Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Hukum Mengedit Foto

Posted by Farid Ma'ruf pada 13 Februari 2011

Tanya :

Ustadz, bagaimana hukumnya mengedit foto? (Deni Junedi, Sleman)

Jawab :

Sebelumnya perlu diterangkan dulu hukum memotret (mengambil foto dengan kamera). Para ulama kontemporer berbeda pendapat dalam masalah ini. Sebagian ulama mengharamkannya, karena dianggap sama dengan aktivitas mengambar dengan tangan, kecuali untuk foto yang sangat diperlukan (dharurah), seperti foto untuk identitas diri (KTP/paspor), untuk keperluan pendidikan, untuk mengungkap kejahatan, dan semisalnya. Yang berpendapat semacam ini misalnya Syaikh Muhammad bin Ibrahim Aal Syaikh, Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i, Syaikh M. Ali Ash-Shabuni, dan Syaikh Nashiruddin Al-Albani. (M. bin Ahmad bin Ali Washil, Ahkam At-Tashwir fi Al-Fiqh Al-Islami, hal. 232; Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i, Hukm Tashwir Dzawat Al-Arwah, hal. 70; Ali Ahmad Abdul ‘Aal Thahthawi, Hukm At-Tashwir min Manzhur Islami, hal. 108-109).

Namun sebagian ulama lain membolehkannya, dengan alasan hadits yang mengharamkan menggambar tak dapat diterapkan pada aktivitas memotret. Mereka ini misalnya Rasyid Ridha, Syaikh Ahmad Al-Khathib, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Syaikh Najib Al-Muthi’i, Syaikh Mutawalli Sya’rawi, Syaikh Sayyid Sabiq, Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi, dan Syaikh Taqiyuddin Nabhani. (M. bin Ahmad bin Ali Washil, ibid., hal. 241; Taqiyuddin Nabhani, Asy-Syakhshiyah Al-Islamiyah, 2/354).

Pendapat yang rajih menurut kami adalah yang membolehkan, sebab pendapat ini lebih cermat memahami fakta yang menjadi objek hukum (manath). Menurut Taqiyuddin Nabhani, hadits yang melarang menggambar makhluk bernyawa tak dapat diterapkan untuk fakta memotret. Sebab orang yang memotret hanya sekedar memindahkan citra/bayangan dari fakta yang sudah ada ke dalam film melalui kamera, bukan menggambar suatu bentuk makhluk bernyawa dari ketiadaan. (Taqiyuddin Nabhani, ibid., 2/357)

Adapun mengedit foto suatu objek yang bernyawa, misalnya mengedit foto wajah manusia dengan mengubah warna kulit, menghilangkan kerutan wajah, mengubah warna bola mata, dan semisalnya, hukumnya haram. Sebab hadits-hadits yang mengharamkan menggambar makhluk bernyawa dapat diberlakukan pada aktivitas mengedit foto. (‘Atha` bin Khalil, Jawab Su`al, 21/09/2010).

Hadits-hadits tersebut antara lain sabda Nabi SAW, (HR Bukhari no 5963, dari Ibnu Abbas RA). Dalam hadits lain Nabi SAW bersabda,Sesungguhnya orang-orang yang membuat gambar/patung (makhluk bernyawa) akan disiksa pada Hari Kiamat, dikatakan kepada mereka,’Hidupkanlah apa yang telah kamu ciptakan.’ (HR Bukhari no 5951, dari Ibnu ‘Umar RA,).

Hadits-hadits ini menunjukkan haramnya membuat gambar atau patung makhluk bernyawa, sebab di dalamnya terdapat kecaman yang keras dari Allah SWT dalam bentuk perintah untuk meniupkan nyawa pada objek yang telah dibuat manusia. (Walid bin Rasyid As-Sa’idani, Hukm Tashwir al-Futughirafi, hal.5)

Hadits-hadits tersebut menurut Syaikh ‘Atha` bin Khalil dapat diberlakukan pula untuk aktivitas mengedit foto, seperti mengubah warna kulit atau menghilangkan kerutan wajah, baik dilakukan dengan alat lukis yang digerakkan tangan, atau dilakukan melalui mouse pada komputer.

Maka selama aktivitas editing foto terjadi melalui perbuatan / tindakan manusia untuk meniru bentuk makhluk bernyawa, maka mengedit foto makhluk bernyawa hukumnya haram. Sebab hadits-hadits di atas dapat diberlakukan pula untuk aktivitas mengedit foto makhluk bernyawa. Wallahu a’lam. (www.konsultasi.wordpress.com)

Sumber : Tabloid Media Umat edisi Februari 2011

6 Tanggapan to “Hukum Mengedit Foto”

  1. Taufiq said

    Pak, kalo hukumnya coret2 gambar gimana?
    Maksudnya, ada gambar/foto (orang) trus sya coret2. Misal sya kasih coretan berupa kumis, tato, baju, rambut punk,dsb
    Tuh boleh pa tidak

  2. Alhamdulillah, ana jadi tau, Jazakallah tadz

  3. Alhamdulillah saya jadi mengetahui hukum membuat foto dengan camera dan hukum edit foto .

  4. Davis said

    Astaghfirullaah, berarti selama ini saya dosa besar donk? Ustad, jadi bagaimana kalau saya bakar atau hapus gambaran dan poto saya apakan saya akan disiksa tetap? Apakah hukum dosa itu aka selamanya? Saya takut dilaknat Allaah,
    Bergetar hati saya membaca posting ini, mohon jawabannya syukran

  5. Hamba Allah said

    Menggambar dilarang, mengedit foto juga dilarang… lalu orang yang berprofesi sebagai desingner dan editing foto bagaimana… masih banyak komik-komik dan tayangan kartun beredar, kenapa tidak dilarang? bahkan ada banyak jg animasi yang bertema islam.

    Sesungguhnya saya sangat kecewa akan hukum ini. Saya punya bakat di bidang seni menggambar, dan ternyata haram. Apa hadist-hadist selalu benar? Apa ada ayat Al Quran yang dpt membuktikannya? jika memang benar, dg sangat terpaksa saya harus berhenti mengejar cita2 saya sbg mangaka.

  6. Gilig Guru said

    Mohon dirinci juga definisi mengedit disini sebab cakupannya yang luas, misalnya:
    1. Mengubah warna seperti dalam hue/saturation atau menjadikannya BW/Tone
    2. Mengcrop atau mengubah ukuran, seperti yang biasa dilakukan dalam pembuatan poster/majalah
    3. Membubuhi teks pada foto (bukan teks kedustaan/kebohongan)
    4. Apabila dalam sebuah gambar hanya terdapat bagian tubuh tertentu yang tidak bisa hidup (misalnya hanya mata atau tangan), kemudian dibersihkan, dirapikan, hingga ditransformasi, semua di atas termasuk editing.

    Apakah semuanya diharamkan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: