Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Hukum Melihat Video Porno

Posted by Farid Ma'ruf pada 23 November 2011

Tanya:

Bagaimanakah hukum melihat video porno, bukankah yang dilihat adalah benda (layar monitor/layar LCD) bukan aurat secara langsung?

Jawab:

Sebagaimana mengatur tatacara shalat, zakat, puasa, dan haji, demikian teliti dan cermat pula Islam mengatur segala aktivitas manusia lainnya, diantaranya adalah dalam hal pandangan.

Dengan jelas Islam telah mewajibkan kepada kaum mukmin laki-laki dan kaum mukmin perempuan untuk menjaga pandangannya dari hal-hal yang diharamkan oleh Syara’. Allah swt Berfirman, yang artinya:

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; … Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. …” (TQS. Al-Nur [24]: 30-31)

 

Imam Ibn Katsir dalam kitab tafsirnya menjelaskan: “Ini adalah perintah dari Allah swt kepada hamba-hamba-Nya yang beriman agar menundukkan pandangan mereka dari apa-apa yang diharamkan atas mereka”.[1]  Tidak ada perbedaan dalam hal ini bahwa yang diharamkan untuk dipandang adalah aurat. Berdasarkan riwayat berikut.

Dari Bahz bin Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya berkata: Wahai Rasulullah saw, terhadap aurat-aurat kami, apa yang boleh kami lakukan dan apa yang harus kami hindari? Beliau saw berkata:“Jagalah auratmu kecuali atas istri dan budak perempuanmu.” (THR. Ahmad bin Hanbal)[2]

Dalam riwayat lain juga dikatakan:

Dari ‘Aisyah ra, Rasulullah saw bersabda: “… sesungguhnya wanita itu, jika sudah mencapai masa haidh, tidak boleh tampak darinya kecuali ini dan ini.” Beliau menunjuk muka dan dua telapak tangan.(THR. Abu Dawud dan Al-Baihaqi)[3]

 

Dengan demikian melihat aurat orang lain secara langsung adalah haram, kecuali dalam kondisi-kondisi tertentu, misalkan dalam pengobatan, pembuktian, dan lain-lain, dengan catatan sebatas yang diperlukan saja.[4]

Demikian jika yang dilihat adalah aurat langsung. Namun jika yang dilihat bukan aurat secara langsung, melainkan gambar aurat dalam rekaman video yang ditampilkan melalui media layar monitor atau layar LCD misalnya, maka untuk bisa menghukuminya terlebih dahulu harus memahami hukum asal benda dan fakta benda yang akan dihukumi, serta kaitannya dengan melihat aurat yang sudah diketahui hukumnya atau hal-hal terkait lainnya.

 

Allah swt berfirman:

“Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi …” (TQS. Al-Hajj [22]: 65)

 

Berdasarkan ayat di atas (dan ayat-ayat lain yang serupa dengannya) muncullah sebuah kaidah dalam ilmu Ushul Fiqh: al-ashl[u] fî al-asyyâ[i] al-ibâhat[u] hattâ yadulla ad-dalîl[u] ‘alâ tahrîmih[i] (hukum asal benda adalah mubah, hingga ada dalil yang mengharamkannya).[5] Layar monitor dan yang sejenisnya adalah mubah, karena dia termasuk benda dan tidak ada dalil yang mengharamkannya. maka bisa melihatnya, menyentuhnya, memilikinya, memperjual-belikannya dan lain sebagainya. Pertanyaannya: Apakah dengan demikian berarti melihat aurat itu boleh dengan cara melalui perantaraan media layar monitor atau sejenisnya dengan alasan bahwa layar monitor adalah benda yang mubah untuk dilihat, sebagaimana meja, sepatu, tas dll.?

 

Memang benar, dalam kasus melihat video porno seseorang tidak menyaksikan aurat secara langsung melainkan melihat benda yang mubah. Namun tidak boleh dilupakan bahwa setiap benda memiliki apa yang dinamakan dengan khâshiyyat (sifat-sifat khusus)[6], yang pada layar monitor adalah kemampuan dalam menampilkan atau memperlihatkan gambar sesuai dengan aslinya. Rekaman suatu objek pemandangan misalnya, bisa ditampilkan pada layar monitor atau sejenisnya dalam gambar yang sama dengan objek yang direkam. Sinar matahari, burung yang terbang, awan yang berjalan dll, sama persis dengan suasana saat rekaman tersebut diambil. Maka melihat layar monitor dan sejenisnya yang menampilkan rekaman video tertentu serasa seperti melihat keadaan sebenarnya saat rekaman tersebut diambil. Sebagaimana pula kaca cermin, dengan khâshiyyat-nya yaitu kemampuan memantulkan bayangan, jika diarahkan ke suatu objek tertentu, maka melihat benda berupa cermin tersebut serasa melihat objek sebenarnya yang dipantulkannya. Hanya saja, pada cermin pantulan terlihat terbalik sisi kanan dan kirinya dari objek aslinya.

 

Rasa seperti melihat keadaan sebenarnya juga bisa dibaca dari ekspresi orang yang melihat video pada layar monitor, misalkan perasaan marah dan sedih saat melihat rekaman video tentang pembantaian saudaranya di Palestina, perasaan takjub dan kagum saat melihat rekaman video tentang kecermatan Allah swt dalam menciptakan alam semesta, atau perasaan bergairah seksual saat melihat rekaman video tentang adegan porno. Jika memang video dengan  gambar di layar monitor tidak ber-khâshiyyat sebagaimana disebutkan di atas, kenapa hal itu bisa menimbulkan pengaruh yang berbeda-beda pada orang yang melihatnya?

 

Dari fakta khâshiyyat benda di atas, maka melihat adegan porno yang direkam dan dimunculkan di layar monitor memiliki keserupaan dengan melihatnya secara langsung, sebagaimana pula melihat adegan porno dengan perantaraan kaca cermin. Dengan kata lain, benda-benda tersebut bisa menjadi wasilah dalam menyampaikan pesan berupa gambar aurat yang serupa dengan aslinya.

 

Aurat adalah aib, dan mengetahui aib orang lain dengan sengaja adalah haram, dalam sebuah riwayat dinyatakan:

Dari Mu’awiyah ra. berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya jika engkau mengikuti aib-aib orang lain, maka aib-aib tersebut akan merusak mereka, atau engkau yang akan merusak mereka.” (THR. Ibn Hibban)[7]

 

Karenanya maka benda-benda tersebut menjadi wasilah bagi tersampaikannya aib orang lain, alias menjadi wasilah bagi terjadinya keharaman. Berlakulah atasnya kaidah: al-wasîlah ilâ al-harâm muharramah (hal yang mengantarkan kepada keharaman adalah haram)[8].

 

Keharaman diatas tidak bersifat muabbad (selamanya), melainkan bersifat muaqqat (sementara). Maksudnya, layar monitor hanya haram dilihat ketika menampilkan adegan porno, jika menampilkan selain yang diharamkan maka hukumnya sebagaimana awal yaitu mubah. Semata-mata karena dia bisa menjadi wasilah bagi keharaman, yaitu menyampaikan aib orang lain. Ini berlaku bagi seluruh mukallaf, baik laki-laki maupun perempuan, baik yang masih bujang maupun yang sudah berkeluarga.

 

Ada yang beranggapan bahwa melihat video porno dibolehkan bagi seseorang yang sudah berkeluarga/beristri, karena ada tempat pelampiasan yang halal yaitu pasangannya. Anggapan ini tidak dibenarkan berdasarkan beberapa alasan:

 

1. Berfantasi dengan melihat gambar aurat orang lain hukumnya haram. Terlebih membayangkan aurat orang lain saat menggauli istri.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda: “… maka zinanya kedua mata adalah melihat, zinanya kedua telinga adalah mendengarkan, zinanya lisan adalah membicarakan, zinanya tangan adalah menyentuh, zinanya kaki adalah melangkah, sementara hati bernafsu dan berkhayal, dan kemaluan yang membenarkan atau mendustakan.” (THR. Muslim)[9] 

 

Pengistilahan Rasulullah saw dengan zina untuk perbuatan-perbuatan yang bukan zina sebenarnya[10] menandakan keharaman sekalipun dosanya tidak sebesar dosa zina sebenarnya. Termasuk di dalamnya adalah khayalan/fantasi porno yang dihasilkan dari melihat, mendengar, membicarakan, dan menyentuh hal-hal yang berbau porno atau wasilah lain yang mengantarkan kepadanya. Juga menurut para ulama, berfantasi dengan aurat orang lain saat menggauli istri adalah haram[11].

 

Adapun riwayat oleh Imam Muslim dari Jabir bin Abdillah ra: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:“Apabila salah seorang di antara kalian terpesona oleh seorang wanita, dan merasuk di hatinya, maka hendaknya ia mendatangi istrinya dan menggaulinya, karena yang demikian itu bisa menghilangkan apa yang terbesit dalam hatinya (tadi)”[12], tidak dimaksudkan agar si laki-laki menggauli sang istri sambil membayangkan wanita yang dijumpainya, karena dipungkasan hadits tersebut dikatakan“karena yang demikian itu bisa menghilangkan apa yang terbesit dalam hatinya”, atau diriwayat At-Tirmidzi dikatakan “karena yang ada pada dirinya (istrinya) seperti apa yang ada pada dirinya (wanita yang dijumpainya).”[13] menandakan persetubuhan dengan istri berfungsi untuk mengalihkan perhatian/pikiran si laki-laki dari wanita yang dijumpainya agar tidak larut dalam fantasi yang diharamkan, tentu itu tidak dilakukan dengan membayangkan wanita tersebut saat berhubungan badan dengan sang istri.

 

2. Haramnya menceritakan adegan ranjang suami-istri kepada orang lain (baik berupa cerita, tulisan, rekaman suara, atau rekaman video),

Dari Abu Sa’id Al-Khudri, Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya manusia yang paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat ialah seseorang yang menyetubuhi istrinya dan istri bersetubuh dengan suaminya, kemudian suami menyebarkan rahasia istrinya.” (THR. Muslim)[14]

 

Maka haram pula mencari tahu tentangnya. Dengan sengaja melihat video porno, berarti sengaja mencari tahu adegan ranjang orang lain dengan pasangannya. Terlebih jika yang dilihat adalah adegan porno berupa perzinahan (pemerannya bukan suami-istri), maka mengambil manfaat darinya tergolong menyetujui atau ridha terhadap perilaku tersebut.

 

Kesimpulannya, melihat video porno adalah haram karena diduga kuat akan mengantarkan kepada keharaman, yaitu berupa mengetahui aib orang lain, khayalan mesum, mengetahui persetubuhan orang lain, dimana pasangan halal suami-istri saja tidak boleh menceritakannya. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda:

 “Sesungguhnya wanita itu adalah diantara anak panah Iblis, maka barang siapa melihat seorang perempuan yang elok mempesona kemudian dia menundukkan pandangannya berharap ridha Allah swt, niscaya Allah swt membalasnya dengan kenikmatan dalam beribadah.” (THR. Ibn An-Najjar)[15]

 

 Wallâhu A’lam wa Ahkam. [www.konsultasi.wordpress.com] 

—————————————————————

 

[1] Ibn Katsir, Tafsîr Al-Qu’ân Al-‘Azhîm, vol VI, hlm 41

 

[2] Ahmad bin Hanbal, Musnad Ahmad bin Hanbal, vol V, hlm 4. Syu’aib Al-Arna’uth: sanadnya Hasan

 

[3] Abu Dawud, Sunan Abu Dâwud, vol XI, hlm 145. Al-Baihaqi, As-Sunan Al-Kubrâ, vol II, hlm 226. Hadits Mursal. Imam Taqyuddin An-Nabhani berkata: Hadits Mursal adalah Hujjah, bisa digunakan untuk berargumentasi. (Lihat Asy-Syakhshiyyah Al-Islâmiyyah, vol I, Bab Hadits Mursal)

 

[4] Lihat An-Nabhani, An-Nizhâm Al-Ijtima’î, bab An-Nazhr Ilâ Al-Mar’ah (melihat perempuan).

 

[5] Lihat Imam As-Suyuthi, Al-Asybâh wa An-Nazhâir, vol I, hlm 60. Juga An-Nabhani, Asy-Syakhshiyyah Al-Islâmiyyah, vol III, hlm 18. Bab Lâ hukm qabl wurûd asy-syar’ (tidak ada hukum sebelum ada ketetapan syara’)

 

[6] Lihat An-Nabhani, Nizhâm Al-Islâm, hlm 17.

 

[7] Muhammad Ibn Hibban, Shahîh Ibn Hibbân, vol XIII, hlm 73. Menurut ‘Alauddin Al-Farisi, isnadnya sahih, rijalnya tsiqat.

 

[8] Imam Asy-Syaukani mengatakan: “apa-apa yang secara pasti mengantarkan kepada keharaman, maka dia haram bagi kami dan bagi mereka, yaitu bagi pengikut Imam Syafi’i dan pengikut Imam Malik rahimahumallah.” Lihat Irsyâd Al-Fuhûl Ilâ tahqîq Al-Haqq Min ‘Ilm Al-Ushûl, vol II, hlm 196. Imam An-Nabhani menyepakati dengan sedikit perbedaan, beliau berkata: “Hal-hal yang mengantarkan kepada keharaman adalah haram jika secara dugaan kuat akan mengantarkan kepada keharaman. Jika hanya dikhawatirkan maka tidak sampai haram.” Lihat Nizhâm Al-Islâm, hlm 92. Dalam perkara syari’at,ghalabatuzhzhann (dugaan kuat) bisa diberlakukan, tidak harus qath’i (pasti) sebagaimana dalam perkara akidah. Semoga yang dimaksud Imam Asy-Syaukani adalah ghalabatuzhzhann, karena berupa prediksi terhadap hal yang belum terjadi.

 

[9]Shahîh Muslim, hadits nomor 4801.

 

[10] Zina sebenarnya atau zina dalam arti istilah adalah: menggauli wanita melalui kemaluannya tanpa disertai kepemilikan (ikatan pernikahan/hak) dan ketidakjelasan. (Rawwas Qal’ahjie, Mu’jam Lughah Al-Fuqahâ, hlm 280. Keyword: az-zinâ)

 

[11] Imam Al-‘Iraqi berkata: “Jika seorang laki-laki menyetubuhi istrinya, sementara dia membayangkan persetubuhan dengan wanita lain yang diharamkan baginya dan beranggapan seolah-olah dia bersetubuh dengan wanita tersebut, maka yang demikian itu adalah haram baginya.” (Al-‘Iraqi, Tharh At-Tatsrîb, vol I, hlm 390)

 

[12] Lihat Shahîh Muslim, hadits nomor 2492.

 

[13] Lihat Sunan At-Tirmidzi, vol IV, hlm 384. Nomor hadits 1078.

 

[14] Shahîh Muslim, hadits nomor 2597.

 

[15] ‘Alauddin Al-Burhan Fawri, Kanzu Al-‘Ummâl fî Sunan Al-Aqwâl wa Al-Af’âl, vol V, hlm 328.

Sumber : http://www.facebook.com/notes/azizi-fathoni/hukum-melihat-video-porno/235703353163946

 

About these ads

42 Tanggapan to “Hukum Melihat Video Porno”

  1. Abifarah said

    Terimakasih ustad sehingga telah lebih menyakin saya dalam permasalahan ini.

  2. erik said

    trimakasih atas penjelasannya

  3. Penanya said

    assalumualikum…

    sy mau nanya

    benarkah dalam islam diperbolehkan menyetubuhi tawanan perang?

    sebenarnya wktu dipesantren dulu sy pernah belajar ini namun karena menurut saya ga penting sy jdi tidak memperhatikan…

    sekarang ada teman2 sy yg kurang tahu mengatakannya itu berzinah sy jadi penasaran karena seingat sy itu diperbolehkan dalam islam

  4. Afrizhal said

    Subhanallah,,mantap skali,,
    mdah2an kita trhndar dri sfat atau perlakuan tr5ebut trsebut,,

  5. ian nurryanto said

    penjelasannya sungguh detail

  6. agus said

    semoga setelah membaca info yang se detail2nya di atas…..mereka yang melakukan bisa taubat….amin

  7. Lidia cpbp said

    Trimakasih

  8. Rahmat Akbar said

    Trma ksih penjelasannya, sngt detail pa lagi ada dalil2nya….

    • Wahyu Nugroho waChyu said

      Yth konsultasi islam saya minta izin apkh boleh copas artikelnya untuk di terbitkan di blog saya..?trimaksih…

      Pada 15 Oktober 2012 18:55, Konsultasi Isl

  9. adi said

    terimakasih penjelasannya

  10. anna oktaviana said

    terima kasih atas penjelsannya..

  11. sangat bermanfaat buat pengetahuan muslim.. terima kasih

  12. Barokallahu fika ya Ustadz…
    Jazakallahu khairon katsiron…

  13. ensu said

    alhamdulillah mg mnambah keimanan.

  14. Thiena said

    Artikelnya panjang tp intinya melihat vidio porno itu HARAM . ok siiip

  15. khaulah faridah nafi'ah said

    jazakumullah ya tadz ana jd lbh faham… smoga qta trhindar dr hal2 tsb

  16. Alhamdulillah, akhirnya saya makin jelas terhadap apa selalu menjadi pertanyaan di hati tentang hukumnya melihat video porno. Jazaakumullahu khoiron jazaa’

  17. zee amaia said

    aku mengerti maksud.x tapi lebih singkat dikit ya……..;)

  18. aisha afina said

    syukron

  19. ibu err said

    ASTAGHFIRULLOHAL ADHIIIM…….
    ampunilah dosaq ya alloh….

  20. fitriyana said

    trms bngt tat saya jd paham hukumnya. kan jd takut tuh ama dosaa. ternyata mata juga bisa menjrumuskan hati ya gawat tuh hrus jaga….

  21. wahyu said

    bagaimana jiika yang dilihat adl gambar karun

  22. wahyu said

    maksutnya gambar kartun atau anime

  23. Muhammad Hendra said

    ALHAMDULILLAH SUDAH JELAS TRMKS UZTAD…

  24. semoga allah swt melindungi seluruh kaum mukmin dari godaan syaitan yang terkutuk. amin ya robbal almin…

  25. Arifin said

    AlhamdUlillah,,dgn Penjelasan tadi..sya Mendapattkan PengetahUan yg berharga,,serta taU apa yg Di Halalkan dan di Haramkan allah..
    amin,,Thnks ya..

  26. Edward said

    Astaghfirulloh.. Apakah dosa’a besar terus Klo bleh tau bagaimana cara bertaubat’a spya taubat’a diterima .. Makasieh..

  27. Alhandulillah dgn dalil2 tersebut aku bisa paham mengenai yang d hrmkan dan yg d halalkan allah swt.thanks

  28. Abi Yusuf said

    Assalammu’alaikum

    terimakasih Ustadz penjelasannya

  29. Razak said

    Terimakasih ust…
    Klau boleh tau gi mana cara taubat,untuk melupakan nya…

  30. herlindawati said

    mantap

  31. Berarti si penonton sama saja dg melakukan dosa besar donk kalo begitu? Lalu gimana cara menghapusnya?

  32. trima ksh smwanyya

  33. joni said

    mudah2an jadi sadar bagi yg suka nonton

  34. Hasan basri said

    Terimakasih pak ustad, alhamduliiah saya jadi tau hukum’a apa…!
    Sebelum saya melihat halaman ini, saya habis ngelihat video’a, saya ingin tobat…?
    ( do’ain ya gays )

  35. hartono said

    semoga kita selalu ingat akan hal ini.

  36. sejak dulu juga pada tau kalo lihat aurat itu dosa…..setelah ada usdad komentar .. kesanya baru pada sadar… kok kaya orang bego…apa lupa..ya.?

  37. bener tu mang sholeh……… tapi meng hina orang lain juga dosa kan?
    kok kaya orang bego…apa lupa..ya.?

  38. pak ustadz, saya mau menanyakan tentang hukum suami menonton bokef, sudah berumahtangga dari juli 2012, anak berumur 10 bula, dari awal brumahtangga suami sering menonton bokef tapi saya pura2 diam, dan sampai sekarang suami tetap sering mendownload film2 bokef, apa yang harus saya lakukakn …..? saya ingin menjerit…..tapi….

  39. alhamdulillah,setelah mmbaca artikel ini,sya lebih mantab dalam berpikir dan bertindak terutama dalam pengendalian diri terhadap Syahwat duniawi.terima kasih pak Farid,semoga ilmunya bermanffat selalu.amin :)

  40. Shaffa said

    Terima kasih.. Sangat bermanfaat.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 985 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: