Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

MEMBATALKAN “BAIAH” (QASAM)

Posted by Farid Ma'ruf pada 2 Agustus 2007

Tanya : Saya seorang mahasiswi tinggal di Sukabumi. Dulu saya pernah bergabung dengan sebuah gerakan perjuangan yang telah meyakini bahwa Khilafah ‘ala Minhajin Nubuwwah telah tegak sejak tahun 1953. kedua orang tua saya tergabung dalam kelompok tersebut. Akhirnya tahun 2004 saya pun berbai’ah dan tergabung dalam kelompok tersebut. Setelah menginjak kelas 2 SMA saya bertemu dan berdiskusi dengan seseorang yang meyakinkan saya bahwa khalifah itu sesungguhnya belum ada. Di SMA saya berada pada kegamangan, sampai pada suatu saat saya benar-benar yaqin atas apa yang disampaikan sahabat saya itu, dengan berbagai dalil dan fakta yang sangat tidak bisa dibantah. Ustadz, saat ini saya tengah mengikuti kajian Islam tempat sahabat saya itu mengkaji. Saya sangat ingin untuk benar-benar menjadi anggota di sini. Namun saya masih dihantui oleh bai’ah yang telah saya ikrarkan dulu. Ustadz, apa hukum bai’ah tersebut dalam kedudukan syara’? Apa yang harus saya lakukan untuk dapat menghapus bai’ah itu? Apakah ketika saya bergabung dengan gerakan perjuangan yang lain yang lebih shahih, berarti saya juga menghianati janji saya kepada Allah karena bai’ah itu? Saya sangat menantikan jawaban dari Ustadz , berharap setelah konsutasi ini saya akan benar-benar mantap untuk bergabung dengan gerakan Islam yang lebih shahih itu. (X, Sukabumi)

Jawab :

Dengan asumsi bahwa baiah Anda hanyalah sebuah sumpah (qasam) kepada amir sebuah jamaah (pemimpin sebuah kelompok) bukan baiah sesungguhnya dalam arti syar’i kepada khalifah untuk kaum muslimin, maka jika Anda telah membaiah sebuah kelompok dan ternyata ada kelompok lain yang lebih sahih, BOLEH hukumnya secara syar’i membatalkan baiah yang pertama, dan kemudian membaiah kelompok yang lebih sahih.

Dalilnya adalah hadis sahih, yaitu sabda Nabi Muhammad SAW “…sesungguhnya saya demi Allah jika Allah menghendaki, tidak akan bersumpah dengan sebuah sumpah lalu saya melihat yang lain lebih baik darinya kecuali saya mendatangi perkara yang lebih baik itu dan saya menghalalkan sumpah”.(HR. Bukhari).

Ketika Anda membatalkan sumpah Anda tersebut, Anda wajib membayar kaffarah sumpah sesuai QS Al-Maidah : 89.

Jika baiah Anda dulu bukan sumpah, tapi sekedar janji (al-‘ahd), maka Anda tidak wajib membayar kaffarah apa pun. Demikian hukum syara’ yang dapat saya jelaskan kepada Anda. Dan Allah memberikan petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Amin. (www.konsultasi.wordpress.com)

Yogyakarta, 21 Juli 2007

Muhammad Shiddiq Al-Jawi

2 Tanggapan to “MEMBATALKAN “BAIAH” (QASAM)”

  1. Ummu Khonsa said

    Assalamu’alaikum wr wb,

    MasyaAllah, sangat gamblang sekali penjelasannya. Namun, saya pribadi masih ingin mempertanyakan hal Qasam tersebut; dari penjelasan diatas, pembatalan qasam dikarenakan meyakini suatu pendapat yang lain adalah lebih baik bagi yang bersangkutan, apabila alasannya dari segi dalam ruang lingkup keluarga; misalnya; suami tidak meridhoinya dan tidak men-support kegiatan istri dan juga dlam segi psikis yang ditimbulkan dari perlakuan akhwat yang lain dalam berdakwah yang sering membekaskan kesedihan. Apakah hal ini diperbolehkan sebagai alasan membatalkan qasam dan dengan membatalkannya apakah saya telah berdosa besar? sekian dari saya, jazakumullah khairan.

    Wassalam

  2. lan said

    as’salamualaikum…

    disini saya ingin bertanya…hukum baiah yang dijalan di malaysia sekarang,dan jika kita melafaskan baiah ini tetapi hati kita tidak sepenuh hati atau dalam berkeadan yang tension…adakah sah baiah yg dilafaskn itu atau pun sebaliknya.?

    seorang yang membaiah ini perlulah berilmu dan beralam sebelum derdakwah,tetapi jika ia tidak memiliki ilmu tentang agama dan ia masih belum dapat beralam dengan imlu yang dipelajarinya..adakah sah hukum baiah ini…???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: