Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Seputar Keruntuhan Kredit Global dan Akibatnya

Posted by Farid Ma'ruf pada 29 Oktober 2008

Adnan Khan, Koresponden Ekonomi Khilafah.Com

1. Apa makna istilah dari ‘keruntuhan kredit’ yang disebut sebagai krisis keuangan? Apa akibat dari krisis ini terhadap ekonomi?

Krisis kredit adalah istilah untuk menjelaskan krisis yang menyebabkan para bank berhenti untuk saling meminjamkan uang kepada sesamanya yang menyebabkan kebekuan di pasar keuangan yang berakibat pada jatuhnya perusahaan keuangan seperti Northern Rock, contohnya. Banyak lagi implikasi lain yang berdampak kepada beberapa aspek ekonomi baik secara langsung atau tidak langsung:

  • Baik AS dan Inggris telah menikmati pertumbuhaan yang didasarkan kepada hutang selama satu dekade terakhir, namun kini harus berhenti secara mendadak.
  • Di Inggris, nilai ekonomi berkisar pada 1,3 trilyun ponsterling sedangkan hutang konsumen sekitar 1,4 trilyun.
  • Kemudahan mendapatkan hutang (kredit) menyebabkan terjadinya gelembung (bubble), namun gelembung itu nampaknya sudah kehilangan udara dengan cara meletus.

2. Apa penyebab utama terjadinya krisis keuangan?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan krisis dan beberapa faktor berperan lebih penting dibanding lainnya.

  • Peminjaman uang oleh Bank kepada calon pembeli rumah yang beresiko, yaitu mereka yang memiliki kemungkinan melunasi hutang kecil, dengan pemberian pinjaman dengan bunga kecil (sub-prime loans)
  • Bank tersebut lalu menkonversi hutang peminjam menjadi komoditas yang bisa diperdagangkan seperti CDO, MBS, dll, dimana hutang bisa menjadi produk yang bisa diperjualbelikan.

3. Apakah isu utamanya adalah pemilik rumah di AS yang miskin sehingga tidak mampu membayar hutangnya atau ada alasan lain yang lebih mendasar seperti cara kerja sistem keuangan jaman sekarang?

  • Sektor keuangan dari ekonomi adalah sektor terbesar dari perekonomian Barat yang mengakibatkan besarnya kelonggaran peraturan yang diberikan pemerintah sehingga mendorong praktik keuangan seperti hedge funds, potongan pajak dan penyelamatan dari kebangkrutan.
  • Kemampuan dari Bank dan pemerintahan Barat untuk terus mencetak uang sehingga menciptakan gelembung ekonomi. Contohnya, AS hanya memiliki 1,4 trilyun dolar uang yang beredar tetapi Bank telah menciptakan ekstra 11 trilyun dolar melalui cadangan perbankan.
  • Filsafat Kapitalisme untuk terus menumbuhkan ekonomi pada kenyataannya tidak bisa bertahan dan menyebabkan keambrukan secara berkala, resesi dan krisis ketika kerakusan semakin tinggi.
  • Kapitalisme percaya bahwa apabila manusia mengejar kepentingan/nafsu masing-masing maka kebaikan akan datang kepada mereka. Nafsu adalah suatu yang baik dan penting demi berjalannya Kapitalisme, maka peminjaman uang yang agresif, suku bunga yang tinggi, dan penilaian tentang potensi kredit seseorang semuanya menunjukkan kepentingan nafsu/keserakahan.

4. Bagaimana tanggapan pemerintah untuk menyelesaikan krisis, apakah sudah cukup dan apakah sudah menunjukkan hasil?

  • Bank Sentral di semua negara telah menggelontorkan uang ke pasar untuk memperlancarkan dana yang macet.
  • Pemerintah Inggris telah menasionalisasi Northern Rock yang hampir tumbang
  • Pemerintah AS mengatur penjualan Bear Stearns, Bank Investasi terbesar ke-5 di AS ketika ia hampir tumbang
  • AS merencanakan untuk memberikan potongan pajak di bulan September dengan harapan bahwa masyarakat AS akan menghindarkan dirinya dari krisis dengan meningkatkan jumlah belanja mereka.
  • Pemerintah Inggris beregosiasi dengan sektor perbankan sebesar 50 milyar ponsterling guna menjamin hutang mereka dengan uang rakyat dan menggunakannya sebagai agunan.

Tindakan pemerintah telah menghindari keambrukan total sebagaimana yang hampir terjadi pada Northern Rock. Namun dengan adanya hutang yang selama ini mendorong pertumbuhan ekonomi di barat dalam dasawarsa terakhir, tindakan-tindakan pemerintah tersebut akan bisa mengakibatkan resesi.

5. Bukankah tindakan penyelamatan pasar oleh Pemerintah justru menentang prinsip dasar pemikiran Kapitalis yang tidak mempercayai adanya intervensi pemerintah dan justru akan memperburuk krisis yang disebut dengan ‘Moral Hazard’?
Konsep Pasar Bebas kembali dipertanyakan. Banyak kalangan percaya bahwa pemerintah seharusnya ikut campur tangan ketika pasar gagal. Para Bank juga tidak akan membuat produk berbahaya jika saja mereka mengetahui konsekuensi dari ulah mereka.

6. Banyak kalangan menyarankan peraturan yang lebih banyak dan transparansi, apakah ini akan membantu?
Saran seperti ini selalu dilontarkan pada setiap krisis yang telah terjadi. Peraturan tentang simpan pinjam akibat ambruknya pasar saham di tahun 1930an telah melahirkan berbagai perangkat peraturan baru. Namun tidak akan ada peraturan yang akan bisa mengatur inti kepercayaan yang diemban oleh Kapitalisme, yaitu Nafsu/Kerakusan.

7. Pelajaran apa yang bisa diambil dari krisis ini dan apa sebenarnya kelemahan mendasar dari pasar keuangan Barat?
Pasar keuangan lebih didominasi adalah ekonomi paralel (non riil) dibanding dengan ekonomi riil , di mana pelakunya melakukan judi untuk memprediksi apa yang akan terjadi di dunia. Mereka pertaruhkan bagaimana perusahaan tertentu akan berjaya dan mana yang akan membuat untung. Inilah problema mendasar dari pasar uang, mereka tidak memproduksi apapun yang bersifat riil.

8. Majalah “The Economist” adalah pembela pasar keuangan Barat yang loyal, meskipun ia menyadari kelemahan sistem ini, ia tetap menyatakan bahwa ‘gelembung ekonomi, pertumbuhan, dan keambrukan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keuangan Barat, dan tetap masih lebih baik.” Benarkah?
Tidak, dan pernyataan semacam ini justru menghindari diskusi tentang pasar bebas. Pasar uang berperan kecil dalam pertumbuhan ekonomi di Inggris, AS, Jerman, Jepang, dan Perancis. Pasar semacam ini tidak mutlak diperlukan bagi perkembangan suatu bangsa dan bukan bagian dari kehidupan modern. Ia hanya bagian dari sistem Kapitalisme. Komunisme dan Islam dalam sejarahnya tidak pernah menderita krisis semacam ini (apalagi kalau terjadi dengan kekambuhan yang berkala).

9. Alternatif seperti apa yang Islam bisa tawarkan, karena sistem keuangan Islam tidak memperbolehkan sistem bunga?

  • Sistem Islam berdasarkan pada ekonomi riil, bukan ekonomi paralel (non riil)
  • Prinsip penanaman modal dalam Islam adalah pada komoditas dan jasa yang riil dan bukan karena nilai bisnisnya
  • Pembiayaan bisa dicari dari lembaga keuangan yang mengumpulkan deposit dari nasabah, menanamkan modal deposit tersebut, dan ikut menanggung kerugian dalam investasi yang mengundang resiko.

10. Bagaimana perusahaan Islam mencari dana atau permodalan untuk memulai usaha sehingga bisa berkembang?
Melalui hibah dari negara dan pinjaman melalui lembaga keuangan Syariah. Perkembangan ekonomi Inggris dan AS sebenarnya terjadi dari intervensi pemerintah pada sektor ekonomi yang utama, dengan cara penetapan pajak bea masuk yang tinggi, memberikan pinjaman mudah dan hibah, serta hak monopoli , sehingga pertumbuhan ekonomi bagaimanapun tetap didorong dari pusat (pemerintah). (Sumber: Khilafah.Com)

Iklan

Satu Tanggapan to “Seputar Keruntuhan Kredit Global dan Akibatnya”

  1. jepiza said

    saat ini market belum tau arah ekonomi dikedepan..masih blm berani menentukan kebijakan marketnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: