Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Adakah Ijtihad pada Nash-nash Qath’iy Dilalah?

Posted by Farid Ma'ruf pada 21 April 2014

Pertanyaan:

Di dalam buku Nizhâm al-Islam dinyatakan:

“Karena itu, tujuan-tujuan luhur untuk menjaga entitas masyarakat bukan berasal dari buatan manusia, akan tetapi dari perintah-perintah dan larangan-larangan Allah. Dan itu bersifat tetap tidak berubah dan berevolusi. Penjagaan atas jenis manusia, penjagaan atas akal, penjagaan atas kehormatan manusia, penjagaan atas jiwa manusia, penjagaan atas kepemilikan individu, penjagaan atas agama, penjagaan atas keamanan, penjagaan atas negara, semua itu merupakan tujuan-tujuan luhur yang bersifat tetap untuk menjaga entitas masyarakat, tidak ada perubahan dan perkembangan.”

Pertanyaan: tidakkah ada ijtihad-ijtihad di konstitusi untuk mengubah beberapa teks sementara dinyatakan di teks tersebut tidak ada perubahan dan perkembangan? Saya mohon penjelasan hal itu semoga Allah memberkahi Anda dan menolong Anda. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ushul Fikh | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Pernyataan Sultan Brunei Berniat Terapkan Syariah

Posted by Farid Ma'ruf pada 21 April 2014

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.

Saya mohon jawaban atas pertanyaan saya jika Anda memiiki waktu, semoga Allah memberkahi Anda. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Sanksi dan Hukum | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Hukum Menutup Kedua Kaki bagi Wanita

Posted by Farid Ma'ruf pada 21 April 2014

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.

Saya mohon jawaban atas pertanyaan saya jika Anda memiiki waktu, semoga Allah memberkahi Anda.

Pertanyaan dari buku Nizham al-Ijtima’iy:

  1. Dikatakan di dalam buku tersebut halaman 51 baris sebelum terakhir, “dan tidak perlu menutup kedua kaki karena keduanya tertutupi.” Apakah kalimat ini berarti tidak wajibnya mengenakan apa yang menutupi aurat “kedua kaki” di bawah pakaian kehidupan umum?
  2. Halaman 51 baris ke-8 dikatakan, “sebab pakaian luas yang diulurkan ke bawah hingga kedua kaki adalah fardhu.” Tidakkah lafazh “hattâ –hingga-“ disini mengisyaratkan tidak masuknya kedua kaki dalam tutup “jilbab” … Ini dari sisi bahasa. Dan jika tidak, paragraf sebelumnya menegaskan wajibnya menutupi, akan tetapi untuk perbaikan secara bahasa bukankah lebih utama dikatakan “hattâ asfali al-qadamayn -hingga bawah kedua kaki-” lebih dalam?

Semoga Anda diberkahi wahai amir kami. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Pakaian-Penampilan | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Takut Mati

Posted by Farid Ma'ruf pada 20 April 2014

Assalaamu’alaikum Wr.Wb

Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati. Saya kok merasa ajal saya sudah dekat, apakah wajar jika seseorang takut mati? Saya masih muda, anak saya masih kecil-kecil. Saya sering ketakutan sendiri, jika saya meninggal siapa yang akan merawat anak-anak saya. Terkadang saya juga takut jika anak-anak atau suami meninggal duluan. Pikiran saya sering tidak karuan. Apakah karena saya jauh dari Allah, sehingga setan dengan mudah mengacak-acak pikiran saya. Wajar nggak sih takut dengan kematian? Mohon pencerahan. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Psikologi | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Hukum Chatting Dengan Non Mahram Via Sosmed

Posted by Farid Ma'ruf pada 20 April 2014

Tanya :

Ustadz, mohon dijelaskan hukum syara’ seputar chatting antara laki-laki dengan perempuan non mahram di dunia maya via sosmed seperti Facebook, Twitter, WhatssApp!

Fatih, Depok Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Pergaulan Pria-Wanita | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Hukum Seputar Gambar dan Patung

Posted by Farid Ma'ruf pada 17 April 2014

Tanya :

Ustadz, apa hukumnya menggambar makhluk bernyawa dan memanfaatkan gambar tersebut?

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Seni dan Budaya | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Memakan Ikan yang Diberi Makan dengan Najis, Bolehkah?

Posted by Farid Ma'ruf pada 15 April 2014

Tanya : 

Ustadz, bolehkah kita makan ikan yang diberi makan dengan barang najis, misalnya kotoran hewan, kotoran manusia, bangkai, dsb?

Ihsan, Bogor Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Makanan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Hukum Menjadi PNS di Negara Demokrasi

Posted by Farid Ma'ruf pada 14 April 2014

Pertanyaan :

Apakah bekerja sebagai PNS otomatis dianggap terlibat dalam sistem kufur? Apakah haram status PNS pada sistem pemerintahan demokrasi seperti saat ini?

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Ekonomi | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 929 pengikut lainnya.