Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Illat dan Ijmak Sahabat

Posted by Farid Ma'ruf pada 22 Juni 2007

Pertanyaan: Kita tahu bahwa qiyas membutuhkan ‘illat syar’iyah, yakni ‘illat yang termaktub di dalam dalil. Lalu apakah itu akan terpenuhi atas dalil yang berupa Ijmak Sahabat? Jika ya, apakah ada qiyas yang ‘illat-nya termaktub di dalam Ijmak Sahabat?

Jawab: Ijmak Sahabat menyingkap adanya dalil, bahwa di sana terdapat hadits Rasul saw yang para sahabat beraktivitas sesuai dengan hadits tersebut, tetapi mereka tidak meriwayatkannya. Karena itu, apa yang berlaku bagi dalil juga berlaku terhadap Ijmak Sahabat. Keberadaan qiyas hingga dinilai absah, ‘illat-nya wajib berupa ‘illat syar’iyah, yakni termaktub di dalam dalil. Hal itu berlaku untuk semua dalil baik al-Quran, as-Sunnah atau Ijmak Sahabat. Bila ‘illat termaktub di dalam suatu dalil, maka hukum menggunakannya dalam qiyas juga sah. Adapun jika tidak termaktub di dalam nash, yakni berupa ‘illat aqliyah, maka tidak sah digunakan dalam qiyas.

Adapun contoh ijmak yang di dalamnya termaktub ‘illat, adalah sebagai berikut:

  1. Telah ditetapkan dengan ijmak, bahwa semua orang yang terlibat dalam melakukan pencurian, tangan mereka harus dipotong. Kemudian diqiyaskan pada ijmak tersebut, hukuman bunuh (qishash) terhadap orang yang terlibat dalam melakukan pembunuhan. Kisah tersebut pernah terjadi pada masa Umar ra.. Telah diadukan kepada Umar satu perkara pembunuhan yang dilakukan sejumlah orang (tujuh orang). Umar ragu dalam menetapkan qishash atas pembunuhan yang dilakukan oleh tujuh orang yang saling bekerja sama dalam melakukan pembunuhan tersebut. Maka Ali ra. berkata kepadanya: “Wahai amirul mukminin, bagaimana pendapatmu seandainya sekelompok orang bekerja sama dalam mencuri onta, yang satu memegang satu bagian dan yang lain memegang bagian lainnya, apakah engkau akan memotong tangan mereka?” Umar menjawab: “Benar”. Ali berkata: “Demikian juga masalah ini.” Hadits ini dikeluarkan oleh ‘Abd ar-Razaq di dalam Mushannaf Abd ar-Razâq. Jadi, qishash atas orang-orang yang terlibat dalam melakukan suatu pembunuhan bisa diqiyaskan kepada potong tangan orang-orang yang terlibat dalam melakukan pencurian. Ini karena adanya ‘illat berupa keikutsertaan dalam sesuatu yang mewajibkan dijatuhkannya sanksi.
  2. Telah ditetapkan dengan ijmak, bahwa bagian waris nenek dari pihak ibu (ibunya ibu) adalah 1/6 (seperenam). Kemudian diqiyaskan kepada ijmak tersebut bagian waris nenek dari pihak bapak (ibunya bapak). Permasalahan ini pernah terjadi pada masa Abu Bakar ra. Abu Bakar memutuskan bagian waris bagi nenek dari pihak ibu adalah 1/6 (seperenam), dan tidak memberikan bagian kepada nenek dari pihak bapak. Setelah itu, beberapa orang dari kaum Anshar berkata kepada Abu Bakar: “Engkau telah menetapkan bagian waris bagi seorang wanita dari harta seorang laki-laki yang meninggal, padahal seandainya wanita tadi yang meninggal, laki-laki itu tidak mewarisinya, sementara engkau membiarkan (tidak menetapkan bagian) seorang wanita, padahal seandainya wanita tersebut meninggal laki-laki itu mewarisi semua harta peninggalan wanita tadi”. Abu Bakar pun menarik keputusannya dan memutuskan antara nenek dari pihak ibu dan bapak yang mendapat 1/6 (seperenam) bagian harta waris.

(Itu karena nenek dari pihak bapak, atau ibunya bapak, seandainya dia meninggal dunia dan ahli waris yang ada hanya anak dari anak laki-lakinya, maka cucunya itu bisa mewarisi harta peninggalannya. Sementara pada saat yang sama, bahwa nenek dari pihak ibu, atau ibunya ibu, seandainya dia meninggal dan yang ada hanya anak laki-laki dari anak perempuannya, maka cucunya tidak berhak mewarisi harta peninggalannya). (www.konsultasi.wordpress.com)

Sumber : HTI Online

About these ads

Satu Tanggapan to “Illat dan Ijmak Sahabat”

  1. mira said

    artikel-artikel anda sangat bagus kerana ia dapat menambah pengetahuian orang ramai tetapi lebih bagus kalau lebih lengkap.anda boleh menambah seperti peranan ijmak dalam masyarakat kini,jenis-jenis ijmak, dan sebagainya bagi memudahkan para pengexplore internent memahami ijmak.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 978 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: