Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Kekerasan Seksual Pada Anak

Posted by Farid Ma'ruf pada 15 Februari 2013

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Ibu Pengsuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati, akhir-akhir ini banyak pemberitaan di media tentang kekerasan seksual pada anak. Yang membuat saya miris ternyata pelaku pemerkosaan adalah orang-orang dekat (keluarga). Seperti ayah kepada anaknya sendiri, yang beberapa hari terakhir ramai diperbincangkan di media massa.  Mengapa hal ini bisa terjadi, apa yang semestinya saya lakukan sebagai seorang ibu untuk mencegah dan melindungi anak-anak dari kejadian semacam itu? Terima kasih atas jawabannya.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Ibu AR

Bogor

Jawaban :

Wa’alaikumsalam Wr.Wb.

Ibu AR yang baik,

Miris memang kalau kita mendengar banyaknya kasus kekerasan seksual pada anak akhir-akhir ini. Anak-anak yang semestinya mendapatkan perlindungan dari orang-orang terdekatnya justru “disakiti”. Seperti kasus yang  belakangan ini ramai diberitakan di media massa, di mana pelaku adalah ayahnya sendiri. Belum lagi kasus-kasus lainnya. Fakta membuktikan, semakin hari jumlah kasus semakin bertambah.

Ibu AR yang baik,

Kalau kita cermati lebih mendalam, kekerasan seksual pada anak sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai hidup yang salah, yang berkembang  di tengah  masyarakat saat ini, yaitu kehidupan sekuler. Pelaku kekerasan seksual pada anak yang mayoritasnya adalah orang dekat korban, menggambarkan keadaan masyarakat yang sakit.  Kepadatan penduduk, kemiskinan, rendahnya pendidikan, kurangnya perhatian orang tua kepada anak, serta kemajuan teknologi, yang sering dituding sebagai penyebab maraknya kekerasan seksual pada anak, hanyalah merupakan buah dari diterapkannya sistem hidup sekuler yang mendewakan paham kebebasan.

Ibu AR yang baik,

Nilai kebebasan yang terdapat dalam sistem kehidupan sekuler telah meracuni akal dan naluri manusia. Ketika seseorang tak memiliki pemahaman agama yang dijadikan sebagai tolok ukur dalam berperilaku, maka dia akan melakukan apa saja sekehendak dirinya. Paham kebebasan telah menghilangkan ketakwaan individu. Bahkan orang tua yang seharusnya menjadi pelindung  justru menjadi sumber ancaman bagi anak-anak.  Ini merupakan gambaran dari sebuah keluarga yang rusak, di mana fungsi-fungsi keluarga tidak berjalan. Keadaan ini semakin parah jika kemudian orang tua sibuk bekerja. Belum lagi maraknya pornografi dan pornoaksi yang merangsang syahwat dan menuntut pemuasanan.

Ibu AR yang baik,

Banyak pakar pendidikan anak mengatakan bahwa kekerasan seksual pada anak dapat dicegah dengan memberikan pendidikan seks sejak dini.  Dalam hal ini, sebetulnya Islam secara tidak langsung telah memberikan langkah pencegahan. Seperti misalnya, anjuran untuk menanamkan rasa malu pada anak sejak usia dini.  Jangan biasakan anak-anak, walau masih kecil, bertelanjang di depan orang lain, misalnya ketika keluar kamar mandi, berganti pakaian, dan sebagainya. Biasakan anak perempuan sejak kecil menutup aurat dengan berbusana muslimah. Jika rasa malu ini sudah ditanamkan sejak dini, diperlihatkan saja tidak boleh apalagi dipegang atau disentuh oleh orang lain.

Ibu AR yang baik,

Pada  usia antara 7-10 tahun  anak semestinya dipisahkan tempat tidurnya.  Di antara perkara-perkara yang penting untuk diperhatikan oleh para orang tua terkait dengan anak yang telah mendekati usia baligh adalah memisahkan tempat tidur anak laki-laki dan perempuan, serta tidak membiarkan mereka tidur bersama di satu tempat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

Perintahkanlah anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berumur tujuh tahun, pukullah mereka disebabkan meninggalkannya ketika telah berumur sepuluh tahun, dan pisahkan mereka (antara laki-laki dan perempuan) di tempat tidur mereka. (HR. Ahmad dan Abu Daud)

Islam juga mengatur tentang izin memasuki kamar orang dewasa. Tiga ketentuan waktu yang tidak diperbolehkan anak-anak untuk memasuki ruangan (kamar) orang dewasa kecuali meminta izin terlebih dulu adalah: sebelum shalat subuh, tengah hari, dan setelah shalat isya. Aturan ini ditetapkan mengingat di antara ketiga waktu tersebut merupakan waktu aurat, yakni waktu ketika badan atau aurat orang dewasa banyak terbuka. Didiklah anak-anak agar selalu menjaga pandangan mata. Jauhkan anak-anak dari gambar, film, atau bacaan yang mengandung unsur pornografi dan pornoaksi. Selain itu, karena persoalan mendasar dari permasalahan ini adalah tidak diterapkannya sistem Islam dalam kehidupan, maka Anda juga harus ikut bertanggung jawab dan memperjuangkannya agar kehidupan Islam kembali tegak, dan persoalan kekerasan seksual pada anak ini benar-benar tuntas. Semoga Allah memberikan kepada kita kekuatan untuk mendidik anak-anak secara Islami. Amiin… (Zulia Ilmawati)

Iklan

Satu Tanggapan to “Kekerasan Seksual Pada Anak”

  1. DEWA TIMUR said

    pelaku pemerkosa dikebiri saja biar kapok! perusak masa dpan cewek!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: