Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Hukum Memberi Uang kepada Pengemis

Posted by Farid Ma'ruf pada 18 Februari 2010

Tanya :

Ustadz, bagaimana hukumnya memberi uang kepada pengemis?

Jawab :

Memberi uang kepada pengemis dapat dianggap bersedekah. Maka hukumnya sunnah, karena bersedekah hukum asalnya sunnah. Wahbah az-Zuhaili berkata,“Sedekah tathawwu’ (sedekah sunnah/bukan zakat) dianjurkan (mustahab) dalam segala waktu, dan hukumnya sunnah berdasarkan Al-Qur`an dan As-Sunnah.” (Wahbah Zuhaili, Al-Fiqh Al-Islami wa Adilatuhu, 3/389).

Dalil Al-Qur`an antara lain (artinya),“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.” (QS Al-Baqarah [2] : 245). Dalil As-Sunnah misalnya sabda Nabi SAW,”Barangsiapa memberi makan orang lapar, Allah akan memberinya makanan dari buah-buahan surga. Barangsiapa memberi minuman kepada orang haus, Allah pada Hari Kiamat nanti akan memberinya minuman surga yang amat lezat (ar-rahiq al-makhtum), dan barangsiapa memberi pakaian orang yang telanjang, Allah akan memberinya pakaian surga yang berwarna hijau (khudhr al-jannah).” (HR Abu Dawud no 1432; Tirmidzi no 2373).

Namun hukum asal sunnah ini bisa berubah bergantung pada kondisinya. Sedekah dapat menjadi wajib. Misalnya ada pengemis dalam kondisi darurat (mudhthar), yakni sudah kelaparan dan tak punya makanan sedikit pun, sedang pemberi sedekah mempunyai kelebihan makanan setelah tercukupi kebutuhannya. (Wahbah Zuhaili, Al-Fiqh Al-Islami wa Adilatuhu, 3/390). Dalam kondisi seperti ini, sedekah wajib hukumnya. Sebab jika tak ada cara lain menolongnya kecuali bersedekah, maka sedekah menjadi wajib, sesuai kaidah fiqih : Maa laa yatimmul wajibu illa bihi fahuwa wajib.” (Jika suatu kewajiban tak terlaksana kecuali dengan sesuatu, maka sesuatu itu wajib pula hukumnya). (Saifuddin Al-Amidi, Al-Ihkam fi Ushul Al-Ahkam, 1/111).

Sedekah dapat menjadi haram hukumnya, jika diketahui pengemis itu akan menggunakan sedekah itu untuk kemaksiatan. (Wahbah Zuhaili, Al-Fiqh Al-Islami wa Adilatuhu, 3/390). Misalnya, digunakan untuk berjudi, berzina, atau minum khamr. Hukum sedekah dalam kondisi ini menjadi haram, karena telah menjadi perantaraan (wasilah) pada yang haram. Kaidah fikih menyebutkan,”Al-Wasilah ila al-haram haram.” (Segala perantaraan menuju yang haram, haram hukumnya). (M. Shidqi al-Burnu, Mausu’ah Al-Qawa’id Al-Fiqhiyyah, 12/200).

Sedekah kepada pengemis juga menjadi haram, jika diketahui pengemis itu tidak termasuk orang yang boleh mengemis (meminta-minta), misalnya bukan orang miskin. Dalam masalah ini ada dalil khusus yang mengharamkan meminta-minta, kecuali untuk tiga golongan tertentu. Sabda Nabi SAW,”Meminta-minta tidaklah halal kecuali untuk tiga golongan : orang fakir yang sangat sengsara (dzi faqr mudqi’), orang yang terlilit utang (dzi ghurm mufzhi’), dan orang yang berkewajiban membayar diyat (dzi damm muuji’).” (HR Abu Dawud no 1398; Tirmidzi no 590; Ibnu Majah no 2198). (Abdul Qadim Zallum, Al-Amwal fi Daulah al-Khilafah, hal. 194).

Jadi kalau seorang pengemis sebenarnya bukan orang miskin, haram baginya meminta-meminta. Demikian pula pemberi sedekah, haram memberikan sedekah kepadanya, jika dia mengetahuinya. Dalam kondisi ini pemberi sedekah turut melakukan keharaman, karena dianggap membantu pengemis tersebut berbuat haram. Kaidah fikih menyebutkan : “Man a’ana ‘ala ma’shiyyatin fahuwa syariik fi al itsmi” (Barangsiapa membantu suatu kemaksiatan, maka dia telah bersekutu dalam dosa akibat kemaksiatan itu.). (Syarah Ibnu Bathal, 17/207). Wallahu a’lam.

Yogyakarta, 15 Pebruari 2010

Muhammad Shiddiq Al Jawi

Iklan

11 Tanggapan to “Hukum Memberi Uang kepada Pengemis”

  1. danu said

    Mengenai hukum memberi pengemis yg bukan trmsuk diantara 3 glongan yg dibolehkan,mengapa hukumnya haram? Padahal meskipun kalo kita tdk memberi pengemis tsb,statusnya jg pengemis yg diharamkan,maksud saya tanpa kita beri shadaqah,dia jg sdh bermaksiat,seandainya hukumnya haram juga,apakah tepat peletakan qaidah ushul diatas,afwan dan trm kash

  2. Edi Dj. said

    Adanya pengemis dpt disebabkan oleh berbagai hal mis ketidak berdayaan secara fisik atau fsikhis, kemalasan,mungkin juga kepura-puraan, kondisi inilah yg dpt menentukan hukum memberi uang pd pengemis, syukron, wassalam.

  3. Faris Budiman said

    lalu bagaimana hukumnya memberi sedekah atau beramal kepada orang non-muslim..?? saya mohon tanggapannya. terimakasih

  4. ditya said

    kalau begitu, gimana kita tau orang tersebut bebar2 kesusahan ataw hanya pura-pura. kerena yang terjadi skarang seperti itu. menjadikan pengemis sebagai pekerjaan??

  5. Umat Islam said

    Bagaimana jika pengemis hanya pura-pura cacat atau bahkan ada yang terlihat masih sehat, seharusnya bisa bekerja biarpun hanya buruh bangunan tapi karena mentalnya-mental pengemis yang menjadikannya malas bekerja dan lebih memilih meminta-minta karena dirasa mudah, jika kita memberi mereka uang maka kita juga ikut mendidik mental-mental pengemis dan pemalas, apa jadinya bangsa ini? Mohon penjelasannya, terima kasih sebelumnya.

  6. Di tempat saya kerja ada 1 orang pengemis yang telah menjadi langganan untuk meminta-minta.. Beberapa kali saya sudah kasih tapi kok malah menjadi kebiasaan. tolong kasih saran pak.

  7. nana abdullah said

    Bagaimana jika pengemis ini telah menjadikan anak-anaknya obyek untuk mengemis sedangkan orang tuanya menunggu setoran dari anak-anaknya? setiap hari setelah pulang sekolah anak-anak mereka disuruh mengemis, yang menyedihkan sekarang adik dari pengemis cilik ini yang berusia sekitar 3 tahun diajari mengemis juga.

  8. kmale76 said

    maaf ustadz yg lebih berilmu drpd ane, ane berpendapat kurang setuju dg hukum haram dalam bersedekah kepada pengemis/peminta2. karena ane ada 2 alasan, yaitu : 1) seorang manusia biasa tak bisa tahu apakah si pengemis ini memang memerlukan sedekah kita atau tidak, manusia normal hanya mampu melihat sisi luar/penampilan seseorang tanpa tahu isi hatinya serta siapa dia sebenarnya. apakah setiap kita bersedekah kita harus bertanya kepada org yg mau kita beri sedekah apakah sedekah kita ini akan digunakan utk kebaikan ataukah kejahatan? tak masuk diakal jika kita harus melakukan hal itu setiap akan bersedekah…. 2) setiap org yg bersedekah pasti berniat baik dan kebaikan pasti dapat menghapus kejahatan, dan mungkin ustadz lupa mengingat sebuah hadist (maaf ane lupa sanad dan perawinya) yg bercerita ttg seseorang yg mengadu kpd RASULULLAH SAW, bahwa sedekah2 nya jatuh ke tangan org2 yg salah dan beliau SAW menjawab bahwa sedekah org tsb tetap bernilai ibadah sesuai dgn niatnya dan kebaikan yg diniatkan si pemberi sedekah bisa memberikan hidayah kepada si penerima sedekah utk menjadi org yg baik/bertaubat.
    smoga bisa menambah masukan buat saudara2ku sesama MUSLIM….

  9. Dian enjoy aja said

    klo mao ngasih ya kasih,, klo ga mao kasih yawdah,, gitu aja kok repot, ga mungkin orang ngemis klo gak terpaksa, pasti malu lah dia krna stiap pasti pnya hrga diri yg mungkin bisa kalah dgn keterpaksaan.

  10. margo said

    menurut saya hadist ini bukan untuk pengemis “Man a’ana ‘ala ma’shiyyatin fahuwa syariik fi al itsmi” (Barangsiapa membantu suatu kemaksiatan, maka dia telah bersekutu dalam dosa akibat kemaksiatan itu.). (Syarah Ibnu Bathal, 17/207).
    karena hadits tersebut dapat diartikan luas, kemaksiatan bisa berupa prostitusi, perjudian dll
    dalam hadist lain yang pernah saya baca yang maksudnya kurang lebih “Rasulullah SAW bersabda bahwa : berilah sedekah kepada pengemis walaupun dia berkuda (orang kaya)”
    Jadi sedekah itu yang penting niat dan keikhasannya karena Allah SWT, tak perlu memandang siapa yang kita beri, karena dengan bersedekah derajat kita akan lebih tinggi dihadap Allah SWT. Wallahua’lambishowaf.

  11. Arief said

    Kalau menurut pengalaman saya, tidak usah memberi mereka uang, tapi beri saja mereka makanan. Jika dia benar2 orang miskin or fakir yg kelaparan tentu dia tidak akan menolak bila diberi makanan.

    Jika semua pengemis diberikan makanan, tentu orang2 yg menjadikan mengemis sebagai profesi akan berpikir ulang utk mengemis. Karena mereka tidak mendapatkan uang, hanya dapat makanan yg dijual pasti tidak laku karena dari pengemis. Lambat laun pengemis2 abal2 akan tidak mengemis lagi.

    Sesuai dengan perintah agama Islam utk Tha’amul Miskin (memberi makan org miskin) bukan bukan memberi uang kepada mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: