Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Pergolakan di Srilanka

Posted by Farid Ma'ruf pada 7 Juli 2009

Pertanyaan: Pada tanggal 19 Mei 2009 presiden Srilanka, Mahinda Rajapakse, melalui saluran televisi nasional mengumumkan kemenangan pemerintahannya atas para pejuang Macan Tamil. Ia mengatakan, “Sungguh tanah air kita secara keseluruhan telah bebas dari separatis teroris”. Televisi pemerintah telah menayangkan jasad pemimpin pejuang Macan Tamil setelah pertempuran antara pemerintah dan Macan Tamil berhenti. Kepala staf angkatan bersenjata Jenderal Sarath Fonseka mengomentari peristiwa itu, “Beberapa jam lalu telah berhasil ditemukan jasad pemimpin teroris Velupillai Prabhakaran yang menghancurkan negeri”. Kepala staf berupaya menenangkan kepanikan penduduk Tamil yang sedang terguncang. Ia mengatakan, “Tujuan kami adalah menyelamatkan penduduk Tamil dari cengkeraman pemberontak. Dan kita semua sekarang harus hidup setara di negeri yang merdeka ini”.

Lalu apa sebenarnya hakikat pergolakan di Srilanka itu? Apakah itu merupakan pergolakan lokal atau pergolakan regional ataukah pergolakan internasional? Hasil dari pergolakan itu demi kepentingan siapa? Apakah bisa dikatakan bahwa pergolakan di jazirah telah berhenti ataukah masih akan ada lanjutan?

Jawab:

Untuk menjawab beberapa pertanyaan ini kami katakan:

  1. Pertikaian yang berlangsung antara pemerintah Srilanka dengan Gerakan Pejuang Macan Tamil (The Liberation Tigers of Tamil Eelam –LTTE) bisa disifati sebagai pertikaian yang paling panjang. Hakikatnya itu merupakan pertarungan antara Amerika dan Inggris atas penguasaan perairan strategis Srilanka. Pertarungan disuport oleh kekuatan regional di kawasan, Pakistan dan India.
  2. Pentingnya Srilanka terletak pada posisi geografinya. Srilanka hanya berjarak 19 mil dari pantai selatan India. Yaitu posisi Srilanka berada pada salah satu jalan terpenting yang menghubungkan antara barat dan timur Asia. Srilanka hanya berjarak 22 mil dari titik paling sempit di anak benua India yang disebut selat Palk. Amerika berkali kali berupaya untuk mendominasi selat Palk dengan tujuan merubahnya menjadi pangkalan militer Amerika untuk membantunya dalam mendominasi lautan Hindia dan mendominasi jalur minyak Timur Tengah dan Afrika yang menuju China. Dengan begitu Amerika akan bisa membatasi ambisi China melakukan ekspansi via laut ke arah barat. Pasca serangan 11 Sepetmber, menteri pertahanan Amerika, Rumsfeld, mulai menguatkan berbagai hubungan Amerika-Srilanka. Karena penguasaan atas selat Palk akan mengancam jalur laut yang menghubungkan India dengan wilayahnya sebelah timur. Hal itu niscaya memaksa India memutari Srilanka. Itu artinya memperpanjang perjalanan menuju wilayah timurnya dan menambah biaya perjalanan cukup banyak. Begitu juga dominasi atas selat Palk akan membatas ambisi India sebagai negara regional dan membatasi perluasannya ke arah timur. Inilah yang mendorong China memperkuat hubungan militer dengan pemerintah Srilanka dan membantunya dengan persenjataan dan peralatan militer. Penting untuk disebutkan bahwa kegagalan India mendominasi selat Palk artinya mempengaruhi kepentingan-kepentingan Inggris di kawasan itu. Sejak ratusan tahun lalu Inggris berupaya menguasa lautan Hindia untuk menguasai jalur laut di kawasan itu supaya bisa menambah pasar timur dengan berbagai komoditas. Sebaliknya dominasi Amerika terhadap lautan Hindia dan selat Palk akan menyakiti Eropa di samping Inggris. Artinya dominasi terhadap Srilanka sangat penting bagi Amerika dan memungkinkan Amerika mendominasi terhadap ancaman-ancaman China dan membatasi pengaruh Inggris dan Eropa di Asia selatan dan timur dekat.
  3. Pergolakan mulai terjadi ketika Inggris mendatangkan penduduk Tamil dari daerah India yaitu Tamil Nadu untuk bekerja di perkebunan kopi dan teh di mana jarizah tersebut telah diubah menjadi perkebunan kopi dan teh sebagai produsen utama teh dan kopi. Akan tetapi mayoritas pemeluk Budha Sinhala tidak suka terhadap perlakuan rasial Inggris khususnya pengutamaan orang-orang Hindu Tamil atas mereka. Kemerdekaan Srilanka dari Inggris tahun 1948 menegaskan pahitnya hubungan di antara dua kelompok. Pemerintah Sinhala yang silih berganti sengaja menunda pemberian hak politik yang sesuai kepada Tamil yang bermukim di utara Srilanka. Oleh sebab itulah orang-orang Tamil kehilangan kepercayaan kepada para pemimpin mereka para politisi dan kepada sintesa politik Srilanka yang tidak pernah berbuat adil satu hari pun kepada mereka. Inilah yang menjadi sebab tumbuhnya sejumlah gerakan bersenjata dan yang paling terkenal adalah Gerakan Macan Tamil (The Liberation Tigers of Tamil Eelam –LTTE) yang dibentuk pada tahun 1976 dipimpin oleh pendirinya Velupillai Prabhakaran. Tujuan gerakan tersebut adalah mendirikan negara Tamil yang independen yang dinamakan Tamil Eelam di sebelah utara dan timur pulau. Gerakan tersebut belum mendapat dukungan rakyat kecuali pada tahun 80-an, abad lalu, khususnya setelah gagalnya upaya reformasi konstitusional pada tahun 1983.

Penghancuran gerakan tersebut berhasil dilakukan oleh agen-agen Inggris, India, dan Amerika yang menyebabkan diarahkannya gerakan itu untuk memerangi gerakan-gerakan bersenjata lainnya. Akan tetapi Inggris dahulu memiliki tangan panjang, khususnya pada masa partai Kongres di India. Pada tahun 1980 Inggris mendorong India untuk melakukan intervensi di dalam masalah gerakan Macan Tamil dan pemerintah Srilanka untuk menghalau berkembangnya pengaruh Amerika di pulau. Hal itu dengan kedok yang diterima oleh pemrintah Srilanka yaitu larangan warga Tamil yang beragama Hindu untuk bergabung kepada warga Tamil di utara Srilanka untuk memisah utara dari bagian pulau yang lainnya. Padahal hakikatnya adalah bahwa pemerintah partai Kongres di India saat itu telah memperhatikan bahwa militer Srilanka hampir bisa menghancurkan gerakan Macan Tamil. Intervensi India secara politik terus berlangsung secara zahir, dan secara rahasia mendukung Macan Tamil, sampai pemerintah India pada tanggal 29 Juli 1987 berhasil mengadakan perjanjian perdamaian antara presiden India Rajiv Gandhi dan presiden Srilanka Jayawardene. Disebabkan kesepakatan ini, pemerintah Srilanka memberikan sejumlah hak kepada orang-orang Tamil termasuk keikutsertaan daerah Tamil di dalam kekuasaan dan toleransi adanya misi perdamaian India sebagai kompensasi tidak adanya dukungan India kepada gerakan bersenjata Tamil

4. Kegagalan India mencaplok sebagian wilayah Srilanka menyebabkan penarikan yang hina atas militer India. Kemudian Amerika memanfaatkan perasaan tidak suka kepada India untuk melakukan intervensi di antara gerakan Macan Tamil dan pemerintah Srilanka. Hanya saja Amerika lebih banyak menguatkan hubungannya dengan pemerintah dari pada hubungannya dengan gerakan Macan Tamil. Karena itu hubungan Amerika dengan pemerintah Srilanka tumbuh lebih banyak, khususnya pasca peristiwa 11 September. Pada akhirnya lampu hijau diberikan oleh Amerika kepada pemerintah Srilanka untuk menghancurkan Macan Tamil dalam kerangka perang global terhadap terorisme. Sebagaimana Amerika memutuskan membangun ikatan-ikatan militer dan ekonomi yang kuat dengan Srilanka. Pada tahun 2002 Washington berhasil mencapai kesepakatan Access and Cross Servicing Agreement (ACSA) yang memungkinkan kapal perang dan pesawat Amerika menggunakan wilayah Srilanka. Dan pada tahun 2002 Presiden Bush bertemu dengan perdana menteri Srilanka, Ranil Wickremasinghe, di Gedung Putih dan terjadi kesepakatan bagi perdamaian dan pengembangan ekonomi di Srilanka. Lalu Amerika dan Srilanka menandatangani perjanjian Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) pada tahun 2002. Pihak yang paling merugi dari kedekatan antara Amerika dan Srilanka adalah Inggris yang mendapati dirinya terisolasi karena dua sebab: Pertama, kekalahan partai Kongres pada pemilu di India dan menangnya partai Bharatiya Janata yang menolak mengadopsi sikap permusuhan terhadap kesepakatan militer dan ekonomi Amerika dengan Srilanka. Kedua, pemerintah Srilanka menjadi berada di bawah pengaruh Amerika. Jadi pilihan satu-satunya bagi Inggris adalah mendukung gerakan Macan Tamil sampai berhasil dihancurkan belakangan ini.

5. Amerika menunggu pemilihan presiden Mahinda Rajapakse sebagai presiden Srilanka pada tahun 2005 supaya terjamin dukungan pemerintah Srilanka untuk menghancurkan gerakan Macan Tamil. Pada hakikatnya pemilihan Mahinda Rajapakse terjadi berdasarkan janjinya untuk menghancurkan gerakan Macan Tamil, khususnya Mahinda Rajapakse telah menjalin sekutu dengan partai garis keras yaitu partai Janatha Vimukthi Peramuna dan dengan para pendeta Budha ekstrem. Amerika menyambut terpilihnya kembali Mahinda Rajapakse. Wakil juru bicara resmi Departemen Luar Negeri Amerika Adam Ereli di dalam konferensi pers yang diadakan di Washington, ia mengatakan: “sesungguhnya kami akan terus menjaga hubungan historis kedua negeri kami. Kami mengharap kerjasama dengan presiden Mahinda Rajapakse karena ia menghadapi sejumlah tantangan spesifik”. Amerika melalui Mahinda Rajapakse dan saudaranya kepala staf untuk menghancurkan pasukan Macan Tamil. Karena pemahaman Inggris, India dan Eropa terhadap kesepakatan Amerika dengan Srilanka, mereka mengerahkan segenap daya upaya untuk menghalangi pemerintah Mahinda Rajapakse menghancurkan pasukan Macan Tamil.

6. Amerika mendukung pemerintah Mahinda Rajapakse dengan persenjataan yang efektif melalui Pakistan. Pada Maret 2006 Srilanka meminta Pakistan untuk menyuplainya dengan sistem peluncur roket Multi-Barrel Rocket Launcher System (MBRLS) pada saat presiden Srilanka, Mahinda Rajapakse, berkunjung ke Pakistan. Pada Arpil 2008 kepala staf angkatan bersenjata Srilanka, Jenderal Sarath Fonseka, menandatangani perjanjian dengan Pakistan untuk membeli 22 tank Pakistan dari jenis al-Khalid dengan nilai 100 juta dolar. Disamping pemerintah Pakistan menyuplay banyak senjata kepada Srilanka dengan nilai 65 juta dolar. Pada 19 Januari 2009, dalam pertemuan menteri pertahanan Pakistan, Syed Athar Ali, dengan koleganya dari Srilanka, Gothabaya Rajapakse, di Rawalpindi; kedua pihak sepakat memperkuat kerjasama militer dalam kerangka latihan militer bersama dan tukar menukar informasi intelijen untuk melawan teroris.

7. Ketika terealisir kemenangan demi kemenangan atas Macan Tamil, Inggris dan agennya India menoleh kepada Eropa untuk merealisasi kesepakatan damai antara pemerintah Mahinda Rajapakse dengan Macan Tamil. Tujuan kesepakatan damai itu adalah untuk menghalangi penghancuran atas Macan Tamil. Inggris dan India bersuara keras memprotes pembunuhan masyarakat sipil di dalam pertempuran yang terjadi. Inggris, India dan Eropa pada hari-hari terakhir berupaya mendorong dihentikannya perang dan mendorong demonstran Tamil di seluruh dunia untuk berdemonstrasi memprotes pembunuhan masyarakat sipil oleh pemerintah Mahinda Rajapakse. Sedangkan Amerika, ia bermain kata-kata, tentang perdamaian dan penghentian perang. Akan tetapi Amerika mendorong pemerintah Srilanka untuk menolaknya. Kemudian Amerika mensuport pemerintah Srilanka melalui Pakistan. Semua itu menjadikan Mahinda Rajapakse menolak tawaran-tawaran damai dan penghentian perang. Begitulah, pemerintah Srilanka mengabaikan seruan-seruan damai dan penghentian perang itu. Dan berikutnya pemerintah Srilanka bisa menghancurkan militer Tamil. Organisasi militer Macan Tamil sebelumnya telah menguasai kawasan yang luas di utara Srilanka, mendominasi lembaga kepolisian dan mereka berbangga dengan kekuatan laut dan kekuatan udara.

Kekalahan Macan Tamil berarti bahwa pengaruh India dan Inggris di utara Srilanka telah rusak luar biasa. Hal itu memberikan kesempatan kepada Amerika untuk memperkuat dominasinya atas Srilanka dan mendirikan pangkalan militer permanen di negeri itu. Juga memberikan peluang kepada Amerika untuk mengontrol selat Palk dan mengkonsentrasikan eksistensi angkatan lautnya di lautan Hindia untuk menghadapi ancaman-ancaman China. Disamping itu, Amerika bisa memanfaatkan Srilanka untuk menekan India –khususnya setelah keberhasilan partai Kongres meraih kursi kekuasaan di India lima tahun terakhir- agar sekali lagi berjalan di dalam politik Amerika di kawasan itu. Di atas semua hal, banyak ditunggu dari Mahinda Rajapakse untuk memperbaiki berbagai hubungan dengan suku Tamil dan harmonisasi dengan tuntutan-tuntutan politik mereka. Karena Amerika memahami hal itu, oleh karenanya Amerika mengantisipasinya dengan jalan mensuplay pemerintah Mahinda Rajapakse dengan bantuan dari IMF untuk merealisasi tuntutan-tuntutan itu. Karena kestabilan Srilanka merupakan kepentingan vital bagi Amerika. Mengingat sejarah kawasan itu, maka Inggris dan agennya India akan berupaya membangun kembali pengaruh keduanya di Srilanka. Bisa jadi pertarungan anglo-amerika di Srilanka telah reda namun belum berhenti sama sekali.

28 Jumadil Ula 1430 H

23 Mei 2009 M

Sumber : www.hizbut-tahrir.or.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: