Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Agar Kembali Semangat Mengkaji Islam

Posted by Farid Ma'ruf pada 24 Maret 2009

Pertanyaan :

Assalamualaikum Wr.Wb.

Saya seorang mahasiswi yang baru mendalami Islam. Saya mempunyai beberapa teman dekat, salah satunya saya panggil kakak. Dia adalah teman yang membimbing sekaligus tempat curhat saya jika saya ada masalah.Tetapi sekarang saya kecewa dengan sikapnya karena tidak sesuai dengan yang diucapkan. Perkataan dan perbuatannya tidak sejalan. Rasa kecewa itu akhirnya  membuat saya malas untuk mengkaji Islam lebih jauh lagi. Dia yang sudah mengkaji Islam lebih dahulu saja bisa berbuat hal yang tidak baik. Apa yang seharusnya saya lakukan? Terima kasih untuk sarannya.

Wassalaamu’alaikum Wr.Wb.

NN

Bandung

Jawaban :

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.
NN yang baik,

Insya Allah saya bisa memahami kekecewaan Anda. Sedih memang kalau seseorang yang selama ini kita percaya dan jadi panutan berbuat tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Namun demikian, kekecewaan ini tidak boleh mempengaruhi semangat Anda untuk mengkaji Islam. Cobalah luruskan kembali niat Anda. Bukannya mempelajari Islam itu adalah wajib ‘ain? Apapun tantangannya, maka  harus tetap semangat.
NN yang baik,

Sebagai sesama Muslim, Anda harus mengingatkannya, apalagi dia sudah Anda anggap seperti kakak sendiri. Nasihat yang Anda berikan adalah wujud kasih sayang Anda kepadanya. Barangkali teman Anda itu sedang khilaf, sehingga berbuat tidak sesuai dengan yang sering diucapkannya. Sebagai teman, Anda tentu tidak ingin dia bersikap demikian terus menerus. Untuk itu harus dicari cara bagaimana mengingatkannya. Walaupun selama ini Anda menganggapnya sebagai kakak, tapi tak perlu takut atau sungkan. Bukannya sesama Muslim harus saling mengingatkan? Apalagi untuk seorang kakak yang seharusnya memberikan contoh yang baik bagi adik-adiknya. Bagaimanapun selama ini dia sudah banyak memberikan bimbingan, tempat berkeluh kesah dan menjadi bagian dari kehidupan Anda. Sebesar apapun kesalahanya tetap saudara kita.

“Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara” (QS. Al-Hujurat:10)

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran”. (QS.Al-Ashar: 1-3)
NN yang baik,

Anda bisa bayangkan seandainya tidak ada upaya sama sekali untuk menasihatinya. Tentu dia tidak akan menyadari bahwa perbuatannya selama ini salah. Jika merasa tidak mampu melakukannya sendiri, cobalah minta bantuan teman Anda yang lain. Mungkin memang tidak mudah menghadapinya, tapi setiap kemungkaran harus tetap dilawan. Coba sampaikan  ayat-ayat Alquran tentang kebencian Allah kepada orang-orang yang mengatakan tetapi tidak melaksanakannya.

“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan”. (Ash-Shaff: 2-3).

Menurut Imam Ibnu Katsir dalam kitab Tafsirnya, ayat ini turun berkenaan dengan orang-orang yang mengatakan, “Sungguh kami ingin andaikan Allah menunjukkan pada kami amal apakah yang sangat disukai oleh Allah untuk kita kerjakan, tiba-tiba Allah menunjukkan bahwa amal yang amat disukai Allah adalah beriman kepada Allah yang tidak dihinggapi keraguan, dan berjihad (berjuang) berperang melawan orang yang menentang agama. Maka ketika diturunkan ayat yang mewajibkan jihad, tiba-tiba banyak juga orang-orang yang merasa keberatan dan enggan melakukannya”.

Ajaklah dia berbicara, ingatkan dengan cara yang baik. Sampaikan kembali bagaimana seharusnya sikap seorang Muslimah. Sampaikan juga kekhawatiran Anda kalau sikapnya tidak berubah, bisa jadi teman-teman Anda yang lain juga akan menganggapnya sebagai teman sekaligus kakak  yang tidak lagi bisa dipercaya.
NN yang baik,

Motivasi atau keinginan yang mendorong untuk mempelajari Islam  bisa tumbuh karena faktor internal atau eksternal. Faktor internal merupakan dorongan yang muncul dari dalam diri Anda sendiri. Semangat karena faktor eksternal bisa muncul karena pengaruh suasana, lingkungan atau orang-orang di sekitar Anda.Yang paling baik semestinya adalah yang pertama. Motivasi yang muncul dari dalam diri Anda akan lebih kuat dan tidak mudah dipengaruhi oleh hal-hal di luar diri Anda. Anda akan tetap semangat walaupun ada teman yang sempat mengecewakan. Motivasi internal ini akan tetap terjaga jika senantiasa dikaitkan dengan pemahaman keislaman Anda bahwa mengkaji Islam adalah wajib. Dengan begitu Insya Allah semangat Anda akan tetap menyala. Semoga… []http://www.mediaumat.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: