Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Menonton Film di Bioskop dan Menonton Film Panas (Porno)

Posted by Farid Ma'ruf pada 3 Desember 2009

Tanya : “Apakah dibolehkan memasuki bioskop untuk melihat film-film yang biasa/wajar? Kemudian apakah dibolehkan untuk melihat film-film “panas”, terkait dengan kenyataan bahwa yang dilihat adalah gambar, bukan tubuh manusia yang sebenarnya? Apa yang wajib dilakukan untuk menghadapi umat islam yang memasukinya, apakah harus menyeru dan melarang mereka, atau dibiarkan saja?”

Jawab : “Memasuki gedung bioskop untuk melihat film-film yang serius dan benar-benar bermanfaat itu boleh, dengan syarat tempat duduk kelompok putri terpisah dari tempat duduk putra, sebagai mana diharuskan dalam pertemuan-pertemuan dan seminar-seminar. Oleh karena itu hukumnya jaiz(boleh), dengan syarat terpisah antara kelompok pria dengan wanita (infishol).

Namun kebolehan ini kalau memenuhi syarat-syarat diatas.Meskipun boleh, lebih utama untuk ditinggalkan(tidak dilakukan) karena khawatir kalau-kalau mata melihat sebagian aurat dari para wanita yang hadir, juga karena khawatir kalau-kalau telinga mendengar hal-hal yang tidak baik dari para penonton yang ada di ruangan itu .

Adapun melihat pertunjukan film panas/porno, maka hal itu tidak dibolehkan meskipun yang dilihat itu hanyalah gambar, bukan tubuh yang sebenarnya. Itu karena kaidah syara’ dalam masalah ini adalah :

اَلْوَسِيْلَةُ إِلَى اْلحَرَامِ حَرَامٌ

“Sarana yang menghantarkan kepada perbuatan haram adalah haram.”

Tidak disyaratkan dalam kaidah ini bahwa sarana itu harus membawa kepada keharaman secara pasti (qot’iy), tapi cukup dengan dugaan kuat (غلبة الظن). Sementara pertunjukkan film-film seperti itu diduga kuat dapat membawa mereka yang hadir kepada tindakan haram, sehingga kaidah tersebut dapat diterapkan pada kasus ini. Maka dari itu, tidak boleh untuk menghadirinya (menontonnya) dan berdiam di dalamnya.

Mengenai tindakan apa yang perlu dilakukan syabab Hizb menghadapi umat Islam yang menghadiri pertunjukkan film tersebut, maka sesungguhnya sebagian besar orang yang menghadiri pertunjukkan film seperti itu adalah orang-orang yang jatuh dalam hura-hura (sampah masyarakat) dimana perintah dan larangan tidak lagi bermanfaat bagi mereka kecuali orang yang mendapat rahmat dari Rabnya. Maka dari itu, jika para syabab memiliki cara yang kuat, yang mampu menghalangi dan bijak, maka lakukanlah.

Dan mungkin maksud si penanya ini ada sebagian dari kerabatnya yang membuatnya sedih karena ia melihatnya sedang terjerumus dalam perilaku yang sakit ini, maka ia harus menjauhkannya dari kebiasaannya itu. Jika masalahnya memang demikian, maka ia harus memerintah dan melarangnya, serta memilih cara-cara yang sesuai (tepat), semoga Allah membimbingnya. Dan iapun dengan tindakannya itu berhak mendapatkan pahala, insya Allah dengan izin-Nya.

Kaum muslimin pada hari ini dikepung oleh berbagai keburukan dari segala penjuru karena lenyapnya khilafah mereka. Maka selayaknya bagi umat Islam untuk tidak menyisihkan waktu luang lagi meski untuk sekedar melakukan hiburan yang bersifat mubah, lantas bagaimana jika dia menggunakannya untuk hiburan yang haram? Wal ‘iyaadzu billaah.

Sesungguhnya wajib bagi kalian, ayyuhal ikhwah, untuk menghadapi umat Islam dengan sikap yang kuat, meski tetap dengan bijaksana, untuk menasehati mereka agar memenuhi waktu mereka dengan berbagai perbuatan baik, keuletan dan kesungguhan dalam beramal untuk mengembalikan khilafah, dan menyelamatkan umat dari keburukan-keburukan ini”. (www.konsultasi.wordpress.com)

(Dijawab oleh Amir Hizbut Tahrir Syaikh Atho’ Abu Rusytah pada tanggal 10 Oktober 2006. http://hizb-ut-tahrir.info/arabic/AmrDoc/pdf/Ajwebah-101006.pdf)

8 Tanggapan to “Menonton Film di Bioskop dan Menonton Film Panas (Porno)”

  1. assalamualikm….
    penjabarannya sangat bagus….
    tapi,saya mempunyai pertanyaan,masalah tonton – menonton filem panas’.
    begini, apakah kita setelah menonton filem bokep/porno wajib mandi? walaupun tidak keluar mani?
    dan apa hukum melihat filen panas’ tsb kepada leleki/ perempuan yang sudah berumur >18/+18?
    sebelumnya terimakasih…..

    tanggapan : di artikel sudah jelas bahwa haram melihatnya

  2. hazli said

    kenapa hukum menonton film porno hanya menggunakan dalil diatas, kenapa tidak menggunakan dalil tasyabbuh(menyerupai suatu kaum)karena sepengetahuan dan pendapat saya, itu berasal dan perilaku kebiasaan dari orang kafir?

  3. Rani Kartika said

    Bagaimana jika kita menonton bioskop satu keluarga , yang terdiri dari ayah , ibu dan seorang anak kecil ?
    dan film yang d tonton ada unsur negatif nya ,
    siapa yang lebih di salahkan ??

  4. h2d334r said

    truss crnx mngndlkn nafsu agar tdk nonton begituan gmn……..?

  5. Amin said

    Pornografi,bak narkoba,rokok dll,sekali mencoba,kecanduan akan mencengkram.penderitanya jika sudah parah kecanduannya bisa sampai menghambur hamburkan uang,tenaga,merusak keharmonisan rumah tangga,meninggalkan taat, takwa dan solat,kurang tidur(menurut survey,pecandu pornografi kurang tidurnya,karena keasikan berjam jam dengan hobi jeleknya),dst.jiwanya dan raganya dipenatkan oleh nafsu dan keletihan tak berujung dalam menuruti syahwat.bak minum air laut,tak pernah hilang dahaganya.sebenarnya pecandu2 itu mendambakan kehidupan suci bersih dan tentram,bebas dari pornografi,budak aurat dan budak kecantikan.tapi,kecanduan mereka sulit lepas.hingga yang sudah paling parah kecanduannya,tak menganggap masalah kecanduannya itu.padahal,ia digerogoti oleh akibat2 buruk pornografi yang ia sadari atau tidak ia sadari.namun saya yakin,pendukung2 pornografi suatu waktu cahaya kecil nuraninya berkata,ini hidup dan kecanduan penuh siksaan dan abnormal.namun kabut nafsunya segera menutupi akal sehatnya,lalu ia pun mengenyahkan akal sehatnya kembali,lalu kembali ke kebiasaan buruknya.pelaku2 kecanduan itu cepat atau lambat akan terjerumus zina,bahkan melakukan berbagai kejahatan seksual.jika kecanduan ini tak segera ia tobati dan obati,bisa saja akhir hidupnya ia jika mati mendadak,ia mati suul khotimah.mati sedang menuruti syahwatnya.seperti pecandu rokok,walau jutaan pecandu rokok telah mati,ia tahu fakta ilmiah bahwa dalam rokok ada banyak bahan kimia berbahaya,tapi ia tetap merokok.kadang mengolok olok orang yang tak merokok.namun dalam hati kecilnya ia jujur berkata,ia telah merusak dirinya sendiri.begitu juga pecandu pornografi,walau ia telah didera siksa,ia tetap mencandu.namun hati kecilnya merasa tersiksa dengan kecanduannya.dan ia telah merasakan berbagai akibatnya,seperti menghambur hamburkan uang,tenaga,dst.maka itu,tinggal pelakunya,mau hidup terus penuh siksaan dan keletihan batin dan fisik tampa putus karena menuruti syahwat?,atau bertobat dan berjuang mengobati kangker kecanduannya itu,untuk hidup penuh takwa,bersih,suci dan tentram.bebas dari perbudakan nafsu,aurat dan kecantikan yang bukan haknya.walau sulit dan jatuh bangun tuk mengobati kebiasaan dan kecanduan yang telah lama mengakar.

    • Bocah tua said

      Assalamu’alaikum pak amin…
      pak amin sungguh beruntung anda bisa terhindar dari hal-hal sedemikian, tp sesungguhnya hal sedemikian bisa saja menimpa anda.

  6. Rachmat said

    Assalamualaikum Pak Amin,

    pembahasan yang sangat memuaskan, tetapi ada 1 hal yang ingin saya tanyakan, kalau film porn itu tidak kita jadikan sarana keharaman apakah dibolehkan…? misalnya hanya menonton ber2 sama suami-istri dirumah/dkmar sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: