Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Jihad dalam Perjuangan untuk Menegakkan Daulah

Posted by Farid Ma'ruf pada 27 September 2013

Pertanyaan:                                      

Ada yang mengatakan bahwa Hizbut Tahrir bersandar pada fase Makkah dalam usahanya untuk menegakkan al-Khilafah dan bukan bersandar pada fase Madinah. Maka Hizbut Tahrir menilai aksi-aksi perang “jihad” pada fase dakwah untuk menegakkan al-Khilafah adalah menyalahi syara’, sebab Rasul saw tidak melakukan yang demikian … Dan orang yang mengatakan itu menambahkan, kenapa tidak diambil dalil-dalil penegakan Khilafah dari fase Madinah di mana jihad dilaksanakan dan diterapkan? Apakah ada jawaban yang mencukupi pada masalah ini? Semoga Allah memberikan balasan yang baik kepada Anda.

 

Jawab:

Dalam pertanyaan ini ada sejumlah perkara yang perlu penjelasan:

  1. Dalil-dalil yang ada, baik dari al-Kitab maupun dari as-Sunah, wajib diikuti menurut ketentuannya. Tidak ada perbedaan antara dalil-dalil yang dinyatakan di Makkah al-Mukarramah dan dalil-dalil di Madinah al-Munawarah.
  2. Dalil-dalil yang dituntut adalah dalil-dalil atas permasalahan terkait dan bukan dalil-dalil atas permasalahan lain:
  3. Misalnya, jika saya ingin mengetahui bagaimana berwudhu, saya mencari dalil-dalil wudhu itu bagaimana, baik dalil itu diturunkan di Makkah atau pun di Madinah; dan darinya diistinbath hukum syara’ wudhu sesuai ushul yang diikuti…  Dan saya tidak mencari dalil-dalil puasa untuk diambil darinya hukum wudhu dan tata cara wudhu.
  4. Contoh lain, jika saya ingin mengetahui hukum haji, maka saya juga akan mencari dalil-dalil haji itu bagaimana, baik diturunkan di Makkah ataupun di Madinah, dan darinya diistinbath hukum syara tentang haji sesuai ushul yang diikuti. Sudah tentu saya tidak mencari dalil-dalil shalat untuk saya ambil darinya hukum haji dan tata caranya.
  5. Misal lain, jika saya ingin mengetahui hukum-hukum jihad: fardhu ‘ain atau kifayah, defensif atau ofensif, hukum-hukum penaklukan dan penyebaran Islam yang menjadi konsekuensi jihad, penaklukan secara peperangan atau perjanjian, dll… Maka saya mencari dali-dalil jihad itu sendiri, baik diturunkan di Makkah atau di Madinah, dan darinya diistinbath hukum syara’ tentang jihad itu sesuai ushul yang diikuti. Sudah tentu saya tidak mencari dali-dalil zakat untuk saya ambil darinya hukum jihad dan rinciannya.
  6. Begitulah dalam setiap permasalahan, harus dicari dalil-dalilnya, baik yang diturunkan di Makkah atau di Madinah, dan diambil hukum syara’ untuk permasalahan tersebut dari dalil-dalil ini sesuai ushul yang diikuti.
  7. Sekarang kita tiba ke permasalahan penegakan Daulah Islamiyah, dan kita cari dalil-dalilnya, baik yang diturunkan di Makkah atau di Madinah, dan darinya diistinbath hukum syara’ sesuai ushul yang diikuti.

Sungguh kita tidak menemukan dalil-dalil penegakan Daulah Islamiyah kecuali yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sirah beliau di Makkah al-Mukarramah. Beliau menyeru kepada Islam secara rahasia, hingga beliau membentuk kutlah mukminah yang sabar… Kemudian beliau mendeklarasikan di tengah masyarakat di Makkah dan di berbagai musim … kemudian beliau meminta nushrah ahlul quwah. Maka Allah SWT memuliakan beliau dengan kaum Anshar, lalu beliau berhijrah kepada mereka dan menegakkan Daulah.

Inilah dalil-dalil penegakan Daulah, dan tidak ada dalil lainnya. Rasul SAW telah menjelaskannya untuk kita dalam sirah beliau dengan penjelasan yang mencukupi. Dan kita wajib berpegang kepadanya. Jadi topiknya bukan pada fase Makkah sebelum diwajibkannya jihad dan fase Madinah setelah diwajibkan Jihad. Akan tetapi topiknya adalah pembahasan tentang dali-dalil penegakan Daulah. Dalil-dalil penegakan Daulah itu tidak ada kecuali di Makkah sampai Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah dan menegakkan Daulah.

Ini adalah satu hal, sementara jihad adalah hal lain. Seperti yang kami katakan, maka dalil-dalil penegakan Daulah diambil dari yang diduga kuatnya dan dalil-dalil jihad diambil pula dari yang diduga kuatnya. Dan yang ini berbeda dari yang itu, dan yang satu tidak bergantung pada yang lain. Karena itu, jihad tidak diabaikan dengan tidak adanya Daulah al-Khilafah. Rasul SAW bersabda:

«وَالْجِهَادُ مَاضٍ مُنْذُ بَعَثَنِي اللهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَى أَنْ يُقَاتِلَ آخِرُ أُمَّتِي الدَّجَّالَ، لَا يُبْطِلُهُ جَوْرُ جَائِرٍ وَلَا عَدْلُ عَادِلٍ»

Jihad terus berlangsung sejak Allah mengutusku sampai umatku yang terakhir memerangi dajjal, jihad itu tidak dibatalkan oleh kejahatan orang yang jahat dan keadilan orang yang adil. (HR al-Baihqai di Sunan al-Kubra dari Anas bin Malik)

 

Karena itu, jihad tetap berlangsung sesuai hukum-hukum syara’nya baik khilafah sudah tegak atau belum tegak.

Demikian juga perjuangan penegakan al-Khilafah tidak boleh diabaikan, meskipun  hukum-hukum jihad terabaikan. Perjuangan untuk al-Khilafah tetap berlangsung sampai al-Khilafah tegak. Sebab, bagi kaum Muslimin yang memiliki kemampuan, haram di pundaknya tidak ada baiat untuk khalifah … Imam Muslim telah mengeluarkan dari Abdullah bin Umar ia berkata: aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

«مَنْ خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةٍ، لَقِيَ اللهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا حُجَّةَ لَهُ، وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ، مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً»

Siapa saja yang melepaskan tangan dari ketaatan, niscaya ia menjumpai Allah pada Hari Kiamat kelak tanpa memiliki hujjah. Dan siapa saja yang mati dan di pundaknya tidak ada baiat, ia mati dengan kematian jahiliyah

 

Atas dasar itu, jihad tetap berlangsung dan perjuangan untuk al-Khilafah tetap berlangsung sampai ditegakkan. Dan yang satu tidak bergantung pada yang lain. Keduanya adalah dua masalah. Masing-masing dicari dalil-dalil syara’nya dan darinya diistinbath hukum syara’ khusus dengan permasalahan tersebut sesuai ushul yang diikuti.

  1. Karena itu, Hizb berpegang kepada metode Rasul SAW yang beliau jelaskan di Makkah sampai beliau mendirikan Daulah di Madinah. Tidak adanya penggunaan aktivitas perang selama tahapan dakwah untuk menegakkan Daulah bukan masalah fase Makkah dan fase Madinah, akan tetapi dalil-dalil penegakan Daulah tidak lain hanyalah yang Rasul SAW jelaskan di Makkah sampai beliau menegakkan Daulah di Madinah. Jadi masalahnya adalah metode penegakan Daulah. Dalam hal ini tidak ada metode yang Rasul SAW jelaskan kecuali metode yang ada dalam sirah Rasul SAW di Makkah.

Seandainya masalahnya adalah tentang aktivitas-aktivitas Daulah Islamiyah dan strukturnya … niscaya kami mengambilnya dari dalil-dalil yang Rasul SAW jelaskan di Madinah, sebab Daulah ditegakkan di sana.

  1. Kesimpulan:
  2. Hukum-hukum suatu masalah diambil dari dalil-dalil yang dinyatakan pada masalah tersebut baik diturunkan di Makkah atau di Madinah. Hukum-hukum puasa diambil dari dalil-dalil puasa, hukum-hukum shalat diambil dari dalil-dalil shalat, hukum-hukum jihad diambil dari dalil-dalil jihad dan hukum penegakan Daulah diambil dari dalil-dalil penegakan Daulah… begitulah.
  3. Sesungguhnya berpegang kepada metode Rasul saw di Makkah al-Mukarramah untuk menegakkan Daulah adalah karena tidak ada dalil-dalil untuk penegakan Daulah kecuali dalil-dalil yang dijelaskan di Makkah al-Mukarramah … Seandainya di situ ada dalil-dalil yang dinyatakan di Madinah untuk menegakkan Daulah niscaya juga beristidlal dengannya juga.

Kami memohon kepada Allah SWT pertolongan dan taufiq untuk menegakkan Daulah Islamiyah, al-Khilafah ar-Rasyidah, sehingga Islam dan kaum Muslimin menjadi mulia dan kekufuran dan orang-orang kafir menjadi hina, kebaikan tersebar ke seluruh penjuru dunia dan Allah Maha Perkasa atas yang demikian itu.

Sumber : 

Soal jawab dengan Amir HT

16 Dzulqa’dah 1434 H

22 September 2013 M

http://www.hizb-ut-tahrir.info/info/index.php/contents/entry_29348

 

Tulisan terkait :

1. Haruskah Khilafah Ditegakkan dengan Jihad?

2. Seputar Jihad, Khilafah dan Thaghut.

3. Berjihad atau Berdakwah?

4.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: