Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Penghargaan (Reward) untuk Anak

Posted by Farid Ma'ruf pada 13 April 2011

Assalaamu’alaikum Wr Wb.
Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi keluarga yang saya hormati, saya sering mendengar jika anak tidak pernah dihargai, maka akan berpengaruh buruk pada perkembangannya. Anak menjadi tidak punya rasa pencaya diri, motivasi rendah dan sebagainya. Sejauh mana pentingnya penghargaan (reward) ini dalam pendidikan anak?  Apa saja yang mesti kita perhatikan dalam memberikan reward, dan dalam bentuk apa sebaiknya diberikan? Apakah Islam juga mengajarkan tentang hal ini? Jazakillah atas penjelasaannya.

Wassalaamu’alaikum Wr Wb. 
Lia
Bogor 

Wa’alaikumsalam Wr.Wb.
Ibu Lia yang baik,
Penghargaan (reward) adalah imbalan yang diberikan atas prestasi, pencapaian, atau usaha anak dalam mencapai sesuatu. Misalnya, Anda memberikan hadiah buku setelah anak bisa membaca dengan lancar atau mendapatkan nilai/peringkat akademik tertentu di sekolah. Dalam  pendidikan anak, penghargaan (reward) dinilai punya pengaruh positif bagi anak, antara lain: Reward akan menumbuhkan motivasi anak untuk berusaha mencapai prestasi. Reward akan membuat anak merasa dihargai. Harga diri yang positif membuat anak lebih optimistis, tidak pasrah begitu saja jika nilainya jelek misalnya. Reward secara tidak langsung juga dapat menumbuhkan kepercayaan diri. Anak membangun kepercayaan dirinya dari bukti dan pengakuan orang-orang di sekitarnya. Jika anak melihat ternyata dia mampu melakukan sesuatu, dan mendapatkan pengakuan dari orang tuanya, maka kepercayaan dirinya akan tumbuh.

Ibu Lia yang baik,
Ada beberapa yang perlu diperhatikan ketika kita memberikan penghargaan (reward) pada anak. Reward semestinya diberikan jika anak berhasil melakukan sesuatu, sesuai dengan standar prestasi/pencapaian tertentu berdasarkan kemampuan dan keadaan anak. Sebaiknya, standar prestasi itu dibuat berdasarkan kesepakatan yang menantang  bukan yang menekan, agar anak tidak stres, nyaman dan senang melakukannya. Reward juga bisa diberikan saat kita punya harapan tertentu terhadap perilaku anak. Walau anak tidak melakukan dengan sempurna, tetapi bisa memenuhi harapan kita, memberikan reward menjadi langkah yang tepat.

Ibu Lia yang baik,
Reward tidak selamanya harus berbentuk materi. Dapat juga berupa pujian, dukungan, ciuman kasih sayang, penghormatan, perlakuan istimewa, dan lain-lain. Artinya, semua orang tua punya kesempatan yang sama untuk memberikan reward pada anaknya. Hanya memang, secara umum, reward yang berbentuk materi biasanya punya nilai lebih buat anak. Meski demikian, kalau terlalu sering memberikan dalam bentuk ini, daya kejutnya bisa berkurang dan berdampak kurang bagus buat anak. Jalan tengah yang bisa ditempuh orang tua adalah menyesuaikan dengan situasi, kondisi anak dan memberikannya secara proporsional. Bentuk reward-nya sendiri juga mesti disesuaikan dengan usia dan kebutuhan perkembangan anak, agar nilai gunanya tepat dan efektif. Reward yang nilainya terlalu besar sama jeleknya dengan reward yang terlalu kecil. Membelikan HP atau laptop untuk anak yang belum membutuhkan misalnya, bisa salah atau kurang berguna. Yang paling penting adalah, reward memang sengaja kita rancang untuk memberikan tantangan pada anak agar dia meningkatkan pencapaian, prestasi, atau usahanya utnuk menjadi lebih baik.

Ibu Lia yang baik,
Memberikan reward pada hakikatnya memberikan sesuatu agar yang diberi menjadi senang. Terkait dengan hal ini, Islam juga telah memberikan gambaran tentang pentingnaya memberikan hadiah. Disunnahkan untuk memberikan hadiah apabila dalam rangka menyambung silaturrahim, kasih sayang dan rasa cinta. Hadiah merupakan bukti rasa cinta dan bersihnya hati, padanya ada kesan penghormatan dan pemuliaan. Memberikan reward pada anak di samping untuk menumbuhkan motivasi, harga diri dan kepercayaan diri pada anak, tentu juga merupakan ekspresi kebahagiaan dan bentuk kasih sayang yang diberikan orang tua, karena anak berhasil melakukan sesuatu. Rasulullah SAW bersabda:
“Hendaknya kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari).[www.konsultasi.wordpress.com]

Sumber : Tabloid MU edisi 52

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 973 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: