Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Selisih dengan Saudara

Posted by Farid Ma'ruf pada 25 Oktober 2009

Pertanyaan :

Assalaamu’alaikum Wr.Wb

Ibu Pengasuh Konsultasi Keluarga yang saya hormati, saya anak pertama dari tujuh bersaudara. Alhamdulillah hubungan persaudaraan kami selama ini sangat baik. Kedua orang tua kami memang terus selalu mengingatkan agar kami rukun dan saling membantu. Sampai pada suatu saat adik bungsu saya menuduh saya telah mempengaruhi ibu dalam persoalan pembagian harta waris. Ayah kami meninggal 1 tahun lalu. Saya sangat sedih, kecewa dengan sikap adik saya. Saya juga sangat prihatin dengan suasana seperti ini. Selama ini hubungan kami sangat baik, dan selalu saling mengunjungi. Tapi sebagai kakak tertua, dan sekaligus karena merasa tidak bersalah, saya enggan menemuinya. Saya ingin hubungan kami baik kembali. Apa yang mestinya saya lakukan. Sebagai adik, apalagi dia yang bersalah sudah semestinya meminta maaf dan memulai berkunjung. Apakah mesti demikan, atau tidak ada salahnya kalau saya yang mengunjunginya. Langkah apa yang terbaik. Terima kasih atas jawabannya.
Wassalaamu’alaikum Wr.Wb.

Laila

Jakarta

 

Jawaban :

Wa’alaikumsalam Wr.Wb
Ibu Laila yang baik,

Alhamdulillah Anda memiliki keluarga besar yang selalu memperhatikan pentingnya menjalin persaudaraan. Memang sudah demikian seharusnya kehidupan keluarga Muslim. Saya sangat memahami kesedihan dan kekecewaan Anda. Persoalan harta waris kadang memang sering menjadi penyulut perselisihan di antara anggota keluarga. Hubungan persaudaraan menjadi renggang, sering terjadi perselisihan hebat yang berkepanjangan dan kebencian yang mendalam seumur hidup dan bahkan bisa saling menghilangkan nyawa. Sungguh sangat memprihatinkan kalau sudah demikian. Padahal Islam sangat membenci perselisihan antar keluarga dan memperhatikan hubungan silaturahmi. Allah SWT telah memerintahkan untuk selalu berbuat baik dengan kerabat.

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mem-persekutukanNya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesung-guhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang som-bong dan membangga-banggakan diri” (TQS. An Nisaa: 36).

Ibu Laila yang baik,

Banyak sekali hadits yang memerintahkan untuk menjaga tali silaturahmi sekaligus juga memberikan ancaman kepada orang-orang yang sengaja memutuskankannya.

Hadits Riwayat Anas Bin Malik ra, ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang merasa senang bila dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia menyambung hubungan kekeluargaan (silaturahmi)”.

Sementara Islam juga membenci orang yang saling bermusuhan:

“Hindarilah oleh kamu sekalian berburuk sangka karena buruk sangka adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kamu sekalian saling memata-matai yang lain, janganlah saling mencari-cari aib yang lain, janganlah kamu saling bersaing (dalam kemegahan dunia), janganlah kamu saling mendengki dan janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling bermusuhan tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara”

“Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan hubungan silaturahmi”
Ibu Laila yang baik,

Tentang siapa yang seharusnya meminta maaf dan berkunjung terlebih dahulu, seharusnya memang yang berbuat salah. Tapi tidak ada salahnya kalau Anda yang memulai. Seorang Muslim yang pemaaf sangat disukai Allah SWT. Kalau sama-sama keras dan merasa benar, tidak ada yang mau mengalah maka permusuhan akan terus berkepanjangan dan kedamaian akan sulit diciptakan. Adik juga mungkin enggan untuk mendahului berkunjung karena rasa bersalahnya. Jadi tidak ada masalah jika Anda mengunjungi adik terlebih dahulu.

“Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (QS. Ali Imran: 134)

Hadits Riwayat Abu Ayyub Al-Ansyari:

“Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: Tidak halal seorang Muslim mendiamkan (tidak mau menyapa) saudaranya lebih dari tiga malam di mana keduanya bertemu lalu yang ini berpaling dan yang itu berpaling. Yang terbaik di antara keduanya ialah orang yang memulai mengucapkan salam”

Mudah-mudahan persaudaraan di keluarga besar Anda kembali terjalin dan senantiasa dalam perlindungan Allah SWT. Amiin….[]

Sumber : http://mediaumat.com/konsultasi/886.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: