Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Saya Mudah Cemas

Posted by Farid Ma'ruf pada 27 Desember 2011

Assalaamu’alaikum Wr Wb

Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi keluarga yang saya hormati. Saya seorang mahasiswi, anak pertama dari empat bersaudara. Kata orang tua saya, saya memiliki kemampuan yang lebih dari adik-adik saya. Hanya saja ada kelemahan dari sifat saya yang kadang menghambat saya untuk mengoptimalkan kemampuan yang saya miliki. Sejak kecil saya mempunyai sifat cemas, takut, was-was dalam menghadapi segala sesuatu. Saya sering bingung sendiri dengan sifat yang saya miliki. Semenjak kuliah, saya merasa sedikit lebih tenang apalagi setelah mendalami Islam lebih jauh. Saya sering mendapat nasihat dari teman-teman, orang tua, terutama ibu yang begitu tabah, tenang, dalam menjalani hidup ini. Saya iri kepadanya. Saya selalu berusaha keras untuk mengubahnya. Alhamdulillah sudah lebih baik. Dulu kalau saya melakukan kesalahan sedikit saja, rasa bersalah itu terus mengganggu pikiran. Yang ingin saya tanyakan: Apakah sifat buruk yang saya miliki ini bisa hilang? Bagaimana cara menghilangkannya? Dan bagaimana pula menumbuhkan rasa percaya diri dan sikap optimis dalam diri. Jazakillah untuk nasihatnya.

Wassalamu’alaikum Wr Wb

AS
Bandung

 

Wa’alaikumsalam Wr Wb

AS yang baik,

Rasa takut/cemas adalah salah satu bentuk manifestasi naluri mempertahankan diri (gharizatul baqa’). Perasaan takut ini pasti ada dalam setiap diri manusia, karena merupakan bagian dari penciptaan-Nya dan secara fitri ada bersama keberadaan manusia. Perasaan takut atau cemas akan muncul kalau ada sesuatu yang memengaruhi seseorang, bisa berupa fisik atau ilusi yang berkaitan dengan naluri tersebut. Misalnya muncul rasa cemas atau takut ketika bertemu dengan binatang buas, atau takut ketika akan ujian, maju ke depan kelas, memimpin suatu rapat karena merasa tidak mampu dan sebagainya. Bila rasa takut ini menimpa seseorang, akan timbul kekacauan dalam berpikir dan hilangnya kemampuan untuk memutuskan sesuatu, yang pada akhirnya menghilangkan konsentrasi dan kemampuan mengidentifikasikan sesuatu. Rasa takut yang paling berbahaya adalah rasa takut yang berasal dari suatu bayangan/ilusi atau sesuatu yang diada-adakan. Misalnya ketakutan pada bayangan pohon di waktu malam dalam kegelapan. Cara memecahkan rasa takut orang-orang seperti mereka ini adalah dengan mengajaknya berpikir secara mendalam dan merasionalkan apa yang ditakuti menjadi sesuatu yang realistis dan dapat diindera, bahwa bayangan pohon tak layak untuk ditakuti sehingga rasa takut menjadi hilang.

AS yang baik,

Pada kondisi-kondisi tertentu, rasa takut itu berguna dan bermanfaat sehingga memang harus ada dan diadakan. Rasa takut terhadap bahaya yang membahayakan adalah sesuatu yang bermanfaat dan harus ada.  Rasa takut kepada Allah dan azab-Nya adalah sesuatu yang penting dan harus ada karena keduanya merupakan pengekang dan penjaga. Oleh karena itu, rasa takut kepada Allah harus ditumbuhkan dalam jiwa disertai macam-macam azab Allah yang akan ditimpakan pada orang yang berbuat maksiat. Dengan begitu manusia akan mengikuti agama-Nya, melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal”. (TQS. Al-Anfal:2).

AS yang baik,

Ketakutan, kecemasan seperti yang Anda alami seharusnya tidak perlu terjadi. Semuanya itu bisa dihilangkan, jika Anda berusaha sungguh-sungguh. Dan ternyata Anda sudah merasakannya, walaupun mungkin belum 100 persen. Cara yang sudah Anda tempuh cukup baik dan teruskan dengan cara itu. Karena rasa was-was yang berlebihan biasanya karena kurangnya kepasrahan kita pada Allah SWT. Kecemasan yang berlebihan justru akan merugikan diri Anda sendiri. Anda bisa sakit. Ada banyak penyakit fisik yang kadang lebih banyak disebabkan karena faktor psikologis. Usahakan selalu tenang dalam menghadapi sesuatu, berdoa sebelum memulainya dan serahkan semuanya pada Allah SWT. Yakinlah, bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya. Mendekatlah terus pada Allah SWT dengan dzikir dan doa, Anda bisa melakukan amalan-amalan sunnah, seperti shalat tahajjud, membiasakan membaca Alquran, menghafal ayat-ayat, mempelajari dan mengajinya. Insya Allah sifat-sifat buruk yang Anda miliki berangsur akan berkurang dan kemudian hilang. Sifat pesimis, kurang percaya diri biasanya muncul karena adanya rasa cemas, was-was, dan takut. Jadi kalau Anda ingin memiliki rasa kepercayaan diri yang tinggi maka mau tidak mau rasa cemas dan was-was harus dihilangkan. Orang tidak punya kepercayaan diri karena selalu khawatir, was-was dengan kemampuan yang dimilikinya. Padahal belum tentu Anda tidak mampu berbuat seperti apa yang dilakukan orang lain. Jangan katakan tidak bisa sebelum Anda mencobanya.[www.konsultasi.wordpress.com]

Sumber : Tabloid Media Umat,  Desember 2011

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: