Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Menghadapi Teman Dekat

Posted by Farid Ma'ruf pada 16 Desember 2009

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Semoga Ibu  dalam keadaan sehat wal’afiat serta tidak kurang suatu apapun, amin. Saya seorang mahasiswi salah satu universitas di Jakarta, yang sedang mempunyai beberapa persoalan. Mudah-mudahan Ibu bisa membantu. Saya mempunyai teman kost, yang dulunya kami itu sangat akrab tetapi beberapa minggu ini, teman saya itu sering menjauh bahkan tidak mau berbicara dengan saya.  Meskipun pada awalnya kami memang punya masalah kecil. Nah, bagaimana seharusnya sikap saya  untuk mengahadapinya? Karena lama-kelamaan rasa benci itu pun tumbuh pada hati saya kepadanya apalagi kami tinggal serumah. Masalah kedua, saya punya teman yang baru-baru ini saya jenguk karena kasihan kepadanya.  Sebelumnya teman saya itu orang yang periang dan bahkan mudah beradaptasi di manapun dia berada. Tetapi saya terkejut saat menjenguknya, ia depresi karena merasa dikucilkan dari teman-temannya, merasa sendiri dan bahkan terkesan tertutup.  Mengapa hal ini bisa terjadi?  Adakah penyakit khusus yang menghinggapinya? Mohon saran dari Ibu.  Atas jawabannya, saya ucapkan jazakumullah khoiron katsiro, amin.


Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Amalia
Jakarta

Wa’alaikumsalam Wr.Wb.
Amalia yang baik,

Insya Allah, saya bisa memahami kegundahan Anda. Berat memang kalau persahabatan yang sudah lama terjalin menjadi berantakan. Apalagi bersahabat dengan teman serumah. Anda bisa setiap hari bertemu dan dapat mengamati setiap gerak-geriknya. Saya bisa merasakan bagaimana tidak nyamannya perasaan Anda. Teman dekat adalah orang yang sangat berarti dalam kehidupan kita masing-masing. Seseorang terkadang memang butuh yang namanya sahabat atau teman dekat. Sahabat akan membantu kita menyelesaikan masalah, mengingatkan kalau berbuat salah atau hanya sekadar tempat menumpahkan uneg-uneg dan saling bertukar pengalaman. Kita bisa bayangkan kalau tidak pernah punya teman (sahabat), karena sekuat apapun seseorang  akan membutuhkan orang lain.
Amalia yang baik,

Jalannya persahabatan memang tidak senantiasa berjalan mulus. Namanya juga kehidupan, kecil atau besar akan ada saja persoalan yang muncul. Persoalan yang biasa terjadi dalam persahabatan adakalanya karena hanya salah paham. Besar atau kecil sebuah persoalan seharusnya segera diselesaikan karena kalau tidak persahabatan semakin lama akan kian merenggang bahkan bisa menimbulkan kebencian seperti halnya yang Anda alami. Pasti tidak enak, apalagi Anda tinggal satu rumah. Cobalah bangun kembali komunikasi dengan teman Anda. Lakukan introspeksi, barangkali Anda juga turut andil dalam persoalan ini sehingga teman Anda semakin menjauh. Memulai komunikasi merupakan perbuatan yang terpuji. Kalau tidak ada yang berani memulainya maka tidak akan tersambung kembali persahabatan yang selama ini sudah dijalani. Sayang kan kalau kemudian hancur dan bahkan menimbulkan kebencian. Bukankah sesama Muslim bersaudara dan tidak boleh saling membenci? Insya Allah teman Anda juga ingin   persahabatan itu tersambung kembali.
Amalia yang baik,

Depresi biasanya muncul  kalau seseorang mengalami permasalahan yang cukup berat dan tidak mampu mengatasinya. Faktor-faktor psikososial seperti masalah keuangan, pekerjaan, keluarga, hubungan interpersonal dan sebagainya cukup menjadi pemicu terjadinya depresi pada seseorang. Depresi ditandai dengan kemurungan, kelesuan, ketiadaan gairah hidup, perasaan tidak berguna, putus asa dan sebagainya. Anda perlu mencari informasi mengapa teman Anda bisa seperti itu. Barangkali dia punya persoalan yang tidak terselesaikan. Perubahan keadaan yang begitu mendadak biasanya juga bisa menimbulkan depresi. Teman Anda yang dulunya periang tiba-tiba menjadi pendiam,  pasti ada sebabnya. Apa lagi dia merasa dikucilkan oleh teman-temannya. Mungkin saja teman Anda telah melakukan kesalahan sehingga teman-temannya bersikap seperti itu. Cobalah ajak dia berbicara pelan-pelan sambil mencoba mencari informasi kenapa dia berubah. Merasa kehilangan teman dan kesendirian juga bisa menyebabkan kondisi psikologis seseorang terganggu. Mudah-mudahan upaya Anda dapat memulihkan kembali keceriaannya.. Insya Allah..[Dra (Psi) Zulia Ilmawati ]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: