Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Ikhwan-Akhwat Berbalas SMS Cinta, Bolehkah?

Posted by Farid Ma'ruf pada 11 Juli 2007

Pertanyaan :

ass. wr .wb

maaf ustadz, saya sekarang sedang dalam proses khitbah. kebetulan jarak antara saya dan calon saya lumayan jauh. saya sering berkomunikasi dengannya melalui sms atau telpon. nah yang ingin saya tanyakan, apakah dalam ikatan khitbah boleh berkomunikasi dengan saling mengungkapkan sayang, cinta, kangen? mohon penjelasannya. terimakasih ustadz

wassalam

ikhwan; IP: 202.182.48.30

Mei 25, 2:16 AM

salam tadz, bagaimana dengan kasus:

1. interaksi melalui alat komunikasi, semisal hp, telepon, email, chatting dll?

2. interaksi tanpa khalwat dalam hal menanyakan hal-hal private? dengan maksud untuk menikah? tanpa khitbah? gmana?

thanks jawabannya…..

an-hamad; IP: 202.137.29.32

Feb 15, 3:40 PM

Jawaban :

Islam membolehkan adanya adanya interaksi antara pria dan wanita untuk melaksanakan berbagai taklif hukum dan segala aktivitas yang harus mereka lakukan. Meskipun demikian, Islam sangat berhati-hati menjaga masalah ini. Oleh karena itulah, Islam melarang segala sesuatu yang dapat mendorong terjadinya hubungan yang bersifat seksual yang tidak disyariatkan. Islam melarang siapa pun, baik wanita maupun prianya, keluar dari sistem Islam yang khas dalam mengatur hubungan lawan jenis. Larangan dalam persoalan ini demikian tegas. Atas dasar itu, Islam menetapkan sifat ‘iffah (menjaga kehormatan) sebagai suatu kewajiban. Islam pun menetapkan setiap metode, cara, maupun sarana yang dapat menjaga kemuliaan dan akhlak terpuji sebagai sesuatu yang juga wajib dilaksanakan; sebagaimana kaidah ushul menyatakan:

مَا لاَ يَتِمُّ الْوَاجِبُ إِلاَّ بِهِ فَهُوَ وَاجِبٌ

Suatu kewajiban yang tidak akan sempurna kecuali dengan adanya sesuatu yang lain, maka sesuatu yang lain itu pun hukumnya adalah wajib.

Apakah termasuk khalwat?

Laki-laki diharamkan berkhalwat dengan perempuan. Hal ini didasarkan pada hadis Nabi :

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِإِمْرَأَةٍ إِلاَّ وَمَعَهَا مَحْرَمٌ

Tidak diperbolehkan seorang pria dan wanita berkhalwat, kecuali jika wanita itu disertai mahram-nya.

Rasulullah saw. telah bersabda:

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah tidak melakukan khalwat dengan seorang wanita yang tidak disertai dengan mahram-nya, karena sesungguhnya yang ketiganya adalah setan.

Khalwat maknanya adalah berkumpulnya seorang pria dan seorang wanita di suatu tempat yang tidak memberikan kemungkinan orang lain untuk bergabung dengan keduanya, kecuali dengan izin keduanya. Dengan demikian, khalwat adalah berkumpulnya dua orang dengan menyendiri sehingga tidak ada orang lain bersama keduanya (Taqiyuddin an Nabhani dalam Nidzamul Ijtimai fil Islam)

Ada kesamaan sifat antara khalwat dengan sms-chatting, yaitu : hanya berdua, serta tidak ada orang lain yang menyertai. Akan tetapi, ada perbedaan yang prinsip, yaitu sms-chatting tidak berada dalam satu tempat. Oleh karena itu komunikasi via sms, program chatting, email, dan telepon tidak bisa dimasukkan dalam kategori khalwat. Otomatis, kita tidak bisa mengharamkan sms-chatting dengan dalil haramnya berkhalwat.

Lantas, apakah sms, chatting, email, dan telepon antara laki-laki dan perempuan diperbolehkan? Hal itu tergantung isi dari komunikasi itu. Jika isinya adalah dalam perkara yang diperbolehkan syara’, maka boleh. Akan tetapi, jika isinya adalah perkara yang haram, misalnya janjian kencan, apel malam minggu, dan yang sejenisnya (yang aktivitas tersebut tergolong haram) maka haram.

Hal ini sejalan dengan kaidah :

al-Washîlah ilâ al-harâm muharramah

Sarana yang dapat mengantarkan pada sesuatu yang haram adalah haram.

Jika sms itu mengarah kepada sesuatu yang haram, maka sms itu pun haram.

Pengungkapan perasaan cinta dan sayang antara laki-laki dan perempuan yang tujuannya untuk bersenang-senang haruslah dalam kerangka pernikahan. Khitbah apalagi baru proses akan khitbah belumlah sampai pada pernikahan. Oleh karena itu, pernyataan cinta dan sayang belum saatnya dilakukan, walaupun hanya via sms. Akan tetapi, jika dalam urusan persiapan khitbah ataupun persiapan nikah anda mengirim sms kepada perempuan yang akan dikhitbah, itu boleh. Tetapi sebatas urusan itu saja, jangan sampai melebar kemana-mana seperti mengumbar sms cinta dan sayang. (Farid Ma’ruf; www.syariahpublications.com). Yogyakarta, 10 Juli 2007

Bahan Bacaan :

Nizhamul Ijtimai fil Islam karya Taqiyuddin an Nabhani

About these ads

40 Tanggapan to “Ikhwan-Akhwat Berbalas SMS Cinta, Bolehkah?”

  1. Kang Tutur berkata

    Salam kenal…(Indonesia)
    Numpang promosi nih!
    Ada yg mau kuliah dengan beasiswa? Belajar Wirausaha?
    Main ke blog kampusku – Makasih ya!

  2. amee berkata

    assalamualaikum ustad….Jazakumullah kahiran kastira atas penjelasannya….penting nih di sebarin…biar bsia diketahui oleh semua akhwat dan ikhwan. by the way, bagaimana dengan chatting dengan lawan jenis, sefaham saya nggak boleh jika nggaka da hajjah syar’i, tapi sekarang banyak yang beralasan 2dakwah” membuat mereka harus komuniaksi entah lewat chatting atau yang lain…mohon tanggapannya

  3. Farid Ma'ruf berkata

    Pada dasarnya chatting (via Yahoo Messenger, ICQ, dan yang semacamnya) adalah MUBAH. Akan tetapi kemubahan ini bisa berubah menjadi HARAM jika menjadi sarana ke arah perbuatan maksiat. Jika yang melakukan chatting adalah aktivis dakwah, tentu akan bisa membedakan mana yang MUBAH dan mana yang HARAM. Jangan sampai justru melakukan “perkosaan dalil” untuk alasan pembolehan.

  4. vai85 berkata

    baru kali ini aku sepaham dengan ente farid
    yang jelas tinggal niatan dan kegunaanna saja
    ya kan kawan….

  5. abu farsya berkata

    “sepaham’ atau “tidak sepaham” dapat diselesaikan dgn berjidal (adu argumentasi) tentunya disertai dalil (nash)…baru nanti ditarjih…siapa yg dalilnya rajih..itulah yang harus diikuti…bukan berdasarkan logika+perasaan saja..

  6. dyah berkata

    akhi, afwan saya mau tanya…,
    sekarang posisi saya masih gadis(21 th)
    ada seorang ukhwan yang meminta saya untuk mencarikan akhwat yang sudah siap nikah untuknya. kebetulan ikhwan tersebut tetangga saya tapi tinggal di jakarta. sedangkan saya di semarang. kami sering telphon/sms untuk membicarakan hal itu. tapi sampai sekarang setiap saya tawarkan akhwat teman saya dia tidak sreg. bolehkah saya terus bantu dia dengan via telp/sms sedangkan jujur di dalam dirinya ada kriteria seorang ikhwan dambaan saya. soalnya saya takut justru saya yang tidak bisa jaga hati. atas jawabannya jazakumulloh khoir…

    • deka berkata

      assalamualaikum maaf ukhti dyah…….
      kalau boleh saya memberi saran…..
      ada sedikit ilmu yang pernah saya dapatkan.ada sebuah KAIDAH yang berbunyi Al Itsar bil qurbi makruuhun wa fi ghairiha mahbuubun.
      kaidah itu artinya Itsar, mengutamakan orang lain,dalam hal mendekatkan diri kepada Allah. atau mengutamakan orang lain dalam beribadah itu hukumnya MAKRUH.adapun mengutamakan orang lain pada selain ibadah itu dianjurkan.dalam ibadah, yang dianjurkan dan di sunnahkan adalah berlomba2 mendapatkan yang paling AFDOL.mendapatkan pahala yang paling banyak.maka mengutamakan orang lain sangat tidak dianjurkan alias makruh.
      suato contoh misalnya:
      jika seseorang mempunyai air yang hanya cukup buat berwudhu untuk dirinya saja,maka dia tidak boleh memberikan air itu untuk berwudhu orang lain sedangkan dia sendiri bertayamum.kecuali ada orang lain yang membutuhkan air itu untuk minum,dan seandainya kalau orang itu tidak minum maka dia akan mati maka kita harus memberikan air tersebut,sedangkan kita tayamum.
      nah sekarang bagaimana dengan menikah?apakah menikah itu ibadah,tentu jawabannya ya.karena menikah adalah menyempunakan separuh agama.
      dengan sedikit penjelasan diatas semoga ukhti bisa mengambil kesimpulan.
      kalau kurang jelas ukhti bisa sms di 085237475437.semoga sukses.

  7. ratna isnawati berkata

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…..,

    pak ustadz dahulu saya pernah dekat dengan seorang lelaki, ini hal pertama dalam hidup saya, dulu saya sangat takut untuk membina suatu jalinan kasih dengan seorang lelaki, tetapi melihat penampilannya yang saya pikir bisa membimbing dan mendekatkan saya kepada Allah, tapi khalwat antara saya dan dia malah selalu menggiring saya selalu berfikir negatif dan komunikasi yang tidak diperbolehkan Syara’ …., tapi dulu saya berfikir dia bakal menjadi pendamping hidup.

    tapi ternyata semuanya berbeda, dia kemudian menghilang dalam kehidupan saya, rasa bersalah kepada Allah selalu membayangi dan rasa sakit dikhianati seorang yang dekat dihati sangat sulit saya lupakan, saya merasa direndahkan, kejadian ini selalu mengiringi setiap langkah yang saya lalui sehingga terasa sulit untuk membuka hati.

    apa yang harus saya lakukan pak ustadz…..??

  8. jeffri berkata

    untuk dyah, memang sulit rasanya bagi wanita untuk mengungkapkan duluan, tapi mungkin saja dyah minta tolong sama teman dyah yang dekat sama dambaan dyah itu untuk ungkap kan kedia dengan jujur, mudah kan :)
    masalh boleh bantu dia, boleh, asal ketika mengabari hal tentang wanita yang kamu tawarkan ke dia, wanita tersebut tahu apa yang kamu katakan kedia, gampangkan, dekatkan diri pada Allah insya Allah makin terang jalan keluarnya

  9. jeffri berkata

    untuk kak ratna, masa yg telah berlalu tak mungkin kembali, masa depan adalah teka teki, hari ini adalah karunia terbesar untuk kita pergunakan, hanya hari inilah milik kita, rasa bersalah ukhti adalah bukti tulusnya iman ukhti, sebagai pijakan kedepan untuk menjadi lebih baik, tetapi tetap lah husnuz zhan, bukan berarti menggantungkan hati kita pada seseorang, seperti yang sebelumnya, yg harus ukhti lakukan menurut saya, apa yang telah ukhti lalui ini adalah pelajaran yang baik untuk merasakan untuk membutikan bahwa yang patut di cintai seutuhnya adalah Allah, (bukan berarti nggak boleh kita sayangi yg lain) tapi tujukan semuanya untuk menggapai ridha dan cinta Allah.

  10. jeffri berkata

    mau nanya nih, hukum tunangan dengan jangka waktu yang panjang dan dengan jarak atara terkait berjauhan tunangannya lewat telp lagi?hukumnya gimana ya? makasih … tolong jawabannya

  11. ratna isnawati berkata

    thanks yan jeffri, Alhamdulillah sekarang saya udah mulai mencoba untuk melupakan yang telah lalu, saya akan belajar agar selalu dekat dengan Allah…,

  12. adri berkata

    Afwan, saya bingung…
    Saya dua kali diajak nikah oleh akhwat. Memang keadaannya saat itu tanpa perantaraan ustad/murobbi.
    Melihat keadaan yang tidak memungkinkan utk menerima tawaran itu, terpaksa ana tolak. Bukan karena ana tidak suka dg akhwat itu tapi lebih kpd brbagai pertimbangan lainnya.
    Ustad, saya skrg jd trauma..
    Apakah ini kesalahan karakter saya ketika berinteraksi dg akhwat..?
    Padahal saya sebenarnya sudah berlaku seperti kebanyakan ikhwan lainnya.
    sekarang saya cukup trauma ketika berinteraksi dg akhwat…apalagi jika mengingat kesedihan akhwat itu saat saya tidak menerima tawarannya..
    afwan atas salah kata..
    al haaqqu min rabbik
    jazakumullah…

  13. Diana berkata

    Assalamu’alaikum

    Afwan, Pak Ustad saya mau bertanya. saya sudah dilamar oleh seorang ikhwan yang Insya Alloh baik dan sholeh. ikhwan pun sudah bertemu dengan orang tua saya mengutarakan niat baiknya tsb. namun, org tua saya tdk mengijinkan saya menikah saat ini (kuliah), diminta untuk lulus.ikhwan awalnya keberatan, namun akhirnya mengerti. saya tdk tega melihat kesabaran dia. dia bisa mndpt akhwat yang 180 derajat lebih baik. kurang lebih 1 tahun kurang dia untuk menunggu kelulusan saya. org tua sdh saya kondisikan bhw menikah n kuliah tidak jadi mslah. rupanya mrk khawatir, maklum sy tumpuan org tua. mohon saran terbaik untuk saya dan ikhwan itu?hati saya begitu ingin menikah saat ini.namun sulit.

  14. Niezzz berkata

    Assalamualaikum
    afwan ikutan gabung nih…
    waah penjelasan ustadz sangat berguna nih buat kita-kita yang masih suka kemakan syetan..
    soalnya saya juga pernah merasa seperti itu
    dan saat ini saya merasa bersalah jika mengingat dulu
    waktu saya masih awal-awal kuliah ada ikhwan yang sms saya terus dan saya menanggapinya secara husnudzan saja.
    tapi ko kalo ketemuan jadi malu-malu ya sama-sama salting gitu alias salah tingkah
    saya jadi kapok deh smsan sama ikhwan untuk sesuatu yang ga terlalu bermanfaat. hehehe
    mudah-mudahan penjelasan dari ustadz bisa memperkuat saya untuk lebih istiqomah menjaga izzah sebagai muslimah
    syukron.

  15. Niezzz berkata

    Aslamalaikum
    afwan buat mas adri
    sedikit saya kasih masukan
    kalau memang menurut akh adri apa yang akh lakukan itu yang terbaik antum jangan trauma dengan hal seperti itu..
    antum juga ga salah ko, keliatannya antum orangnya perasa ya…?
    kembali minta kekuatan pada Allah La haula Wa La Quwwata Illa Billah.
    Dan bila menurut antum sudah datang waktunya untuk menyempurnakan separuh agama, maka laksanakanlah. jodoh memang ditangan Allah tapi kita juga harus ikhtiar…
    afwan yah…

  16. Niezzz berkata

    Mba Diana sabar yah taqorrub ilallah
    langan lupa istikhoroh biar diberikan kemantapan hati. amin

  17. agus berkata

    kunjungi http://www.eramuslim.com

  18. ina berkata

    Assalamu’alaikum

    Afwan, Pak Ustad saya mau bertanya. saya dulu pernah taaruf dengan seorang ikhwan yang insyaAlloh baik agamanya. tapi saya menolak meneruskan dengan alasan keluarga saya belum siap imannya. saya kawatir jika diteruskan, nanti pernikahahnnya dilakukan dengan ritual jawa. kelurga saya masih percaya beberapa pelaksanaan yang harus dilakukan dengan ritual jawa. jadi,daripada saya dan keluarga yang melakukan berdosa maka sampai sekarang saya masih berpikiran untuk tidak menikah dulu sebelum keluarga saya mendapat hidayah. bagaimana menurut pendapat pak ustad, bolehkah menolak denagn alasan tersebut? atau harusnya bagaimana?

  19. Zulkhairi berkata

    Assalamu’alaikum ustadz,,,,,,,,
    jazakallah khoir atas penjelasannya,,,,,
    mudah2an penjelasannya dapat bermanfaat buat ana dan umat muslim lainnya dan khususnya yang membacanya,,,,,,amin,,,^_^

  20. dinda berkata

    Assalamualaikum,,
    ana mau nanya nih stadz,,
    ana seorang akhwat umur 17 thn..
    ana dekat dengan dengan seorang teman ikhwan, (dekat lewat komunikasi saja),ikhwan itu sudah merencanakan untuk melamar ana.. sebenarnya ana merasa ga enak karena mungkin terlalu dekat dengan dia (walopun cuman lewat komunikasi aja), tp sekalipun ana ga pernah mengungkapkan kata sayang ato cinta ma dia, dia pun begitu,, yg ana mau tanya, apa haram ana seperti itu? haram ga ana dekat dengan ikhwan itu? padahal ana merasa kalo ana belum cukup dewasa untuk berbicara dan merencakan masa depan dengan ikhwan itu.. mohon tanggapannya..

    jazzakumullah khairan katsira..

  21. mumtaz berkata

    assalamualaikum.WR.Wb.
    Ustadz. mohon maaf sebelumnya…
    sy mo tanya….
    apa bedanya rasa cinta itu timbul memang benar-benar dari ALLAh..
    dan rasa cinta itu memang datngnya dari nafsu…?
    Contoh..
    sy lg berjaln di pondok pesantren terus ketemu sama seorang peremupuan… terus sy timbul rasa suka.. ingin berta’aruf dengan si dia… lah bedanya itu apa rsa cinta ingin berta’aruf itu datang nya dari allah.. sm datang nya memang karena Nafsu Syetan LA’NATULLAH..

  22. Nafeesa berkata

    Assalamualaikum

    ustad, ana bingung, ada ikhwan yg sering sms ana, dan sering bilang sayang dsb
    dia bilang dia menganggap ana adik, dan ingin menuntun ana untuk menjadi akhwat yg lebih baik,
    hanya saja ana bingung ustad, ana g nyaman dengan sms dia yg selalu manggil sayang dan ana berpikir aneh sekali ikhwan ini menyuruh ana untuk menjadi lebih baik tapi dia sendiri seperti itu.
    Ana sudah coba menegur, tapi tetap saja dia memanggil dgn panggilan sayang dgn alasan ana adalah adk dia, dan sekarang dia malah sering nitip salam ma ana untuk di sampaikan ke akhwat lain

    ana bingung ustad sebenarx ikhwan ini mksdx apa??? menegur untuk berbuat baik tapi kelakuan dia sendiri tidak ahsan. ana minta nasehat ustad

    Syukron katsir Ustad

  23. yessi berkata

    asslmlkm.wr.wb
    ana mo nanya ney ,,,,/?
    apa yang dimaksd bay~at////?
    SUKRON

  24. fadli berkata

    suwun penjelasannya….

  25. hendri dunan berkata

    Subhanalloh wabihamdihi..subhanallohiladzim…Sungguh jelas uraian yang disampaikan ustadz diatas…SaudaraKu! kita saat ini menjadi bagian dari saksi perubahan zaman…Pergaulan seakan tiada batas,…bebas..lepas..seakan tiada dapat terkontrol, Sungguh saudaraKu..,setan senatiasa mengintai kita..saat sedetik saja kita terlena maka disaat itulah setan bekerja menghancurkan kita…saat seperti itu iman seakan hilang,ketakutan kepada azab Allah seakan tiada lagi singgah dihati kita…Berhati-hatilah SaudaraKu…TETAP TERJAGA DALAM UCAPAN, PERASAAN DAN PERBUATAN…

  26. sembigadenam berkata

    JazakaLLAH atas tulisannya. Salam ukhuwah :D

  27. assalmu’alikum

    qana mau tnya nie

    bila akhwan dan ikhwan jatuh cinta ……?

    bagaiman kita menyikapi nya?

  28. khoirul berkata

    assalmu’alikum…
    semoga Allah menjadikan saya orang yang beruntung yang selalu dalam ridhonya, boleh saya tanya apa bole ikhwan dan akhwat tanazhur(menaruh perhatian)/ jatuh cinta?
    Allah ternyata Maha Melindungi, meskipun saya jatuh cinta tetapi Allah menjaga saya dari perbuatan yang mendekati zina.
    Saya bekerja di Pasuruan sedang dia di Mojokerto. Ketemu paling 4bulan sekali, bagaimana cara tanazhur yang benar?

  29. Dian Pamungkas berkata

    Assalamu alaikum.. afwan pa Ustad ana mi nanya ini??

    mnrut ustad bgaimana tntang seorang akhwat yg sms an dgn ikhwan?

  30. ikhwan tulen memang godaannya dengan akhwat tulen,, alim bkan berarti terhidar dari yang demikian.. trnyata banyak juga yang senasib. alhmdlillh nasib antum mengingatkan diri saya.
    jazakumulloh jami’an khoir wa barakumulloh

  31. arief berkata

    alhamdulillah terjawab semua kegundahanku berdasar komeng temen2..

    insyaAllah menjadi inkwan yg lebih baik lg.

    monon doa nya ya semua…

  32. Lia berkata

    Terima kasih Pak atau Ibu Ustadz, memang berat menyampaikannya karena suami sudah tidak mau mendengar apa yang saya katakan, tapi saya tetap brdoa semoga Allah memberikan hidayahnya kepada suami saya sehingga dia dapat membedakan mana yang benar mana yang salah, amiin, dan saya selalu diberi sabar, tawakal dan ikhlas yang tak berbatas, aminn!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 921 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: