Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Melatih Anak Gemar Bersedekah

Posted by Farid Ma'ruf pada 3 November 2009

Pertanyaan :

Assalaamu’alaikum Wr.Wb.

Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati,

Alhamdulillah kita berada di bulan Ramadhan.  Sepanjang bulan Ramadhan, dianjurkan untuk banyak bersedekah karena pahala yang dijanjikan memang luar biasa. Saya ingin menjadikan momen Ramadhan ini untuk mengajarkan pada anak-anak agar gemar melakukan sedekah. Langkah-langkah seperti apa yang bisa saya lakukan, agar selepas Ramadhan kebiasaan bersedekah akan terus bisa berjalan. Terima kasih untuk saran-saran dan jawabannya.
Wassalaamu’alaikum Wr.Wb.

Alya
Bandung

Jawaban :

Wa’alaikumsalam Wr.Wb.
Ibu Alya yang baik,

Bersedekah merupakan pemberian dari seorang Muslim secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi waktu dan jumlah. Dari segi bentuknya, sedekah sesungguhnya tidak dibatasi pemberian dalam bentuk uang, tetapi sejumlah amal kebaikan yang dilakukan seorang Muslim. Bersedekah di bulan Ramadhan mempunyai nilai pahala yang sangat tinggi.  Rasulullah SAW bersabda:

“Seutama utama sedekah adalah sedekah di bulan Ramadhan” (HR. Turmudzi).

Bersedekah selain merupakan sarana beribadah juga bisa digunakan untuk melatih empati anak pada orang lain. Empati berarti menempatkan diri seolah-olah menjadi seperti orang lain. Banyak segi positif bila kita mengajarkan anak berempati. Mereka tidak akan agresif dan senang membantu orang lain. Rasulullah SAW pun sangat menekankan pentingnya mengembangkan sikap empati ini. Gambaran orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, saling mengasihi, dan saling berempati di antara sesama mereka adalah laksana satu tubuh, jika ada sebagian dari anggota tubuh yang sakit, maka seluruh anggota tubuh akan ikut merasakan sakit.
Ibu Alya yang baik,

Langkah-langkah yang bisa Anda lakukan  agar anak gemar bersedekah, Pertama, berikan motivasi kepada anak melalui hadits dan ayat-ayat yang berbicara tentang sedekah. Banyak sekali ayat-ayat Alquran dan Hadits Rasulullah SAW yang menggambarkan tentang pahala orang yang menafkahkan sebagian hartanya. Kenalkan ayat-ayat dan hadits-hadits tersebut dengan membacakanya, menghafal, dan mengkajinya akan memberikan motivasi yang luar biasa buat anak. Cara mengkajinya tentu dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak.

Kedua, bacakan cerita-cerita sahabat Rasulullah SAW yang gemar  menafkahkan hartanya seperti misalnya cerita tentang bagaimana Abu Bakar Ashidiq menyerahkan sebagian besar hartanya untuk dakwah, atau Abdurrahman bin Auf sahabat yang sangat kaya raya dan dermawan.

Ketiga, beri teladan kepada anak-anak. Anda harus bisa menjadi model yang baik. Bila dalam keseharian Anda bisa memperlihatkan kepekaan serta kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan, mampu berempati, bukan tidak mungkin akan-anak akan menirunya. Tunjukkan kepedulian Anda terhadap orang-orang yang tak mampu. Komitmen yang kuat dalam membantu penderitaan orang lain Insya Allah akan dapat menular kepada anak-anak.

Keempat, selain keteladanan, pembiasaan juga merupakan metode pembelajaran yang sangat tepat buat anak. Pembiasaan sebaiknya dilakukan sedini mungkin sesuai dengan kemampuan anak. Pendidikan melalui pembiasaan akan menjadikan anak terlatih sejak kecil, ringan di dalam memberikan pertolongan pada orang lain. Upaya kecil yang bisa dilakukan misalnya dengan membawakan bekal sekolah anak lebih dari satu, dengan pesan untuk dibagikan pada temannya yang tidak membawa bekal.

Kelima, berikan hadiah (penghargaan) sebagai bentuk apresiasi terhadap suatu prestasi. Jika anak mendapat penghargaan atas tingkah lakunya, maka ia akan mendapatkan pemahaman bahwa apa yang dilakukannya itu berarti. Ini yang akan membuat anak termotivasi untuk terus mengulangi. Hadiah tidak selamanya harus dalam bentuk materi. Apapun bentuknya, yang penting harus sesuai dengan kebutuhan anak. Bila tidak, efektivitasnya akan hilang. Oleh karena itu diperlukan kepekaan Anda untuk melakukan hal ini.

Keenam, Ajaklah anak melihat sendiri dan mengalami kehidupan yang sangat berbeda dengan kehidupan yang biasa ia jalani. Misalnya, mengunjungi tempat di mana banyak orang susah yang berkumpul di sana. Dengan itu mereka akan melihat ada sisi lain dari kehidupan manusia. Sekali waktu Anda bisa membawanya ke panti asuhan, tempat bencana alam atau tempat-tempat lain yang membutuhkan uluran tangan. Demikian, semoga Anda sekeluarga dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan baik sampai akhir, dan mendapatkan pahala yang berlipat. Amiin…

Sumber : http://mediaumat.com/konsultasi/920.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: