Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Hukum Jual Beli Emas secara Kredit

Posted by Farid Ma'ruf pada 20 Mei 2010

Tanya :

Ustadz, Pegadaian Syariah sekarang menjual emas batangan secara kredit (angsuran) dengan akad Murabahah kepada masyarakat. Bolehkah itu? (Ibnu Alwan, Bantul)

Jawab :

Menjualbelikan emas secara kredit hukumnya haram. Karena emas termasuk salah satu barang ribawi yang jika dijualbelikan harus dilakukan secara kontan (yadan bi yadin). Yaitu tidak boleh bertempo (nasi`ah) atau secara kredit. (Taqiyuddin an-Nabhani, an-Nizham al-Iqtishadi fi al-Islam, hal. 267; Ali as-Salus, Al-Qadhaya al-Fiqhiyah al-Mu’ashirah, hal. 031; Adnan Sa’duddin, Ba’iu at-Taqsit wa Tathbiqatuha al-Muashirah, hal. 151; Shabah Abu As-Sayyid, Ahkam Baiut Taqsith fi Asy-Syariah al-Islamiyah, hal. 43; Hisyam Barghasy, Jual Beli Secara Kredit (terj.), hal. 109).

Dalil keharamannya adalah hadis-hadis Nabi SAW. Antara lain riwayat dari Ubadah bin Shamit RA bahwa Nabi SAW bersabda,”Emas ditukarkan dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum (al-burru bil burri), jewawut dengan jewawut (asy-sya’ir bi asy-sya’ir), kurma dengan kurma, garam dengan garam, harus sama takarannya (mitslan bi mitslin sawa`an bi sawa`in) dan harus dilakukan dengan kontan (yadan bi yadin). Dan jika berbeda jenis-jenisnya, maka juallah sesukamu asalkan dilakukan dengan kontan (yadan bi yadin).” (HR Muslim no 1587).

Imam Syaukani menjelaskan hadis tersebut,”Jelas bahwa tidak boleh menjual suatu barang ribawi dengan sesama barang ribawi lainnya, kecuali secara kontan. Tidak boleh pula menjualnya secara bertempo (kredit), meskipun keduanya berbeda jenis dan ukurannya, misalnya menjual gandum dan jewawut (sya’ir), dengan emas dan perak.” (Imam Syaukani, Nailul Authar, hal. 1061).

Dalil lainnya riwayat Ubadah bin Shamit RA bahwa Nabi SAW bersabda,”Juallah emas dengan perak sesukamu, asalkan dilakukan dengan kontan.” (HR Tirmidzi). Menjelaskan hadis ini, Imam Taqiyuddin an-Nabhani berkata,”Nabi SAW telah melarang menjual emas dengan mata uang perak (al-wariq) secara utang (kredit).” (Taqiyuddin an-Nabhani, ibid., hal. 267).

Dalil-dalil di atas jelas menunjukkan bahwa menjualbelikan emas haruslah memenuhi syaratnya, yaitu wajib dilakukan secara kontan. Inilah yang diistilahkan oleh para fuqoha dengan kata “taqabudh” (serah terima dalam majelis akad) berdasarkan bunyi nash “yadan bi yadin” (dari tangan ke tangan). Dengan demikian, menjualbelikan emas secara kredit atau angsuran, melanggar persyaratan tersebut sehingga hukumnya secara syar’i adalah haram.

Memang ada yang berpendapat bahwa emas yang dijual sekarang dibeli dengan uang kertas (fiat money; bank note), yang tidak mewakili emas. Jadi emas tersebut berarti tidak dibeli dengan sesama emas atau barang ribawi lainnya (semisal perak), sehingga hukumnya boleh karena tidak ada persyaratan harus kontan.

Pendapat tersebut tidak dapat diterima, karena uang kertas sekarang sama fungsinya dengan mata uang emas (dinar) dan mata uang perak (dirham), yaitu sebagai alat tukar untuk mengukur harga barang dan upah jasa. Maka dari itu, hukum syar’i yang berlaku pada emas dan perak berlaku juga untuk uang kertas sekarang. (Abdul Qadim Zallum, Al-Amwal fi Daulah al-Khilafah, hal. 175).

Kesimpulannya, menjualbelikan emas secara kredit hukumnya haram, karena emas termasuk barang ribawi yang disyaratkan harus kontan jika dijualbelikan atau dipertukarkan. Wallahu a’lam. (www.faridm.com)

Yogyakarta, 15 Mei 2010

Muhammad Shiddiq Al-Jawi

Sumber : http://www.khilafah1924.org

About these ads

12 Tanggapan to “Hukum Jual Beli Emas secara Kredit”

  1. st rugayah said

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.

    Bagaimana pula hukumnya, ber’kebun emas’ yang lagi gencar2 nya di perbincangkan orang sebagai sarana investasi….emas yang dibeli,digadaikan,lalu uang hasil gadai dibelikan emas lagi,dan emas terakhir dijual ketika hargax melambung tinggi,sehingga bisa dibuat menebus emas yang digadaikan tadi….

    Bagaimana pula hukumnya bila kita berkecimpung dalam Forex atau Marketiva atau sejenisnya…beberapa sumber yang sy baca ada yang menyebutnya halal,boleh,ijtihad,makruh bahkan haram..yang mana seharusnya diyakini?? Yang mengatakan Halal, kegiatan ini tidak termasuk judi, karena dalam Forex/marketiva untuk menang dibutuhkan strategi,perhitungan dan pembelajaran dari perkembangan mata uang atau emas dari tahun ke tahun.. , sedangkan judi dalam arti sebenarnya hanya bertaruh tanpa perhitungan (mengandalkan peruntungan semata) ,misalnya: lotere..

    mohon penjelasannya…syukran..

  2. asfyn said

    Saat ini saya sedang mencicil pembelian emas batangan di Bank BRI Syariah. Selama ini saya selalu berkeyakinan bahwa Bank Syariah itu selalu diawasi oleh Dewan Syariah dan tentunya Bank Syariah tsb tidak akan dibiarkan untuk mengeluarkan produk yang bertentangan dengan syariah.

    Mohon tanggapannya. Terima kasih

  3. muhammad nizar said

    mencari yg benar2 halal yg dibuktikan dengan dalil yg kuat

  4. termizi said

    apakah hukumnya membeli emas melalui pinjaman bank dan adakah di kenakan zakat

  5. aya shofia said

    kalau yg kita kreditkan perhiasan emas tetap jga haram ya?

  6. izza said

    ada org mau beli emas seharga 1juta dg cara di cicil Rp.120.000/bln,selama 10bln.gmn hukumnya?

    • iya sma dgn yg sy lakukn. sy brdagng emas dgn sistim kredit.tpi sy satukn dngn barang lain smisal dompet dan emas ny dan sy katakn barng ini diangsur 10x pmbyaran..trmasuk riba haram kah ???

  7. detta said

    Di negara kita emas tdk d anggap sebagai barang unt pembayaran sbgaimana fungsi uang kertas dan dinar, jd apakah tetap haram membeli emas secara kredit? Emas kan sama sj dgn baramg lainnya..

  8. fath76 said

    mohon di jawab pertanyaan dan komentar2 di atas, karena itu mewakili pertanyaan2 ku juga,,, tolong segera di jawab ya admin yth

  9. tesmo said

    pertanyaan2 diatas mohon dijawab dong..!

  10. Ridwan said

    Kalo melihat dalil dalil nya Emas tersebut merupakan mata uang pada saat Hadits tersebut diriwayatkan dan sekarangpun Dinar merupakan emas insyaAllah. Tetapi di Indonesia emas sama sekali bukan merupakan mata uang ataupun alat jual beli jadi murni Barang dagangan. jadi inilah yang menjadi perdebatan diatara Umat. Tetapi apabila memang ini menjadi sesuatu yang “SUBHAT” maka wajib di tinggalkan….trims

  11. apakah hukum tentang zakat perhiasan emas yang dipakai?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 969 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: