Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Jika Teman Tidak “Mood” dalam Amal Kebaikan

Posted by Farid Ma'ruf pada 26 Januari 2013

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi yang dirahmati Allah SWT, bagaimana memotivasi atau men-treatment teman yang “moody” dalam amal kebaikan, dakwah dan perjuangan? Selalu dia bilang “sedang tidak mood”, tiap kali ditanya alasan kenapa tidak datang kajian atau tidak melaksanakan amanah. Rasanya sudah banyak cara memotivasi padanya tapi belum berbuah hasil juga. Jazakillah untuk jawabannya.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Ari

Bogor

Jawaban :

Wa’alaikumsalam Wr.Wb.

Ari yang baik,

Insya Allah saya bisa memahami masalah yang sedang Anda hadapi. Sesama Muslim adalah saudara. Diperintahkan pada masing-masing kita untuk saling menasihati, dan membantu menyelesaikan keperluan-keperluannya, apalagi dengan teman sendiri. Sebagai teman, Anda tentu tidak ingin dia bersikap demikian terus menerus. Untuk itu harus dicari cara bagaimana mengingatkannya. Nasihat yang Anda berikan adalah wujud kasih sayang Anda kepadanya.

“Demi massa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran”. (QS.Al-Ashar: 1-3)

Ari yang baik,

Melakukan kebaikan, mempelajari Islam, berdakwah dan memperjuangkannya adalah wajib bagi setiap Muslim. Apapun tantangannya, maka  harus tetap semangat.  Ajaklah kembali teman Anda berbicara, ingatkan dengan cara yang baik. Sampaikan kembali bagaimana seharusnya sikap seorang Muslim dalam mengisi hari-harinya. Hidup ini penuh perjuangan dan pengorbanan, demikian kata banyak orang. Apa lagi  jika kita ingin hidup dengan cara-cara yang sudah ditentukan oleh syariat Islam. Hidup dengan tata cara Islam ada dua hal yang bisa kita raih, pertama tentu saja kebaikan di dunia, dan kedua di akhirat. Untuk mendapatkan keduanya itu banyak hal yang harus diusahakan, termasuk di antaranya adalah melawan rasa malas. Tidak “mood”, tidak bisa dijadikan alasan dalam melakukan suatu kewajiban. Dan, agar menjadi seorang  Muslim yang baik, bukankah kita harus banyak mempelajari Islam, beramal baik, dan beraktivitas untuk kemajuan Islam? Itu semua tidak akan didapat kalau tidak ada keinginan kuat untuk melakukannya. Rasulullah SAW  menasehati kita untuk memanfaatkan lima peluang sebelum datang lima kesempitan.

“Gunakan masa mudamu sebelum masa tuamu, masa luangmu sebelum datang masa sempitmu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum miskinmu dan masa hidupmu sebelum matimu”(HR. Ahmad, An Nasa’i dan Al Baihaqiy).

Ari yang baik,

Kalau kita simak baik-baik hadits tersebut, jelas seorang Muslim tidak boleh bermalas-malasan. Tidak boleh menunggu sampai datang “mood” baru kemudian berbuat amal kebaikan. Setiap saat harus menggunakan waktu dan kesempatan yang kita miliki untuk berbuat, meningkatkan kualitas diri sebagai seorang Muslim. Rasulullah menuntunkan agar hari ke hari hidup kita semakin baik. Bila hari ini kualitasnya sama saja dengan kemarin dikatakan merugi. Apalagi bila lebih buruk.

“Barangsiapa hari ini lebih baik dari kemarin, ia beruntung. Barangsiapa yang hari ini sama dengan kemarin, ia merugi. Barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin, ia celaka”

Ari yang baik,

Motivasi adalah dorongan yang ada pada seseorang untuk melakukan sesuatu. Ada dua macam jenis motivasi. Pertama, adalah motivasi yang muncul dari dalam diri kita sendiri, karena adanya kesadaran tentang pentingnya aktivitas yang kita lakukan. Kedua, adalah motivasi yang muncul karena faktor luar. Misalnya giat mempelajari Islam karena pengaruh suasana, lingkungan atau orang-orang di sekitar kita seperti orang tua, teman, dan sebagainya. Motivasi yang muncul karena faktor luar ini sifatnya sangat lemah, walaupun kadang diperlukan jika motivasi sedang menurun. Yang terbaik adalah motivasi yang muncul karena kesadaran bahwa seseorang itu mesti maju, berubah, berprestasi menjadi lebih baik dan sebagainya. Sampaikan pada teman Anda, bahwa semua yang kita lakukan di dunia ini, kelak akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT. Hidup ini adalah ibadah. Seluruh aktivitas positif yang kita lakukan akan bernilai ibadah, jadi kenapa mesti harus menunggu mood dalam melakukan suatu kebaikan. Kemalasan akan mendatangkan kesia-siaan, bukan perubahan ke arah yang lebih baik. Tetaplah beristiqamah dalam kebaikan.

“Tidak akan tergelincir kedua tapak kaki hamba pada hari kiamat sehingga  ditanya tentang empat perkara, yaitu tentang umurnya dalam hal apa ia membinasakan (menghabiskan), tentang ilmunya apa yang diamalkannya, tentang hartanya dari mana ia mencarinya dan dalam hal apa ia dermakan/belanjakan dan tentang tubuhnya dalam hal apa ia pedulikannya.” (HR. Thabarani)

Sumber : Tabloid Media Umat edisi 96,  Januari 2013

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 985 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: