Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Archive for the ‘Pakaian-Penampilan’ Category

busana

Benarkah Jilbab Adalah Produk Budaya Arab?

Posted by Farid Ma'ruf pada 25 Oktober 2014

Pertanyaan :
Apakah benar pernyataan yang mengatakan kalau jilbab sesungguhnya adalah produk budaya Arab? Baca entri selengkapnya »

Posted in Pakaian-Penampilan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Perlakuan Khilafah Terhadap Non Muslim Dalam Hal Makanan dan Pakaian

Posted by Farid Ma'ruf pada 22 Agustus 2014

Pertanyaan:

Salaams Sheikh

My question is on an article in the Constitution. In article 7, clause 4 or clause D from the English translation of the second edition 2010, it is stated: The non-Muslims will be treated in matters related to foodstuffs and clothing according to their faith and within the scope of what the Shari’ah rules permit. My question is related to clothing.

Will Non-Muslim women be allowed to wear any clothing as long as it covers the bodies and is modest, such as long dresses or trousers and a shirt? Or will they be required to wear Khimar and Jilbaab like the Muslim women? Baca entri selengkapnya »

Posted in Pakaian-Penampilan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Mengulurkan Jilbab, Sebatas Apa?

Posted by Farid Ma'ruf pada 7 Juli 2014

Soal:

Dalam buku An-Nizham al-Ijtima’i halaman 51 baris sebelum terakhir dinyatakan, “dan tidak perlu menutup kedua kaki karena keduanya telah tertutupi.” Bisakah itu diartikan, tidak perlu mengenakan kaos kaki? Di sisi lain, jika wanita tersebut telah memakai kaos kaki hingga kedua tumit dan telapak kakinya tertupi, apakah kewajiban irkha’-nya tidak harus menyentuh tanah?

Baca entri selengkapnya »

Posted in Pakaian-Penampilan | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Apakah DPP HTI Memfatwakan Kebolehan Menonton Film Porno?

Posted by Farid Ma'ruf pada 5 Mei 2014

Pertanyaan :

Menurut salah satu media online (kemudian menjadi isu yang disebarkan oleh orang-orang yang benci kepada perjuangan Hizbut Tahrir) disebutkan bahwa salah satu pimpinan HTI yaitu Ustadz Syamsuddin Ramadhan telah memfatwakan bolehnya menonton film porno. Apakah benar? Baca entri selengkapnya »

Posted in Harakah, Pakaian-Penampilan | Dengan kaitkata: , , | 1 Comment »

Hukum Menutup Kedua Kaki bagi Wanita

Posted by Farid Ma'ruf pada 21 April 2014

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.

Saya mohon jawaban atas pertanyaan saya jika Anda memiiki waktu, semoga Allah memberkahi Anda.

Pertanyaan dari buku Nizham al-Ijtima’iy:

  1. Dikatakan di dalam buku tersebut halaman 51 baris sebelum terakhir, “dan tidak perlu menutup kedua kaki karena keduanya tertutupi.” Apakah kalimat ini berarti tidak wajibnya mengenakan apa yang menutupi aurat “kedua kaki” di bawah pakaian kehidupan umum?
  2. Halaman 51 baris ke-8 dikatakan, “sebab pakaian luas yang diulurkan ke bawah hingga kedua kaki adalah fardhu.” Tidakkah lafazh “hattâ –hingga-“ disini mengisyaratkan tidak masuknya kedua kaki dalam tutup “jilbab” … Ini dari sisi bahasa. Dan jika tidak, paragraf sebelumnya menegaskan wajibnya menutupi, akan tetapi untuk perbaikan secara bahasa bukankah lebih utama dikatakan “hattâ asfali al-qadamayn -hingga bawah kedua kaki-” lebih dalam?

Semoga Anda diberkahi wahai amir kami. Baca entri selengkapnya »

Posted in Pakaian-Penampilan | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Seputar Batasan Aurat Pria dan Wanita

Posted by Farid Ma'ruf pada 3 Januari 2014

Soal:

Sejauh mana batasan aurat wanita di hadapan pria  dan sebaliknya; termasuk di depan mahram, dan non-mahram? Baca entri selengkapnya »

Posted in Pakaian-Penampilan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Seputar Pakaian Syar’iy untuk Perempuan

Posted by Farid Ma'ruf pada 26 November 2013

Pertanyaan:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Pertanyaan saya tentang hijab, apakah merupakan kewajiban, disertai dalil, atau dahulunya adat kebiasaaan dan diwajibkan untuk membedakan wanita merdeka dari hamba sahaya. (( jadi hijab pada asalnya adalah tasyri’ yang memiliki kandungan bersifat kelas yang tujuannya membedakan wanita merdeka dari hamba sahaya. Dan inilah yang dipahami oleh sahabat. Sebab dahulu Umar bin al-Khaththab (berkeliling di Madinah, maka ketika ia melihat hamba sahaya berhijab maka Umar memukulnya dengan cemetinya yang terkenal sehingga hijab pun jatuh dari kepala hamba sahaya itu, dan Umar berkata: “kenapa hamba sahaya menyerupai wanita merdeka?” Di akhir saya ingin katakan, pada zaman dimana tidak ada tetangga atau hamba sahaya, dan segala puji hanya bagi Allah, dan sebab diulurkannya jilbab telah gugur. Tidak ada sesuatu di dalam al-Quran dan as-Sunnah yang mengatakan bahwa hijab adalah fardhu karena jilbab itu menghalangi fitnah atau untuk menjaga kesucian diri. Orang yang mengatakan ini maka dia berdosa dan telah membuat-buat kedustaan terhadap Allah. Perempuan yang mengenakan hijab disebabkan itu adalah bagian dari adat kebiasaan kaumnya atau masyarakatnya, mka ia tidak melakukan kesalahan, selama ia memahami bahwa memakai hijab bukan merupakan kewajiban dari Allah SWT… Baca entri selengkapnya »

Posted in Pakaian-Penampilan | Dengan kaitkata: , , , | 1 Comment »

Hukum Kontes Kecantikan

Posted by Farid Ma'ruf pada 22 September 2013

Tanya :

Ustadz, mohon dijelaskan hukum kontes kecantikan, seperti Miss World, dll? Baca entri selengkapnya »

Posted in Pakaian-Penampilan | Dengan kaitkata: | 2 Comments »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 983 pengikut lainnya.