Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

UCAPAN SHADAQALLAHUL ‘AZHIEM SELESAI MEMBACA AL-QUR`AN

Posted by Farid Ma'ruf pada 13 Januari 2007

Soal : Bagaimana hukum membaca shadaqallahul ‘azhiem setelah selesai membaca Al-Qur`an? Saya tidak menemukan haditsnya dan juga sering ditanya orang tentang hal itu. (Muhammad Ali)

 Jawab :

            Sejauh pengetahuan kami, tidak ada ayat Al-Qur`an dan hadits Nabi SAW yang secara khusus memerintahkan ucapan shadaqallahul ‘azhiem selesai membaca Al-Qur`an. Namun demikian, hukumnya boleh, sebab ucapan tersebut hanyalah ungkapan untuk mengagungkan (ta’zhim) dan membenarkan (tashdiq) Al-Qur`an. Ucapan ini termasuk dalam adat kebiasaan (‘urf) yang tidak bertentangan dengan syara’, sehingga boleh diamalkan.

            Ucapan shadaqallahul azhiem berarti “Maha Benar Allah Yang Maha Agung [dengan segala firman-Nya]”. Mengucapkannya selesai membaca Al-Qur`an adalah boleh, karena merupakan salah satu cara untuk mengagungkan (ta’zhim) dan membenarkan (tashdiq) Al-Qur`an. Kebolehan ini berdasarkan dalil-dalil umum berikut ini, antara lain :

Pertama, firman Allah SWT (artinya) :

 

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS Al-Hajj [22] : 32)

 

Ayat ini menunjukkan keharusan mengagungkan syiar-syiar Allah. Yang dimaksud syiar-syiar Allah (sya’aa-irullah) adalah tanda-tanda agama Allah (a‘laamu diinillah), termasuk Al-Qur`an (Lihat Al-Habib Abdullah bin Husain, Is’adur Rafiq, II/11-12). Dengan demikian, mengagungkan Al-Qur`an (ta’zhim Al-Qur`an) termasuk dalam perbuatan mengagungkan syiar-syiar Allah yang merupakan tuntutan dalam agama Islam. Mengagungkan Al-Qur`an bisa dilakukan dengan perbuatan, misalnya meletakkan mushaf Al Qur`an di tempat yang bersih dan mulia, juga bisa dengan perkataan, misalnya dengan ucapan shadaqallahul azhiem.

Kedua, Nabi SAW bersabda,”Agama itu adalah nasihat. Kami [para shahabat] berkata,’Bagi siapa?’ Nabi SAW berkata,’Bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi Rasul-Nya, bagi imam-imam kaum muslimin, dan umumnya kaum muslimin.” (HR. Muslim, dari Tamim Ad-Dary RA). Imam Nawawi dalam kitanya At-Tibyan fi Adab Hamalah Al-Quran, menjelaskan bahwa maksud “nasihat bagi Kitabullah (Al-Qur`an)” antara lain adalah mengimaninya, mengagungkannya (ta’zhimuhu), membacanya dengan baik, membenarkan segala isinya (tashdiq bimaa fiihi), dan mengamalkan hukum-hukumnya. (Lihat Imam Nawawi, At-Tibyan fi Adab Hamalah Al-Quran, dalam Syaikh Hasanain M. Makhluf, hamisy [catatan pinggir] kitab Tafsir wa Bayan Kalimat Al-Qur`an, hal. 544). Hadits ini juga menunjukkan keharusan mengagungkan dan membenarkan isi Al-Qur`an. Hal ini bisa dilakukan dengan beragam cara dan sarana, di antaranya dengan ucapan shadaqallahul azhiem.

            Dengan demikian, boleh hukumnya mengucapkan shadaqallahul ‘azhiem selesai membaca Al-Qur`an, berdasarkan dalil-dalil umum di atas, sebagai salah satu cara untuk mengagungkan Al-Qur`an atau membenarkan segala isi Al-Qur`an.

Namun tentunya, tidaklah cukup mengagungkan dan membenarkan Al-Qur`an hanya dengan mengucapkan kalimat shadaqallahul ‘azhiem. Apa artinya kita selalu mengucapkan kalimat itu tapi di saat yang sama kita tidak mengamalkan hukum-hukum Al-Qur`an, dan malah mengamalkan hukum-hukum thaghut (hukum kafir) warisan penjajah? Camkan dan renungkan.

 
Yogyakarta, 25 Maret 2005

 Muhammad Shiddiq Al-Jawi
 

Satu Tanggapan to “UCAPAN SHADAQALLAHUL ‘AZHIEM SELESAI MEMBACA AL-QUR`AN”

  1. khair said

    Assalamu’alaikum…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: