Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

ANTARA MANI DAN MADZI

Posted by Farid Ma'ruf pada 18 Januari 2007

Tanya :

Ustadz yang harus mandi itu kalau keluar mani atau madzi? Seperti apa bedanya antara mani dan madzi itu? (0274-7407580)

Jawab :

Yang mengharuskan mandi itu adalah jika keluar mani, bukan madzi, baik mani itu keluar karena bersenggama (jima’), mimpi, maupun onani (istimna`). Diriwayatkan oleh Abu Sa’id al-Khudri RA bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Sesungguhnya air itu adalah dari air.” (innama al-maa`u min al-maa`i) (HR Muslim) (Taqiyuddin al-Husaini, Kifayatul Akhyar, I/37). Maksud hadits tersebut, sesungguhnya mandi itu adalah karena keluarnya mani.

Jika yang keluar adalah madzi, cukup dibasuh, tidak wajib mandi. Namun keluarnya madzi membatalkan wudhu. Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib RA,”Aku adalah seorang laki-laki yang sering mengeluarkan madzi, tapi aku malu bertanya kepada Rasulullah SAW karena kedudukan puteri beliau [sebagai isteriku]. Maka aku memerintahkan Miqdad bin Al-Aswad al-Kindi untuk bertanya kepada Rasulullah SAW. Maka berkatalah Rasulullah SAW,”[Hendaklah dia] membasuh zakarnya dan berwudhu.” (HR Bukhari dan Muslim) (Taqiyuddin al-Husaini, Kifayatul Akhyar, I/32).

Mani beda dengan madzi. Kalau madzi, adalah cairan yang keluar karena rangsangan seksual. Sedangkan mani adalah cairan yang mempunyai 3 (tiga) ciri khas yang membedakannya dengan madzi (dan juga wadi). Pertama, mempunyai bau yang khas yang agak kuat. Jika sudah kering baunya seperti telur. Kedua, keluar dengan cara terpancar, dengan beberapa kali pancaran/hentakan. Ketiga, keluarnya disertai dengan rasa nikmat, yang diikuti dengan redanya syahwat. Jika salah satu dari tiga ciri ini terwujud, tidak harus ketiga-tiganya, sudah cukup suatu cairan disebut mani. (Taqiyuddin al-Husaini, Kifayatul Akhyar, I/37).

 

Sedangkan wadi, adalah cairan yang keluar pada saat kencing. Wadi membatalkan wudhu sebagaimana madzi. Madzi dan wadi adalah najis, sedangkan mani suci. (Lihat Syaikh Ali ar-Raghib, Ahkamush Shalat, Bab Mandi Besar (al-ghuslu) dan bab Macam-Macam Najis (al-najasat). Wallahu a’lam.[ ]

 

Yogyakarta, 13 Nopember 2006

 

Muhammad Shiddiq al-Jawi

7 Tanggapan to “ANTARA MANI DAN MADZI”

  1. ferdy said

    Assalamualaikum,
    Saya sudah berusia 25 thn, saat ini nafsu saya sedang bergejolak, saya sering melakukan onani, tetapi saya selalu menyesal akan hal itu, saya terpengaruh dengan internet, saya sering tergoda membuka situs-situs yang ngak benar, saya mau tanya, bagaimana cara saya mencegah kebiasaan buruk tersebut,
    terima kasih atas jawabannya,
    Wassalam
    ferdy_uh@yahoo.com

  2. qiqi said

    Assalamu’alaikum,Ustadz.

    Terkadang saya berfikir karena ingin tahu alasan2nya, maksudku jika ada orang yang bertanya tentang(dalam hal ini) alasannya, sya bisa menjawabnya.
    berikut beberapa pertanyaan, p. Ustadz. :
    1. tentang madzi dan wadi, apa perbedaan darikeduanya?
    2. P.Ustadz,jika tiba2 bangun dari tidur ternyata ada sesuatu yang terasa basah dicelana/baju tidur, padahal selama tidur seingat saya tidak bermimpi seperti itu.Tapi karena saya khawatir itu mani, maka saya cepat untuk mandi besar.
    Beri petunjuk:apakah saat kita tidur dan bermimpi sehingga keluar mani, maka kita akan bangun dari tidurnya sesaat bersamaan dengan keluarnya mani ??apakah ini benar
    3. Jika sesuatu yang najis maka harus disucikan, klo madzi dan wadi hal yang najis maka mensucikannya dengan wudhu,tapi kenapa mani yang suci harus mandi besar,alasannya karena apa P.Ustadz?

    Terimakasih atas jawabannya.
    Wassalamu’alaikum.

  3. qiqi said

    Oh ya pa ustadz. berikut email saya, jika p.ustadz akan mengirm jawaban atas pertanyaan saya
    qiqi_comps@yahoo.com

  4. sadip_ta said

    Assalamualaikum

    saya igin mengetahui mengenai onani/masturbasi, mani, mazdi, wadi namun versi wanita. mohon penjelasannya,,,lgsg ke email saya

    terima kasih

  5. rohman said

    salam, saya sering mengeluarkan madzi, sehingga saya melas sekali sholat, karena tiap kali saya ganti celana dalm, sebentar2 mengeluarkan madzi, namun saya ingin melakukan sholat, bagaimana jika saya sedang keluar kerja, apakah setiap saya sholat saya harus berganti celana dalm terus, bukankah itu sangat merepotkan?
    mohon penjelasannya
    salam

  6. putra said

    pa ustad’ bisa g madzi keluar bersamaan dengan sperma walaupun sedikit? apakah harus mandi wajib?
    bgaimana xlo cairan itu membekas d celana jika caiarn sudah kering/masih basah, apakah sholatnya sah?
    xlo kita sudah mandi wajib, ketika sholat cairan itu keluar lagi, apakah harus mengulang shaltny lgi?

    mohon jalan keluarnya ustad

  7. hidayat said

    assalamu’alaikum, pak ustad apakah madzi itu membatalkan puasa?? kalau memang iya tolong tunjukkan hadist yang shohih megenai hal tersebut. terimakasih.
    assalamu’alaikum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: