Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Dampak Game Online

Posted by Farid Ma'ruf pada 16 Februari 2013

Pertanyaan :

Assalaamu’alaikum Wr Wb

Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati, anak saya laki-laki akhir-akhir ini sikapnya agak berubah. Mudah sekali emosi, dan melakukan tindak kekerasan jika marah. Padahal hanya persoalan-persoalan kecil. Saya amati, sikapnya berubah setelah mulai senang bermain game online. Di luar jam sekolah, waktunya memang dihabiskan untuk itu. Apakah ada pengaruhnya ya Bu, bermain game online pada kondisi psikologi anak, terutama perilaku kekerasan. Apa yang sebaiknya saya lakukan pada anak saya? Terima kasih untuk nasihatnya.

Wassalaamu’alaikum Wr Wb

MF

Jawa Barat

Wa’alaikumsalam Wr Wb

Jawaban :

Ibu MF yang baik,

Seiring perkembangan teknologi, internet menjadi bagian yang tak dapat dipisahkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Selain sebagai media  informasi, internet juga bisa dijadikan sebagai media hiburan, seperti misalnya bermain game. Game online diminati  berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Meski bisa dijadikan sebagai sarana hiburan, game online juga bisa berdampak buruk pada psikologis penggunanya, terutama anak anak.

Ibu MF yang baik,

Game online memiliki sifat adiktif atau candu, sehingga waktu anak banyak dihabiskan untuk bermain.  Jika sudah demikian, maka  waktu istirahat anak menjadi berkurang dan dapat memengaruhi kegiatannya, terutama aktivitasnya di sekolah. Kecanduan gameonline ini memiliki dampak bagi psikologis anak. Di antaranya, dapat menghambat perkembangan sosial anak,  karena akan mengurangi aktivitas positif yang seharusnya dijalani oleh anak pada usia perkembangan mereka. Anak yang mengalami ketergantungan pada aktivitas game, akan berkurang waktu belajar dan bersosialisasi dengan teman sebayanya. Jika ini berlangsung terus menerus dalam waktu lama, anak akan menarik diri pada pergaulan sosial, tidak peka dengan lingkungan, bahkan bisa membentuk perilaku asosial.

Ibu MF yang baik,

Anak belajar dari apa yang dilihatnya. Game online yang berbau kekerasan dapat menyebabkan anak mengikuti karakter game tersebut. Selain itu, tak jarang game onlinemengajarkan anak untuk berkata kasar dan tidak sopan. Terkadang, karena ingin meneruskan permainan padahal tidak punya uang, anak bisa terdorong melakukan tindak kejahatan seperti mencuri. Belum lagi jika bicara nilai pelajaran di sekolah bisa menurun karena konsentrasi belajar juga turun. Game online juga dapat mengajarkan anak untuk taruhan atau berjudi meskipun dengan uang game. Dan, dapat pula menyebabkan ketegangan emosional antara orang tua dan anak, jika anak sudah kecanduan.

Ibu MF yang baik,

Melihat dampak negatif yang ditimbulkan oleh game online pada anak, tentunya diperlukan solusi untuk mengurangi bahkan menanggulangi dampak negatif tersebut. Ajaklah anak Anda bicara dari hati ke hati tanpa emosi. Tanyakan kepadanya, apa yang ia rasakan saat bermain game online. Prinsipnya, ajak ia bicara sejujurnya dan dengarkan ungkapan hatinya. Tanyakan juga kepadanya, sampai kapan ia akan terus menghabiskan waktunya untuk bermain game. Ingatkan kembali pada impian dan cita-cita yang ingin ia raih. Katakan kepadanya, bahwa jika ia membiarkan dirinya seperti ini, maka akan menjadi anak yang merugi. Waktu sesungguhnya amat berharga.

 

“Dua nikmat yang kebanyakan manusia lalai untuk memanfaatkannya dengan sebaik mungkin adalah kesehatan dan waktu luang”. (HR. Bukhari)

 

Ibu MF yang baik,

Buatlah kesepakatan bersama untuk membatasi waktu bermain game online. Dan sepakati   pula bentuk hukumannya jika ananda melanggar. Sesekali luangkan waktu Anda untuk bermain bersamanya. Ajaklah ia jalan-jalan ke tempat yang membangunkan kepeduliannya. Sering-seringlah Anda mengucapkan kata-kata positif  kepada ananda,  termasuk kalimat yang menunjukkan apresiasi jika menemukan seberapa pun perubahan positif pada perilaku ananda. Berikan alternatif kegiatan menyenangkan lainnya. Coba alihkan perhatian ananda dengan beragam kegiatan positif, sehingga hari-harinya menjadi padat. Akhirnya,  ketergantungan anak pada aktivitas game online memang memerlukan perhatian dari berbagai pihak, baik pemerintah, orang tua ataupun pengusaha yang bergerak pada layanan internet. Jangan sampai keberadaan games online membuat generasi ini tidak mempunyai kemampuan apa-apa, kecuali kemapuannya dalam bermaingame. (mediaumat.com,  16/2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: