Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Anak Usia Remaja yang Suka Melawan

Posted by Farid Ma'ruf pada 22 Oktober 2013

Pertanyaan :

Assalaamu’alaikum Wr.Wb.

Ibu Pengasuh rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati, saya ingin solusi mengenai anak remaja. Anak saya kelas 6 SD, sudah baligh. Sejak kelas 6, sikapnya semakin buruk. Berani melawan, sulit dimintai tolong, mudah marah-marah. Kalau ada keinginan memaksa sambil melempar-lempar benda, meskipun bukan benda berbahaya. Bagaimana cara menghadapinya?

Wassalaamua’laikum.Wr.Wb.

085223XXXXXX

 

Jawaban :

Wa’alaikumsalam Wr.Wb.

Ibunda yang baik,

Masalah yang sering dihadapi orang tua ketika anaknya mulai memasuki usia  remaja, di antaranya adalah anak menjadi susah diatur dan selalu ingin memberontak. Bahkan, ada pula yang jika tidak dituruti kemauannya, ulahnya jadi bermacam-macam. Misalnya, tidak sopan kepada orang tua, malas ke sekolah, dimintai tolong tidak mau membantu. Jika dinasihati, nasihat yang diberikan hanya masuk telinga kanan dan keluar lewat telinga kiri. Anak seperti ini tentu saja membuat kesal, bingung dan sedih. Padahal, bagi setiap orang tua, keberhasilan anak menjadi impian, dan alangkah bahagianya jika mempunyai anak yang berakhlak baik, taat, rajin, pandai, dan penurut.

Ibunda yang baik,

Usia remaja, merupakan usia yang cukup rawan  dalam kehidupan anak-anak. Mereka merasa bahwa diri merekalah  yang paling benar. Anak-anak seperti ini,  biasanya tidak dapat dikerasi, seperti dipukul atau dimarahi dengan kalimat kasar, karena justru akan melawan dan semakin menjadi. Jika dinasihati baik-baik pun terkadang tidak mau mendengar. Jika demikian yang terjadi, maka langkah terbaik  adalah mencari tahu apa yang membuat ananda menjadi seperti itu. Karena biasanya, anak yang mulai memasuki usia remaja cenderung  sedikit tertutup kepada orang tua dan keluarga.

Ibunda yang baik,

Menghadapi remaja yang suka melawan bukanlah hal yang mudah, namun bukan juga hal yang sulit. Dibutuhkan kesabaran, kebijaksanaan dan perhatian. Keteladanan seringkali mempunyai pengaruh yang lebih besar bagi anak, dari pada nasihat dan ucapan. Jadilah orang tua yang bijak. Orang tua yang bijak mempunyai kepekaan terhadap anak, selalu berusaha melakukan yang terbaik dan memberikan pilihan terbaik. Yang terbaik bagi anak, kadang bukanlah yang terbaik bagi orang tua. Di sinilah biasanya ditemukan kesalahpahaman di antara keduanya. Bijaksana ketika menghadapi persoalan dan menyelesaikannya, tanpa harus dengan emosi. Adakalanya Anda harus bersikap tegas, lembut, menjadi seorang sahabat dan menjadi orang tua yang harus dihormati.  Berkomunikasi dengan anak yang sudah mulai memasuki usia remaja tentu tidak sama seperti ketika mereka masih kecil. Kenali dan pahami perasaan ananda, pilih kata dan kalimat yang tepat. Berilah ananda kesempatan untuk menjelaskan permasalahannya, sampaikan  apa yang Anda inginkan dan berikan ananda kesempatan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Namun sebagai orang tua, Anda tetap harus memberikan masukan dan bantuan jika memang diperlukan. Berikan kepercayaan pada ananda, dan jelaskan kepadanya bahwa segala tindakan ada konsekuensinya.

Ibunda yang baik,

Waktu yang tepat adalah sesuatu yang penting dan juga perlu diperhatikan saat kita hendak menasihati anak. Jangan menasihati ananda ketika capai, dalam keadaan marah, dan bosan, karena hal itu justru akan memancing emosi anak. Ketika akan menyelesaikan suatu persolaan tunggu sampai Anda dan ananda sama-sama tenang.  Jangan gunakan kata makian saat menegur atau memarahi ananda.  Ketika Anda menggunakan kata-kata cacian atau kasar, kata-kata tersebut akan terus terngiang di pikiran ananda. Kata makian atau kata kasar dapat melukai perasaannya, dan menimbulkan sakit hati. Dan bukan tidak mungkin ananda pun juga terpacu untuk melakukan hal yang sama kepada Anda. Bersahabatlah dengan anak,  namun tetap menjaga kewibawaan sebagai orang tua. Dengan menjadi sahabatnya diharapkan mampu menciptakan suasana yang nyaman, aman, saling percaya dan rasa saling menghargai. Dan jangan lupa sampaikan bagaimana semestinya seorang anak bersikap kepada orang tuanya. Kalau mengatakan “ah” saja tidak diperbolehkan, apalagi membentak dan melawan. Semoga diberikan kemudahan dalam membimbing ananda. (www.syariahpublications.com)

Sumber : Tabloid Media Umat edisi 111

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: