Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Bagian Waris untuk Suami dan Seorang Anak Laki-laki

Posted by Farid Ma'ruf pada 20 Mei 2010

Tanya :

Seorang perempuan meninggal, ahli warisnya hanya suami dan seorang anak laki-laki. Bagaimanakah pembagian harta warisnya? (FW, Rancaekek).

Jawab :

Bagian waris untuk suami adalah ¼ (seperempat), sebab isteri yang meninggal mempunyai anak. Dalilnya adalah firman Allah SWT :

فإن كان لهن ولد فلكم الربع مما تركن

“Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya.” (QS An-Nisaa` [4] : 12).

Ayat tersebut dengan jelas menyebutkan bahwa suami sebagai salah seorang ash-habul furudh (ahli waris yang mendapat harta waris dalam jumlah tertentu sesuai dengan nash), mendapat seperempat harta waris jika isteri yang meninggal mempunyai anak. (Fiqih Waris (terj.), Al-Imam Ar-Rahbi, hal. 57; Shalih al-Utsaimin, Risalah fi al-Fara`idh, hal. 7; M. Syifa’uddin Achmadi, Pintar Ilmu Faraidh, hal. 35; Muslich Maruzi, Pokok-Pokok Ilmu Waris, hal. 30; Mukti Arto, Hukum Waris Bilateral dalam Kompilasi Hukum Islam, hal. 119).

Adapun ahli waris seorang anak laki-laki, dia menjadi ahli waris ashobah, yaitu ahli waris yang menerima bagian seluruhnya dari sisa harta waris yang sebelumnya telah diambil oleh dzawil furudh / ash-habul furudh. (Mukti Arto, Hukum Waris Bilateral dalam Kompilasi Hukum Islam, hal. 28). Jadi, bagian waris anak laki-laki itu adalah ¾ (tiga perempat), sebab dia adalah ahli waris ashobah.

Dalil tentang ahli waris ashobah adalah sabda Nabi SAW :

ألْحِقُوا الْفَرَائِضَ بِأهْلِهَا فَمَا بَقِيَ فَهُوَ لِأوْلَى رَجُلٍ ذَكَرٍ

“Berikanlah bagian waris kepada para dzawil furudh (yang mendapat bagian tertentu sesuai dengan nash). Maka apa yang tersisa adalah untuk ahli waris laki-laki yang paling dekat nasabnya dengan yang meninggal.” (HR Bukhari no i6732 dan Muslim no 1615). (Imam Syaukani, Nailul Authar, [Beirut : Dar Ibn Hazm], 2000, hal. 1210; Imam Shan’ani, Subulus Salam, 3/98).

Imam Syaukani menjelaskan bawha hadits di atas menunjukkan bahwa harta sisa setelah dipenuhinya hak dzawil furudh, menjadi hak ahli waris laki-laki yang nasabnya paling dekat dengan yang meninggal (muwarrits). (Imam Syaukani, Nailul Authar, hal. 1210).

Demikianlah jawaban kami. Namun sebelum pembagian waris dilakukan, tentu wajib dikeluarkan lebih dulu dari harta si mayyit )yang meninggal) segala kewajiban harta benda yang masih menjadi tanggungan si mayyit, yaitu biaya pengurusan jenazahnya, penunaian wasiat (harta) jika ada, dan pembayaran utang-utangnya (termasuk zakat mal yang belum dibayar) (Lihat QS an-Nisaa` : 12). Wallahu a’lam. (www.faridm.com)

Yogyakarta, 10 Mei 2010

Muhammad Shiddiq al-Jawi

Sumber : http://www.khilafah1924.org

7 Tanggapan to “Bagian Waris untuk Suami dan Seorang Anak Laki-laki”

  1. Imam said

    mohon penjelasan juga,apakah harta hasil dari pernikahan dibagi langsung untuk ahli waris mayit ? Dan mohon juga penjelasan apa makna harta peninggalan dari mayit?

  2. Anto Suprajitno said

    Yth. Bapak Ustadz,

    Mohon pencerahannya perihal pembagian waris sesuai tuntunan yg benar.

    Bapak saya meninggal dengan meninggalkan:
    1.Satu orang istri
    *Setelah Ibu kandung meninggal, Bapak kawin lagi dg janda satu anak.
    *Saat Ibu meninggal belum pernah ada pembagian waris.
    *Ibu adalah seorang ibu rumah tangga (bisnis seadanya)
    *Dengan janda ini Bapak tidak mempunyai keturunan.
    *Dengan janda ini tidak ada harta bersama.
    2.Seorang anak laki-laki
    3.Dua orang anak perempuan

    Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

    Hormat saya,
    Anto Suprajitno

  3. fazri said

    Asslamualaikum

    Saya bingung mau bertanya masalah hak waris..

    Nenek saya punya anak 8 orang dengan rincian 5 orang laki – laki 3 orang perempuan.
    2 orang sudah meninggal yaitu ayah saya dan ayah keluarga saya dan yang masih hidup 6 orang. Nenek saya ini meninggal lebih dulu dari pada ayah saya.

    Keluarga saya Yang Masih hidup ini membagi tanah dari nenek saya untuk laki-laki di bagi masing-masing 12 perkan tanah dan yang perempuan masing-masing 8 perkan tanah. dan untuk ayah kami yang meninggal di kasih sedekar suka rela saja apakah benar seperti itu pembagiannya.

    Tolong pak mohon bantuannya. mohon penjelasannya kami beragama muslim semuanya

  4. iboed said

    yth. bapak ustdz

    mohon penjelasannya
    kakek saya punya adik perempuan,dia punya anak perempuan sebanyak 4 orang, dua orang sudah meninggal dan yang meninggal itu punya anak-anak(cucu), dan beliau meninggalkan juga seorang istri

    bagaimana cara bagi warisnya dalam islam apabila kakek saya meninggal, apakah adik perempuannya dan cucu itu berhak atas warisannya tersebut.

    tolong mohon bantuannya pak, dan mohon penjelasannya sekali
    terima kasih.

  5. dede said

    assalamualaikum.pa ustad sy mhn penjelsan untuk harta warisan ibu yang mempunyai 10 bata tanah untuk suami 2 anak pr dan 4 anak laki.trims.wassalam

  6. M. Thariq said

    Ass..wr..wb..
    Pak ustad yg terhormat, saya ingin bertanya beberapa hal yg terkait dengan hukum waris; Bagaimana bagi waris bila:
    1. Orang tua perempuan telah meninggal dunia dengan sejumlah warisan dengan ahli waris sbb;
    a. suami dan 9 anak kandung (5 laki 4 perempuan)
    b. 4 saudara seibu (paman/bibi, 2 laki 2 perempuan)
    c. bagaimana pula dg pembagian benda peninggalan orng tua perempuan seperti emas dll.
    Demikian pertanyaan saya, sebelumnya diucapkan terima kasih atas jawaban yg disampaikan.
    wass..wr..wb..

  7. bila yg memiliki harta yg hidup hanya cucu(anak dari anak nya) tapi anak dari abang yg memiliki harta masih hidup . pertanyaan saya jatuh kemana harta warisan nya .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: