Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Perintah “Nabi” dari Alam Mimpi

Posted by Farid Ma'ruf pada 17 Juli 2007

Pertanyaan :

JURU KUNCI SAYYIDINA MEKKAH BERMIMPI BERTEMU RASULULLAH SAW BELIAU BERPESAN ! KUATKAN AQIDAH DALAM BERIBADAH KARENA DUNIA INI SUDAH GOYAH DAN TUA.

Mas td dpt sms spt itu, nomor tdk kenal. Bener gak mas?

Dalgiri, 08190400XXXX, 13 Juli 2007

Jawaban :

Pengakuan siapa saja di masa sekarang ini yang mengaku bertemu Rasulullah SAW sama sekali tidak bisa diyakini kebenarannya. Orang yang pernah melihat Rasulullah SAW adalah generasi para sahabat, sementara pada masa sekarang ini tidak ada yang pernah bertemu Rasulullah SAW. Lantas, bagaimana mungkin orang yang bermimpi itu bisa menyimpulkan bahwa sosok yang ditemuinya dalam mimpi adalah Rasulullah SAW? Orang yang bermimpi itu hanya menduga-duga saja, tidak bisa dijamin kebenarannya alias diragukan.

Perintah dari Mimpi, Perlukah Dilaksanakan?

Mimpi bukanlah sumber hukum Islam. Sumber hukum Islam adalah Al Quran, Al Hadis, dan yang disahkan keduanya yaitu Ijma’ sahabat dan qiyas. Dalam mempelajari hadis kita akan menemukan istilah sanad dan perawi. Jika perintah itu berasal dari mimpi bertemu “nabi”, lantas bagaimana sanad dan perawinya? Tentu sama sekali tidak bisa dipertanggungjawabkan dari sudut pandang ilmu hadits. Bahkan, kata-kata dari mimpi itu tidak bisa dimasukkan dalam kitab hadis karena memang bukan hadis. Oleh karena itu, perintah dari mimpi tidak perlu dilaksanakan.

Apabila perintahnya adalah kebaikan, misalnya memerintahkan untuk sholat, berzakat, naik haji, dan lain sebagainya, maka kita melaksanakannya bukan karena berdasar mimpi, tetapi karena memang ada perintah itu di dalam Al Quran dan hadis. Bukan karena mimpi.

Apabila perintahnya adalah sesuatu yang bertentangan dengan hukum Islam, misalnya memerintahkan untuk menyembah yang selain Allah, berzina, mencuri, dan lain sebagainya, maka wajib ditinggalkan.

Jika perintah dari mimpi-mimpi setiap orang kita anggap sebagai sumber hukum Islam, maka akan rusaklah ajaran agama Islam ini. Setiap orang bisa saja mengaku bermimpi nabi yang mengatakan ini-itu. Akan timbul banyak aliran sesat di tengah-tengah masyarakat.

Saat ini memang sering ditemukan adanya sms dan selebaran yang memerintahkan ini-itu. Katanya perintah itu berasal dari seseorang yang bermimpi bertemu nabi. Kita disuruh menyebarluaskan perintah itu kepada sekian orang. Kalau kita tidak menyebarkannya, maka kita akan sial. Jika anda menemukan sms dan selebaran yang seperti itu, nasihatilah yang memberikannya kepada anda. Jika anda tidak tahu dari siapa, maka buanglah jauh-jauh. Anda tidak perlu menyebarkannya karena berarti anda ikut menyesatkan banyak orang. Berarti pula anda ikut bertanggung jawab alias menanggung dosanya.

Semoga anda tidak bingung lagi dengan sms/selebaran tidak bertanggung jawab seperti pembahasan di atas. (Farid Ma’ruf, www.syariahpublications.com)

Yogyakarta, 17 Juli 2007

Related Article :

1. Bertemu dengan Nabi

7 Tanggapan to “Perintah “Nabi” dari Alam Mimpi”

  1. rianatn81 said

    terima saja selembaranya lalu taruh di laci….selesai sudah…dari pada disebarkan nanti di anggap lain …ok

  2. Dimas said

    /aslm

    maaf saya cuma ingin menceritakan..
    dulu waktu ibu saya beragama katolik dan bapak saya islam… ibu pernah bercerita pada saat mimpi ibu dijumpai sosok yang diyakini ibu saya itu adalah sosok nabi muhammad saw. karena sosok tersebut yang bilang sendiri. kemudian setelah mimpi tersebut ibu saya belajar segalanya tentang islam dan beberapa minggu kemudian ibu saya masuk islam…
    apakah ucapan ibu saya tersebut dapat dipercaya??
    /thx…..

    • molly said

      Saya mempercayainya..alhamdulillah ibu anda telah muslim dan tepilih untuk mendapat cahaya Islam. Sungguh bertuah Ibu anda, sedangkan orang yang telah islam dari lahir pun amatlah payah untuk bermimpi bertemu rasul 😀

  3. rianatn81 said

    ibu adalah segalanya ,kalau memang ibu yg berbicara maka yakinlah….bahwa itu benar…seorang tidak mungkin berbohong.

  4. Izzus said

    Sy sudah dari kecil tahu hal ini, dulu masih zamannya fotocopian, saya bimbang tapi saya tanya ibu, pakde (yai), jika kita melaksanakan hal itu berarti kita sudah syirik, karena kita berharap dg kirim sms kita akan beruntung, padahal kita hanya boleh berdoa/Berharap hanya kepada Allah, trus saat dah tau internet, kucoba buka, eh ternyata ini usaha yahudi/orang Paris dalam usaha pemurtadan massal melalui intern muslim. so hati-hati, dipikir yg logis dulu baru ditindaklanjuti. Masak cuma 10 x foto copy/sms langsung mendapat kebahagiaan/musibah

  5. Elfizon Anwar said

    Mimpi bertemu ‘Nabi Muhammad SAW’ nampaknya masih menjadi senjata ampuh buat pembingungan umat yang umumnya masih awam dengan ajaran Islam. Apa lagi jika orang yang mimpin tersebut ‘mengaku’ ulama, ustadz, sufi, habib dan sebagainya, berdampak pada pemahaman yang membahayakan atas ajaran Islam. Ajaran Islam yang sederhana, mudah dan praktis, akhirnya menjadi semraut dan sulit dengan adanya paham baru yang dibawakan oleh orang yang mimpi bertemu ‘nabi’ tersebut.

    Salah satu contoh, polemik Hadits Nabi Muhammad SAW tentang kedatangan Nabi Isa AS. bersama dengan Imam Mahdi dan ditambah lagi issu Armageddon versinya Injil yang masuk kepaham umat Islam. Ya kedua masalah ini perlu kesamaan pendapat dari para ahli agama, sehingga tidak membingungkan umat kita.

  6. dodi jaya said

    to: farid ma’ruf “yang benar aja. Anda kok, berkata seolah-olah anda tidak percaya tentang keaslian mimpi seseorang yang bertemu nabi muhammad,terus pendapat yang anda kemukakan tadi mana dalilnya?. Bukankah seseorang yang bermimpi bertemu dengan nabi muhammad dikatakan akan mendapat rahmat dari allah didunia dan ahirat. itu suatu spirit yang mampu membangkitkan gairah ibadah seseorang yang pernah mengalaminya, hati-hati bung dalam memberikan fatwa, adapun dalam sms yang terdapat ancaman bagi yang tidak menyebarkannya,nah baru itu yang harus kita ragukan kebenarannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: