Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

MENJUAL ALAT PRESENTASI KEPADA GEREJA

Posted by Farid Ma'ruf pada 18 April 2007

Tanya : Saya kebetulan seorang salesman sebuah perusahaan swasta nasional untuk penjualan peralatan presentasi seperti LCD Projector, OHP, Screen, Video Conference, dll. Pertanyaan saya adalah apa hukumnya menurut syariat, menjual peralatan tersebut ke sebuah gereja untuk dipakai keperluan peribadatan mereka? (Dede Sulaeman,  dede.sulaeman@datascrip.co.id)

Jawab :

Haram hukumnya menjual peralatan presentasi kepada gereja untuk keperluan ibadah mereka. Dalil-dalil keharamannya adalah Al-Qur`an dan beberapa kaidah syariah.

Adapun dalil Al-Qur`an, adalah keumuman ayat yang mengharamkan perbuatan tolong menolong dalam dosa dan pelanggaran. Menjual suatu peralatan untuk keperluan ibadah orang kafir termasuk tolong menolong dalam dosa. Firman Allah SWT (artinya) :

“dan janganlah kamu tolong menolong dalam dosa dan pelanggaran…” (QS Al-Ma`idah [5] : 2)

Berdasarkan dalil ayat tersebut (dan dalil-dalil lainnya), para fuqaha telah mengharamkan jual beli yang membawa kepada maksiat, termasuk menjual suatu barang kepada orang kafir yang akan digunakan untuk syiar agama mereka.

Sebagai contoh, dalam kitab At-Tabshirah karya Ibnu Farhun (Juz III hal. 147) para fuqaha mazhab Maliki mengatakan orang muslim dilarang menjual alat-alat perang kepada orang-orang yang memerangi kaum muslimin. Demikian pula dilarang menjual kayu kepada orang yang akan membuat salib, menjual rumah kepada orang yang akan menggunakannya sebagai gereja, dan menjual anggur kepada orang yang akan memerasnya menjadi khamr. (Lihat Said Hawwa, Al-Islam, (Jakarta : Gema Insani Press), 2004, hal. 555).

Dalam kitab Asy-Syarhul Kabir, karya Ad-Dardiri dan Ad-Dasuqi dijelaskan, “Menjual segala sesuatu yang diketahui bahwa orang yang membeli hendak memanfaatkannya untuk hal-hal yang dibolehkan, seperti menjual budak perempuan kepada orang yang suka berbuat kerusakan [zina], menjual tanah untuk dijadikan gereja… menjual kayu kepada orang yang akan membuatnya menjadi salib, menjual anggur kepada orang yang akan memerasnya menjadi khamr, dan menjual tembaga kepada orang yang akan membuatnya menjadi lonceng [gereja], hukumnya haram.” (Lihat Said Hawwa, Al-Islam, (Jakarta : Gema Insani Press), 2004, hal. 556).

Selain dalil al-Qur`an, beberapa kaidah syariah juga menunjukkan pengharaman segala jual beli yang akan membawa kepada maksiat. Di antaranya kaidah fiqih yang berbunyi :

Kullu ba’in a’aana ‘ala ma’shiyatin haram

“Segala jual beli yang mendukung/menolong kemaksiatan hukumnya haram.”

(Lihat Imam Syaukani, Nailul Authar, [Beirut : Dar Ibn Hazm, 2000], hal. 1035, “Bab Tahriim Bai’ Al-‘Ashiir min man Yattakhidzuhu Khamran wa Kulli Bai’in ‘Ala Ma’shiyatin“, syarah hadits no. 2182 & 2183).

Berdasarkan kaidah tersebut, haram hukumnya menjual air perasaan buah kepada orang yang akan membuatnya menjadi kamr, dan sebagainya. Contoh-contoh lainnya dari aplikasi kaidah ini sudah kami sebutkan dalam kutipan-kutipan pendapat para fuqaha di atas.

Para fuqaha menjelaskan bahwa syarat penerapan kaidah tersebut adalah jika terdapat dugaan kuat (ghalabatuzh zhann) bahwa barang yang dibeli akan digunakan untuk kemaksiatan. (Lihat Imam Syaukani, Nailul Authar, hal. 1035-1036; lihat juga Imam Izzuddin bin Abdis Salam, Qawa’idul Ahkam fi Mashalih Al-Anam, (Beirut : Darul Kutub al-Ilmiyah), 1999, Juz I hal. 7, Bab “Fashlun fi Bayan Jalb Mashalih Ad-Darain wa Dar`i Mafasidihima ‘Ala Azh-Zhunnuun).

Kesimpulan

Berdasarkan uraian dalil-dalil syar’i di atas, jelaslah bahwa menjual peralatan presentasi kepada gereja untuk keperluan ibadah mereka adalah haram hukumnya menurut syara’. [ ]

Yogyakarta, 18 April 2007

Muhammad Shiddiq Al-Jawi

6 Tanggapan to “MENJUAL ALAT PRESENTASI KEPADA GEREJA”

  1. menurut saya , sebenarnya kita harus bisa memahami mana yang boleh dan mana yang tdk boleh.
    kalau mau jual alat-2 ke pada gereja, saya kira saya sebagai orang muslim , hukumnya syah-2 saja.
    sepertinya kita ini yang kurang memahami /mengartikan hadis atao ayat alquran.
    sebab apa bener orang kristen itu kafir ? itu yang menjadi kesalahan pemahaman kita.
    sehingga kalau semua tdk boleh, kekuasaan kita ini melebihi kekuasaan Auloh sendiri,….._ itu tambah salah
    pada akhirnya tidak ada damai-2nya kehidupan kita orang muslim ini.
    Wass

  2. vitri said

    Assalmualaikum,wr wb
    Menanggapi saudara Wahid, dalil yang dipaparkan oleh penulis telah jelas. apa-apa yang kita lakukan harus berdasarkan pada hukum syara, bukan berdasarkan hawa nafsu kita. Adakah dalilnya kita boleh membantu umat non-muslim dlm hal peribadahan ???
    Tidak ada wilayah abu-abu dlm islam, jika syara membolehkan maka boleh, jika tidak maka tetap tidak. Ada 1 hal yang perlu direnungkan, jika seorang muslim beriman kepada Allah sementara di sisi lain dia masih ragu apakah kaum2/ide2 yg ingkar kpd Allah itu bukan kufur, maka keimanannya harus dipertanyakan.
    Interaksi jual beli / interaksi dg non-muslim diperbolehkan asal tidak dlm hal akidah , “Untukmu agamamu untukku agamaku.” [TQS.Al-Kafirun:6]. Sedangkan untuk urusan pengaturan kehidupan haruslah Islam yg dijadikan hukum,karena Islam diturunkan untuk menjadi rahmatan lil alamin. Buktinya, ketika hukum Islam diterapkan secara kaffah dlm Daulah Khilafah, umat Islam & non-Muslim hidup berdampingan. Kaum non-muslim yg ada dlm lindungan Khilafah pun dijamin baik keamanan maupun pemenuhan hidupnya. Mohon maaf bila ada kata2 yg kurang berkenan.
    “Kebenaran itu adalah dari Rabbmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang2 yg ragu.”
    [TQS.Al-Baqarah:147]. Wallahu alam bi ash-shawab
    Wasalamualaikum wr.wb.

  3. Mr. Fulus said

    Wahid… Wahid.. menulis Allah saja salah (Auloh). Jual-beli itu pada dasarnya mubah. Jika kita tidak tahu bahwa yang kita jual akan digunakan untuk kepentingan gereja, hukumnya mubah. Kecuali kita tahu atau mempunyai dugaan kuat, maka haram. Sedangkan jual beli dengan non-Muslim secara umum adalah mubah. Jadi tetap damai kehidupan kita kan, Wahid? 🙂

  4. Arifin said

    saya heran dengan sebuah agama yang mengajarkan kebaikan, namun membatasi orang untuk berbuat baik. alias hanya membantu orang yang dari golongan kita. apakah berbuat baik itu jahat? kalau begitu apa bedanya kita dengan anjing yang hanya berbuat baik kepada tuannya dan orang lain ia kejar? (Maaf terlalu kasar namun baik bila kita renungkan bersama).

  5. Mr Lucu Kali said

    Ini adalah hal yang paling lucu dibahas oleh oleh orang2 yang merasa pintar dan sok tahu bagi saya pembahasan ini adalah seperti orang buta menuntun orang buta, pertanyaan dari sdr Dede sulaeman apa hukumnya menurut syariat, menjual peralatan tersebut ke sebuah gereja seperti LCD Projector, OHP, Screen, Video Conference, untuk dipakai keperluan peribadatan mereka? dan jawaban moderator menggunakan dalil alquran lagi. sdr harus tahu bahwa barang tersebut adalah hal yang sekarang justru banyak dipakai du gereja dan sdr dede bekerja pada perusahaan Nasional bukan perusahaan milik pribadinya artinya semua orang bisa beli barang tersebut dan mau tidak mau sdr dede sebagai karyawan harus mengejar taget penjualan yang harus dia capai. kalo tidak mau jual sama gereja ya bikin perusahaan sendiri, kalo mau bisnis tidak dan tidak bersentuhan dengan kebutuhan gereja jangan jual barang2 yang di produksi oleh orang kafir ( menurut moderator ) seperti LCD Projector, OHP, Screen, Video Conference, karena itu bukan orang islam yang bikin jadi kalo ikut dalil alquran jangan setrengah2. jangan nonton tv buatan barat atau orang kafir jangan pake komputer buatan barat atau kafir, yang ada pakai sekarang ini adalah buatan barat atau kafir jadi anda adalah orang yang paling munafik menyuruh orang lain nggak boleh tapi anda sendiri pake hua ha,ha,ha,,,,, lucu kan! kalo mau jujur kalian harus pake barang2 yang di buat oleh orang islam dan jangan pake barang2 yang dibuat oleh orang kafir. karena dengan demikian kalian menjadi haram kalau pake barang2 yang dibuat oleh orang kafir. dan apakah itu mungkin??????

  6. hehehe kasihan salesman, pengacara, dan semua yang bergerak dibidang jasa bakal rugi susah payah mereka kerja, nyatanya yang dimakan uang haram.. hick hick

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: