Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Sholat Dhuha Berjamaah, Bolehkah?

Posted by Farid Ma'ruf pada 30 Maret 2009

Tanya :

Ustadz, bolehkah shalat sunnat Dhuha dikerjakan secara berjama’ah? Adakah dasarnya?

Jawab :

Sholat Dhuha itu sendiri hukumnya sunnah muakkadah, paling sedikit dua rakaat dan sebanyak-banyaknya delapan rakaat. Menurut Imam Ar-Rauyani dan Imam Ar-Rafi’i, sebanyak-banyaknya dua belas rakaat. Dikerjakan dengan sekali salam setiap-tiap dua rakaat. Waktunya adalah sejak terbitnya matahari hingga tergelincirnya matahari. (Imam Nawawi, Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab, 4/35-36).

Memang pada umumnya shalat sunnah Dhuha dianggap para ulama sebagai shalat sunnah (tathawwu’) yang tidak disunnahkan/disyariatkan berjamaah. (Imam Nawawi, Raudhah Ath-Thalibin, 1/122; As-Sayyid Al-Bakri, I’anah Ath-Thalibin, 1/272).

Namun demikian, sebagian ulama telah meneliti ulang permasalahan tersebut. Dan mereka menemukan dalil bahwa sholat Dhuha ternyata boleh dikerjakan secara berjamaah. Syaikh Mahmud Abdul Lathif ‘Uwaidhah, misalnya, mengatakan,”Sholat Dhuha ini dapat dikerjakan secara sendirian dan dapat pula dikerjakan berjama’ah.” Beliau lalu menyebutkan dalilnya, yaitu hadis dari ‘Itban bin Malik RA yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Bukhari, Muslim, dan Ibnu Khuzaimah. (Mahmud Abdul Lathif ‘Uwaidhah, Al-Jami’ li Ahkam Ash-Shalah, 2/399).

Dalam kitab Fathul Bari (Syarah Shahih Bukhari) karya Imam Ibnu Hajar Al-’Asqalani, dinukilkan hadis ‘Itban bin Malik RA tersebut, bahwa Rasulullah SAW telah melakukan sholat Dhuha (subhata adh-dhuha) di rumahnya [rumah 'Itban bin Malik], lalu orang-orang berdiri di belakang beliau dan mereka pun sholat dengan sholat beliau. (fa-qaamuu waraa`ahu fa-shalluu bi-shalaatihi). (Ibnu Hajar Al-’Asqalani, Fathul Bari, 4/177).

Imam Ibnu Hajar Al-’Asqalani menjelaskan bahwa hadis di atas adalah hadis riwayat Imam Ahmad. Beliau juga menyatakan bahwa hadis yang semakna ini telah diriwayatkan oleh Imam Muslim dari shahabat Ibnu Wahab bin Yunus RA. (Ibnu Hajar Al-’Asqalani, Fathul Bari, 4/177; HR Ahmad no 22657; Ibnu Khuzaimah no 1165).

Kitab lain yang menyatakan bolehnya sholat Dhuha berjamaah adalah kitab Al-Fatawa Al-Fiqhiyah Al-Kubro (2/250), berdasarkan hadis ‘A`idz bin Amr RA yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Thabrani. Dari ‘A`idz bin Amr RA dia berkata,”Suatu saat air sedikit, maka Rasulullah SAW pun berwudhu dengan air dalam satu gelas (qadah) atau satu mangkuk besar (jafnah). Lalu Rasulullah SAW menasehati kami karena sedikitnya air saat itu. Rasulullah SAW bersabda,’Orang yang bahagia di antara kita adalah orang yang terkena musibah, tapi dia tidak memperlihatkan itu kepada kita. Kecuali kalau musibah itu sudah menimpa semua orang dalam satu kaum.’ Kemudian Rasululullah SAW shalat Dhuha bersama-sama kami (tsumma shalla binaa rasulullah SAW adh-dhuha).” (HR Ahmad no 19721; Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir, no 14462).

Berdasarkan dalil-dalil di atas, maka jelaslah bahwa melaksanakan sholat sunnah Dhuha secara berjamaah adalah boleh (ja`iz) menurut syara’, dan bukan merupakan suatu bid’ah. Sebab Rasulullah SAW sendiri pernah melaksanakan sholat sunnah Dhuha secara berjamaah dengan para shahabatnya, ridhwanullahi ‘alaihim. Wallahu a’lam.

Yogyakarta, 29 Maret 2009

Muhammad Shiddiq Al-Jawi

About these ads

20 Tanggapan to “Sholat Dhuha Berjamaah, Bolehkah?”

  1. akang said

    erima kasih banyak

  2. Jazakallah informasinya…

  3. sadli said

    Terima kasih banyak…sangat membantu…

  4. shell said

    Makasih ………

  5. iwan said

    asslmlkm, mau tnya dikit nih. Bolehkah sholat dhuha lebih dr 12 rekaat. Kalo tdk bleh mana dalilnya ?

  6. Afwan said

    Syukron katsiran a’la akhabarikum..

  7. syafril said

    assalam..
    imam nya suara nya di keraskan?

  8. misbahul munir said

    syukron katsir.

  9. [...] Sholat Dhuha Berjamaah, Bolehkah? [...]

  10. jamil said

    saya pernah salat duha berjamaah yaitu delapan rakaat dan setiap dua rakaat diakhiri dengan salam..kondisi pada waktu itu lebih dari 40 orang hendak melaksanakan salat duha,maka diusulkan agar dilaksanakan secara berjamaah saja,mengingat waktu dan kondisi waktu itu harus segera….pertanyaannya sahkah salat duha saya/….. tq

  11. Mulyana said

    Mau tanya nih.. Apakah niat shalat dhuha berjamaah ditambah dengan “adaan imaman” untuk imam dan “adaan ma’muman” untuk yang ikut di belakangnya.. Atau niat shalatnya sendiri2?

  12. akmal said

    apakah shalat dhuha boleh dikerjakan berjamaah tiap hari

  13. tata said

    untuk imamnya suaranya dikeraskan /tidak ?

  14. yahya said

    bagaimana jika shalat dhuha dilakukan dengan cara di angsur-ansur contohnya seperti shalat dhuha dilakukan dua rakaatn kemudian kita melakukan aktivitas dulu kemudian di sambung lagi dua rakaat. boleh atau tidak?

  15. hasyim said

    kang makasih banyak ya, sy ngopi makalahnya, buat presentasi

  16. Angga said

    bersuara atau tidak

  17. Ustadz cinta said

    Bagaimana kalau shalat sunah dhuha berjamaah seperti shalat malam dengan suara keras?

  18. indah said

    kalo solat duha bacaan niat nya gmna kalo mau 4 rakaat ?

  19. lilah said

    trima kasih yah infonya… untuk disekolah

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 983 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: