Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Pembagian Harta Gono-Gini

Posted by Farid Ma'ruf pada 8 Mei 2008

Tanya :

Bagaimana Islam mengatur masalah harta gono gini suami isteri dalam kasus perceraian? Bagaimana cara pembagiannya? (A.I., Bogor)

Jawab :

Kepemilikan harta suami dan isteri dalam masa perkawinan mereka tidak lepas dari 3 (tiga) kategori berikut :

Pertama, harta milik suami saja, yaitu harta yang dimiliki oleh suami tanpa kepemilikan isteri pada harta itu. Misalnya harta yang diperoleh dari hasil kerja suami dan tidak diberikan sebagai nafkah kepada isterinya, atau harta yang dihibahkan oleh orang lain kepada suami secara khusus, atau harta yang diwariskan kepada suami, dan sebagainya.

Kedua, harta milik isteri saja, yaitu harta yang dimiliki oleh isteri saja tanpa kepemilikan suami pada harta itu. Misalnya harta hasil kerja yang diperoleh dari hasil kerja isteri, atau harta yang dihibahkan oleh orang lain khusus untuk isteri, atau harta yang diwariskan kepada isteri, dan lain-lain.

Ketiga, harta milik bersama suami isteri. Misalnya harta yang dihibahkan oleh seseorang kepada suami isteri, atau harta benda (misalnya mobil, rumah, TV) yang dibeli oleh suami isteri dari uang mereka berdua (patungan), dan sebagainya.

Dalam istilah fiqih, kepemilikan harta bersama ini disebut dengan istilah syirkah amlaak, yaitu kepemilikan bersama atas suatu benda (syarikah al-’ain). Contohnya adalah kepemilikan bersama atas harta yang diwarisi oleh dua orang, atau harta yang dibeli oleh dua orang, atau harta yang dihibahkan orang lain kepada dua orang itu, dan yang semacamnya. (Taqiyuddin An-Nabhani, An-Nizham Al-Iqtishadi fi Al-Islam, hal. 150).

Harta kategori ketiga inilah yang disebut dengan istilah harta gono gini, yaitu harta milik bersama suami isteri ketika suami isteri itu bercerai. Inilah manath (fakta) yang hendak dihukumi. Bagaimana pembagian harta gono gini ini menurut syara’?

Sesungguhnya syara’ tidak membagi harta gono gini ini dengan bagian masing-masing secara pasti (fixed, tsabit), misalnya isteri 50 % dan suami 50 %. Sebab tidak ada nash yang mewajibkan demikian, baik dari Al-Kitab maupun As-Sunnah. Namun pembagiannya bergantung pada kesepakatan antara suami dan isteri berdasarkan musyawarah atas dasar saling ridha. Inilah yang disebut dengan ash-shulhu (perdamaian) di antara suami isteri. Dalil pensyariatan perdamaian antara suami isteri antara lain :

عَنْ عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ الْمُزَنِيِّ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : الصُّلْحُ جَائِزٌ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ إلَّا صُلْحًا حَرَّمَ حَلَالًا أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا وَالْمُسْلِمُونَ عَلَى شُرُوطِهِمْ، إلَّا شَرْطًا حَرَّمَ حَلَالًا، أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا

Dari ‘Amr bin ‘Auf Al-Muzni RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Perdamaian adalah boleh di antara kaum muslimin, kecuali perdamaian yang mengharamkan yang halal dan perdamaian yang menghalalkan yang haram, dan kaum muslimin [bertindak] sesuai syarat-syarat di antara mereka, kecuali syarat yang mengharamkan yang halal dan syarat yang menghalalkan yang haram.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi, dan disahihkan oleh Tirmidzi) (Imam Ash-Shan’ani, Subulus Salam, 4/246, hadits no. 821; Imam Syaukani, Nailul Authar, 8/463, hadits no.2325)

Imam Ash-Shan’ani menerangkan hadits di atas dengan berkata :

قَدْ قَسَّمَ الْعُلَمَاءُ الصُّلْحَ أَقْسَامًا، صُلْحُ الْمُسْلِمِ مَعَ الْكَافِرِ، وَالصُّلْحُ بَيْنَ الزَّوْجَيْنِ وَالصُّلْحُ بَيْنَ الْفِئَةِ الْبَاغِيَةِ وَالْعَادِلَةِ وَالصُّلْحُ بَيْنَ الْمُتَقَاضِيَيْنِ وَالصُّلْحُ فِي الْجِرَاحِ كَالْعَفْوِ عَلَى مَالٍ وَالصُّلْحُ لِقَطْعِ الْخُصُومَةِ إذَا وَقَعَتْ فِي الْأَمْلَاكِ وَالْحُقُوقِ وَهَذَا الْقِسْمُ هُوَ الْمُرَادُ هُنَا وَهُوَ الَّذِي يَذْكُرُهُ الْفُقَهَاءُ فِي بَابِ الصُّلْحِ

“Para ulama telah membagi ash-shulhu (perdamaian) menjadi beberapa macam; perdamaian antara muslim dan kafir, perdamaian antara suami isteri, perdamaian antara kelompok yang bughat dan kelompok yang adil, perdamaian antara dua orang yang bertahkim kepada qadhi (hakim), perdamaian dalam masalah tindak pelukaan seperti pemberian maaf untuk sanksi harta yang mestinya diberikan, dan perdamaian untuk memberikan sejumlah harta kepada lawan sengketa jika terjadi pada harta milik bersama (amlaak) dan hak-hak. Pembagian inilah yang dimaksud di sini, yakni pembagian yang disebut oleh para fuqoha pada bab ash-shulhu (perdamaian).” (Imam Ash-Shan’ani, Subulus Salam, 4/247).

Dengan demikian, berdasarkan dalil hadits ‘Amr bin ‘Auf Al-Muzni RA di atas, jika suami isteri bercerai dan hendak membagi harta gono gini di antara mereka, dapat ditempuh jalan perdamaian (ash-shulhu). Sebab salah satu jenis perdamaian adalah perdamaian antar suami isteri (ash-shulhu baina az-zaujain), atau perdamaian tatkala ada persengketaan mengenai harta bersama (amlaak).

Dengan jalan perdamaian ini, pembagian harta gono gini bergantung pada musyawarah antara suami isteri. Boleh suami mendapat 50 % dan isteri 50 %. Boleh suami mendapat 30 % dan isteri 70 %, boleh pula suami mendapat 70 % dan isteri 30 %, dan boleh pula pembagian dengan nisbah (persentase) yang lain. Semuanya dibenarkan syara’, selama merupakan hasil dari perdamaian yang telah ditempuh berdasarkan kerelaan masing-masing.

Memang, dalam KHI (Kompilasi Hukum Islam) yang diterapkan dalam Peradilan Agama, harta gono gini antar suami isteri tidaklah dibagi, kecuali masing-masing mendapat 50 %. Dalam pasal 97 KHI disebutkan :

Janda atau duda cerai hidup masing-masing berhak seperdua dari harta bersama sepanjang tidak ditentukan laindalam perjanjian perkawinan.

(Abdul Gani Abdullah, Pengantar Kompilasi Hukum Islam dalam Tata Hukum Indonesia, Jakarta : Gema Insani Press, 1994, hal. 106)

Namun menurut kami, ini bukan pembagian yang sifatnya wajib, karena memang tidak ada nash syara’ yang mewajibkan pembagian seperti itu. Pembagian fifty-fifty ini hanyalah salah satu alternatif pembagian yang sifatnya mubah, bukan satu-satunya pembagian yang dibolehkan. Ketentuan mubah ini kemudian diadopsi oleh KHI menjadi satu ketentuan yang mengikat dalam pembagian harta gono gini.

Kesimpulannya, pembagian harta gono gini sepenuhnya bergantung pada hasil perdamaian antara suami isteri berdasarkan musyawarah atas dasar saling ridha. Wallahu a’lam. [www.konsultasi-islam.com]

Bogor, 5 Mei 2008

Muhammad Shiddiq Al-Jawi

About these ads

38 Tanggapan to “Pembagian Harta Gono-Gini”

  1. sutrisno berkata

    Mohon pendapatnya: Jika kasus perceraian yang meminta cerai istrinya karena satu dan lain hal, salah satunya istri terlilit banyak hutang tanpa sepengetahuan suami, karean ketakutan akhirnya membuat opini buruk seolah rumah tangga sudah tidak harmonis dan istri minta cerai, sementara suami tidak berkehendak dan masih tetap memberi nafkah ke 3 anaknya, sementara ini istri meninggalkan rumah karena ditagih rentenir kesana kemari, sementara suaminya bertanya hutang untuk apa, jawabnya gak jelas dan terjadi pertengkaran.
    Dalam kasus seperti ini mohon tanggapannya apakan istri juga punya hak gono gini, sementara suami masih tetap harus menghidupi ke 3 anaknya.
    Kejadian ini sedang terjadi pada saudara saya.
    terima kasih

  2. kiki berkata

    Mohon Pendapatnya:Jika Istri membeli tanah hasil dari kerja, apakah itu harus dibagi dengan suami?
    Mohon jawabannya

    trimakasih

  3. kiki berkata

    Pertanyaan yang ke 2:Jika suami punya tanah dari warisan, tapi yang membangun rumah adalah istri.apakah istri punya hak Atas rumah itu?
    Mohon jawabanya

  4. dewa berkata

    bagaimana klo harta yang suami miliki adalah berupa rumah, dan rumah tersebut d dapat sembelum nikah, tapi masih dalam proses kredit, apa itu bisa d katakan harta bawaan suami atau harta bersama.mengingat proses kredit itu blm selesai sampai pada saat akan cerai.
    Terima kasih dn mohon d beri petunjuknya..

  5. triana sgh berkata

    bgaimana,jika harta gono-gini msh atas nama suami…spt rumah&kendaraan)apa hrs dibersihkan dulu agar pembagiannya rata (suami,istri,anak 3 jd total kseluruhan hrs dibagi mjd 5)…..trmksh…

  6. aira berkata

    bgaimana,jika harta gono-gini msh atas nama suami…spt rumah&kendaraan)apa hrs dibersihkan dulu agar pembagiannya rata (suami,istri,anak 3 jd total kseluruhan hrs dibagi mjd 5)…..trmksh…
    Balas

  7. farida berkata

    saya adalah perempaun yang sudah mempunyai anak 1.saya sudah bercerai dengn suami saya sejak lama,dan sebelum saya bercerai saya tinggal di rumahnya suami saya,dan rumah itu hasil kami berdua,dan anak saya sekarang ikut saya,yang aku ingin tanyakan apakah anak saya masih punya hak untuk mendapatkan harta gono gini yang sekarang di tempatin sama bekas suami saya,atas pendapatnya aku ucap kan banyak2 terima kasih.

    balas

  8. Sonny berkata

    Mohon bantuan penjelassannya, jika harta gono gini berupa rumah atas nama istri dan ada pula hutang piutang bersama untuk membayar DP rumah dan hutang bersama untuk membangun rumah tersebut tetapi belum terselesaikan akibat proses perceraian ini. Dan saya mempunyai anak 3 apakah mereka berhak atas harta gono gini tersebut?

  9. Ony berkata

    Sy istri yg sjak nikah 1,8thn tp g prnh dberi nafkah sepeserpun mlah sbalikx uang gaji sy dmnta.5bln sblm nikah,suami beli rmh kreditan &stlh nikah rmh kami drenovasi abis2an mkan biaya 150jt.apkh sy dpt harta gono gini bl sy gugat cerai kr RT kami ddikte m ibu mertua.sy btl2 trtekan slm nikah suami g prnh nafkah,smua pendapatanx lgsg dksh ke ibu x& gaji sy jg wajib dstore ke ibu mertua.sy detik ini rmh yg kami renovasi dkuasai ibu mertua pdhl rmh atas nama suami sy&smua biaya renovasi lbh byk uang sy yg msuk.mhn pnjelasanx trims

    • Bambang berkata

      Sungguh malang para wanita yg mendpatkan suami pemalas, ga mau krja malah menghbskan gaji istri. Apalg menguasai rmh hsl krja istri. Ibu sbr aj insya allah anda ga lma akn dpt gantinya. Allah maha kaya bu, suami anda ga akn bs berthn lma

  10. budi berkata

    pak yang dimaksut harta gono gini itu apa’apa harta yang di kumpulkan selama berdua

  11. uswatun berkata

    kakak saya bercerai tidak mempunyai anak. setelah nikah punya rumah mobil perusahaan. tp sebulum nikah udah punya usaha tp g sesukses sekarang. istrinya minta 50 prsn trus dikasih rumah seisinya harganya sma dengan harta pdagangan yg dimiliki skr. karena udah terlanjur ucap g bisa di tarik lg menurut agama,,,bagaimana kalau andaikan rujuk lg apakah rumah itu bisa dimiliki kakak saya lg klau menrut agama,,,,sukron

  12. zulkarnain mahruf berkata

    setelah ana baca sistem pembagian harta gonogini yang dipostkan ini tergantung pada hasil kesepakatan antara suami dan isteri,nah,jika terjadi penceraian antara suami dan isteri,belum sempat dibagi harta tersebut kemudian suami meninggal kepada siapa isteri minta bagian gonogininya,makasih

  13. rasmudin berkata

    aslam wr.wb
    salam hormat untuk semua pengasuh rubrik ini. saat saya mempunyai masalah yang cukup rumit dan memohon bantuan untuk di di pecahkan masalah ini. saya mempunyai seorang kak perempuan pekerjaannya PNS yang sudah meninggal 2 minggu yang lalu dan sudah berkeluarga dan mempunyai anak angkat yang berumur 10 tahun, yang kami tanyakan adalah apakah anak angkat berhak mendapat warisan, dan semua harta yang bergerak dan yang tidak bergerak yang di beli almarhumah atas nama suaminya, apakah keluarga almarhumah berhak atas warisan tersebut? atas jawaban yang diberikan kami ucapkan terima kasih

  14. arita berkata

    Assalaamualaikum wr wb
    ustadz/ah yg sy hormati…sy sangat butuh bantuan dalam hal pembagian warisan yang ditinggal suami…suami sy sdh meninggal 3 bln yg lalu tapi pembagian harta warisan mash blm sy lakukan karena masih bingung dengan pembagiannya,,
    HELP mE…………………
    maaf,,boleh saya minta contact person??? biar pembagiannya lebih detil…

  15. Bunda Zone berkata

    Pembagian Harta Gono-Gini…

    Dalam kasus perceraian, Islam mengatur pembagian harta gono-gini. Kepemilikan harta suami dan isteri dalam masa perkawinan mereka tidak lepas dari 3 (tiga) kategori berikut : Pertama, harta……

  16. elly sapti berkata

    saya mau tanya,suami ketahuan selingkuh tp g mau ngaku,dia memutuskan untuk bercerai, ada hutang bank ata nama saya 600 jt untuk modal usaha,sementara asset atas nama dia semua,itu semua kami peroleh setelah menikah anak kami 3 mohon penjelasannya

  17. saadah siti berkata

    asalamualaikum wb .saya seorang isteri yang akan bercerai.dalam pebagian harta suami minta satu bagian tanah sedangkan tanah itu hasil dari kerja saya tidak ada sepeserpun uang suami .tapi dia bilang kata dia walopun itu uang kamu tapi kamu beli sesuda menikah dengan saya. maka ini pun harta kita berdua.tapi masalahnya hasil kami berdua sudah habi sama suami.tidak sepeserpun saya terima. apakah benar tanah yang saya beli dengan uang saya. itu harta gono gini. karna saya beli sesudah menikah.terimakasih.,,,,,wassalam

  18. yana berkata

    assalamuallaikum wr wb..,saya bersaudara 4 org,perempuan semua,yg belum menikah malah anak pertama,sdngkan saya anak terakhir,ayah saya sdh lama meninggal,tinggal ibu saja, kakak perempuan no 3 yg tingkah lakunya selalu mengesalkan kelg,selalu berpikir buruk pd orang,jk diajak ngobrol baik2 tau2 obrolannya hy menggosipkan orng lain,mudah marah,mudah tersinggung,selalu salah penafsiran,selalu berbohong,pernah menjual brng2 milik ibu ato kakak saya yg lain tanpa bilang tp setelah ditanya kmn brng tsb jwbnnya hilang,jg berani dg ibu saya,suka membentak jg suka mengadu domba,jk uangnya habis marah2nya kumat,suka bertengkar,mk dari itu dia selalu minta pembagian harta warisan dibagi secepatnya semua,malah menurut dia uang pensiun dari bapak adalah haknya,bukan milik ibu,krn ibu bs diberi uang oleh sodara2 yg lain,suaminya jg tidak mau bekerja,uang warisan sebagian yg telah diberikan pdnya entah kemana,jk ditanya untuk apa,malah marah2,suaminya hy minta2 uang pd kakak saya,yg jelas kakak saya takut pd suaminya,tp tidak takut pd ibu maupun kakak2nya,dia mendpt uang dari kakak yg laint,tp tetap iri pd sodara2nya,jk diajak usaha maunya modal besar dan dikelola suaminya,pdhl sdh berapa kali modal diberikan pdnya tidak ada hasilnya,jwbnnya selalu bnyk alasan,tp oleh kakak saya yg kedua,malah seperti selalu diperhatikan dan dibelain,pdhl jelas2 perbuatannya pd ibu salah,kakak 2 menyuruh ibu saya untuk memaafkannya dan mau membantu segalannya untuk kakak ke3,ibu skrng ikut saya,maksud kakak ke 2,ibu disuruh kumpul dg kakak ke3,meskipun sifatnya begitu,ibu dihrskan sabar dan memaafkannya,saya tidak setuju,ibu sudah tua,dibentak2 anaknya jd sakit nantinya,knp kakak ke2 tdk mengajak kakak ke 3 untuk minta maaf pd ibu dan sujud pd ibu,pasti hati ibu akan memaafkan jk kakak ke 3 mau berubah dan minta maaf,ato saya yg egois tidak mau memperhatikan kakak ke 3,krn saya sendir i dlm ekonomi hy cukup utk kelg saya sendiri,tp jk kakak ke3 selalu ditopang dlm ekonomi bgmn bs mandiri?dia uda berkeluarga py anak 2,bgmn jk ibu meninggal apa dia menyesal?knp dia tidak mau mensyukuri pemberian,knp tidak mau usaha agar tidak merepotkan yg lain,saya hy anak terakhir,jd sepertinya pendapat saya tidak ada yg mendengar….,jdnya hy doa saja yg bs saya lakukan,tp bgmn crnya agar sifat2 jeleknya berubah,tp sifat itui sdh lama,sejak dia SMP,setelah bpk saya pensiun dan kembali ke sby,sifatnya suka bertengkar,su’udzon pd orng,marah2 utk menutupi kebohongannya,tp ibu saya tdk bs menasihati,sdgkan bpk saya jg sdh tdk sanggup mendidik kakak ke3,shg perilaku dia terbawa smp skrng?apa yg bs kami lakukan?saya tau hy Alloh yg bs merubah dan membalik hati manusia? tp saya kasian ibu yg selalu dibentak2 kakak ke 3 jg kdng sering diceramahi kakak ke 2 krn menyalahkan ibu yg dulu tdk bs mendidik anaknya,pdhl bg saya ibu sdh cukup mendidik anak2nya,tp jk saya membela ibu, selalu pertengkaran yg ada, jd skrng saya hy diam,jk ibu dibegitukan lg,saya ajak ibu pergi jln2 agar tidak mendengar hal2 yg menyakitkan…..pertanyaan saya…bgmn merubah sifat kakak saya tsb???

  19. Risa supriatin berkata

    assalamualaikum wr.wb.1.saya mau tanya,jika istri pnya tanah dari warisan sedangkan yang membangun rumah adlh suami apakah suami kebagian atas tanah dan rmh itu?
    2.si suami pinjam uang ke bank,apakah secara hukum utang dibagi 2 dengan isrti sedangkan isrinya sudah meninggal?mohon jawabannya

  20. diva berkata

    asalamualaikum…
    saya seorang anak ingin bertanya tentang orang tua saya..
    orang tua saya belum cerai, tp bapax saya mintax bagian harta. dengan cara jual rumah…
    dengan tujuan jual rumah dapat uang untuk nikah lg…
    sementara adix saya ada 2 yg masih dbawah umur…\
    apa itu boleh/.//??

  21. Idrus, S.Kom berkata

    Assalamu Alaikum Wb….

    Mohon penjelasannya mengenai pembagian harta gono gini. Contoh kasus, kakak saya ingin bercerai karena digugat dengan isterinya dengan alasan tidak ada keturunan. Masalahnya, sang isteri tidak mau membagi harta bersama yang telah diperolenya kepada suaminya. Sebelum kakak saya menikah dengan isterinya, sang isteri mempnyai harta bawaan dari suami pertamanya, tapi setelah menikah dengan kakak saya ternyata harta mereka bertambah. Nah, yang menjadi pertanyaan saya, apakah kakak saya memang tidak berhak atas pembagian harta dari yang diperolehnya sejak pernikahannya. Terima kasih….

    Wassalam

  22. tengku andrian berkata

    asslamualaikum..
    Sy mau minta pendapat..
    Ibu sy seorang tkw selama 11thn..ibu sy selalu krm uang utk anak2nya buat sy kuliah(skrg sdh selesai),adik msh SMA.. Dari hasil jd TKW sdh kebangun rumah dan kontrakan 4 pintu namun semua atas nama bapak.begitu ibu sy pulang..ibu sy minta rumah dan kontrakan dari hasil jerih payah jd tkw di balik nama atas nama anak2..karna slama jd tkw bapak sdh pnya wanita lain.
    Namun bapak sy tdk mau balik nama rumah sm kontrakan..bahkan sekarang ibu sy d paksa buat pergi lagi dengan alasan buat adik sy yg msh sekolah SMA..
    Tolong kasih solusi ….

  23. mario berkata

    saya mau tanya : saya telah menikah dgn maskawin mobil akan tetapi dr malam pertama istri tdk mau melayani kwajibanya (tdk mau disetubuhi)sampai cerai kira-kira 5 bln,dan selama 5 bln sy mendapat gaji dgn jmlh 100 jt.saya mau tanya :
    1. apakah mobil saya jd hak sy kembali
    2.apakah gaji saya dibagi dua atao hanya jd hak sy?
    terimakasih

  24. matco berkata

    assalamualaikum saya minta pendapat,saya menikah kurang lebih 5 bln tapi istri tdk mau digauli,apakah
    1.mahar yg saya berikan boleh saya tarik kembali?
    2.apakah gaji saya selama 5 bln termasuk hrta gono gini.
    makasih pendapatnya.

  25. munif berkata

    Bagaimana pembagian harta gono gini bila terjadi perceraian sebagai akibat istri selingkuh dengan pacar lamanya ( saat sma ) bila ditinjau secara hukum islam dan hukum perkawinan negara frepublik indonesia.

  26. dendy berkata

    Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

    Saya sudah resmi bercerai dengan istri saya.
    Kami memiliki rumah yang belum lunas kreditnya.
    Selama ini hanya saya yang mencari nafkah, istri adalah ibu rumah tangga.
    Mohon informasi :
    1. Apakah istri & anak saya mempunyai hak untuk mengusir saya dari rumah ?
    2. Apakah cicilan rumah perbulan menjadi tanggungan kedua belah pihak ? (saya bayar 50%, istri bayar 50% ?)
    3. Apakah cicilan rumah tsb menjadi harta/hutang bersama ?

    Penjelasan detailnya saya tunggu, terima kasih

    Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.

  27. Bambang berkata

    Istri yg slingkuh tetap saja mendpat hrta gono gini. Walaupun hny suami yg bkrja. Krna istri yg d rmh tu yg ngumpulin hrta hsl krj suaminya. Jadi d sini hrslah tetap mengacu pd prinsip krja sma, suami krja istri ngumpulin. Apalg jk itu sdh berjln berthn2. Suami jgn egois deh, hny krn istri yg salah lalu tdk mendptkan haknya.

  28. samo berkata

    Ass. … dalam rumah tangga saya lagi kurang harmonis dan diambang perceraian… saya mau tanya selama dalam masa perkawinan saya bisa mengumpulkan harta dari hasil usaha suami… dan istri sebagai ibu rumah tangga… pembelian nya tidak patungan…. apabila terjadi perceraian bagaimana pembagiannya… tks.

  29. Ujang Saeful berkata

    Mohon jawaban:
    16 Tahun Kami membina rumah tangga,sebelum nikah istri punya kreditan rumah dan setiap bulan dibayar dari uang nafkah dari saya sampai lunas termasuk motor yang uang DPnya dari Istri.
    Pada pertengahan dalam membina rumah tangga saya pinjam uang sama istri untuk uang Bocking kredit rumah Rp.1.500.000.- setelah serah terima istri menambah bangunan dapur yang uangnya dari istri sebesar Rp.3000.000.- sampai sekarang belum lunas ( 4 Tahun lagi ).
    yang saya ingin tanyakan :
    1.Kalau saya cerai ,apakah istri mendapat bagian dari rumah yang saya kredit walaupun belum lunas ?
    Kalau dapat berapa bagian.
    2.Apakah saya dapat bagian dari rumah dan motor yang dikredit istri yang sudah lunas dengan pembayaran dari uang
    nafkah.

  30. romadhone berkata

    bagaimana cara pembagian harta gono gini,saya sdh bercerai dengan istri saya,dan dia sdh menikah lagi,sy punya anak satu, sy punya rumah,dan rumah itu sy beli stelah menikah,tpi rumah itu dibeli dari uang hasil pinjaman bank dan sampai sekarang msih dalam masa angsuran dan belum selesai,angsuran bank selama 12 tahun, dan angsuran baru berjalan satu tahun,sedangkan angsuran itu diangsur dengan gaji sy. bagaimana cara pembagiannya? mohon bantuanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 921 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: