<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Konsultasi Islam</title>
	<atom:link href="http://konsultasi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://konsultasi.wordpress.com</link>
	<description>Mengatasi Masalah dengan Syariah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 03:41:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='konsultasi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Konsultasi Islam</title>
		<link>http://konsultasi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://konsultasi.wordpress.com/osd.xml" title="Konsultasi Islam" />
	<atom:link rel='hub' href='http://konsultasi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hukum Mengugugurkan Janin Cacat</title>
		<link>http://konsultasi.wordpress.com/2012/01/09/hukum-mengugugurkan-janin-cacat/</link>
		<comments>http://konsultasi.wordpress.com/2012/01/09/hukum-mengugugurkan-janin-cacat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 09:40:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[aborsi]]></category>
		<category><![CDATA[pengguguran kandungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasi.wordpress.com/?p=1483</guid>
		<description><![CDATA[Tanya : Ustadz, ada kasus janin berusia lima bulan ternyata diketahui cacat (tak mempunyai tempurung otak) lewat foto empat dimensi. Diperkirakan akan ada kesulitan dalam proses kelahiran karena tak ada dorongan dari kepala, dan umurnya pun diperkirakan hanya 24 jam. Bolehkah janin cacat itu digugurkan? Andi, Bogor Jawab : Menggugurkan janin cacat sebagaimana yang ditanyakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=konsultasi.wordpress.com&amp;blog=680636&amp;post=1483&amp;subd=konsultasi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanya :</strong></p>
<p><em>Ustadz, ada kasus janin berusia lima bulan ternyata diketahui cacat (tak mempunyai tempurung otak) lewat foto empat dimensi. Diperkirakan akan ada kesulitan dalam proses kelahiran karena tak ada dorongan dari kepala, dan umurnya pun diperkirakan hanya 24 jam. Bolehkah janin cacat itu digugurkan?</em></p>
<p><em>Andi, Bogor<span id="more-1483"></span></em></p>
<p><strong>Jawab :</strong></p>
<p>Menggugurkan janin cacat sebagaimana yang ditanyakan di atas hukumnya haram. Sebab syara’ telah mengharamkan pengguguran janin yang telah mencapai usia 120 hari (empat bulan), yaitu setelah ditiupkannya ruh (nyawa) pada janin. Hukum ini telah disepakati oleh para fuqaha tanpa ada perbedaan pendapat. (Abdul Qadim Zallum,<em>Hukmu As Syar’i fi Al Istinsakh</em>, hlm. 14; Taqiyuddin An Nabhani, <em>An Nizham Al Ijtima’i fi Al Islam</em>, hlm. 162; Ali Ahmad As Salus, <em>Mausu’ah Al Qadhaya Al Fiqhiyah Al Mu’ashirah</em>, hlm. 701; Ahmad bin Abdullah Adh Dhuwaihi, <em>Al Qawa’id Al Fiqhiyah Al Hakimah Li Ijhadh Al Ajinnah Al Musyawwahah</em>, hlm. 20).</p>
<p>Dalil keharamannya firman Allah SWT (artinya) : “<em>Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan suatu (sebab) yang benar</em>.” (TQS Al An’am [6] : 151).</p>
<p>Ayat ini merupakan dalil umum yang mengharamkan setiap pembunuhan terhadap jiwa (<em>an nafs</em>). Maka dari itu, pengguguran janin cacat yang telah mencapai usia 120 hari (empat bulan) hukumnya haram, karena termasuk dalam pembunuhan yang dilarang dalam ayat ini.</p>
<p>Adapun kecacatan pada janin, menurut kami, tak dapat dijadikan alasan untuk keluar dari hukum haram ini, baik cacat ringan seperti bibir sumbing, jumlah jari kaki atau tangan yang tak normal (kurang/berlebih), maupun cacat berat seperti janin yang dipastikan akan segera mati setelah dilahirkan akibat cacat jantung, paru-paru, atau ginjal. Kecacatan ini, menurut kami, tak dapat dijadikan alasan yang membolehkan pengguguran janin cacat, sebab tak terdapat dalil syar’i yang mendasarinya, baik dalil Alquran ataupun hadits.</p>
<p>Memang sebagian ulama membolehkan menggugurkan janin yang cacat berat jika belum berusia 120 hari, dengan alasan kaidah fiqih : <em>yukhtaru ahwanu as syarrain</em> (dipilih bahaya lebih ringan di antara dua bahaya yang ada). Menurut mereka, kematian janin cacat segera setelah lahir adalah suatu bahaya, sebagaimana menggugurkannya juga suatu bahaya. Maka dipilih menggugurkan sebelum 120 hari karena dianggap lebih ringan bahayanya. (Ali Ahmad As Salus, <em>ibid.,</em> hlm. 701; Ahmad bin Abdullah Adh Dhuwaihi, <em>ibid</em>., hlm. 20).</p>
<p>Pendapat ini tak dapat diterima, sebab terdapat dalil syar’i yang mengharamkan pengguguran janin yang telah berusia 42 (empat puluh dua) hari atau 40 (empat puluh) hari. Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud RA, Rasulullah SAW bersabda,”Jika nutfah telah melalui empat puluh dua malam, Allah mengutus satu malaikat kepadanya, lalu dia membentuk nutfah tersebut, dia membuat pendengarannya, penglihatannya, kulitnya, dan tulang belulangnya…” (HR Muslim). Dalam riwayat lain,”Jika nutfah telah melalui empat puluh malam…”</p>
<p>Hadits ini menunjukkan bahwa permulaan penciptaan janin dan penampakan anggota-anggota tubuhnya seperti mata, telinga, kaki, kuku, tangan, dan sebagainya terjadi setelah nutfah melewati 40 atau 42 malam. Maka menggugurkan janin yang telah mencapai usia ini hukumnya haram, sama haramnya dengan menggugurkan janin yang telah berusia 120 hari. (Taqiyuddin An Nabhani, <em>An Nizham Al Ijtima’i fi Al Islam</em>, hlm. 162).</p>
<p>Namun demikian, jika keberadaan janin dalam kandungan ibu dapat mengakibatkan kematian ibu dan sekaligus kematian janin itu, maka penguguran janin yang mencapai usia 120 hari dibolehkan, baik janin itu cacat maupun tidak cacat, sebab terdapat dalil syar’i yang membolehkannya. Antara lain kaidah fiqih : <em>idzaa ta’aradha mafsadatani ru’iya a’zhamuhuma dhararan birtikabi akhaffihima<strong>.</strong></em> (Jika terdapat dua bahaya yang bertentangan, maka dicari yang lebih besar bahayanya dengan mengambil bahaya yang lebih ringan di antara keduanya). (Imam Suyuthi, <em>Al Asybah wa An Nazha`ir fi Al Furu’</em>, hlm. 87). <em>Wallahu a’lam</em>. (<a href="http://konsultasi.wordpress.com/" target="_blank">www.konsultasi.wordpress.com</a>)</p>
<p>Sumber : <a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2012/01/09/hukum-mengugugurkan-janin-cacat/">http://hizbut-tahrir.or.id/2012/01/09/hukum-mengugugurkan-janin-cacat/</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://konsultasi.wordpress.com/category/kesehatan/'>Kesehatan</a> Tagged: <a href='http://konsultasi.wordpress.com/tag/aborsi/'>aborsi</a>, <a href='http://konsultasi.wordpress.com/tag/pengguguran-kandungan/'>pengguguran kandungan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/konsultasi.wordpress.com/1483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/konsultasi.wordpress.com/1483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/konsultasi.wordpress.com/1483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/konsultasi.wordpress.com/1483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/konsultasi.wordpress.com/1483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/konsultasi.wordpress.com/1483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/konsultasi.wordpress.com/1483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/konsultasi.wordpress.com/1483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/konsultasi.wordpress.com/1483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/konsultasi.wordpress.com/1483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/konsultasi.wordpress.com/1483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/konsultasi.wordpress.com/1483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/konsultasi.wordpress.com/1483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/konsultasi.wordpress.com/1483/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=konsultasi.wordpress.com&amp;blog=680636&amp;post=1483&amp;subd=konsultasi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasi.wordpress.com/2012/01/09/hukum-mengugugurkan-janin-cacat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saya Mudah Cemas</title>
		<link>http://konsultasi.wordpress.com/2011/12/27/saya-mudah-cemas/</link>
		<comments>http://konsultasi.wordpress.com/2011/12/27/saya-mudah-cemas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 00:41:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cemas]]></category>
		<category><![CDATA[kiat mengatasi kecemasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasi.wordpress.com/?p=1469</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum Wr Wb Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi keluarga yang saya hormati. Saya seorang mahasiswi, anak pertama dari empat bersaudara. Kata orang tua saya, saya memiliki kemampuan yang lebih dari adik-adik saya. Hanya saja ada kelemahan dari sifat saya yang kadang menghambat saya untuk mengoptimalkan kemampuan yang saya miliki. Sejak kecil saya mempunyai sifat cemas, takut, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=konsultasi.wordpress.com&amp;blog=680636&amp;post=1469&amp;subd=konsultasi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum Wr Wb</em></p>
<p>Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi keluarga yang saya hormati. Saya seorang mahasiswi, anak pertama dari empat bersaudara. Kata orang tua saya, saya memiliki kemampuan yang lebih dari adik-adik saya. Hanya saja ada kelemahan dari sifat saya yang kadang menghambat saya untuk mengoptimalkan kemampuan yang saya miliki. Sejak kecil saya mempunyai sifat cemas, takut, was-was dalam menghadapi segala sesuatu. Saya sering bingung sendiri dengan sifat yang saya miliki. <span id="more-1469"></span>Semenjak kuliah, saya merasa sedikit lebih tenang apalagi setelah mendalami Islam lebih jauh. Saya sering mendapat nasihat dari teman-teman, orang tua, terutama ibu yang begitu tabah, tenang, dalam menjalani hidup ini. Saya iri kepadanya. Saya selalu berusaha keras untuk mengubahnya. Alhamdulillah sudah lebih baik. Dulu kalau saya melakukan kesalahan sedikit saja, rasa bersalah itu terus mengganggu pikiran. Yang ingin saya tanyakan: Apakah sifat buruk yang saya miliki ini bisa hilang? Bagaimana cara menghilangkannya? Dan bagaimana pula menumbuhkan rasa percaya diri dan sikap optimis dalam diri. Jazakillah untuk nasihatnya.</p>
<p><em>Wassalamu’alaikum Wr Wb</em></p>
<p><strong>AS<br />
</strong>Bandung</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Wa’alaikumsalam Wr Wb</em></p>
<p>AS yang baik,</p>
<p>Rasa takut/cemas adalah salah satu bentuk manifestasi naluri mempertahankan diri (<em>gharizatul baqa&#8217;</em>). Perasaan takut ini pasti ada dalam setiap diri manusia, karena merupakan bagian dari penciptaan-Nya dan secara fitri ada bersama keberadaan manusia. Perasaan takut atau cemas akan muncul kalau ada sesuatu yang memengaruhi seseorang, bisa berupa fisik atau ilusi yang berkaitan dengan naluri tersebut. Misalnya muncul rasa cemas atau takut ketika bertemu dengan binatang buas, atau takut ketika akan ujian, maju ke depan kelas, memimpin suatu rapat karena merasa tidak mampu dan sebagainya. Bila rasa takut ini menimpa seseorang, akan timbul kekacauan dalam berpikir dan hilangnya kemampuan untuk memutuskan sesuatu, yang pada akhirnya menghilangkan konsentrasi dan kemampuan mengidentifikasikan sesuatu. Rasa takut yang paling berbahaya adalah rasa takut yang berasal dari suatu bayangan/ilusi atau sesuatu yang diada-adakan. Misalnya ketakutan pada bayangan pohon di waktu malam dalam kegelapan. Cara memecahkan rasa takut orang-orang seperti mereka ini adalah dengan mengajaknya berpikir secara mendalam dan merasionalkan apa yang ditakuti menjadi sesuatu yang realistis dan dapat diindera, bahwa bayangan pohon tak layak untuk ditakuti sehingga rasa takut menjadi hilang.</p>
<p>AS yang baik,</p>
<p>Pada kondisi-kondisi tertentu, rasa takut itu berguna dan bermanfaat sehingga memang harus ada dan diadakan. Rasa takut terhadap bahaya yang membahayakan adalah sesuatu yang bermanfaat dan harus ada.  Rasa takut kepada Allah dan azab-Nya adalah sesuatu yang penting dan harus ada karena keduanya merupakan pengekang dan penjaga. Oleh karena itu, rasa takut kepada Allah harus ditumbuhkan dalam jiwa disertai macam-macam azab Allah yang akan ditimpakan pada orang yang berbuat maksiat. Dengan begitu manusia akan mengikuti agama-Nya, melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal&#8221;. </em>(TQS. Al-Anfal:2).</p>
<p>AS yang baik,</p>
<p>Ketakutan, kecemasan seperti yang Anda alami seharusnya tidak perlu terjadi. Semuanya itu bisa dihilangkan, jika Anda berusaha sungguh-sungguh. Dan ternyata Anda sudah merasakannya, walaupun mungkin belum 100 persen. Cara yang sudah Anda tempuh cukup baik dan teruskan dengan cara itu. Karena rasa was-was yang berlebihan biasanya karena kurangnya kepasrahan kita pada Allah SWT. Kecemasan yang berlebihan justru akan merugikan diri Anda sendiri. Anda bisa sakit. Ada banyak penyakit fisik yang kadang lebih banyak disebabkan karena faktor psikologis. Usahakan selalu tenang dalam menghadapi sesuatu, berdoa sebelum memulainya dan serahkan semuanya pada Allah SWT. Yakinlah, bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya. Mendekatlah terus pada Allah SWT dengan dzikir dan doa, Anda bisa melakukan amalan-amalan sunnah, seperti shalat tahajjud, membiasakan membaca Alquran, menghafal ayat-ayat, mempelajari dan mengajinya. Insya Allah sifat-sifat buruk yang Anda miliki berangsur akan berkurang dan kemudian hilang. Sifat pesimis, kurang percaya diri biasanya muncul karena adanya rasa cemas, was-was, dan takut. Jadi kalau Anda ingin memiliki rasa kepercayaan diri yang tinggi maka mau tidak mau rasa cemas dan was-was harus dihilangkan. Orang tidak punya kepercayaan diri karena selalu khawatir, was-was dengan kemampuan yang dimilikinya. Padahal belum tentu Anda tidak mampu berbuat seperti apa yang dilakukan orang lain. Jangan katakan tidak bisa sebelum Anda mencobanya.[<a href="http://konsultasi.wordpress.com/" target="_blank">www.konsultasi.wordpress.com</a>]</p>
<p>Sumber : Tabloid Media Umat,  Desember 2011</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://konsultasi.wordpress.com/category/umum/'>Umum</a> Tagged: <a href='http://konsultasi.wordpress.com/tag/cemas/'>cemas</a>, <a href='http://konsultasi.wordpress.com/tag/kiat-mengatasi-kecemasan/'>kiat mengatasi kecemasan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/konsultasi.wordpress.com/1469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/konsultasi.wordpress.com/1469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/konsultasi.wordpress.com/1469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/konsultasi.wordpress.com/1469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/konsultasi.wordpress.com/1469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/konsultasi.wordpress.com/1469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/konsultasi.wordpress.com/1469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/konsultasi.wordpress.com/1469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/konsultasi.wordpress.com/1469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/konsultasi.wordpress.com/1469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/konsultasi.wordpress.com/1469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/konsultasi.wordpress.com/1469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/konsultasi.wordpress.com/1469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/konsultasi.wordpress.com/1469/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=konsultasi.wordpress.com&amp;blog=680636&amp;post=1469&amp;subd=konsultasi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasi.wordpress.com/2011/12/27/saya-mudah-cemas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Mengambil Upah Bekam</title>
		<link>http://konsultasi.wordpress.com/2011/12/27/hukum-mengambil-upah-bekam/</link>
		<comments>http://konsultasi.wordpress.com/2011/12/27/hukum-mengambil-upah-bekam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 00:24:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[upah bekam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasi.wordpress.com/?p=1461</guid>
		<description><![CDATA[Tanya : Ustadz, mohon dijelaskan hukum mengambil upah bekam. (Ibnu Sina, Bantul) Jawab : Ada khilafiyah di kalangan fuqaha mengenai hukum mengambil upah bekam bagi pembekam. Menurut Syaikh Muhammad Mukhtar Syinqithi, dalam kitabnya Ahkam Al Jirahah Al Thibbiyah, hlm. 601-603, terdapat tiga versi pendapat sebagai berikut; Pertama, hukumnya boleh jika pembekamnya budak. Jika pembekamnya orang merdeka (bukan budak), [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=konsultasi.wordpress.com&amp;blog=680636&amp;post=1461&amp;subd=konsultasi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanya :</strong></p>
<p><em>Ustadz, mohon dijelaskan hukum mengambil upah bekam. </em>(Ibnu Sina, Bantul)<span id="more-1461"></span><em></em></p>
<p><strong>Jawab :</strong></p>
<p><span style="direction:ltr;">Ada khilafiyah di kalangan fuqaha mengenai hukum mengambil upah bekam bagi pembekam. Menurut Syaikh Muhammad Mukhtar Syinqithi, dalam kitabnya </span><em>Ahkam Al Jirahah Al Thibbiyah</em><span style="direction:ltr;">, hlm. 601-603, terdapat tiga versi pendapat sebagai berikut; </span><em>Pertama</em><span style="direction:ltr;">, hukumnya boleh jika pembekamnya budak. Jika pembekamnya orang merdeka (bukan budak), hukumnya makruh. Ini pendapat ulama mazhab Hambali. (Imam Shan’ani, </span><em>Subulus Salam</em><span style="direction:ltr;">, 3/80).</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalil pendapat ini antara lain hadits Ibnu Abbas RA, dia berkata, ”Nabi SAW telah berbekam dan beliau pun memberikan kepada pembekam upahnya.” (HR Ahmad, Bukhari, dan Muslim). Hadits ini menunjukkan bolehnya mengambil upah bekam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun, menurut mereka, ini jika pembekamnya budak. Jika pembekamnya orang merdeka, hukumnya makruh. Dalilnya hadits Muhayyishah bin Mas’ud RA, bahwa dia minta izin kepada Nabi SAW untuk melakukan ijarah untuk mengambil upah bekam tapi Nabi SAW melarangnya. Dia terus memohon dan minta izin kepada Nabi SAW hingga beliau bersabda, ”Berilah makan [dengan upah itu] untamu yang kamu gunakan mencari air, atau berilah makan [dengan upah itu] budakmu.” (HR Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut mereka, perintah Nabi memberi makan budak dengan upah bekam, menunjukkan bolehnya budak memakan upah bekam. Dari perintah Nabi ini dapat ditarik kebalikan dari perintah, yaitu larangan (makruh) bagi orang merdeka untuk makan upah bekam. (Ibnu Qudamah, <em>Al-Mughni</em>, 11/122).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Kedua</em>, hukumnya boleh. Ini pendapat ulama mazhab Hanafi, Maliki, dan Syafi’i. Dalilnya sama dengan dalil pendapat pertama, hanya saja mereka tidak mengkhususkan kebolehannya untuk budak. Jadi mengambil upah bekam hukumnya boleh, baik bagi budak maupun orang merdeka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Ketiga</em>, hukumnya haram dan tidak sah. Ini pendapat ulama mazhab Zhahiri, seperti Imam Ibnu Hazm. Dalil keharamannya, menurut mereka, antara lain hadits Rafi’ bin Khudaij RA, dia berkata, ”Sesungguhnya Nabi SAW bersabda, ’Penghasilan pembekam itu buruk (<em>khabits</em>), uang jasa pelacur (<em>mahar baghiy</em>) itu buruk, dan harga anjing (<em>tsaman al kalb</em>) itu buruk.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi). Menurut pendapat ini, hadits tersebut menunjukkan haramnya mengambil upah bekam. Sebab larangan itu asalnya menunjukkan hukum haram. Kata “buruk” (<em>khabits</em>) dalam hadits juga menunjukkan keharaman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut kami, pendapat yang rajih (kuat) adalah pendapat yang memakruhkan mengambil upah bekam, baik pembekamnya orang merdeka maupun budak. Inilah pendapat sebagian ulama, seperti Imam Syaukani dan Imam Taqiyuddin An Nabhani. (Imam Syaukani, <em>Nailul Authar</em>, Beirut: Dar Ibn Hazm, hlm. 1125; Taqiyuddin An Nabhani, <em>Al Nizham Al Iqtishadi fi Al-Islam</em>, hlm. 99).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Imam Taqiyuddin An Nabhani, hadits bahwa “penghasilan pembekam itu buruk (<em>khabits</em>)” tidak menunjukkan keharaman melainkan kemakruhan. Karena ada dalil bahwa Nabi SAW menamakan bawang putih (<em>tsaum</em>) dan bawang merah (<em>bashal</em>) sebagai sesuatu yang buruk (<em>khabits</em>), padahal kedua benda itu hukumnya boleh. (HR Muslim, dari Ma’dan bin Abi Thalhah). Sejalan dengan ini, Imam Syaukani menyatakan penghasilan pembekam itu makruh, karena dalil yang melarang dapat dikompromikan dengan dalil yang membolehkan, seperti tindakan Nabi SAW memberikan upah bekam kepada pembekamnya. (Imam Syaukani,<em>Nailul Authar</em>, hlm. 1126).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Walhasil, mengambil upah bekam hukumnya makruh, bukan haram.  Inilah pendapat yang  rajih karena telah mengompromikan dalil yang membolehkan dengan dalil yang melarang. Kaidah ushul fiqih menyebutkan :<strong><em>i’mal al dalilain aulaa min ihmaliha bil kulliyah</em></strong>. (Mengamalkan dua dalil lebih utama daripada mengabaikan salah satunya secara menyeluruh). (Taqiyuddin An Nabhani, <em>Al Syakhshiyah Al Islamiyah</em>, 2/240). <em>Wallahu a’lam</em>.[<a href="http://konsultasi.wordpress.com/" target="_blank">www.konsultasi.wordpress.com</a>]</p>
<p>Sumber : Tabloid Media Umat, Des 2011</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://konsultasi.wordpress.com/category/ekonomi/'>Ekonomi</a> Tagged: <a href='http://konsultasi.wordpress.com/tag/upah-bekam/'>upah bekam</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/konsultasi.wordpress.com/1461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/konsultasi.wordpress.com/1461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/konsultasi.wordpress.com/1461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/konsultasi.wordpress.com/1461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/konsultasi.wordpress.com/1461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/konsultasi.wordpress.com/1461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/konsultasi.wordpress.com/1461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/konsultasi.wordpress.com/1461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/konsultasi.wordpress.com/1461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/konsultasi.wordpress.com/1461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/konsultasi.wordpress.com/1461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/konsultasi.wordpress.com/1461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/konsultasi.wordpress.com/1461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/konsultasi.wordpress.com/1461/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=konsultasi.wordpress.com&amp;blog=680636&amp;post=1461&amp;subd=konsultasi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasi.wordpress.com/2011/12/27/hukum-mengambil-upah-bekam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah Setiap Bulan Harus Rukyatul Hilal?</title>
		<link>http://konsultasi.wordpress.com/2011/12/11/apakah-setiap-bulan-harus-rukyatul-hilal/</link>
		<comments>http://konsultasi.wordpress.com/2011/12/11/apakah-setiap-bulan-harus-rukyatul-hilal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 13:16:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[asyura]]></category>
		<category><![CDATA[hilal]]></category>
		<category><![CDATA[rukyat]]></category>
		<category><![CDATA[tasuah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasi.wordpress.com/?p=1443</guid>
		<description><![CDATA[Tanya : Ustadz, seperti diketahui ada beberapa ibadah yang terkait dengan rukyatul hilal misalnya puasa Ramadhan, Iedul Fitri, wukuf di Arafah, Iedul Adha, dan puasa ’Asyura (10 Muharram).  Lalu apakah setiap bulan umat Islam wajib melakukan rukyatul hilal? Jawab : Hukum melakukan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan qamariyah adakalanya wajib dan adakalanya sunnah (mandub). [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=konsultasi.wordpress.com&amp;blog=680636&amp;post=1443&amp;subd=konsultasi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanya :</strong></p>
<p>Ustadz, seperti diketahui ada beberapa ibadah yang terkait dengan rukyatul hilal misalnya puasa Ramadhan, Iedul Fitri, wukuf di Arafah, Iedul Adha, dan puasa ’Asyura (10 Muharram).  Lalu apakah setiap bulan umat Islam wajib melakukan rukyatul hilal?<span id="more-1443"></span></p>
<p><strong>Jawab :</strong></p>
<p><span style="direction:ltr;">Hukum melakukan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan qamariyah adakalanya wajib dan adakalanya sunnah (mandub). Hukumnya wajib secara fardhu kifayah jika terkait dengan ibadah-ibadah yang hukumnya wajib, seperti puasa Ramadhan dan ibadah haji.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Maka wajib hukumnya melakukan rukyatul hilal pada malam ke-30 bulan Sya’ban untuk menentukan awal bulan Ramadhan guna melaksanakan puasa Ramadhan. Wajib pula rukyatul hilal pada malam ke-30 bulan Ramadhan untuk mengakhiri puasa Ramadhan serta menentukan awal bulan Syawwal guna merayakan Iedul Fitri, serta malam ke-30 bulan Zulqa’dah untuk menentukan awal bulan Zulhijjah guna melaksanakan ibadah haji, seperti wukuf di Arafah tanggal 9 Zulhijjah, juga untuk menentukan hari raya Iedul Adha tanggal 10 Zulhijjah. (Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, Juz XXII hlm. 13; Bakar bin Abdullah Abu Zaid, Hukm Itsbat Awa`il As Syahr Al Qamari wa Tauhid Ar Ru`yah, hlm. 7).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalil wajibnya melakukan rukyatul hilal ini adalah kaidah fiqih :</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>ما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Maa laa yatimmul wajibu illa bihi fahuwa wajib.&#8221; (Jika sebuah kewajiban tidak terlaksana kecuali dengan sesuatu, maka sesuatu itu wajib pula hukumnya). (Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, Juz XXII hlm. 13).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Adapun jika terkait dengan ibadah-ibadah yang hukumnya sunnah, seperti puasa Tasu`a tanggal 9 Muharram, atau puasa ’Asyura tanggal 10 Muharram, atau puasa sunnah tanggal 13, 14, dan 15 pada setiap bulan qamariyah, maka rukyatul hilal hukumnya sunnah. Syaikh Bakar bin Abdullah Abu Zaid dalam kitabnya Hukm Itsbat Awa`il As Syahr Al Qamari wa Tauhid Ar Ru`yah berkata,”Jika ibadah hukumnya sunnah, maka melakukan rukyatul hilal hukumnya juga sunnah, sebab hukum untuk sarana itu mengikuti hukum tujuan (al wasa`il lahaa ahkam al ghayat). Maka jika dilakukan rukyatul hilal, itu baik. Jika tidak, maka patokan ibadah sunnah ialah istikmal (menggenapkan) bulan sebelumnya.” (Bakar bin Abdullah Abu Zaid, Hukm Itsbat Awa`il As Syahr Al Qamari wa Tauhid Ar Ru`yah, hlm. 7).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalil sunnahnya melakukan melakukan rukyatul hilal tersebut adalah kaidah fiqih :</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>الوسائل تتبع المقاصد في أحكامها</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Al wasa`il tattabi’ al maqashid fi ahkaamihaa.&#8221; (Segala jalan/perantaraan itu hukumnya mengikuti hukum tujuan). (Muhammad Shidqi Al Burnu, Mausu’ah Al Qawa’id Al Fiqhiyah, XII/199). Kaidah ini menerangkan bahwa hukum untuk wasilah (jalan/perantaraan) itu sama dengan hukum untuk tujuan. Berdasarkan kaidah ini, rukyatul hilal untuk ibadah sunnah itu hukumnya sunnah. Sebab rukyatul hilal dianggap sebagai wasilah yang akan mengantarkan pada ibadah-ibadah sunnah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan penjelasan ini, maka melakukan rukyatul hilal hukumnya fardhu kifayah untuk menentukan masuknya bulan Ramadhan, Syawal, dan Zulhijjah. Adapun rukyatul hilal untuk bulan-bulan yang lain, seperti bulan Muharram, Rajab, dan sebagainya hukumnya sunnah, tidak wajib.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagian ulama mewajibkan rukyatul hilal untuk menentukan masuknya bulan-bulan haram (al asyhur al hurum), karena terkait dengan larangan berperang bagi kaum muslimin untuk berperang pada bulan-bulan haram (QS Al Baqarah [2] : 217), yakni bulan Zulqa’dah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab. (Fahad bin Ali Al Hasun, Dukhul Al Syahr Al Qamari Baina Ru`yat Al Hilal wa Al Hisab Al Falaki, hlm. 11).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun menurut kami, rukyatul hilal ini hukumnya tidak wajib, sebab menurut Imam Taqiyuddin An Nabhani larangan berperang pada bulan-bulan haram itu telah dinasakh (dihapus) oleh ayat-ayat perang sehingga larangan tersebut tidak berlaku lagi bagi kaum muslimin saat ini. (Taqiyuddin An Nabhani, Ad Daulah Al Islamiyah, hlm. 61). Wallahu a’lam. (<a href="http://konsultasi.wordpress.com/" target="_blank">www.konsultasi.wordpress.com</a>)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yogyakarta, 11 Desember 2011</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Muhammad Shiddiq Al-Jawi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Source : http://khilafah1924.org/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=806&amp;Itemid=1</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://konsultasi.wordpress.com/category/ibadah/'>Ibadah</a> Tagged: <a href='http://konsultasi.wordpress.com/tag/asyura/'>asyura</a>, <a href='http://konsultasi.wordpress.com/tag/hilal/'>hilal</a>, <a href='http://konsultasi.wordpress.com/tag/rukyat/'>rukyat</a>, <a href='http://konsultasi.wordpress.com/tag/tasuah/'>tasuah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/konsultasi.wordpress.com/1443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/konsultasi.wordpress.com/1443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/konsultasi.wordpress.com/1443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/konsultasi.wordpress.com/1443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/konsultasi.wordpress.com/1443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/konsultasi.wordpress.com/1443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/konsultasi.wordpress.com/1443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/konsultasi.wordpress.com/1443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/konsultasi.wordpress.com/1443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/konsultasi.wordpress.com/1443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/konsultasi.wordpress.com/1443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/konsultasi.wordpress.com/1443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/konsultasi.wordpress.com/1443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/konsultasi.wordpress.com/1443/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=konsultasi.wordpress.com&amp;blog=680636&amp;post=1443&amp;subd=konsultasi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasi.wordpress.com/2011/12/11/apakah-setiap-bulan-harus-rukyatul-hilal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jika Kehilangan Semangat Hidup</title>
		<link>http://konsultasi.wordpress.com/2011/12/07/jika-kehilangan-semangat-hidup/</link>
		<comments>http://konsultasi.wordpress.com/2011/12/07/jika-kehilangan-semangat-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 00:45:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Farid Ma'ruf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[pesimis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://konsultasi.wordpress.com/?p=1472</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum Wr. Wb. Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati, Saya mempunyai sahabat yang sangat mempercayai saya. Ia selalu menumpahkan keluhan-keluhan dan membagi kebahagiaannya kepada saya. Suatu saat ia mengeluh dan menceritakan masalahnya pada saya. Sebagai seorang teman saya harus membantunya. Karena bingung harus berbuat apa, maka saya minta bantuan dan saran dari ibu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=konsultasi.wordpress.com&amp;blog=680636&amp;post=1472&amp;subd=konsultasi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Assalaamu&#8217;alaikum Wr. Wb.</em></p>
<p>Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati, Saya mempunyai sahabat yang sangat mempercayai saya. Ia selalu menumpahkan keluhan-keluhan dan membagi kebahagiaannya kepada saya. Suatu saat ia mengeluh dan menceritakan masalahnya pada saya. Sebagai seorang teman saya harus membantunya. Karena bingung harus berbuat apa, maka saya minta bantuan dan saran dari ibu. Sahabat saya merasa tidak pernah diperhatikan oleh orang tua dan kakak-kakaknya. Mereka tidak pernah memberikan dorongan, memotivasi untuk maju. <span id="more-1472"></span>Kondisi ini membuat sahabat saya menjadi putus asa. Apa yang telah dilakukannya tidak pernah mendapat perhatian atau penghargaan dari orang-orang di sekitarnya. Pernah suatu ketika dia mengatakan kalau sudah tidak kuat lagi hidup di dunia ini. Saya sudah menasihatinya agar tidak berkata begitu, karena Islam tidak menghendaki sikap yang demikian.  Apa yang harus saya lakukan untuk membangkitkan semangat sahabat saya dalam menjalani hidup ini? Jazakillah untuk penjelasannya.</p>
<p><em>Wassalamu&#8217;alaikum Wr.Wb.</em></p>
<p>UK<br />
Jakarta</p>
<p><em>Wa’alaikumsalam Wr.Wb</em></p>
<p>UK yang baik,</p>
<p>Insya Allah saya bisa memahami masalah yang sedang dihadapi sahabat Anda. Sesama Muslim adalah saudara. Diperintahkan pada masing-masing kita untuk saling menasihati, dan membantu menyelesaikan keperluan-keperluannya.</p>
<p><em>&#8220;Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, tidak boleh menganiayanya dan tidak boleh menyerahkannya (kepada musuhnya); siapa yang membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan (membalas) membantu keperluannya dan barangsiapa yang membebaskan kesusahan seorang Muslim, maka lantaran itu Allah akan membebaskannya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan Hari Kiamat: dan barangsiapa menutupi cacat seorang Muslim, maka Allah pun akan menutupi cacatnya kelak di Hari Kiamat&#8221;.</em><em>(HR. Bukhari dan Muslim)</em></p>
<p>UK yang baik,</p>
<p>Dalam kehidupan sehari-hari, perhatian dan penghargaan memang diperlukan. Saya bisa merasakan bagaimana sedihnya orang yang tidak pernah mendapatkan kedua hal itu. Memberikan perhatian dan penghargaan adalah salah satu teknik yang cukup baik untuk memotivasi seseorang. Penghargaan tidak mesti harus berupa materi (benda). Perhatian merupakan bentuk penghargaan yang kadang-kadang dirasakan lebih bernilai daripada pemberian materi. Terutama perhatian yang diperoleh dari orang-orang terdekat, seperti orang tua, saudara-saudara, guru atau teman-teman.</p>
<p>UK yang baik,</p>
<p>Motivasi adalah dorongan yang ada pada seseorang untuk melakukan sesuatu. Ada dua macam jenis motivasi. <em>Pertama<strong>, </strong></em>adalah motivasi yang muncul dari dalam diri kita sendiri karena adanya kesadaran tentang pentingnya aktivitas yang kita lakukan. <em>Kedua,</em> adalah motivasi yang muncul karena faktor luar. Misalnya Anda giat mempelajari Islam karena dorongan orang tua. Walhasil jika tidak diingatkan orang tua, maka Anda malas melakukannya. Motivasi yang muncul karena faktor luar ini sifatnya sangat lemah, walaupun kadang diperlukan jika motivasi sedang menurun. Yang terbaik adalah motivasi yang muncul karena kesadaran bahwa seseorang itu mesti maju, berubah, berprestasi menjadi lebih baik dan sebagainya. Motivasi yang muncul karena kesadaran ini akan mudah dibangun, jika kita punya keyakinan yang kuat bahwa hidup ini adalah ibadah. Seluruh aktivitas positif yang kita lakukan akan bernilai ibadah. Jadi, kenapa mesti malas, putus asa, tidak sungguh-sungguh dalam melakukan suatu kebaikan.</p>
<p>UK yang baik,</p>
<p>Perhatian dan penghargaan dari orang-orang di sekitar kita memang kadang diperlukan. Tapi selagi itu tidak ada, maka keinginan kita untuk menjadi lebih baik harus tetap tertanam pada diri kita masing-masing. Seorang Muslim yang baik mesti punya prestasi, sekecil apapun. Ia mesti kreatif dan mampu mengoptimalkan segala kelebihan yang dimilikinya. Sampaikan kepada sahabat Anda, bahwa apa yang sudah dilakukan harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan. Jangan mudah putus asa dalam menghadapi kehidupan ini. Keputusasaan akan mendatangkan kesia-siaan, bukan perubahan ke arah yang lebih baik. Orang yang putus asa biasanya tidak akan berbuat apa-apa. Putus asa dalam menjalani kehidupan ini tidak dibenarkan dalam ajaran Islam. Kita mesti selalu optimis dengan apa yang kita hadapi.</p>
<p><em>&#8220;Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin ini, bahwa urusannya itu semuanya ada kebaikannya, dan yang demikian itu tidak dimiliki oleh siapapun kecuali orang mukmin, yaitu jika ia mendapatkan kegembiraan, ia bersyukur dan itu adalah suatu kebaikan baginya; dan jika mendapatkan musibah ia sabar dan itu pun satu kebaikan baginya&#8221;. (HR. Muslim)[</em><a href="http://konsultasi.wordpress.com/" target="_blank">www.konsultasi.wordpress.com]</a></p>
<p>Sumber : Tabloid Media Umat, Desember 2011</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://konsultasi.wordpress.com/category/ijtimai/keluarga/'>Keluarga</a> Tagged: <a href='http://konsultasi.wordpress.com/tag/pesimis/'>pesimis</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/konsultasi.wordpress.com/1472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/konsultasi.wordpress.com/1472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/konsultasi.wordpress.com/1472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/konsultasi.wordpress.com/1472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/konsultasi.wordpress.com/1472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/konsultasi.wordpress.com/1472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/konsultasi.wordpress.com/1472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/konsultasi.wordpress.com/1472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/konsultasi.wordpress.com/1472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/konsultasi.wordpress.com/1472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/konsultasi.wordpress.com/1472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/konsultasi.wordpress.com/1472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/konsultasi.wordpress.com/1472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/konsultasi.wordpress.com/1472/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=konsultasi.wordpress.com&amp;blog=680636&amp;post=1472&amp;subd=konsultasi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://konsultasi.wordpress.com/2011/12/07/jika-kehilangan-semangat-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5db4c5e4e99c900e96651e7e7268e5a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faridm</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
