita pantas menyandang gelar tertentu, misalnya aja untuk masuk ke perguruan tinggi. Kebayang nggak kalo ada anak pintar dan jujur tersingkir orang yang tolol dan pencontek, lalu akhirnya negara kita dipimpin oleh orang yang nggak pinter dan pencari jalan pintas (ya persisss kayak skarang ini).
Nyontek=tidak jujur=dusta=dosa. Adapun mengikuti pendapat ulama tertentu sama skali nggak ada hubungannya dengan nyontek, karena tidak ada yang dizalimi ketika kita mengikuti pendapat seseorang.
Buat Uci, yakin deh ketika kita jujur, pasti akan ada jalan. Aku bukan seorang yang brilian dalam belajar tapi aku ngga pernah nyontek dan slalu yakin atas pertolongan Allah. Kenyataannya, nilaiku rata2 bagus tuh. Walopun kayanya cenderung sama aja sama temen2 yg lain (nilainya), tapi ajaibnya kok hasil akhirnya biasanya slalu lebih unggul. Itulah pertolongan Allah
Azar Rachdian berkata
Ya tulisan di atas bagus.Tetapi bagaimana dengan rezekinya apakah halal atau tidak rezeki mencontek itu?
Okhan berkata
lalu bagaimana dengan surah An-Nahl dan Al-Anbiya`?
“Maka bertanyalah kepada orang-orang yang ingat apabila kalian tidak mengetahui.”(An-Nahl:43 dan Al-Anbiya`:7)
kemudian surah Al-Furqon?
“Maka bertanyalah tentang suatu hal tersebut kepada orang yang ahli.”(Al-Furqon:59)
Apakah mungkin Admin punya pendapat sendiri di luar hukum Allah? padahal kan dalam Surah al-Maidah dikatakan
“Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.”(Al-Maidah:45)
diah ariessa berkata
assalamualaikum..
afwan ni sebelumnya,
buat mas okhan, kalo menurut saya itu konteksnya lain mas..
kita tidak bisa sembarangan menafsirkan Qur’an mas..
kita membutuhkan ilmu serta pemahaman yang bener2 matang,
secara logika sudah jelas2 bahwa nyontek itu benar2 merugikan orang.. semisal, dalam UAS anda benar2 belajar dengan sungguh-sungguh, sedangkan teman anda yang lain dapat dengan mudah mengerjakan soal hanya dengan berbekal hp dan bertanya, itu kan sama dengan mereka berkompetisi dengan tidak fair, selain itu mencontek juga tak ubahnya dengan seorang pembohong, kita membohongi orang tua dengan hasil yang sesunggunya bukan hasil kita sendiri, kita membohongi pengawas..
“Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi, Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (Q.S. Al-Hujuraat:18).
dosa itu adalah apa-apa yang kita tidak tenteram saat menjalankannya (baca:takut ketahuan)..
Aisyah berkata
Assalamu’alaikum …
Klu d kampus wkt UAS, Dosennya yg mempersilhkan ‘open book’ itu gmn?
Mhn pendapatnya, Jazklh. Wass.
Tanggapan :
klo aturan ujian mmg boleh “open book”, membuka buku pelajaran brarti tdk menyontek.
Yunhy aryani berkata
betul juga, buat apa mendapatkan nilai bagus di atas kertas tetapi mendapatkan nilai jelek di catatan malaikat Atid. Buat apa mendapatkan pujian dari teman-teman kalo hasilnya dari usaha yang curang…terima kasih yaaah,semoga ini menjadi perenungan untuk kita semua terutama diri saya pribadi…
Jaz berkata
bahasan y menarik,
namun msalah m’contek ini tdk bs d hukumi scara global dgn 1 suara halal/haram.. krn bnyk kondisi y m’mpengaruhiny, jd hrs d lihat scr waqiny spt apa.
hukum m’contek saat UAN di Indonesia spt apa??
qt lihat dlu UAN itu apa,., UAN a/ bntuk sleksi y d gunkn utk
m’ngukur tgkt kualts SDM, d sini siswa d paksa utk ikut aturan tanpa d beri ruang utk m’ngembangkn potensi t’baik y d milikinya.
k’berhasilan siswa d ukur hny dr bbrp plajaran, dn bukan dr fitroh k’cerdasan y dimilikinya..
UAN lahir sbg bntuk pnyeragaman dn p’seleksian manusia u/ kmudian dpt d ambil manfaatny olh stakholder y m’butuhkn mrk.
spa stakholderny??
para plaku bisnis dn penguasa resource,
jd siswa d seleksi b’bukan b’dasarkn fitroh k’cerdasan, tp b’dasarkn pesanan pasar..
inilah sist y lahir dan d anut pd masa2 revolusi industri..
spa p’ga2snya??
yup, tentu saja y plg bsr m’raup k’utungan dr sistem ini.. mrk adlh investor kapitalis, yahudi laknatullah..
so??
dlm islam qt d printahkan utk m’kufuri sist kufur.. (tingkt p’ngkufurannya b’tingkat2)
uan bkn sistm Islam, tp sistm y lahir dr kaum kufar., jd hrs qt kufuri…
caranya?
y pling puncak yaa qt hapus kan uan (jk m’mungkinkan)
dn m’contek m’rupakn bntuk penentangan thd hukum kufar ini…
trus klo smua siswa pd nyontek apa jdnya dunia??
jgn salahkn siswa tp salahkanlah sistem, salahkn dri qt y tak mampu b’buat utk m’rubah sistem ini..
jd solusinya?
p’lahan tp continu, mulailah qt m’rubah sistm ini dgn sistm pndidikn y islami..
np: (pndapat sy b’dasar hasil diskusi dgn slah s’org alumnus umul quro saudi,)
smoga Allah SWT slalu m’beri qt hidayah..
akbar. berkata
saya lebih condong mencontek adalaha haram dengan alasan…
mencontek adalah perbuatan yang mencurang untuk mendapatkan nilai yg diinginkan….kecelakaan besarlah bagi orang yang curang (qs 83:1)
juandi berkata
setelah saya membaca jawaban dari mbak, saya merasa tersentuh. betapa benarnya semua yang mbak katakan. tapi mbak masalahnya adalah gimana menghilangkan biasa mencontek itu?????
Hukum Menyontek | Jangan malas kuliah dong berkata
[...] Hukum Menyontek [...]