Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Penggunaan Lafazh Wazir dan Wuzarah di Daulah al-Islamiyah

Posted by Farid Ma'ruf pada 26 November 2013

Pertanyaan:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Apakah boleh menggunakan lafazh wazîr di ad-daulah al-islamiyah padahal lafazh ini memiliki fakta dalam sitem kapitalisme?

 

Jawab:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Ada perbedaan antara konsepsi wazir dan wuzarah dalam Islam dengan konsepsi kedua lafazh tersebut dalam sistem demokrasi.  Makna yang dimaksudkan oleh (demokrasi) untuk makna wazir dan wuzarah adalah makna yang dominan pada masyarakat, dan jika disebutkan lafazh tersebut maka benak tidak akan berpaling kecuali kepada makna demokrasi itu. Karena itu dan untuk menolak kerancuan serta untuk menentukan makna syar’iy itu sendiri dan bukan yang lain, maka tidak dibenarkan disebutkan kata mu’awin khalifah lafazh dengan wazir dan wuzarah secara mutlak tanpa pembatasan.  Akan tetapi, digunakan lafazh mu’awin dan itu adalah makna yang hakiki. Atau diberikan batasan bersama lafah wazir atau wuzarah yang mengalihkan makna demokrasi dan menentukan makna Islami saja seperti dikatakan wazir tafwidh …

Saudaramu

Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah

27 Dzulhijjah 1434

01 November 2013

Sumber:

Rangkaian Jawaban asy-Syaikh al-‘Alim Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah Amir Hizbut Tahrir terhadap Pertanyaan di Akun Facebook Beliau

Jawaban Pertanyaan Seputar Penggunaan Lafazh Wazir dan Wuzarah di Daulah al-Islamiyah
Kepada Tamer al-Jabuh

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: