Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Jika Kehilangan Semangat Hidup

Posted by Farid Ma'ruf pada 7 Desember 2011

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati, Saya mempunyai sahabat yang sangat mempercayai saya. Ia selalu menumpahkan keluhan-keluhan dan membagi kebahagiaannya kepada saya. Suatu saat ia mengeluh dan menceritakan masalahnya pada saya. Sebagai seorang teman saya harus membantunya. Karena bingung harus berbuat apa, maka saya minta bantuan dan saran dari ibu. Sahabat saya merasa tidak pernah diperhatikan oleh orang tua dan kakak-kakaknya. Mereka tidak pernah memberikan dorongan, memotivasi untuk maju. Kondisi ini membuat sahabat saya menjadi putus asa. Apa yang telah dilakukannya tidak pernah mendapat perhatian atau penghargaan dari orang-orang di sekitarnya. Pernah suatu ketika dia mengatakan kalau sudah tidak kuat lagi hidup di dunia ini. Saya sudah menasihatinya agar tidak berkata begitu, karena Islam tidak menghendaki sikap yang demikian.  Apa yang harus saya lakukan untuk membangkitkan semangat sahabat saya dalam menjalani hidup ini? Jazakillah untuk penjelasannya.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

UK
Jakarta

Wa’alaikumsalam Wr.Wb

UK yang baik,

Insya Allah saya bisa memahami masalah yang sedang dihadapi sahabat Anda. Sesama Muslim adalah saudara. Diperintahkan pada masing-masing kita untuk saling menasihati, dan membantu menyelesaikan keperluan-keperluannya.

“Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, tidak boleh menganiayanya dan tidak boleh menyerahkannya (kepada musuhnya); siapa yang membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan (membalas) membantu keperluannya dan barangsiapa yang membebaskan kesusahan seorang Muslim, maka lantaran itu Allah akan membebaskannya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan Hari Kiamat: dan barangsiapa menutupi cacat seorang Muslim, maka Allah pun akan menutupi cacatnya kelak di Hari Kiamat”.(HR. Bukhari dan Muslim)

UK yang baik,

Dalam kehidupan sehari-hari, perhatian dan penghargaan memang diperlukan. Saya bisa merasakan bagaimana sedihnya orang yang tidak pernah mendapatkan kedua hal itu. Memberikan perhatian dan penghargaan adalah salah satu teknik yang cukup baik untuk memotivasi seseorang. Penghargaan tidak mesti harus berupa materi (benda). Perhatian merupakan bentuk penghargaan yang kadang-kadang dirasakan lebih bernilai daripada pemberian materi. Terutama perhatian yang diperoleh dari orang-orang terdekat, seperti orang tua, saudara-saudara, guru atau teman-teman.

UK yang baik,

Motivasi adalah dorongan yang ada pada seseorang untuk melakukan sesuatu. Ada dua macam jenis motivasi. Pertamaadalah motivasi yang muncul dari dalam diri kita sendiri karena adanya kesadaran tentang pentingnya aktivitas yang kita lakukan. Kedua, adalah motivasi yang muncul karena faktor luar. Misalnya Anda giat mempelajari Islam karena dorongan orang tua. Walhasil jika tidak diingatkan orang tua, maka Anda malas melakukannya. Motivasi yang muncul karena faktor luar ini sifatnya sangat lemah, walaupun kadang diperlukan jika motivasi sedang menurun. Yang terbaik adalah motivasi yang muncul karena kesadaran bahwa seseorang itu mesti maju, berubah, berprestasi menjadi lebih baik dan sebagainya. Motivasi yang muncul karena kesadaran ini akan mudah dibangun, jika kita punya keyakinan yang kuat bahwa hidup ini adalah ibadah. Seluruh aktivitas positif yang kita lakukan akan bernilai ibadah. Jadi, kenapa mesti malas, putus asa, tidak sungguh-sungguh dalam melakukan suatu kebaikan.

UK yang baik,

Perhatian dan penghargaan dari orang-orang di sekitar kita memang kadang diperlukan. Tapi selagi itu tidak ada, maka keinginan kita untuk menjadi lebih baik harus tetap tertanam pada diri kita masing-masing. Seorang Muslim yang baik mesti punya prestasi, sekecil apapun. Ia mesti kreatif dan mampu mengoptimalkan segala kelebihan yang dimilikinya. Sampaikan kepada sahabat Anda, bahwa apa yang sudah dilakukan harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan. Jangan mudah putus asa dalam menghadapi kehidupan ini. Keputusasaan akan mendatangkan kesia-siaan, bukan perubahan ke arah yang lebih baik. Orang yang putus asa biasanya tidak akan berbuat apa-apa. Putus asa dalam menjalani kehidupan ini tidak dibenarkan dalam ajaran Islam. Kita mesti selalu optimis dengan apa yang kita hadapi.

“Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin ini, bahwa urusannya itu semuanya ada kebaikannya, dan yang demikian itu tidak dimiliki oleh siapapun kecuali orang mukmin, yaitu jika ia mendapatkan kegembiraan, ia bersyukur dan itu adalah suatu kebaikan baginya; dan jika mendapatkan musibah ia sabar dan itu pun satu kebaikan baginya”. (HR. Muslim)[www.konsultasi.wordpress.com]

Sumber : Tabloid Media Umat, Desember 2011

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: