Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Ada Apa di balik Penarikan Militer AS dari Irak ?

Posted by Farid Ma'ruf pada 24 Februari 2012

Soal:

Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki pada hari Sabtu 31/12/2011 mengumumkan dimulainya perayaan atas hengkangnya militer Amerika. Sebelum itu pada tanggal 12/12/2011, Nouri al-Maliki berkunjung ke Amerika dan bertemu dengan presiden Obama dan wapres Biden yang juga penanggungjawab pemantauan isu Irak. Al-Maliki juga bertemu dengan menlu AS Hillary Clinton untuk membahas pengaturan situasi di Irak pasca penarikan militer Amerika. Dan pada tanggal 15/12/2011, menhan AS Leon Paneta mengumumkan pelaksanaan keputusan penghentian operasi militer AS di Irak. Untuk itu dibuat perayaan kecil untuk menyambut penarikan tersebut di bandara Baghdad dimana bendera Amerika diturunkan dan sebagai gantinya bendera Irak dinaikkan.

Perayaan itu seharusnya dilihat seperti apa? Apakah AS benar-benar menarik diri secara penuh dari Irak? Apakah AS gagal merealisasi tujuan-tujuannya, atau sebaliknya malah berhasil merealisasi apa yang diinginkan dengan menancapkan pengaruh di Irak dan menghancurkan Irak sebagai satu negara yang memiliki kekuatan yang berpengaruh? Apakah penarikan itu ada faedahnya bagi pemilihan Obama?

Jawab:

Perayaan atas lenyapnya pendudukan merupakan perkara yang besar. Allah SWT telah mengharamkan kaum kafir memiliki pengaruh di negeri-negeri kaum muslim. Allah SWT berfirman:

وَلَن يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا

dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. (QS an-Nisa‘ [4]: 141)

Namun itu jika pendudukan benar-benar lenyap mulai dari akar, cabang-cabang dan daunnya. Sehingga pengaruhnya lenyap, begitu pula ide-ide dan perundang-undangannya. Lenyap pula antek-antek yang terus menyanjungnya siang malam! Pada saat begitulah perayaan itu benar-benar memiliki rasa kemenangan dan kegembiraan.

وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ ﴿٤﴾ بِنَصْرِ اللَّهِ ۚ

Dan di hari itu bergembiralah orang-orang yang beriman karena pertolongan Allah (QS ar-Rum [30]: 4-5)

Sebaliknya, jika pendudukan masih eksis dengan rancana dan fisiknya, akan tetapi dimasukkan sesuatu atas namanya, maka pada saat demikian perayaan itu tidak memiliki rasa kemenangan dan kegembiraan.

Untuk menjelaskan hakikat jawaban tersebut maka kami paparkan perkara-perkara berikut:

1.  Sudah diketahui bersama bahwa sebelum datangnya pemerintahan saat ini di bawah presiden Obama, Amerika telah memutuskan untuk menarik diri dari Irak. Maka pemerintahan sebelumnya di bawah Bush yang mengambil keputusan menginvasi Irak, telah memaksakan perjanjian keamanan terhadap Irak pada tanggal 17/11/2008 sehingga AS bisa melanggengkan pengaruhnya secara kontinu di Irak. Perjanjian itu menyatakan, penarikan militer AS dilakukan pada akhir tahun 2011. Hal itu dicantumkan di point pertama pasal 24. Lalu datanglah pemerintahan yang sekarang untuk melaksanakan keputusan berkaitan dengan penarikan itu. Keputusan penarikan itu diambil sebagai pemenuhan janji Obama pada saat kampanye pemilu pertama bahwa dia akan menarik militer Amerika dari Irak. Janji itu memiliki pengaruh yang besar terhadap kesuksesan Obama pada pemilu presiden saat itu. Padahal Obama tidak menandatangani perjanjian penarikan itu. Namun ia mengeksploitasi perjanjian itu di dalam kampanyenya. Maka implementasi janjinya itu masuk di dalam paket kampanye mendatang agar Obama bisa terpilih lagi tahun depan.

2.  Siapa saja yang mendalami masalah tersebut, dia akan menemukan bahwa Amerika tidak meninggalkan Irak seratus persen, kecuali hanya secara militer langsung. Amerika bisa mempertahankan militernya dengan berbagai dalih seperti sebagai pegawai di kedubes AS dan orang-orang yang menjalin kontrak dengannya. Begitu juga para instruktur untuk memberikan pelatihan kepada militer Irak dan membantu dan menyiapkan militer Irak untuk menerima tugasnya dimana seperti yang disebutkan di berbagai berita, para instruktur itu akan berada di empat pangkalan di Irak.

Tetap bertahannya militer AS dengan nama pegawai di kedubes dan sebagai instruktur, sebabnya adalah Amerika memperhatikan bahwa kebanyakan warga Irak menentang imunitas bagi militer AS sehingga parlemen Irak mengumumkan akan tidak memberikan suara mendukung keputusan pemberian imunitas itu. Maka AS berkolusi dengan Nouri al-Maliki dan pemerintahannya untuk mempertahankan ratusan tentara AS dengan dalih pelatihan disamping ribuan pegawai dan kontraktor dengan kedubes AS yang jumlahnya mencapai 16 ribu personel! Kantor berita Prancis AFP pada tanggal 13/12/2011 menyebutkan hal itu: “masalah imunitas telah diselesaikan dengan redaksi perjanjian yang menyebutkan bahwa kedubes AS di Baghdad akan menjadi kantor kedubes terbesar di dunia dengan pegawai mencapai 16 ribu orang”. Artinya, Amerika telah berhasil meraih apa yang mereka inginkan yaitu mempertahankan personel-personel yang mendapat imunitas secara diplomasi dengan sebutan lain. Maka mereka melaksanakan programnya menarik kekuatan dengan seragam militer kecuali sebagian kecil dari kekuatan itu dan mempertahankan personal dalam jumlah besar dengan seragam sipil. Al-Maliki dan antek-antek AS lainnya di Irak turut berkolusi dalam hal itu atas dasar pengetahuan. Hal itu telah direncanakan sejak beberaa tahun lalu ketika Amerika memutuskan dibangunnya kantor kedutaan terbesar sedunia di Baghdad untuk bisa menampung jumlah besar pekerja. Kedutaa itu bisa dinilai sebagai pangkalan militer Amerika, disamping dari sisi lain juga menjadi penampungan besar untuk melakukan kegiatan mata-mata, dimana Amerika akan mengatur perkara-perkara Irak dari balik tirai. Bahkan Amerika akan melakukan kospirasi, memicu fitnah dan perpecahan diantara warga Irak seperti yang telah dilakukannya sejak pertama pendudukan hingga hari ini. Selain itu Amerika juga akan mempertahankan ratusan tentara dan kontraktor di empat pangkalan militer. Artinya mereka akan menjalankan empat pangkalan di bawah sebutan instruktur dan ahli!

3.   Amerika menduduki Irak untuk menebarkan hegemoni dan pengaruhnya terhadap Irak, menghancurkan pengaruh negara-negara barat yang menjadi pesaing AS, menjadikan Irak sebagai pangkalan AS di kawasan, merampok kekayaan Irak, memaksakan sistem dan gaya hidup Amerika, menghancurkan kekuatan Irak dan menghalanginya menjadi pangkalan sentral yang kuat untuk menyatukan umat dan menegakkan hukum Rabbnya yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana. Oleh karena itu Amerika mempertahankan dalam jumlah besar kontraktor dan pegawainya di kedutaan terbesarsnya di seluruh dunia dan mengikat Irak dengan perjanjian-perjanjian keamanan dan kerjasama strategis serta perjanjian-perjanjian lainnya di banyak bidang. Josep Biden wakil presiden AS, dalam kunjungannya ke Baghdad telah mengisyaratkan hal itu dalam ucapannya: “tiga tahun sebelumnya kedua negara telah menandatangani perjanjian kerangka kerjasama strategis yang menegaskan keinginan kedua negara dalam membangun hubungan kerjasama dan pertemanan dalam jangka panjang. Perjanjian kerangka kerjasama strategis adalah perjanjian yang terus menerus dan mencerminkan asas yang menjadi dasar kita membangun hubungan-hubungan kita yang memiliki manfaat timbal balik” (Aljazeera, 30/11/2011). Hal seperti itu juga terdapat dalam ucapan Obama pada konferensi pers bersama dengan al-Maliki pada tanggal 12/12/2011. Obama mengatakan: “Amerika Serikat akan tetap menjadi sekutu kuat dan langgeng untuk Baghdad setelah penarikan terakhir tentara Amerika dari Irak”. Perjanjian keamanan pada point pertama pasal 27 menyatakan sebagai berikut: “pada saat muncul suatu bahaya dari luar atau dalam negeri terhadap Irak atau terjadi serangan terhadap Irak yang melanggar kedaulatan atau independensi politiknya atau kesatuan wilayah darat, perairan atau udara Irak, atau mengancam sistem demokrasi Irak atau instansi-instansi hasil pemilu, dan berdasarkan permintaan pemerintah Irak, maka kedua pihak akan segera melakukan pergerakan strategis, dan sesuai apa yang telah disepakati diantara kedua pihak, Amerika Serikat melakukan langkah-langkah yang sesuai mencakup langkah diplomasi dan militer atau langkah-langkah lainnya untuk melawan ancaman tersebut”. Pasal ini menjadikan intervensi Amerika secara militer sebagai perkara yang mudah melalui kolusi dengan pemerintahan Irak yang menjadi antek Amerika sehingga pemerintah Irak itu menyetujuinya dengan dasar bahwa masalahnya menuntut intervensi itu!

4.  Amerika telah menghancurkan Irak dan menjadikan Irak mundur ke belakang puluhan tahun dan menjadi lemah. Amerika telah membunuh dan melukai ratusan ribu warga Irak dan menjadikan jutaan warga Irak menjadi pengungsi. Amerika juga telah menciptakan fitnah pertikaian, perbedaan dan perpecahan diantara mereka. Amerika telah merumuskan konstitusi kufur berbahaya yang menjerumuskan negeri pada perpecahan. Konstitusi itu mengandung hak pendeklarasian daerah-daerah otonom dalam negeri … Amerika juga meninggalkan Irak menderita di bawah banyak problem dan masalah sehingga bisa melanggengkan Irak sebagai pengikut Amerika, disamping dengan perjanjian-perjanjian yang mengikat Irak dengan Ameria dan antek-antek yang direkayasa Amerika untuk menjaga keterikatan itu dan mendukung keberlangsungan pengaruh Amerika di Irak dan kontrol Amerika atas Irak. Obama mengungkapkan keterikatan Irak dengan Amerika dan jaminan loyalitas Irak dengan ungkapan bahwa itu adalah partnership. Obama mengatakan: “kami membangun partnership baru diantara kedua negeri kita. Kita menghentikan perang tetapi itu bukan dengan pertempuran terakhir, akan tetapi dengan perjalanan terakhir ke rumah”. Obama juga mengatakan: “ini adalah prestasi luar biasa” (AFP, 15/12/2011).

5.                  Ringkasnya, meski Amerika mengalami berbagai pukulan kuat dari perlawanan yang telah memberikan pelajaran tak terlupakan, Amerika telah meraih tujuan-tujuannya di Irak. Maka Amerika mengumumkan penarikan militer dari Irak setelah memaksakan kepada Irak, sistem yang ditempuh Irak setelah penarikan itu dan memaksakan konstitusi kufur berbahaya yang memecah belah negeri dan mengacaukan stabilitas Irak. Amerika juga memaksakan perjanjian keamanan strategis dan perjanjian-perjanjian lain yang mengikat Irak kepada Amerika, menjadikan Irak berada di bawah belas kasihan Amerika dan membenarkan antek-antek meminta pertolongan Amerika ketika mereka melihat bahwa pemerintahan mereka yang korup terancam! Kemudian Amerika mengumumkan penarikan dari Irak setelah mendirikan pangkalan semi militer besar dengan sebutan kedutaan terbesar yang menampung 16 ribu orang Amerika untuk menjaga pengaruh Amerika dengan berbagai bentuknya dan mempertahankan eksistensinya di empat pangkalan dengan sebutan instruktur dan ahli. Kedutaan dan pengkalan itu adalah wadah besar untuk spionase! Selama akar-akar Amerika dan cabang-cabangnya tidak dipotong dari bumi Rafidain (Irak) maka penarikan tidak akan sempurna …

6.                  Meski semua itu, maka Amerika tetap mengetahui bahwa di Irak ada para ksatria yang kuat dengan Rabb mereka dan mulia dengan agama mereka. Mereka tidak akan menerima kecuali pemerintahan yang benar dan mukhlis di Irak. Pada waktu itu meja akan dibalik di atas kepala Amerika dan antek-anteknya dan mereka akan lari terbirit-birit ke belakang. Hal demikian adalah amat mudah bagi Allah SWT.

7 Shafar 1433 H

1/1/2012 M

Sumber : http://hizbut-tahrir.or.id/2012/02/24/sj-penarikan-militer-as-dari-irak/

Iklan

Satu Tanggapan to “Ada Apa di balik Penarikan Militer AS dari Irak ?”

  1. Udin. said

    @no:6
    Aamiin Yaa Rabb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: