Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Jika Orang Tua Bercerai

Posted by Farid Ma'ruf pada 22 Oktober 2013

Pertanyaan :

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati. Saya seorang pendidik, salah satu murid saya (perempuan)  sedang gelisah karena menghadapi kenyataan bahwa kedua orang tuanya baru saja bercerai. Apa yang sebaiknya saya lakukan untuk membantu menguatkan murid saya ini agar bisa tegar menghadapinya, tidak mengganggu aktivitasnya di sekolah  dan tetap semangat dalam belajar. Jazakillah  atas saran-sarannya.

Wassalaamu’alaikum Wr.Wb

SI

08211XXXXXXX

Jawaban :

Wa’alaikumsalam Wr.Wb

Ibu SI yang baik,

Sesungguhnya pernikahan diselenggarakan dalam rangka membentuk keluarga dan sekaligus mewujudkan ketenangan di dalamnya. Jika di dalam kehidupan pernikahan muncul persoalan yang dapat mengganggu keluarga hingga batas yang tidak memungkinkan dipertahankan keutuhannya, maka harus ada jalan keluar bagi kedua belah pihak untuk berpisah. Dalam kondisi seperti ini, masing-masing pihak tidak boleh memaksakan diri untuk mempertahankan ikatan pernikahan yang sudah diliputi dengan perselisihan terus menerus atau bahkan mungkin juga kebencian. Sebagaimana Allah SWT telah mensyariatkan pernikahan, Dia juga telah mensyariatkan adanya perceraian (talak).

“Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikannya dengan cara yang baik” (TQS. Al-Baqarah: 229)

 

Ibu SI yang baik,

Perceraian seringkali memang berdampak buruk buat anak-anak.  Dampak terbesar yang dirasakan anak biasanya adalah ketakutan. Anak-anak merasa takut bahwa perceraian akan menyebabkan mereka ditinggalkan oleh orang tuanya. Selain itu, anak juga merasakan kebingungan. Hal ini dapat dimaklumi karena perceraian dapat menjadikan anak-anak bingung dengan kondisi rumah tangga yang berantakan, bahkan terkadang mereka juga merasakan hubungan dengan orang tua yang memburuk. Keadaan ini biasanya akan berpengaruh pada konsentrasi belajar anak, kondisi psikologisnya menjadi rapuh, terkadang anak menjadi stres dan frustasi. Tidak ada ukuran berapa lama duka anak itu berlangsung. Ada sebagian anak yang segera bisa bangkit kembali seperti biasa berkat dukungan lingkungannya, tapi ada pula yang perlu waktu cukup lama.

Ibu SI yang baik,

Bukanlah hal yang mudah membantu anak  melewati masa sulit setelah perceraian orang tua, jadilah Anda pendengr yang baik. Dengarkan keluhan murid Anda dengan sabar  dan penuh perhatian.  Biar Anda tahu bagaimana dia menanggapi perceraian orang tuanya, dan bagaimana cara melewatinya.  Pahami perasaannya, dan yakinkan padanya  untuk tidak perlu takut mengungkapkan perasaannya kepada Anda. Beri dia dukungan, anak korban perceraian,   karena akan kehilangan salah satu orang tua, terkadang mereka suka menyalahkan salah satu dari kedua orang tuanya (atau kedua-duanya). Hal lain yang juga dapat Anda lakukan adalah, meminta padanya untuk bertemu dengan anak lain yang punya masalah sama, dan telah berhasil melewati masa-masa perceraian orang tuanya dengan baik. Yakinkan padanya, bahwa  masih memiliki orang tua yang menyayangi. Walaupun di antara mereka tidak lagi tinggal serumah.

Ibu SI yang baik,

Perceraian adalah salah satu solusi yang dibolehkan dalam Islam ketika terjadi persoalan di dalam rumah tangga, dan sudah tidak mungkin dipersatukan kembali. Bagi anak, tidak ada pilihan, mesti dihadapi dengan ikhlas. Berhasil atau tidaknya seorang anak dalam beradaptasi terhadap perubahan hidupnya akan ditentukan oleh daya tahan dalam dirinya sendiri, pandangannya terhadap perceraian, cara orang tua menghadapi perceraian, pola asuh dari  orang tua dalam kehidupan yang baru, dan terjalinnya hubungan baik dengan kedua orangtuanya. Bantu murid Anda agar dia  memiliki pandangan yang tidak buruk tentang perceraian yang terjadi dan tetap punya hubgan baik dengan kedua orang tuanya. Semoga dimudahkan langkahnya, dan murid Anda kembali bersemangat.

Sumber : Tabloid MU edisi 112

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: