Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Agar Suami Gemar Silaturahmi

Posted by Farid Ma'ruf pada 20 Mei 2010

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Saya seorang ibu muda, setelah menikah kami tinggal di perantauan. Sampai sekarang sudah 4 tahun berjalan. Bagi saya, awalnya bukan hal yang mudah dan menyenangkan harus tinggal berjauhan dengan orang tua dan saudara-saudara. Kebiasaan hidup dengan fasilitas yang mudah yang biasa saya dapatkan bersama orang tua, karena memang kami tinggal di kota yang cukup metropolis, tak ada lagi. Saat ini kami tinggal di daerah bagian timur dengan segala keterbatasan.

Banyak hal yang saya keluhkan, namun konsekuensi pernikahan dan keikhlasan saya berusaha bertahan. Seiring waktu berlalu semua mulai terbiasa dan saya sudah banyak menyesuaikan dengan keadaan, hanya masih ada hal sampai dengan saat ini yang masih menjadi persoalan bagi saya pribadi, yaitu suami yang kurang mampu berkomunikasi baik dengan orang tua maupun saudara-saudaranya. Demikian juga dengan keluarga saya. Latar belakang kami memang cukup berseberangan. Saya besar di lingkungan keluarga, sedang suami selepas pendidikannya besar di perantauan yang jauh dari keluarga. Komunikasi mungkin bukan hal penting bagi suami saya, demikian juga dengan keluarganya. Sedang buat saya, berat rasanya memendam antara rasa ingin bicara, ingin bertemu bercengkerama dengan keluarga. Untuk menyambung komunikasi saja saya harus meminta keluarga saya menghubungi dahulu suami dengan harapan dia bisa membalas. Kadangkala ini menjadi persoalan di antara kami, komunikasi sudah saya sampaikan dengan ma’ruf agar suami bersedia meluangkan waktunya untuk berkomunikasi walau sekadar menelpon. Bagaimana mensikapi hal ini agar tidak selalu menjadi persoalan di antara kami. Jazakillah atas tanggapannya.


Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Ummu Dinda
Sulawesi Utara

Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Ummu Dinda yang baik,

Silaturrahmi adalah sebuah perbuatan baik dan tradisi Islam yang wajib dilaksanakan dan dijaga keberlangsungannya. Silaturrahmi adalah menyam-bung tali persaudaraan terhadap para kerabat yang masih berhubungan karena adanya pertalian rahim (darah).  Perintah untuk menjaga silaturrahmi ini terdapat di dalam Alquran Surat An Nisa : 1 :

“Bertakwalah kepada Allah yang dengan namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturrahmi “.

Demikian juga di dalam QS. Ar Rad: 21:

“Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan (silaturrahmi), dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut terhadap hisab yang buruk”.

Hadits Nabi Muhammad SAW yang memperkuat kewajiban ini antara lain dalam HR Bukhari Muslim:

“….Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka peliharalah silaturrahmi….”,

Ummu Dinda yang baik,

Selain merupakan kewajiban bagi setiap Muslim, silaturahmi juga mempunyai banyak aspek kebaikan dan pembelajaran. Silaturahmi mengajarkan kepada kita untuk berbakti kepada orang tua, mengetahui keadaan para kerabat serta membantu yang kekurangan. Ajang latihan untuk bersabar, mengalahkan egoisme dan memaafkan orang yang telah menzalimi kita, sekalipun mereka tidak menghendakinya. Silaturahmi juga bisa dijadikan sebagai media untuk berdakwah dan menunjukkan syiar Islam, sekalipun terhadap kerabat yang masih berbeda keyakinan. Silaturahmi juga mengajarkan tentang  adab-adab Islam dalam bertamu seperti mengucapkan salam, meminta izin ketika memasuki rumah orang, bersikap ramah serta murah senyum dan sebagainya.
Ummu Dinda yang baik,

Semestinya dengan adanya penjelasan tentang kewajiban silaturahmi, kebaikan-kebaikan yang akan didapat dan kemudahan sarana komunikasi serta transportasi yang ada saat ini, silaturahmi dapat berjalan lebih baik. Hanya saja memang diperlukan kesungguhan dan keikhlasan dalam menjalankannya. Saya bisa memahami apa yang Anda rasakan. Bagaimana kebiasaan yang berbeda dalam sebuah keluarga akan memunculkan perbedaan juga dalam menyikapi sesuatu. Apa yang Anda lakukan kepada suami sudah baik. Mencoba mengingatkan pentingnya silaturahmi bahkan dengan meminta secara langsung  kepada orang tua Anda untuk mengontak suami terlebih dahulu agar komunikasi bisa terjalin. Hanya saja mengubah kebiasaan yang sudah sekian lama ada pada suami memang tidak mudah. Diperlukan kesabaran dan komunikasi yang baik agar  tidak menimbulkan masalah. Suatu hal yang baik, jika dikomunikasikan dengan tidak tepat biasanya justru akan menimbulkan masalah baru. Anda mungkin sudah merasa mengkomunikasikannya dengan baik. Teruskan itu, cobalah luangkan waktu, cari saat yang lebih tepat. Jangan mencoba memojokkan atau menyalahkan suami. Memojokkan biasanya akan  menempatkan orang lain pada sikap defensif.  Tak jarang sikap ini justru akan menimbulkan pertengkaran. Cobalah untuk menyatakan masalah tanpa menyalahkan. Setiap pasangan memiliki ciri berkomunikasinya sendiri. Pahami, bagaimana tipe komunikasi suami. Kalau emosi sudah semakin tinggi, coba di-pending dulu, cari bahasan yang lebih ringan. Jika suasana sudah agak tenang, bisa dilanjutkan lagi. Yang tak kalah penting adalah keinginan keduanya untuk sama-sama menemukan jalan untuk mendapatkan kesepahaman, juga keinginan untuk sama-sama saling menjaga kenyamanan perasaan satu sama lain. Semoga Allah SWT selalu memberi keberkahan untuk Anda berdua, melapangkan rezki dan memperpanjang usia jika mengamalkan silaturahmi ini. Amiin.. [Dra (Psi) Zulia Ilmawati]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: