Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Calon Isteri Mensyaratkan Calon Suami Punya Harta Dulu

Posted by Farid Ma'ruf pada 6 Desember 2008

Tanya :

Seorang perempuan yang diajak menikah mensyaratkan agar calon suaminya memiliki harta dengan batasan tertentu, baru bisa menikah. Apakah ini boleh dalam pandangan Islam? (Ujang, Bogor). 

Jawab :

Boleh hukumnya seorang perempuan mensyaratkan agar calon suaminya mempunyai harta dalam jumlah tertentu sebelum menikah. Namun disyaratkan jumlah hartanya masih dalam batas-batas kesanggupan calon suami. Jika jumlah harta tersebut di luar kesanggupan calon suami, maka persyaratan yang dibuat perempuan itu batal dan tidak berlaku.

Dalil bolehnya membuat persyaratan semacam itu antara lain sabda Nabi SAW :

الْمُسْلِمُونَ عَلَى شُرُوطِهِمْ إِلا شَرْطًا حَرَّمَ حَلالا، وَأَحَلَّ حَرَامًا

“Kaum muslimin [bermuamalah] sesuai syarat-syarat di antara mereka, kecuali syarat yang yang mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram.” (HR Abu Dawud no 3120; Ath-Thabrani no 13507).

Hadis ini menunjukkan bolehnya kaum muslimin membuat syarat-syarat yang mereka tetapkan sendiri (disebut syarat ja’liy) dalam berbagai muamalah mereka, misalnya dalam akad jual beli, ijarah (sewa), syirkah, dan nikah. Namun syarat semacam ini dibatasi oleh batasan syar’i-nya, yaitu tidak boleh menyalahi nash atau hukum syara’. Sebab Nabi SAW bersabda :

كُلُّ شَرْطٍ خَالَفَ كِتَابَ اللَّهِ فَهُوَ بَاطِلٌ وَإِنْ اشْتَرَطَ مِائَةَ شَرْطٍ

“Setiap syarat yang menyalahi Kitabullah adalah batil, meskipun ditetapkan seratus syarat.” (HR Bukhari no 2529; Ibnu Majah no 2512). (Lihat pembahasan syarat ja’liy dan syarat syar’iy [syarat taklif] dalam Wahbah Az-Zuhaili, Ushul Al-Fiqh Al-Islami, 1/101; Taqiyuddin An-Nabhani, Asy-Syakhshiyah Al-Islamiyah (Ushul Fiqih), 3/53; M. Husain Abdullah, Al-Wadhih fi Ushul Al-Fiqh, h. 238).

Selain dalil umum di atas, terdapat pula dalil khusus yang membolehkan membuat syarat sendiri dalam pernikahan. Sabda Nabi SAW :

إِنَّ أَحَقَّ الشَّرْطِ أَنْ يُوفَّى بِهِ مَا اسْتَحْلَلْتُمْ بِهِ الْفُرُوجَ

“Sesungguhnya syarat yang paling berhak untuk dipenuhi, adalah apa-apa yang dengannya dapat menghalalkan farji bagimu [nikah].” (HR Abu Dawud no 1827; An-Nasa`i no 1056; Ahmad no 16664).

Jadi, boleh hukumnya perempuan mensyaratkan calon suaminya mempunyai harta lebih dulu dalam jumlah tertentu, misal harus mempunyai uang Rp 10 juta, atau mempunyai rumah, mobil, dan sebagainya. Semua syarat ini dibolehkan selama masih berada dalam batas-batas kesanggupan calon suami.

Namun jika syarat itu di luar kesanggupan calon suami, maka syarat itu dianggap batal dan tidak berlaku, karena telah menyalahi nash syara’. Sebab syara’ telah melarang memberikan beban kepada seseorang yang melampaui batas kemampuannya. Allah SWT berfirman :

لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS Al-Baqarah [2]:286).

Di samping itu, persyaratan yang di luar kesanggupan calon suami juga menyalahi nash-nash syara’ yang menganjurkan agar nikah itu dipermudah atau diperingan. Contohnya : (1) Pada saat menjumpai seorang sahabat yang tidak mempunyai harta apa-apa untuk mahar pernikahannya, Nabi SAW bersabda :

الْتَمِسْ وَلَوْ خَاتَمًا مِنْ حَدِيدٍ

“Carilah walau hanya sebentuk cincin dari besi.” (HR Bukhari no 4740; An-Nasa`i no 3306; Ahmad 21783).

(2) Mengenai mahar yang menjadi hak perempuan dan kewajiban laki-laki, Nabi SAW bersabda :

خُيْرُ الصَّدَاقِ أَيْسَرُهُ

“Sebaik-baik mahar, adalah mahar yang paling ringan [bagi laki-laki].” (HR Al-Hakim, Al-Mustadrak no 2692; Imam Ash-Shan’ani, Subulus Salam, 3/152)..

Kesimpulannya, boleh hukumnya perempuan mensyaratkan calon suaminya mempunyai harta lebih dulu dalam jumlah tertentu, selama masih berada dalam batas-batas kesanggupan calon suami. Jika di luar kesanggupan calon suami, syarat itu batal dan tidak boleh diberlakukan, karena telah menyalahi nash syara’. Wallahu a’lam (www.konsultasi-islam.com)

Yogyakarta, 4 Desember 2008

Muhammad Shiddiq Al-Jawi

Iklan

7 Tanggapan to “Calon Isteri Mensyaratkan Calon Suami Punya Harta Dulu”

  1. firdaus1985 said

    kalo misalkan dari akhwat, mengsyaratkan “hafalan al qur’an”???

    tapi di tanggapi lain ma ikhwan. “persyaratan dari akhwat” kadang dianggap sebagai “tuntutan” ke pihak ikhwan…

  2. rika said

    Asw..
    Lho mas, (ini pendapat lho ya), seorang yang mau menikah berhak punya kriteria apa aja atas calon pasangannya. Dia pengen yang hafiz Qur’an, hidung bangir, yang kulit gelap, yg keriting, itu adalah pilihannya, termasuk masalah harta.

    Smoga mensyaratkan harta dengan cara yang proporsional bisa memiliki batasan yang jelas dengan materialistis. Ya maaf aja, orang siap menikah itu selain siap batin juga siap lahir. Ngga perlu kaya raya, tapi kalo ngga punya duit dan visi perekonomian, ya saya pikir2 juga.
    Ngga boleh menunda menikah dengan alasan belum mapan dll. Tapi di sisi lain, harta adalah salah satu tuntunan untuk menjadi bahan pertimbangan, selain paras, keturunan, dan akhlak.

  3. yonnefis said

    yang penting adalah niat,niat punya porsi yg dominan,walaupun ga punya harta sepeserpun tp kl punya niat yang benar islam memberikan n solusi,solusinya adalah mmnuhi syarat sah walaupun dgn sebuah cicin besi,masalah harta bisa dicari,

  4. YASRIN said

    ^_^

  5. Qawwamiin said

    ^-^harta–> nikah ..

  6. silvi said

    jadi dalam islam matre dikit ngga papa downk yah…

  7. Amin said

    Gak juga begitu.ada 2 kategori.1)wanita mensyaratkan pria yang menikahinya mesti punya pekerjaan dan nafkah,walau sederhana.walau besok rumahnya numpang mertua,ngontrak.ini bukan matre.tapi logis realistis.nikah ama penggangguran mau makan apa?makan batu?.2)wanita mensyaratkan pria yang menikahinya harus punya deposito dulu,punya rumah sendiri,punya motor,dst.kalau mampu gak masalah,tapi kalau gak mampu dipaksakan si wanita?maka benar2 matre tuh cewek.maka,lebih baik nyerah aja sebelum anda kalap korupsi,ngerampok dst untuk memenuhi ambisi si cewek.pilih aja wanita yang sederhana dan taat beragama dan yang nrimo,ketimbang wanita penuntut yang bikin meledak kepala anda.memang sih,hidup makin susah,harga2 mahal,kerjaan dan cari duit makin susah,gak ada wanita mau punya suami berpenghasilan rendah,rumah ngontrak dst.namun,berapa juta jumlah pria2 mapan?.saya rasa,lebih jutaan pria tak mapan ketimbang tak mapan.apakah seluruh wanita ingin berebut mengawini pria2 mapan.he3,bisa2 pria2 mapan punya isteri seratus.maka itu,mematok kriteria boleh2 saja,tapi tetap realistis dan tak terlalu over.walau suami bergaji pas2an,asal hidup dijalani dengan iman,takwa,qanaah,hemat,cermat,sabar,cinta,melihat ke bawah bukan ke atas,ikhlas,jujur,dst antara suami dan istri,insya Allah berkah,lancar,samara,bahagia,dan Allah akan beri rizki yang tak terduga.dan kejarlah pria mapan,tapi takdir akhirnya yang memutuskan.jangan terlalu sombong dan terlalu melangit tinggi mematok kriteria karena merasa wow.banyak perawan2 tua merana karena nya.sebab,manusia bisa aja ujub.padahal,yang lebih dari dirinya banyak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: