Konsultasi Islam

Mengatasi Masalah dengan Syariah

Bagaimana Sikap HT Terhadap ‘Khilafah’ yang Diproklamirkan ISIS?

Posted by Farid Ma'ruf pada 27 Juli 2014

Soal:

Bagaimana pandangan Hizbut Tahrir terhadap “Khilafah” yang diproklamirkan oleh ISIS? Jika “Khilafah” ini tidak memenuhi syarat, bagaimana masa depan perjuangan menegakkan Khilafah pasca proklamasi ISIS ini?

Jawab:

Pertama: secara umum pandangan dan sikap Hizbut Tahrir (HT) tentang fakta “Khilafah” yang baru diproklamirkan oleh ISIS ini tidak berbeda dengan pandangan HT yang pernah dimuat oleh majalah ini beberapa bulan sebelumnya.

Kedua: sebagai tambahan atas penjelasan dalam Soal-Jawab sebelumnya, sekaligus penegasan, berikut ini saya mengutip sebagian penjelasan resmi Amir Hizbut Tahrir di seputar proklamasi ‘Khilafah’ oleh ISIS:

  1. Sesungguhnya tanzhim (organisasi) apapun yang ingin memproklamirkan Khilafah di suatu tempat wajib mengikuti thariqah (metode) Rasulullah saw. Dalam hal itu. organisasi ini, antara lain, harus memiliki kekuasaan yang nyata di tempat tersebut, yang mampu melindungi keamanannya di dalam dan luar negeri. Organisasi ini harus mempunyai daya dukung bagi tegaknya negara tempat Khilafah diproklamirkan. Itulah yang dulu ada pada Rasulullah saw. saat mendirikan Negara Islam di Madinah al-Munawarah. Kekuasaan di sana mutlak ada di tangan Rasul saw. Keamanan di dalam dan luar negerinya dilindungi dengan keamanan (kekuasaan) Islam. Negaranya juga memiliki pilar-pilar negara di wilayah tersebut.
  2. Organisasi yang memproklamirkan “Khilafah” ini tidak memiliki kekuasaan terhadap Suriah maupun Irak. Organisasi ini juga tidak bisa mewujudkan keamanan dan rasa aman di dalam dan luar negeri. Bahkan orang yang dibaiat di sana sebagai Khalifahnya saja tidak bisa tampil secara terbuka. Mereka tetap bersembunyi sebagaimana sebelum “Khilafah” diproklamasikan. Fakta ini bertentangan dengan apa yang pernah dilakukan oleh Rasulullah saw. Beliau, sebelum negara tegak, memang pernah bersembunyi di Gua Tsur. Namun, setelah negara berdiri, beliau mengurus urusan masyarakat, memimpin pasukan, memutuskan perkara di antara orang-orang yang bersengketa, mengirim dan menerima para utusan secara terbuka, tidak sembunyi-sembunyi…

Begitulah, deklarasi organisasi ini, bahwa “Khilafah” telah berdiri itu hanya main-main (laghwun), tanpa makna. Faktanya tetap sama saja, baik sebelum maupun setelah dideklarasikannya “Khilafah”. Tidak ada faktanya secara riil di lapangan, juga tidak memiliki daya dukung bagi adanya negara. Semua itu hanya untuk memuaskan ambisi yang ada dalam diri mereka. Kelompok yang ini memproklamirkan diri sebagai Khalifah. Yang lain lagi memproklamirkan diri sebagai al-Mahdi… dan sebagainya, tanpa daya dukung, tanpa kekuasaan dan tak bisa menjamin keamanan dan rasan aman…!

  1. Khilafah itu sesungguhnya merupakan negara yang memiliki bobot. Syariah Islam telah menjelaskan metode pendiriannya serta bagaimana cara menggali hukum-hukumnya, baik yang terkait dengan pemerintahan, politik, ekonomi, hubungan internasional maupun yang lain… Proklamasi Khilafah merupakan peristiwa agung yang akan mengguncang dunia. Akarnya mengakar kokoh di bumi. Kekuasaannya melindungi keamanan dalam dan luar negeri atas wilayahnya, menerapkan Islam di dalam negeri dan mengembannya ke seluruh dunia dengan dakwah dan jihad…
  2. Deklarasi yang dilakukan saat ini hanya main-main (laghwun), tidak bisa meningkatkan maupun memundurkan fakta organisasi ISIS. ISIS adalah gerakan bersenjata, baik sebelum maupun setelah deklarasi. Kedudukannya sama dengan gerakan-gerakan bersenjata lainnya. Mereka ada yang saling memerangi satu sama lain dan berperang melawan rezim. Namun, tak satu pun dari faksi-faksi tersebut yang bisa melebarkan kekuasaan terhadap Suriah, Irak ataupun keduanya. Seandainya saja faksi-faksi itu, termasuk ISIS, ada yang mampu melebarkan kekuasaannya atas wilayah yang memiliki daya dukung bagi tegaknya negara, lalu memproklamasikan Khilafah dan menerapkan Islam di sana. Karena itu layak untuk dibahas, apakah Khilafah yang didirikan ISIS sudah sesuai dengan hukum syariah atau tidak sehingga pada saat itu layak diikuti. Sebab, menegakkan Khilafah merupakan kewajiban kaum Muslim, bukan hanya kewajiban Hizbut Tahrir saja. Jadi, siapa saja yang berhasil menegakkan Khilafah dengan benar, harus diikuti… Faktanya, yang ada saat ini ternyata tidak seperti itu. Semua faksi bersenjata (milisi), di antaranya ISIS, tidak memiliki daya dukung bagi tegaknya negara, tidak memiliki kekuasaan atas wilayah, dan tidak menguasai keamanan dan rasa aman. Karena itu deklarasi tegaknya Khilafah oleh ISIS ini hanya main-main (laghwun), dan tidak layak diperhitungkan untuk dibahas faktanya, karena sudah jelas…
  3. Ada yang layak untuk diperhatikan dan dikaji, yaitu adanya kekhawatiran terhadap dampak negatif atas deklarasi ini, khususnya menyangkut gagasan khilafah bagi orang-orang yang berpikiran dangkal. Gagasan khilafah pada diri mereka ini jatuh dari posisi sentralnya yang agung dan urgens bagi kaum Muslim. Gagasan khilafah jatuh pada pemikiran yang rapuh, yang sekadar menjadi kenalisasi perasaan gelisah pada sebagian individu. Salah seorang di antara mereka berdiri di lapangan, medan atau di kampung, lalu mendeklarasikan diri, bahwa dia adalah khalifah; lalu dia mengundurkan diri; kemudian dia menyangka dengan begitu dia telah berbuat yang terbaik!
  4. Akibatnya, Khilafah akan kehilangan urgensi dan keagungannya pada hari orang yang berpikiran dangkal dan berubah tidak lebih dari sekadar nama yang indah, yang dijadikan slogan bagi orang yang berambisi, tetapi tanpa isi… Inilah yang layak diperhatikan, khususnya pada saat Khilafah semakin dekat, lebih dekat dari era sebelumnya. Kaum Muslim pun sudah tidak sabar menunggu berdirinya Khilafah. Mereka melihat Hizbut Tahrir meniti jalan dalam urusannya, dengan berpegang teguh kepada metode Rasulullah saw. tentang bagaimana cara mendirikan Khilafah di Madinah al-Munawarah… Mereka melihat adanya interaksi dinamis dan ekspresif yang sangat berpengaruh, antara Hizbut Tahrir dengan umat yang mengembannya. Dari interaksi ini kaum Muslim telah memahami makna ukhuwah Islam. Mereka mencari kabar gembira kesuksesan Hizb dalam menegakkan Khilafah dan bagusnya  pengurusan urusannya, dan benar-benar menjadi Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian… Pada saat itulah, proklamasi ini akan tiba. Karena itu deklarasi sekarang ini malah memberikan gambaran yang kabur, jika tidak boleh dikatakan palsu, tentang fakta Khilafah di benak orang-orang yang berpikiran dangkal di tengah masyarakat…
  5. Semuanya itu tentu memunculkan tanda tanya, bahkan banyak tanda tanya besar…seputar timing proklamasi ini saat tidak ada kekuasaan nyata dan stabil di tangan deklaratornya; mengenai kekuasaan yang menjaga keamanan negara ini di dalam dan luar negeri. Begitulah yang terjadi di facebook atau media massa… Timing ini mengundang kecurigaan, khususnya bahwa gerakan bersenjata yang ada, bukan gerakan yang dibentuk dengan dasar pengorganisa-sian intelektual (takattul[un] fikriy[un]), membuat infiltrasi sangat terbuka. Masuknya orang-orang jahat dari Timur dan Barat di dalam barisannya sangat mudah. Sudah menjadi rahasia umum, Barat dan Timur terus melakukan tipudaya terhadap Islam dan Khilafah. Kepentingan mereka tentu untuk memalsukan potretnya. Jika mereka tak bisa menghapus namanya, mereka sangat berkepentingan agar Khilafah itu hanya sekadar nama yang digunakan oleh orang yang berambisi, tanpa makna sekali. Akhirnya, peristiwa agung yang seharusnya menampar kaum kafir itu berubah menjadi bahan cemoohan oleh musuh-musuh itu siang-malam…!
  6. Atas semua yang diperbuat musuh-musuh jahat itu, kita menegaskan kepada musuh-musuh Islam dari Timur dan Barat, antek-antek dan para pengikutnya, serta orang-orang bodoh mereka, bahwa Khilafah yang telah memimpin dunia berabad-abad itu sudah diketahui dan tidak kabur. Bahkan Khilafah saat ini sanggup menghadapi distorsi bagaimanapun tipudaya dan konspirasi yang dilakukan.

وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

Mereka memikirkan tipudaya, sementara Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik Pembalas tipudaya (TQS al-Anfal [8]: 30)

 

Allah yang Mahakuat lagi Mahaperkasa telah mendatangkan untuk Khilafah itu satu partai yang menghimpun orang-orang. Perdagangan dan jual-beli tidak melalaikan mereka dari mengingat Allah. Mereka membentengi Khilafah dengan pikiran, pendengaran dan penglihatan mereka. Mereka telah menyiapkan segala persiapan yang dibutuhkan untuk Khilafah itu. Mereka menggali  hukum dan konstitusi Khilafah serta struktur pemerintahan dan administrasinya. Mereka berjuang dalam upaya menegakkan Khilafah dengan meneladani sirah Rasulullah saw. tanpa menyimpang sehelai rambut pun…Mereka, dengan izin Allah, merupakan perisai yang menghalangi kekaburan tentang Khilafah. Mereka layaknya batu cadas, yang dengan pertolongan Allah dapat menghancurkan berbagai konspirasi kaum kafir, antek dan para pengikutnya. Mereka adalah para politisi yang memiliki kesadaran, yang dengan kekuatan Allah, dapat membalikkan segala tipudaya musuh-musuh Islam dan kaum Muslim menjadi kebinasaan bagi musuh-musuh itu.

وَلَا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِ

Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain kepada orang yang merencanakannya (TQS Fathir [35]: 43)

 

Sesungguhnya Khilafah Islam ini amat agung. Kedudukannya sungguh sangat penting. Berdirinya bukan sekadar berita yang menjadi bahan ejekan media massa yang menyesatkan. Dengan izin Allah, berdirinya Khilafah akan menjadi ‘gempa’ yang menggelegar, yang membalikkan konstalasi internasional, mengubah wajah dan arah sejarah…

Sesungguhnya Khilafah akan kembali. Itulah Khilafah Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian, sebagaimana kabar germbiranya telah disampaikan kabar oleh Rasul saw. Karena itu orang-orang yang menegakkan Khilafah laksana orang-orang yang menegakkan Khilafah Rasyidah yang pertama. Mereka bertakwa lagi bersih, mencintai umat dan umat mencintai mereka, mendoakan umat dan umat pun mendoakan mereka. Umat merasakan kebahagiaan bertemu dengan mereka. Mereka pun merasakan kebahagiaan bertemu dengan umat…Begitulah, mereka adalah para pengusung Khilafah mendatang yang mengikuti manhaj kenabian. Allah akan memberikan Kekhilafahan kepada orang yang memang layak.

Sungguh, kita memohon kepada Allah, agar kita termasuk orang-orang yang layak itu dan termasuk orang-orang yang mengaturnya. Kita memohon kepada Allah SWT agar memberi kita karunia dengan tegaknya Khilafah Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian [Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah, 4 Ramadhan 1435 H/2 Juli 2014 M]

Sumber : Majalah Al Waie edisi Agustus 2014

 

Tulisan terkait :

1. Khilafahkah ‘Negara Islam’ di Irak dan Syam?

2. “Politik” Proklamasi Tegaknya al-Khilafah oleh ISIS.

3. Thariqah Syar’iy untuk Menegakkan al-Khilafah dan as-Sulthân al-Mutaghallib

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: