Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Mengatasi Gugup Saat Mengisi Kajian

Posted by Farid Ma'ruf pada 10 Maret 2009

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi yang saya hormati, saya seorang aktivis sebuah gerakan dakwah. Sebagai pengemban dakwah, tentu harus menyampaikan ide-ide Islam di tengah-tengah masyarakat. Saya mempunyai sedikit masalah ketika akan tampil atau berbicara di depan audiens, seperti saat harus mengisi kajian atau ceramah-ceramah. Saya merasa sudah menyiapkan dengan baik, akan tetapi masih saja selalu gugup, dan apa yang ada di dalam pikiran saya tiba-tiba hilang. Saya juga sering deg-degan saat berbicara di depan umum/menjawab pertanyaan. Bagaimana cara mengatasinya? Jazakillah Khairan Katsirra

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Nadia

Bogor

Jawaban :

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Nadia yang baik,

Gugup ketika tampil di depan umum memang biasa terjadi. Gugup merupakan ekspresi dari kecemasan (ketakutan). Rasa takut/cemas merupakan salah satu bentuk manifestasi naluri mempertahankan diri (gharizatul baqa’). Perasaan takut atau cemas akan muncul kalau ada sesuatu yang mempengaruhi seseorang, bisa berupa fisik atau ilusi yang berkaitan dengan naluri tersebut. Misalnya muncul rasa cemas atau takut ketika bertemu dengan binatang buas, takut ketika akan ulangan, maju ke depan kelas, tampil di depan audiens, memimpin suatu rapat karena merasa tidak mampu dan sebagainya. Bila rasa takut ini menimpa seseorang, akan timbul kekacauan dalam berpikir dan hilangnya kemampuan untuk memutuskan sesuatu, yang pada akhirnya menghilangkan konsentrasi dan kemampuan mengidentifikasikan. Rasa takut yang paling berbahaya adalah rasa takut yang berasal dari bayangan/ilusi atau sesuatu yang diada-adakan. Misalnya ketakutan pada bayangan pohon di waktu malam dalam kegelapan. Cara memecahkan rasa takut orang-orang seperti mereka ini adalah dengan mengajaknya berpikir secara mendalam dan merasionalkan apa yang ditakuti menjadi sesuatu yang realistis dan dapat diindera, bahwa bayangan pohon tak layak untuk ditakuti, sehingga rasa takut menjadi hilang.

Pada kondisi-kondisi tertentu, rasa takut itu berguna dan bermanfaat, sehingga memang harus ada dan diadakan. Rasa takut terhadap bahaya yang membahayakan adalah sesuatu yang bermanfaat dan harus ada. Rasa takut kepada Allah SWT dan azabNya adalah sesuatu yang penting dan harus ada, karena keduanya merupakan pengekang dan penjaga. Oleh karena itu, rasa takut kepada Allah harus ditumbuhkan dalam jiwa disertai dengan macam-macam azab Allah yang akan ditimpakan pada orang yang berbuat maksiyat. Dengan begitu manusia akan mengikuti agamaNya, melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Nadia yang baik,

Kegugupan, kecemasan seperti yang anda alami seharusnya tidak perlu terjadi. Semuanya itu bisa dihilangkan, jika anda berusaha sungguh-sungguh, apalagi sudah berusaha mempersiap-kannya dengan baik. Kegugupan atau kecemasan ketika tampil di depan audiens biasanya muncul karena kurangnya rasa percaya diri. Ada beberapa tips yang bisa anda lakukan.

Pertama, Persiapkan materi dengan sebaik-baiknya. Anda harus betul-betul mampu menguasai materi yang akan disampaikan. Persiapan ini sangat penting dilakukan karena jika materi yang akan disampaikan tidak dikuasai dengan baik, maka audiens tidak akan tertarik. Kedua, Pelajari materi yang akan disampaikan dengan teliti dan hati-hati. Persiapkan alat bantu jika memang diperlukan. Ketiga, Datanglah ke tempat acara lebih awal. Waktu yang terlalu mepet atau bahkan terlambat akan membuat lebih gugup. Keempat, Berdoalah sebelum menyampaikan materi di depan audiens, agar lidah tidak kelu dan lancar dalam menyampaikan. Ada sebuah doa yang bisa Anda amalkan :

“Rabbishrah lii shadrii wa yassir lii amrii. Wahlul’uqdatan min lisaanii yafqahuu qaulii”

“Artinya: Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku. Lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku”.

Kelima, Kenali audiens yang akan hadir dalam acara. Dengan mengenal terlebih dahulu siapa saja yang akan hadir Anda akan lebih siap. Keenam, Yakinlah bahwa Anda menyampaikan sesuatu yang menarik. Hal ini dapat dilakukan dengan banyak menyampaikan contoh atau fakta yang sedang terjadi disesuaikan dengan keadaan audiens. Ketujuh, Sering melakukan latihan. Misalnya dengan latihan berbicara di depan cermin. Hal ini akan membantu Anda mengerti apa yang akan dilihat audiens. Kalau memungkinkan rekam suara Anda ke dalam kaset atau video. Setelah itu, dengarkan dan atau tonton. Perhatikan bagian yang perlu diperbaiki. Mudah-mudahan bisa membantu. Selamat berjuang…[www.konsultasi-islam.com]

Sumber : http://www.mediaumat.com

About these ads

Satu Tanggapan to “Mengatasi Gugup Saat Mengisi Kajian”

  1. Misbah berkata

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

    Syukron atas sharing berbagai tulisannya, semoga Allah Azza wa Jalla memberikan balasan terbaik akan smua amal baik antum. ana banyak memperoleh manfaat, lantaran blog ini.

    jazakallah khairon…
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 921 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: