Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Aneksasi Semenanjung Crimea oleh Rusia

Posted by Farid Ma'ruf pada 26 Maret 2014

Pertanyaan:

Rusia telah menggabungkan semenanjung Crimea kepadanya. Putin telah menandatangani dokumen hal itu pada 18/3/2014. Apakah ini berarti bahwa apa yang terjadi adalah langkah permulaan agar Rusia menggabungkan bagian Ukraina lainnya, dan khususnya bahwa reaksi Barat merupakan reaksi tumpul? Semoga Allah membalas Anda dengan yang lebih baik.

Jawab:

Kami telah menyebutkan sebelumnya dalam jawaban kami bahwa situasi internasional dan regional yang ada tidak memungkinkan pihak manapun dari ketiga pihak yang memiliki hubungan dengan Ukraina untuk mengambil Ukraina secara keseluruhan ke sisi satu pihak manapun. Dan bahwa solusi yang mungkin diantara ketiga pihak ini adalah solusi kompromi (jalan tengah)… Karena itu, pengambilan Ukraina secara keseluruhan oleh Rusia merupakan perkara yang jauh kemungkinannya pada waktu minimal yang bisa diprediksikan. Dan jika Rusia bisa stabil (kokoh) di semenanjung Crimea, maka ini berarti bahwa Barat khususnya Amerika, akan stabil (kokoh) di bagian Ukraina lainnya.

Adapun salah satu dari ketiga pihak itu mengambil Ukraina secara keseluruhan ke sisinya, maka ini kami katakan merupakan perkara yang jauh, pada waktu sekarang atau setidaknya pada maktu sejauh yang bisa diprediksikan.

Tampak bahwa apa yang terjadi sekarang memberikan isyarat bahwa solusi jalan tengah sedang berlangsung. Yaitu Rusia meluaskan pengaruhnya di semenanjung Crimea, sementara Barat khususnya Amerika meluaskan pengaruhnya di bagian Ukraina lainnya. Diantara isyarat-isyarat itu:

–                      Kontak menteri pertahanan Rusia Sergey Shoygu dengan sejawatnya menteri pertahanan Amerika Chuck Hagel dalam pembicaraan telepon pada Kamis 20/3/2014 bahwa Rusia tidak akan menyerang timur Ukraina. Sergey mengatakan kepada sejawatnya: “Kekuatan militer yang dimobilisasinya di sepanjang perbatasan, mereka berada di sana hanya untuk melakukan latihan. Rusia tidak punya niat untuk melintasi perbatasan ke Ukraina dan bahwa Rusia tidak akan melakukan aksi serangan apapun.”

–                      Pernyataan otoritas transisi di Kiev yang menegaskan pada hari yang sama “bahwa Ukraina akan merespon “secara militer” atas upaya Rusia menggabungkan daerah-daerah timur Ukraina yang berbahasa Rusia.” Perlu diketahui bahwa sebelum itu otoritas transisi di Kiev mengeluarkan pernyataan terkait semenanjung Crimea pada tanggal 19/3/2014 yang menyatakan kesiapannya untuk menarik kekuatan militernya dari Crimea. Kepala dinas keamanan di Ukraina menyatakan bahwa negerinya menyiapkan rencana-rencana menarik kekuatan militer dan rakyatnya dari semenanjung Crimea. Andrey Probai menyatakan bahwa target utama adalah memindahkan kekuatan militer dan keluarga Ukraina “dengan jalan paling cepat dan paling banyak.”

Ini menunjukkan solusi jalan tengah melalui barter diantara semenanjung Crimea dengan bagian Ukraina lainnya! Dan bahwa perhatian Ukraina terhadap daerah-daerah timur merupakan perkara yang menonjol, pada waktu yang sama derajat perhatian Ukraina terhadap semenanjung Crime telah lebih mundur derajatnya dari perhatian terhadap daerah-daerah timur.

Fakta ini menjadi lebih kuat dengan apa yang terjadi pada Jumat 21/3/2014 selama KTT Eropa yang diselenggarakan di Brussels, di mana Uni Eropa dan Perdana Menteri sementara Ukraina, Arseniy Yatsenyuk, menandatangangi poin-poin politik perjanjian partnership. Yaitu perjanjian yang konsekuensinya Kiev mendekat untuk bisa mendapat keanggotaan Uni Eropa. Dan itu merupakan perjanjian yang menyebabkan krisis antara Ukraina dan Rusia. Keputusan presiden Ukraina sebelumnya Yanukovych untuk tidak menandatangani perjanjian itu menyebabkan ia menghadapi gelombang protes dan demonstrasi dari orang-orang Ukraina…

Semua itu mengisyaratkan macam jalan tengah tersebut… Meski demikian, seperti yang kami katakan dalam jawaban kami sebelumnya, Ukraina akan terus menjadi hulu ledak yang siap meletus pada waktu di mana terjadi perubahan situasi internasional untuk kemenangan Rusia atau Barat. Pada saat itu, masing-masing pihak akan berusaha memandang pada keseluruhan Ukraina dan berusaha manariknya sesuai situasi internasional pada saatnya nanti… Ukraina adalah garis pinggang Rusia. Dan pada saat yang sama Ukraina juga menjadi pintu gerbang Eropa…

Sampai nanti terjadi perubahan internasional dan regional, solusi jalan tengah akan tetap dilakukan. Boleh jadi akan mengantarkan kepada sesuatu dari kestabilan “ketenangan temporer”… Sedangkan kestabilan terus menerus khususnya di semenanjung Crimea , maka itu tidak akan terjadi kecuali dengan kembali kepada kondisinya sebelum invasi Rusia dan pendudukannya di sana sejak akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19. Yakni ketika kembali menjadi bagian dari daulah al-Khilafah dahulu, in sya’a Allah.

 

21 Jumadul Awal 1435 H

22 Maret 2014 M

Sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: