Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Bertemu Dengan Nabi

Posted by Farid Ma'ruf pada 19 Januari 2007

Soal: 1. mohon dijelaskan tentang hadist Nabi berikut ini :

“Barang siapa yang melihat aku dalam mimipi, maka ia akan melihatku dalam keadaan jaga.” [HR Bukhari].

2. Saya baca dalam kitab Al mizanulkubro as – Sya’roni, bahwa Syaikh Jalaluddin Suyuthi bertemu dengan Nabi dalam keadaan jaga sebanyak 75 kali, apakah khobar itu shohih, mohon penjelasan.

Jawab: 1. Hadits-hadits yang berbicara tentang mimpi bertemu dengan Rasulullah Saw kebanyakan shahih. Demikian juga matan hadits yang menyatakan bahwa setan tidak akan mampu menyerupai wajah Rasulullah Saw. Sudah semestinya kita sebagai seorang muslim membenarkan isi yang terdapat di dalam hadits-hadits shahih, dan harus menyakini sekiranya hadits tersebut mutawatir. Akan tetapi, para ulama telah mendiskusikan persoalan mimpi bertemu Rasulullah Saw dan Rasulullah Saw tidak bias diserupai oleh setan. Saya memegang satu pendapat yang menyatakan bahwa seseorang yang mengaku mimpi bertemu dengan Rasulullah Saw tidak bisa diyakini kebenarannya, alias diragukan; kecuali jika orang tersebut pernah melihat dan bertemu dengan Rasulullah Saw? Yakni pada masa shahabat ra. Pertanyaan kritisnya adalah, Bagaimana orang tersebut (orang yang mimpi ketemu Rasulullah Saw) bias menyatakan dan menyakini bahwa ia bertemu dengan Rasulullah saw? Padahal dirinya belum pernah melihat Rasulullah Saw? Kita baru yakin bahwa orang tersebut memang mimpi bertemu dengan Rasulullah Saw, jika ia memang pernah melihatnya, dan kita juga pernah melihatnya. Adapun bagi orang yang belum pernah bertemu dengan Rasulullah Saw, tidak ada satupun bukti ataupun ukuran yang bisa digunakan untuk menilai, apakah yang ia jumpai di dalam mimpi itu benar-benar Rasulullah saw, atau bukan, atau sekedar mengaku-aku Rasulullah Saw saja.

Pada dasarnya, mimpi bertemu Rasulullah Saw yang dialami oleh generasi setelah shahabat, hingga sekarang, tidak bisa dibuktikan secara menyakinkan, dan kita harus menolak klaim orang yang mimpi bertemu dengan Rasulullah Saw. Sebab, mereka memang belum pernah melihat Rasulullah Saw. Bagaimana dirinya bisa menyatakan bahwa ia telah melihat dan bertemu dengan Rasulullah Saw –di dalam mimpi, sedangkan dirinya tidak pernah mengetahui bentuk jisim dari Rasulullah Saw? Lantas, darimana dia bisa menyatakan bahwa yang dijumpainya dalam mimpi itu adalah Rasulullah, sedangkan bertemu saja belum pernah? (lihat diskusi ini di dalam Fath al-Baariy, al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalaniy).

2. Khabar tersebut banyak dikritik kebenarannya. Adapun jika benar, bahwa Imam Suyuthi pernah mengaku bertemu dengan Rasulullah Saw dalam keadaan jaga sebanyak 75 kali, maka klaim Imam Suyuthi tersebut harus ditolak, sebab, beliau belum pernah melihat bentuk fisik dari Rasulullah Saw. Bagaimana beliau bisa menyatakan bahwa yang ditemuinya dalam mimpi itu adalah Rasulullah Saw, apa dan buktinya bahwa orang tersebut benar-benar Rasulullah Saw, sedangkan beliau belum pernah bersua dengan Rasulullah Saw. [Tim Konsultan Ahli Hayatul Islam (TKAHI)]

Iklan

9 Tanggapan to “Bertemu Dengan Nabi”

  1. […] 1. Bertemu dengan Nabi […]

  2. […] Terbaru Syariah Publications… on Bertemu Dengan NabiYudhi on Kirim PertanyaanIke Diah B on Kirim Pertanyaanhafizh on Seputar Yesus, Jin, […]

  3. ajigerok said

    cobalah melihat dengan hati agar pandangan anda menjadi luas. jgn dengan logika akal pikiran. Mimpi bertemu dengan nabi itu adalah bener adanya. yang terpenting dari hal tersebut adalah sesudahnya, apakah setelah orang yg bertemu dengan nabi menjadi berubah lebih baik atau tidak. Hal yang membenarkan kita berjumpa dengan nabi berasal dari bagian dari diri kita, yaitu Qalbu.

  4. williamz said


    jigerok Berkata:
    Desember 16, 2007 pada 7:06 pm

    cobalah melihat dengan hati agar pandangan anda menjadi luas. jgn dengan logika akal pikiran. Mimpi bertemu dengan nabi itu adalah bener adanya. yang terpenting dari hal tersebut adalah sesudahnya, apakah setelah orang yg bertemu dengan nabi menjadi berubah lebih baik atau tidak. Hal yang membenarkan kita berjumpa dengan nabi berasal dari bagian dari diri kita, yaitu Qalbu.


    betul! xi..xi..xi…

  5. babad150f said

    Saya mau tanya
    Bukan mau mencela,mohon di jawab,
    Sejak kapan anda masuk islam?

  6. princessay said

    Mimpi bertemu Rasulullah memang kontroversial..Hanya orang2 yang pernah merasakan yang akan dapat meyakininya..Alhamdulillah saya pernah bermimpi bertemu beliau..Dan saya kurang tertarik utk menceritakan kpd yang belum pernah merasakan,,karena adalah wajar jika yang belum merasakan akan berpikir negatif ttg hal itu..

  7. molly said

    Oleh kerana kita tidak pernah bermimpi bertemu rasul tidak semestinya mimpi orang lain bertemu rasul tidak benar tetapi mimpi itu harusla mimpi yang menunjuk ke arah kebaikkan atau pun membawa kebaikkan atau petunjuk..Jika mimpi bertemu rasullullah sedang tengok wayang atau berpesta sudah tentu la amat memusykilkan.

    Tetapi mimpi bertawaf bersama rasul, mimpi rasul menyuruh berbuat amal, mimpi rasul mengajar orang bukan muslim sehingga beliau memeluk Islam…tidak perlu diragukan kerana itu semua ke arah kebaikkan. Allah memberi ilmu atau petunjuk kepada siapa yang dia mahu, siapalah kita untuk menidakkan…

    Maafkan saya jika pendapat saya yang tidak berilmu tinggi ini tersilap bicara, sekadar memberi pendapat kepada insan yang mengatakan tidak mungkin orang di zaman ini bisa bermimpi bertemu rasul. Tiada yang tidak mungkin di dunia ini, Jika Allah kata jadi, maka jadilah. wallahualam.

    Rasulullah memberi petunjuk tentang mimpi baik dan mimpi buruk dalam sabdanya : ” Apabila salah seorang kamu melihat suatu mimpi yang disukainya, maka sesungguhya dia itu dari Allah, maka hendaklah ia mengucapkan: ” Alhamdulillah ” dan hendaklah ia ceritakan isi mimpi itu kepada orang lain. Tapi apabila ia melihat sesuatu yang tidak disukai dalam mimpinya, maka sesungguhnya ia itu dari syetan, maka hendaklah ia berlindung kepada Allah dari kejahatannya, dan jangan ia ceritakan kepada seorangpun sebab dia itu tidak membahayakan ” (HR. Attirmidzi).

  8. wahesa_darma said

    iyee gw juga mimpi ketemu rosululah….
    padahal dulu gw sering puasa sama baca amalan petunjuk yg ingin ketemu rosululah tp malah ga pernah ketemu eeehheheheh malah setelah gw dah jenuh. ga mau baca lg lantaran prustasi malah mimpi
    ketemu ma rosul
    kata buku petunjuk nye sih kalo ketemu rosul semua masalah insaallah akan selesai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: