Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Hukum Sholat Berjamaah di Masjid bagi Wanita

Posted by Farid Ma'ruf pada 12 Mei 2009

Tanya :

Ustadz, bagaimana hukumnya wanita sholat berjamaah di masjid? (J. Miko, Depok).

Jawab :

Terdapat khilafiyah mengenai hukum boleh tidaknya wanita sholat berjamaah di masjid. Pertama, melarangnya (makruh), seperti ulama muta`akhir Hanafiyah. Ini untuk wanita tua dan muda, dengan alasan zaman telah rusak. Kedua, membolehkannya (khususnya wanita tua), seperti ulama Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah, dengan dalil hadis-hadis. (Az-Zuhaili, Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu, 2/322; Fatawa Al-Azhar, 1/20).

Yang rajih menurut kami adalah pendapat kedua, karena dalilnya lebih kuat dan lebih jelas. Ibnu Qudamah menyatakan : “Dibolehkan bagi wanita menghadiri sholat jamaah bersama para laki-laki, sebab para wanita dahulu telah sholat berjamaah bersama Nabi SAW.” (Ibnu Qudamah, Al-Mughni, 2/442; Mahmud ‘Uwaidhah, Al-Jami’ li Ahkam Ash-Shalah, 2/473).

Namun kebolehan itu diikat dengan 2 (dua) syarat. Pertama, ada izin dari suami atau wali (jika belum nikah). Dalilnya sabda Nabi SAW : “Jika isteri-isterimu meminta izin ke masjid-masjid, maka izinkanlah mereka.” (HR Muslim, Bukhari, Ahmad, dan Ibn Hibban).

Kedua, tak memakai wangi-wangian, atau semisalnya yang dapat menimbulkan mafsadat bagi wanita. Sabda Nabi SAW : “Janganlah kamu melarang wanita-wanita hamba Allah pergi ke masjid-masjid Allah, tapi hendaklah mereka keluar tanpa wangi-wangian.” (HR Abu Dawud, Ahmad, Ibn Khuzaimah, Darimi, dan Baihaqi).

Jadi, jika wanita keluar tanpa izin suami/wali, hukumnya haram. (As-Sayyid Al-Bakri, I’anah Ath-Thalibin, 2/5). Namun disunnahkan suami/wali memberikan izin. (Imam Nawawi, Al-Majmu’, 4/199).

Jika wanita pergi ke masjid dengan wangi-wangian, hukumnya juga haram. Ibnu Hazm menyebutkan jika wanita keluar berjamaah di masjid dengan berhias atau memakai wangi-wangian, mereka bermaksiat kepada Allah. (Ibnu Hazm, Al-Muhalla, 4/198).

Mana yang lebih utama bagi wanita, sholat di masjid atau di rumah? Ada dua pendapat. Pertama, yang lebih utama sholat di rumah, baik sholat sendiri (munfarid) atau sholat jamaah. Ini pendapat Ibnu Qudamah (Al-Mughni, 3/443). Kedua, yang lebih utama sholat di rumah, jika sholatnya sholat jamaah, bukan sholat sendiri. Ini pendapat Ibnu Hazm (Al-Muhalla, 4/197) dan ulama Syafi’iyah seperti Imam Nawawi. (Al-Majmu’, 4/198).

Kedua pendapat itu dalilnya sama, yaitu sabda Nabi SAW : “Janganlah kamu melarang isteri-isterimu ke masjid-masjid, dan rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka.” (wa buyutuhunna khair lahunna). (HR Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Khuzaimah, Baihaqi, Thabrani).

Pendapat pertama mengambil keumuman lafal “dan rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka” (wa buyutuhunna khair lahunna). Jadi menurut pendapat pertama ini, shalat di rumah baik shalat jamaah maupun shalat sendiri, lebih utama daripada shalat jamaah di masjid.

Sedang pendapat kedua, tidak memberlakukan hadis itu secara umum, namun mengkhususkan hanya untuk sholat jamaah, bukan sholat munfarid (sendiri). Imam Nawawi menyatakan : “Adapun wanita, maka sholat jamaah mereka di rumah lebih utama [daripada jamaah di masjid]‚Ķ Sholat berjamaah wanita lebih utama daripada hadirnya wanita [sholat berjamaah] di masjid-masjid.” (Imam Nawawi, Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab, 4/197-198).

Dengan perkataan lain, jika wanita di rumah sholat sendiri, sedang di masjid sholat berjamaah, yang utama adalah sholat berjamaah di masjid.

Pendapat kedua ini sebenarnya telah men-jama’ (mengkrompomikan / menggabungkan) hadis di atas dengan hadis keutamaan sholat jamaah, yaitu sabda Nabi SAW : “Sholat jamaah lebih utama daripada sholat sendiri dengan 27 derajat.” (Bukhari no 609; Muslim no 1038).

Menurut kami, pendapat kedua ini lebih rajih, karena telah mengamalkan dua dalil, yaitu hadis keutamaan shalat di rumah (wa buyutuhunna khair lahunna) dengan hadis keutamaan sholat jamaah (shalatul jama’ah tafdhulu). Sedang pendapat pertama hanya mengamalkan satu dalil, yaitu hanya hadis keutamaan shalat di rumah (wa buyutuhunna khair lahunna).

Padahal kaidah ushuliyah menyebutkan : I’maalu ad-dalilaini aula min ihmaali ahadimaa bi al-kulliyyah (Mengamalkan dua dalil adalah lebih utama daripada meninggalkan satu dalil secara keseluruhan.) (An-Nabhani, Al-Syakhshiyyah Al-Islamiyyah, 3/492).

Dari seluruh uraian di atas, kesimpulannya adalah : (1) hukumnya mubah bagi wanita sholat berjamaah di masjid, dengan syarat ada izin dari suami/wali dan tak memakai wangi-wangian. (2) Yang lebih utama bagi wanita adalah sholat di rumah, jika sholatnya sholat jamaah, bukan sholat sendiri. Wallahu a’lam [ ]

Yogyakarta, 10 Mei 2009

Muhammad Shiddiq Al-Jawi

About these ads

15 Tanggapan to “Hukum Sholat Berjamaah di Masjid bagi Wanita”

  1. yaasintilugenep said

    Shalat berjamaah ,why not?
    please visit my web in
    http://www.berfikir.co.nr

  2. Ndha said

    Aduh! jadi bingung… aku harus solat di masjid apa di rumah?? aku pengen solat subuh berjamaah… tapi ke masjid harus lewat kuburan. harus ijin wali?? tapi aku tinggal sama adek perempuan yang jarang bangun subuh… aku harus ijin sama siapa??

  3. Trima kasih atas informasinya?
    Tp klo menurut saya wanita sah” saja untuk shalat berjamaah dimasjid pastinya kan bakal meramaikan masjid juga kan??

  4. sukarman said

    pak saya mau nanya: bolehkan seorang laki laki shalat jamaah dengan seorang perempuan yang bukan muhrimnya, dan apa dasarnya/dalilnya.makasih
    mohon balas diemail yach. sulit_man@yahoo.co.id

  5. EVI said

    umur saya 19 thun dr smp saya sering shalat berjamaah dimasjid krn yang saya tau sahalat berjamaah lebih baik dari shalat dirumah.selain itu,kalau shalat sendiri kadang saya sring tdk konsen,kmrn saya kget krn ditegur bahwa bagi seorang wanita shalat dirumah lebih utama,,saya bingung krn slama saya skolah tdk pernh mendapat kalmat itu..jd mohon kasih penjelasan yang kuat tentang hukum shalat berjamaah dimasjid bagi seorang perempuan muda

    • inyang acp said

      Dari beberapa keterangan yg kami ketahui kemudian kami simpulkan , wanita itu lebih baik shalat dirumah , baik itu berjamaah, ataupun sendirian, daripada dimesjid, karena lebih menjaga kesucian dan jauh dari fitnah. bahkan semakin tersembunyi
      shalatnya seorang wanita atau kalau memungkinkan untuk shalat didalam lemari maka itu lebih baik baginya.. wallahua’lam

  6. fErI said

    wanita memang harus di mengerti keadaanya, jadi sholat di rumah bisa lebih menjaga kesuciannya

  7. maidi said

    assalamualaikum.
    test

  8. NUR said

    BAGAIMANA HUKUMNYA BILA SEORANG ISTRI, ANAK DAN TEMANNYA SHOLAT BERJAMAAH DENGAN ORANG LAIN (TAMU)DI RUMAHNYA, SEMENTARA SUAMINYA ADA DAN DITINGGALKAN SHOLAT BERJAMAAH, TERIMAKASIH

  9. taupik qurrohman said

    hayo kita sholat jamaah

  10. hadiwijaya said

    Jadi susah nih milihnya,kedua dalilinya sama2 benar.jadi terserah kemantapan kita.yg penting kita sholat….

    • fakhry said

      pilih yang selamat dan jauh dari fitnah, ingat sebelum kita shalat dan sesudah terkadang aurat kita bisa terlihat oleh jamaah laki-laki,apakah tidak berdosa,kalau bisa menjaga itu silahkan sholat di masjid

  11. LENY ERLIDA said

    Haruskah saya menghentikan sholat berjamaah di masjid? ini sudah saya lakukan bertahun tahun, dan mesjid di kompleks perumahan saya sangat dekat dengan rumah saya, apalagi jamaahnya lebih banyak kaum wanita dari pada laki laki. lagi pula saya kalo dirumah sholat sendirian, dan tujuan saya sholat di masjid tidak lain ingin mendapatkan pahala jamaahnya. saya kemarin mencoba untuk sholat dirumah tapi kerinduan saya selalu ingin ke masjid… bagaimana ini…saya sholat berjamaah di masjid ato di rumah sendir ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 957 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: