Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

BELAJAR CEPAT KITAB AN-NIZHAM AL-IQTISHADI FI AL-ISLAM

Posted by Farid Ma'ruf pada 18 Februari 2007

SOAL :

Ustadz, bagaimana cara yang cepat mempelajari kitab an-Nizham al-Iqtishadi fi al-Islam karya Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani? (X, Yogya).

JAWAB :

Yang benar, belajar itu adalah untuk memperoleh pemahaman, bukan memperoleh kecepatan. Maka yang diutamakan haruslah pemahaman, sedangkan masalah kecepatan, adalah nomor dua.

 

Yang paling tepat, memahami kitab an-Nizham al-Iqtishadi fi al-Islam tersebut caranya adalah belajar kepada Hizbut Tahrir, melalui kajian intensif mingguan (halaqah usbu’iyah). Inilah cara formal dan sekaligus proses alamiah yang akan menghantarkan kepada pemahaman yang benar terhadap isi kitab tersebut. Jika proses ini dilaksanakan, kami perkirakan kitab tersebut akan ditamatkan dalam waktu sekitar 3 (tiga) hingga 4 (empat) tahun.

 

Namun demikian, jika kita ingin lebih cepat mempelajari kitab tersebut, tidak ada salahnya ditempuh cara non-formal melalui kajian individual mandiri (dirasah fardiyah). Berikut ini sekilas uraian tentangnya sekaligus tahapan-tahapan kajian mandiri tersebut.

 

Pertama, bacalah lebih dulu ringkasan kitab an-Nizham al-Iqtishadi itu dalam kitab Dirasat fi al- Fikr al-Islami karya Syaikh Muhammad Husain Abdullah. Dalam kitab ini kita dapat membaca garis-garis besar kitab an-Nizham al-Iqtishadi yang meliputi asas-asas sistem ekonomi Islam, yakni kepemilikan, pengelolaan kepemilikan, dan distribusi kekayaan kepada masyarakat.

Kedua, lalu bacalah ringkasan lainnya dalam kitab ath-Thariq karya Ahmad ’Athiyat. Ringkasan ini akan melengkapi ringkasan dalam kitab Dirasat tersebut.

 

Ketiga, lalu bacalah ringkasan kitab an-Nizham al-Iqtishadi dalam bentuk pasal-pasal dalam bab Masyru’ al-Dustur, dalam kitab Nizham al-Islam (Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani). Pasal-pasal ini selain merupakan intisari kitab, juga merupakan perumusan praktis agar kitab an-Nizham al-Iqtishadi dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

 

Keempat, lalu bacalah uraian (syarah) Masyru’ al-Dustur itu dalam kitab Muqadimah al-Dustur. Kitab terakhir ini selain memberikan penjelasan dan dalil dari pasal-pasal yang ada, juga memberikan kerangka dasar isi kitab an-Nizham al-Iqtishadi itu sendiri.

 

Kelima, barulah kemudian, dengan bekal informasi pendahuluan (ma’lumat sabiqah) beberapa ringkasan dan uraian sebelumnya tadi (poin pertama hingga keempat), kita dapat mengkaji langsung kitab an-Nizham al-Iqtishadi.

 

Beberapa catatan perlu disampaikan di sini :

 

Pertama, bacalah kitab-kitab aslinya yang berbahasa Arab. Usahakan itu, walau pun berat. Tidak dianjurkan membaca terjemahannya, kecuali karena “darurat”, yaitu kelemahan Anda dalam berbahasa Arab. Ketahuilah, memahami isi kitab dari bahasa aslinya, adalah lebih unggul dan lebih baik daripada memahami dari terjemahannya, bagaimana pun juga bagusnya terjemahan yang ada. Memahami kitab dari bahasa aslinya, bagaikan melihat sekuntum bunga dengan mata kepala secara langsung. Memahami kitab dari terjemahan, bagaikan melihat foto sekuntum bunga. Manakah yang lebih indah dari keduanya? Jadi, bacalah dalam edisi bahasa Arabnya. Sebab bahasa Arab adalah bahasa Islam, dan bahasa Arab adalah satu kesatuan dengan Islam itu sendiri. Barangsiapa yang lemah bahasa Arabnya, akan lemah pula pemahamannya terhadap Islam.

 

Kedua, percepatan pemahaman dapat diraih dengan berbagai cara. Antara lain, memperbanyak volume waktu atau mempersering frekuensi pengkajian. Jadi sering-seringlah membaca sebuah kitab agar Anda menguasainya dengan cepat. Ini dapat diserupakan dengan mahasiswa yang menempuh kuliah Semester Pendek di saat liburan. Kuliah reguler yang biasanya hanya satu kali tatap muka per minggu, ditingkatkan menjadi dua atau bahkan tiga kali tatap muka per minggu.

 

Percepatan itu dapat juga ditempuh dengan jalan, belajar dan bertanya kepada orang yang menguasai kitab tersebut. Di sinilah rahasianya bergaul dengan para ulama. Imam Syatibi dalam kitabnya Al-Muwafaqat menyatakan,”Kaana al-‘ilmu fi shuduur al-rijaal, tsumma yantaqilu ila al-kutub. Fa-mafaatihuhu di aydiy al-rijaal.” (Dulu, ilmu itu ada di dada para ulama. Lalu berpindah ke dalam lembaran-lembaran kitab. Maka kunci pembukanya, adalah di tangan para ulama).

 

Orang yang belajar ilmu di bawah bimbingan ahlinya, ibarat orang yang mencari alamat suatu tempat atau rumah, dengan jalan dibimbing atau dituntun secara langsung oleh orang yang sudah mengetahui lokasi alamat itu. Dia akan mencapai lokasi dengan mudah dan cepat.

 

Sedangkan orang yang belajar sendiri (otodidak) tanpa bimbingan ahlinya, bagaikan orang yang mencari alamat suatu rumah atau tempat, tapi tidak ditunjuki atau dibimbing oleh orang yang sudah pernah pergi ke alamat dimaksud. Orang yang mencari alamat itu hanya berbekal petunjuk peta dan informasi lokasi. Memang, dia mungkin akan sampai juga ke alamat yang dicari, tapi waktu yang diperlukannya akan lebih lama, dan mungkin dia harus bertanya dulu ke sana kemari.

Demikianlah kiranya saudaraku. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Yogyakartya, 28 Pebruari 2006

Muhammad Shiddiq al-Jawi

Iklan

2 Tanggapan to “BELAJAR CEPAT KITAB AN-NIZHAM AL-IQTISHADI FI AL-ISLAM”

  1. ainaljkr said

    hantar kan kepada saya macam maner cara membaca al-quran dengan sebuttan betul..

  2. achmad said

    syukron ustadz… moga berkah Allah tercurah pada yg bertanya dan yg menjawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: