Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Berbahagialah Orang-Orang yang Asing

Posted by Farid Ma'ruf pada 5 Desember 2009

Assalaamu’alaikum Wr.Wb.

Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati, kalau kita lihat, sekarang ini banyak perempuan Muslim yang kehidupannya jauh dari nilai-nilai Islam. Bagaimana mereka bergaul, berpakaian, dan lain-lainnya sudah berbau kebarat-baratan. Sepertinya mereka sudah lepas dari ajaran Islam, padahal beragama Islam. Mereka tidak menjalankan syariat Islam dengan sebenarnya.Yang ingin saya tanyakan:

1. Mengapa bisa berbuat begitu padahal sudah ada hukum yang menetapkan tentang pergaulan dalam Alquran dan Hadits?

2. Apakah yang Rasulullah cemaskan pada waktu itu telah terbukti, bahwa manusia pada akhir zaman akan kembali seperti semula yaitu suka minum-minuman keras, bayi lahir tanpa ayah, bayi dibuang sampai dikubur hidup-hidup, dan lain-lain?

3. Bagaimanakah saya seharusnya hidup dalam keadaan seperti ini, dalam berdakwah saja sudah ada yang tidak peduli ?

Terima kasih atas jawabannya, semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Amiin.
Wassalamua’laikum. Wr.Wb.

Hikmah
Yogyakarta

Wa’alaikumsalam Wr.Wb.
Hikmah yang baik,

Benar sekali apa yang Anda sampaikan.  Kehidupan kaum Muslimin pada umumnya, termasuk perempuan Muslim tentu saja, memang telah jauh dari syariat Islam.  Kenapa hal ini bisa terjadi? Pertama, karena umat Islam sekarang ini banyak yang tidak memahami ajaran Islam yang sebenarnya. Islam yang mereka jalankan sebatas masalah ritual (ibadah) yang berkaitan dengan shalat, puasa, zakat dan haji. Padahal syariat Islam ini mengatur seluruh aktivitas manusia. Islam mengatur hubungan manusia dengan pencipta-Nya (Allah SWT), dalam masalah aqidah dan ibadah. Islam juga mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri dalam masalah yang berkaitan dengan makanan, pakaian dan akhlaq. Islam juga mengatur hubungan manusia dengan manusia lainnya dalam persoalan muamalah dan uqubat (sanksi). Kedua, karena pengaruh budaya asing yang semakin menggila. Aturan pergaulan yang ditawarkan saat ini bukan lagi aturan yang berasal dari Islam. Adanya paham kebebasan, maka bebas pula bergaul. Yang penting senang dan bermanfaat. Misal, boleh saja berpacaran kalau dengan pacaran akan meningkatkan motivasi belajar. Anda bisa melihat bagaimana bentuk pergaulan yang ditawarkan media massa, baik cetak maupun elektronik. Bahkan di sana disajikan pula trik-trik untuk menarik lawan jenis.
Hikmah yang baik,

Islam lahir ditengah-tengah masyarakat Arab jahiliyah. Pada saat itu, orang-orang jahiliyah dalam beraqidah mengikuti agama nenek moyang yang telah sesat dari keyakinan Ketuhanan yang benar. Mereka menyembah berhala, mempercayai ramalan-ramalan, takhayul, khurafat dan lain-lain. Dalam masalah sosial ekonomi kita tahu bagaimana orang-orang Arab pada waktu itu suka sekali berjudi, makan riba, membunuh bayi-bayi perempuan, merendahkan wanita, melakukan perzinaan, fanatisme kesukuan dan sebagainya. Kondisi semacam ini tidak jauh beda dengan apa yang kita alami saat ini. Seperti apa yang telah disampaikan Rasulullah SAW:.

“Sungguh Islam mula-mula lahir sebagai hal yang asing dan akan kembali lagi menjadi asing; berbahagialah orang-orang yang asing” (HR. Muslim dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah ra).

Hadits di atas mengisyaratkan kepada kita bahwa apa yang disampaikan Rasulullah pada waktu itu kini terjadi lagi. Kerusakan ada di mana-mana karena Islam tidak lagi dijadikan sebagai pemecahan masalah kehidupan. Justru orang-orang yang berusaha menjadi Muslim yang berpegang teguh pada syariat dianggap aneh dan asing. Sebagaimana sabda  Rasulullah SAW  bahwa orang yang mau dianggap asing adalah:

“Orang-orang yang berusaha mengadakan perbaikan terhadap sunnahku yang telah dirusakkan orang sesudahku” (HR. Tirmidzi)
Hikmah yang baik,

Dalam kehidupan seperti sekarang ini yang Anda harus lakukan adalah mengubahnya. Jangan malah larut atau ikut dalam kehidupan mereka. Kehidupan Islam akan kembali tegak tiada lain adalah dengan dakwah. Untuk itu, Anda harus ikut terlibat dalam dakwah. Waktu, tenaga dan mungkin juga harta harus kita korbankan untuk tegaknya kembali kehidupan Islam.

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shalih, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” (QS. Fushshilat:33).

Dalam berdakwah pasti akan ada tantangan yang dihadapi, persis seperti apa yang dulu pernah dialami oleh Rasulullah SAW. Tiga belas tahun Rasulullah SAW bersama-sama dengan para sahabat yang amat kecil jumlahnya, tetapi memiliki semangat yang tinggi, tidak berhenti menyampaikan ajaran-ajaran Islam kepada masyarakat, betapapun reaksi-reaksi berat yang harus beliau hadapi. Selamat Berjuang… Allahu Akbar!.[Dra (Psi) Zulia Ilmawati]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: